Selalu mendapat hinaan dari sang bibi dan juga sepupunya, karena wajahnya di bawah rata-rata.
Akhirnya Karmila memutuskan untuk keluar dari rumah sang bibi tempatnya selama ini tinggal. Untuk mengejar impiannya mendekati Milano Justin pria baik yang pernah menolongnya, saat masih duduk di bangku sekolah dulu, dan Karmila mengklaim jika pria tersebut adalah suami masa depannya.
Sadar wajahnya di bawah rata-rata akhirnya Karmila memutuskan untuk mengubah penampilannya demi mendekati Milano Justin.
Namun saat Karmila sudah berhasil mendekatinya, ia mengetahui rahasia besar siapa Milano Justin.
Apakah yang akan di lakukan Karmila?
Tetap mendekatinya atau meninggalkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perampok
"Dan dia sudah ke dua kalinya melakukan ini padaku Pak, tadi di kantin dia menyiram dan mendorong tubuhku, dan sekarang di menampar pipiku, dan ini sudah di kategorikan tindak kejahatan, apa Pak Mila mau membiarkan dia tanpa memberi pelajaran? Bagaimana jika karyawan lain mendapat perlakukan yang sama dengan aku, dan melaporkannya ke pihak berwajib, perusahaan Pak Mila akan tercoreng nama baiknya, karena memiliki karyawan mental kriminal seperti dia," jelas Angel panjang lebar sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Mila.
Karena dirinya ingin memprovokasi Milano, sebab saat tadi Angel menceritakan secara dramatis kejadian di kantin, Milano tidak menanggapinya dan terkesan tidak ingin ikut campur.
Mil yang mendengar semua yang di katakan oleh Angel hanya tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya.
Dan Mil yang tidak ingin meladeni Angel langsung membalik tubuhnya dan ingin menuju ke arah lift, namun langkahnya di hentikan oleh Milano yang memanggil namanya.
Dengan berat hati, Mil pun membalik tubuhnya kembali untuk menghadap ke arah Milano dan juga Angel yang berdiri di sampingannya.
"Iya ada yang bisa aku bantu Pak?" tanya Mil di akhiri dengan tersenyum manis.
"Kemari lah," perintah Milano.
Tentu saja membuat Angel langsung tersenyum senang, karena dirinya meyakini Milano akan memberi hukuman pada Mil.
"Pak berilah hukuman yang berat untuknya, sekalian saja pecat dia dari perusahaan ini, dia tidak cocok bekerja di perusahaan ini, dia lebih cocok jadi perampokan," ujar Angel untuk terus memprovokasi Milano.
"Iya memang aku akan jadi perampok namun untuk merampok hati Pak Mila," gumam Mil yang sudah berada tepat di hadapan Milano.
"Diam lah kamu Angel!" perintah Milano. "Aku tidak ingin ikut campur dengan permasalahan kalian, dan kalian selesaikan masalah kalian sendiri jangan bawa bawa aku. Dan besok aku tidak ingin mendengar ada ribut ribut lagi seperti ini mengerti," jelas Milano pada Mil dan juga Angel yang terkejut dengan perkataan Milano yang baru saja di katakan nya.
Bagaimana Angel tidak terkejut, karena dirinya pikir Milano akan membelanya namun ternyata malah tidak ingin tahu dengan apa yang di alaminya.
"Pak Mila ta–"
Angel tidak jadi meneruskan ucapannya, saat Milano sudah melangkah kan kakinya menuju lift dan masuk ke dalam lift tersebut yang sudah terbuka.
Mil yang masih berada di hadapan Angel langsung tertawa dengan kencang sambil bertepuk tangan.
Dan Angel yang menyadari tawa dan juga tepuk tangan Mil di tunjukkan untuk nya, langsung mengepalkan tangannya.
Mil yang tahu jika Angel sedang kesal, langsung meninggalkannya, tanpa mengatakan apa pun, takut jika dirinya bersuara lagi, Angel akan mengenali siapa dirinya yang sebenarnya.
Angel menghentak hentakan kakinya kesal saat Mil sudah pergi meninggalkannya, untuk meluapkan kekesalannya.
"Aku pastikan akan membalas semua yang pernah kamu lakukan!" teriak Angel sambil memukul sebelah telapak tangannya dengan tangan yang satunya. "Siska, Maya, bantu aku untuk membalas dia," ujar Angel pada ke dua wanita yang sedari tadi bersamanya.
"Siap!"
*
*
*
"Sayang lama sekali, kamu tidak tahu aku sudah menunggu kamu hingga jemuran,"
"Preet sayang sayang jangan lebay," sambung Mil yang menghampiri Dino sang sahabat yang berada di tempat parkir tidak jauh dari lobi perusahaan.
Karena sepulang nya bekerja, Mil ingin mengunjungi Dina sang sahabat, karena sepulang nya dari negara K, dirinya belum sempat berkunjung ke rumah sang sahabat yang sudah sangat baik padanya.
"Kalau dekat wanita cantik, bawaannya aku lebay Mil,"
"Oh begitu baiklah, aku akan menceritakan pada Dina jika kamu itu suka lebay dan suka rayu rayu wanita cantik di perusahaan ini,"
"Kok begitu Mil, aku hanya bercanda Mil,"
"Au ah gelap, sudahlah buruan,"
"Ke mana Mil?"
"Dino jangan bercanda!"
"Iya maaf Mil, tapi tidak apa apa nih kamu naik motor? Nanti kalau wajah kamu yang habis di operasi plastik penyok bagaimana?"
"Kamu kira wajahku di operasi pakai plastik ember pakai penyok, ada ada saja kamu," sambung Mil sambil memukul punggung Dino, lalu naik ke atas motor Dino. "Buruan aku sangat merindukan Q dan ingin memeluknya,"
"Memeluk bapaknya saja dulu Mil," canda Dino sebelum melajukan motor miliknya.
Plak!
Mil memukul helem yang di kenakan Dino dengan kencang. "Jangan membuat aku emosi Dino!"
"Iya maaf sayang," sambung Dino sambil menahan tawa, lalu melajukan mobilnya.
Dan ke duanya tidak tahu jika dari kejauhan ada sepasang mata yang mengamati ke duanya.
Bersambung...........................
dasar penjilat ... !!!
oke lah kalo begitu ....
hmmm... salah paham lagi deh ... 😂😂
kadang .. eh bukan kadang ya .. sering malah ...
orang2 tuh menilai negatif sama anak2 punk krn penampilan mereka.
padahal hati mereka bisa jadi lebih mulia dibanding emak2 tukang gosip yg bisanya julid aja ke orang ... ato dedemit2 yg penampilannya cantik tp sebenernya pelakor dj4l4n9 ....
good job mam Feli ... lope lope 💝💝🌹🌹💙💙🌹🌹
Milano cinta sama kamu apa adanya, Mil ....
dan dengerin penjelasan paman Anton yg ternyata mengetahui kebenaran ttg kecelakaan itu ...
nanya, tp gak mau denger penjelasan sampe tuntas..
picik, kamu Mil !!!
cepet kebongkar juga deh kalo selama ini muka dan badan kamu semuanyahasil oplas ... 🤪
bukan cuma perhatiannya, tapi juga kepekaannya ..
cepet bertindak, paman .. ✊️✊️
mending bicara dulu sama Milano ..
ato tanya deh ke paman Anton ..
pake otak Mil ... jangan cuma ngandelin otot ...
nnti kamu malah nyesel lhoh ...
emang nya Milano dan mama Feli gak penasaran sama nama lengkap istri / menantu nya ?