¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.26 Malam Pengantin
"Sopir!" Teriakan Kiran dengan keras.
Andrian sementara dikamar mandi terkejut dengan teriakan Kiran lalu keluar dari kamar mandi.
"Eh sopir siapa yang nyuruh taburi bunga diranjang?" Kiran tampak memaki-maki Andrian.
"Astaga, hanya karena ini dia teriak-teriak." Andrian terdiam dan menatap kearah ranjang.
"Kenapa diam, siapa yang nyuruh ngotor-ngotori tempat tidurku?" Hardik Kiran.
"Mungkin bibi atau siapa aku gak tau." Kata Andrian tenang lalu duduk didepan cermin merapikan rambutnya.
"Huhhhhh menyebalkan." Kiran meminggirkan bunga-bunga lalu merebahkan tubuhnya diranjang.
Andrian melihat Kiran dari kaca lalu tersenyum geli melihat tingkahnya.
Andrian berjalan mendekati ranjang. Kiran mendengar lalu bangun dari tempat tidur.
"Hihhhh!" Kiran melemparkan bantal kearah Andrian.
Andrian terkejut dan menangkap bantalnya sambil menatap kearah Kiran.
"Siapa yang nyuruh kamu tidur diatas ranjangku, jangan mimpi kamu." Ucap Kiran ketus.
Andrian tersenyum menatap Kiran, lalu membersihkan bunga-bunga.
"Eh sopir jangan berharap kamu bisa tidur sama aku,ngerti!" Kiran beranjak dari ranjang lalu berdiri dihadapan Andrian.
"Dek, aku tu mau bersihin ini bunga-bunga supaya kamu tidurnya nyenyak." Jawab Andrian tenang.
"Alasan aja kamu, awas cari kesempatan!" Ucap Kiran lalu pergi kekamar mandi.
Andrian membersihkan bunga, setelah bersih Andrian baring disofa.
"Kenapa itu Kiran, tidur atau ngapain dikamar mandi?" Bisik Andrian dalam hati.
Kiran tampak gelisah sekali, malas satu kamar dengan Andrian.
Kiran keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kusut, Andrian pura-pura sudah tidur.
"Huh kenapa hidupku kayak gini, hayalanku menikah dengan pria yang kucintai dan tentunya selefel denganku. Kenapa semua hanya mimpi." Ucap Kiran pelan.
Andrian mendengar hanya malas menanggapi.
Kiran merebahkan tubuhnya, membelakangi Andrian. Susah sekali mata Kiran terlelap, takut jika Andrian mendekatinya. Jika menolak dan ribut pasti ibunya akan ceramah lagi.
Beberapa menit, sudah tidak terdengar suara Kiran. Andrian membuka mata lalu beranjak dari sofa.
Andrian berjalan dan mendekat kearah Kiran, Andrian menatap Kiran.
"wanita ini kelihatan manis saat lagi tidur ga bawel." Andrian tersenyum memandangi istrinya.
"Eh kenapa kamu!" Hardik Kiran kepada Andrian.
"Dek kamu lupa pakai selimut, aku selimuti kamu." Ucap Andrian melepas tangannya dari selimut.
"Hmm benar juga tadi aku lupa pakai selimut, awas saja berani macam-macam." Bisik Kiran lalu memejamkan matanya lagi.
Andrian berjalan kearah cermin, berdiri menatap kecermin.
"Ya Allah, apakah aku bisa mencintainya dan membuat dia mencintaiku." Andrian diam menatap cermin.
Sudah tidak terdengar lagi suara Kiran, Kiran tampak nyenyak tidur karena kelelahan. Andrianpun merebahkan tubuhnya disofa.
Susah sekali Andrian menutup matanya, entah mengapa perasaannya sedih sekali. Karena harus menikah dengan orang yang tidak mencintainya.
Pukul 03.00 Andrian terbangun untuk melakukan shalat malam, Andrian kekamar mandi. Kemudian keluar dengan keadaan segar.
"Dek aku ingin sekali membangunkanmu, shalat bareng. Ini hari pertama kita menikah." Andrian menatap Kiran dengan sedih.
Andrianpun memutuskan shalat sendiri.
"Ya Allah, aku tau ini semua karena takdir darimu. Aku selalu berdoa meminta jodoh yang terbaik, engkau berikan dia kepadaku. Aku Ikhlas ya Allah. InsyaAllah dia jodoh yang engkau Ridhoi ya Robb." Andrian berdoa mensyukuri atas semuanya.
Selesai shalat malam, Andrian tidur kembali.
Suara Adzan subuh berkumandang, Andrian terbangun. Lalu menuju kekamar mandi, keluar dengan keadaan sudah segar.
"Dek bangun." Andrian menggoyangkan lembut tubuh istrinya.
Tampak Kiran tak terbangun. Andrian duduk dan mendekatkan wajah diwajah Kiran.
"Dek bangun kita shalat shubuh. Andrian mengulai panggilannya.
Kiran terkejut dan membuka matanya, Kiran mendorong badan Andrian.
"Ihh mau apa kamu,mau menciumku?" Kiran tampak melotot.
Andrian tersenyum melihat tingkah Kiran.
"Kalaupun aku mau menciummu, itu hakku dek. Kamu istriku, kita bebas ngapain saja." Ucap Andrian tenang sambil mengambil sajadah.
"Sial berani-beraninya dia." Gerutu Kiran dalam hati.
"Sekarang bangun, cuci muka ambil air wudhu kita shalat berjamaah." Ucap Andrian menatap lembut.
Kiran tak beranjak malah membetulkan selimutnya.
"Dek ayo shalat!" Andrian menatap Kiran.
"Shalat saja sendiri, ga shalatpun aku sudah kaya." Jawab Kiran ketus.
"Astagfirullah dek, ga boleh ngomong gitu." Ucap Andrian sabar.
"Ceramah-ceramah terus aku mau tidur, capek." Kiran menutup tubuhnya dengan selimut.
Andrian mengalah dan memutuskan untuk shalat, takut waktu semakin cepat.
Andrian berdoa semoga suatu saat bisa mencintai Kiran, dan Kiran bisa mencintai dia. dan menjadi wanita yang sholeha.
~ Jangan lupa ya like dan komennya. Jika berkenan kasih vote ya supaya penulis semangat berkarya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...