Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Assalamu' alaikum Wr. Wb.
Selama membaca semanya.
--------
“ Haha... rasain lu Bill makanya jadi orang itu jangan kepo dengan urusan orang lain.” Ucap Dion tertawa puas melihat temannya dikerjain.
“ Puas banget kalian ketawa diatas penderitaanku, Van dengar tu apa yang dibilang sama istri yang baru lu nikahin dah berani aja sama gue.” .” Ucap Billy mendramalisir.
“ Gak perlu lu kasih tau juga gue dengar kok Bill, gue baru tau ternyata istri gue pintar nyanyi dan suaranya merdu banget menenangkan hati kakak sayang.” Ucap Revan memuji suara Ara yang memang merdu dengan senyum yang tidak pernah pudar dari wajahnya dan menarik Ara ke dalam pelukannya.
“ Uluh uluh yang sudah sah mesra-mesraan mulu.” Ucap Dokter Rio mengoda.
“ Iya dong itu harus, jadi gak sabar.” Ucap Revan sambil memeluk erat Ara.
“ Iyalah gak sabar, istrinya aja cantik mana tahan dia mau langsung digarap kalau aja gak ada kita disini hahaha... “ Ucap Pak Reza yang dari tadi hanya mendengarkan ucapan mereka semua.
“ Tau aja bapak ini.” Ucap Revan menimpali sedangkan Ara yang tidak tau arah pembicaraan mereka hanya diam tanpa mau bertanya.
“ Bill lu benaran mau tau gak kita ketemu dimana?.” Tanya Revan yang melihat wajah temannya yang cemberut..
“ Gak perlu sudah basi.” Jawab Billy kesel.
“ Yaudah padahal gue kan mau kasih tau kalau kita itu ketemu ditoilet cewek.” Ucap Revan santai tanpa dosa akhirnya memberitahu dan membuat semua orang disana terkejut dibuatnya.
“ Appaaa toilet cewek!!. “ Teriak mereka semua kecuali dua orang yang Revan dengan wajah santainya dan satunya lagi Ara dengan wajah memerah menahan malu.
“ Bisa-bisanya dia kasih tau ke mereka kalau kita ketemu di toilet cewek.” Gumam Ara dalam hati kesel.
“ Kayak sinetron aja lu Van ketemu jodoh di toilet cewek.” Ucap Billy menekan kata ketemu jodoh di toilet cewek.
“ Ya mungkin bisa dijadikan sinetron kisah gue.” Jawab Revan.
“ Jangan bilang kamu sudah ngapa-ngapain nona Ara ditoilet dan ssekarang kamu lagi mempertanggungawabkan perbuatanmu untuk menikahinya?.” Tanya Dokter Rio menyelidik.
“ Oh iya kita itu kan di toilet.” Ucap Revan kepada Ara sambil menaik turunkan alisnya, hal itu sukses membuat wajah Ara yang sudah sedikit memerah tambah semakin memerah.
“ Wah lu kurang ngajar banget ngelakuin itu dengan mbak Ara apa lagi ditoilet cewek di mall lagi.” Ucap Pak Agus dengan emosi ingin menghajar Revan tapi dihadang oleh Pak Reza.
“ Lu tenangkan dirimu dulu, kita dengarkan penjelasan dari dia dulu jangan asal menghajar orang.” Ucap Pak Reza menasehati.
“ Tapi.. “ Ucap Pak Agus ingin protes.
“ Udah diam, dengarkan.” Ucap Pak Reza tegas dengan menatap Pak Agus dengan tatapan tajam dan Pak Agus yang mendapatkan tatapan tajam jadi pasrah terdiam, kalau Pak Reza sudah seperti itu artinya tidak ingin dibantah.
“ Kita di toilet hanya ciuman tidak lebih, jangan berfikir macam-macam. Saya tidak akan melakukan hal yang diluar batas apa lagi sampai mengambilnya sebelum waktunya, kalau sekarang baru saya akan mengambilnya.” Ucap Revan tanpa malu dan Ara jangan di tanya wajahnya memerah, dia menyembunyikan wajahnya dibelakang punggung Revan lalu mencubit pinggang Revan.
“ Awww... sakit sayang jangan dicubit, dielus-elus, disayang-sayang suami masih sakit masa mau kdrt aja.” Ucap Revan mengusab bekas cubitan istrinya.
“ Tunggu kakak sudah sembuh kita kdrt di kasur.” Bisik Revan ditelinga Ara lalu mengigitnya kecil membuat yang punya merinding.
“ Makanya Bill cepetan cari cewek terus ajak nikah kayak gue ni.” Ucap Revan membangakan dirinya.
“ Maaf pak bu apa saya sudah boleh pergi karena saya masih ada keperluan lain dan ini surat nikahnya tolong ditanda tangani dulu oleh kedua mempelai dan para saksi sebagai bukti bahwa kalian sudah menjadi pasangan suami istri, untuk buku nikah kalian belum dibuat karena kalian menikah secara mendadak. Jadi kalian masih harus menunggu sampai buku nikanya jadi dan untuk sementara kalian bisa memakai surat nikah ini dulu .” Ucap Pak Penghulu memberikan penjelasan dan dia juga sudah terlihat bosan berada diantara anak-anak muda karena terlalu lama berada di sana, apa lagi dia disana hanya melihat perdebatan konyol yang dibuat antara anak muda jaman sekarang yang tidak ada malunya membicarakan hal yang menurutnya tabu untuk dibicarakan kepada orang lain.
“ Oh silahkan Pak, terima kasih atas bantuannya telah menikahkan kami berdua dan saya minta maaf untuk semua keributan ini.” Ucap Revan yang baru menyadari kalau masih ada Pak Penghulu diantara mereka dan dia merasa tidak enak.
“ Oh tidak apa-apa Pak, saya permisi assalamu’alaikum.” Ucap Pak Penghulu berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.
“ Walaikum salam.” Jawab mereka berbarengan.
“ Oh iya Van hampir lupa mendingan sekarang lu tanda tanganin dulu surat nikah lu baru tanda tanganin surat perjanjian pernikahan kalian.” Ucap Dion baru mengingatkan kalau dia juga disuruh membawakan surat perjanjian yang diminta oleh Revan kemarin.
“ Iya terima kasih ya Yon, lu sudah mengingatkan kita hampir lupa dengan surat perjanjian itu.” Ucap Revan menanda tangani surat nikahnya diikuti dengan Ara dan para saksi lalu menganbil surat perjanjian pernikahan yang mereka sepakati berdua antara Ara dan Revan.
“ Sebaiknya kalian lihat dulu isinya apa ada yang kurang atau masih ada yang ingin ditambahkan.” Ucap Dion memberitahu karena dia masih ragu dengan isi dari perjanjian yang akan ditanda tangani oleh mereka berdua.
“ Sayang masih ada yang ingin kamu tambahkan lagi?.” Tanya Revan kepada Ara setelah dia melihat isi dari perjanjian yang mereka buat kemarin lalu menyodorkannya kepada Ara.
“ Ehem.. tidak ada, mungkin kakak yang mau menambahkannya?.” Tanya Ara balik dan membuat Billy, Dokter Rio, Pak Agus dan Pak Reza penasaran kenapa harus dibuat perjanjian pernikahan dan isi perjanjian didalamnya itu apa.
“ Van kok pakai perjanjian pernikahan segala?.” Tanya Billy heran.
“ Huff... iya cuma gue mau mempertegas agar nantinya didalam hubungan pernikahan yang gue jalanin ini tidak diganggu oleh yang namanya pelakor dan pebinor itu aja.” Jawab Revan menjelaskan dengan menekan kata pelakor dan pebinor.
“ Oh baguslah kalau begitu, jadi saya tidak khawatir kalau kamu membawa perempuan lain.” Ucap Pak Agus.
“ Ada gak ya cewek yang mau diajak nikah sama gue.” Ucap Billy.
“ Emang lu mau nikah sama siapa?. “ Tanya Dion penasaran.
“ Gak tau.” Jawab Billy.
“ Lah kok gak tau, tadi bilang ada gak cewek yang mau diajak nikah sama lu. Gue kira lu sudah punya pilihan cewek yang bakal lu lamar.” Ucap Dion mengelengkan kepalanya.
“ Ya ceweknya belum ada, tapi ada gak ya cewek yang mau diajak nikah walau baru kenal gitu.” Ucap Billy asal-asalan.
“ Mana ada cewek yang mau diajak nikah dengan cowok yang baru dia kenal.” Jawab Pak Agus tersenyum sinis.
“ Ada.” Jawab Revan singkat.
“ Hah ada Van, pasti lu mau bilang cewek di club malam kan dah ketebak.” Ucap Billy tersenyum kecut.
“ Sembarangan aja lu kalau bicara, didunia ini masih ada kali yang seperti itu buktinya gue baru kenal 2 hari sudah
----------
**Gimana menurut kalian dengan tingkah mereka yang membuat acara ijab kabul Ara dan Revan menjadi berantakan tidak sesuai dengan yang telah di tentukan, apa kehidupan pernikahan Ara dan Revan akan berantakan seperti itu juga???
Dan 1 lagi hayo apa ya isi dari perjanjian pernikahan yang Ara dan Revan buat, ada yang penasaran gak dengan isinya???
Jangan lupa kasih dukungan kalian dengan menekan love, komen dan vote agar authornya semangat buat up.**