Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.
Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.
Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.
Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Kayla
Siang terik di luar ruangan hari ini membuat siapa saja enggan untuk beranjak dari ruangan di kantor maupun di dalam rumah atau apartemen. Cuaca panas yang benar-benar membuat orang untuk malas bergerak.
Sama halnya dengan wajah seorang gadis cantik yang sedang berada di dalam kamarnya. Wajahnya tampak di tekuk dan bibirnya tampak manyun tidak ada senyum sama sekali.
Tok.. tok..tok..
Pintu kamarnya di ketuk dari luar.
"Non Kayla, sudah di tunggu Tuan dan Nyonya besar di meja makan," terdengar suara seorang pelayan dengan suara yang tidak terlalu keras.
Gadis cantik tersebut berjalan dengan malas ke arah pintu dan membukanya.
"Bilang ke Papa dan Mama, aku masih kenyang," pesan Kayla ke pelayan yang mengetuk pintu kamarnya.
"Baik Non, Saya permisi," pelayan muda tersebut menundukkan kepala ke Kayla dan membalikkan badannya untuk kembali ke ruangan makan.
Kayla kembali menutup pintu kamarnya dengan kencang, membuat pelayan yang belum jauh berjalan kaget dan menoleh ke pintu kamar Kayla.
Di dalam kamarnya Kayla melanjutkan membaca berita yang membuat dirinya kaget dan emosi.
Sialan, ternyata diam-diam kalian bermain di belakangku, aku kira persahabatan kita tulus Diandra, ternyata kamu menikung aku mencuri start duluan, padahal kamu tau aku mencintai Damar, aku menyukainya sejak dari kami kecil dan kamu tanpa permisi tiba-tiba saja sudah bertunangan dengan lelaki yang aku cintai, Kayla bermonolog di dalam hatinya tangannya mengepal kuat.
Rasa dihatina yang sekarang lebih sakit daripada saat Damar menolaknya dalam perjodohan keluarga mereka.
Kayla merasakan sakit hati yang dalam, panas cuaca di luar ruangan tidak sepanas hatinya yang rasanya ingin meledak. Kayla melemparkan semua barang-barang yang ada di dekatnya.
Kayla yang lahir sebagai anak semata wayang dari keluarga Priyo tentu saja tidak bisa di acuhkan begitu saja, dirinya harus mendapatkan apa yang di inginkan.
Kayla yang baru saja bergabung dengan perusahaan Bryan padahal sudah menyusun rencana untuk mendekati Damar dan akan menjadi Nyonya muda Damar.
Keluarganya juga sudah mendukung segala hal untuk memperkuat lagi posisi bisnisnya di tanah air. Kepulangan mereka kembali ke tanah air tentu saja ada maksud dengan menjodohkan putri kesayangan mereka ke pebisnis muda yang sangat terkenal reputasinya di dalam dan di luar negeri.
Keluarga Priyo kembali ke tanah air tentu saja ingin berkolaborasi dengan perusahaan yang sedang naik daun yang di pimpin oleh seorang Damar Priambodo Wibisono.
Kebetulan keluarga mereka sudah saling mengenal hanya butuh sedikit usaha untuk meyakinkan Damar dan keluarganya untuk menyatukan putra putri mereka.
Kayla tidak sedang baik-baik saja hatinya, dirinya merasa sangat marah dengan sahabatnya itu.
Untuk saat ini dirinya belum bisa menemui langsung sahabat yang menurutnya sudah mengambil posisinya tanpa ada angin.
Kayla mengepalkan tanganya bibirnya terus saja menyumpah serpah Diandra sahabatnya itu.
Kayla masih belum beranjak dari kamarnya, dirinya masih duduk di sofa empuk kamarnya dengan minuman jus dan juga cemilan di mejanya yang belum di sentuhnya dari tadi.
Dirinya sedang membuka medsosnya saat muncul berita tentang pertunangan laki-laki yang dicintainya itu.
Awalnya Kayla tidak terlalu perhatikan berita tentang penbisnis muda dengan putri pengusaha besar yang selama ini jauh dari incaran para paparazzi.
Para paparazzi tentu saja memburu berita terbaru tentang laki-laki tampan pengusaha muda yang selama ini di gosipkan tidak menyukai lawan jenis itu.
Ya berita Damar yang tidak menyukai kaum hawa sudah beredar sejak beberapa tahun lalu.
Damar sendiri tidak peduli dengan berita yang beredar di luaran, baginya hal itu tidak mempengaruhi kinerjanya sebagai pengusaha muda sukses yang sudah mapan dan sangat di cari oleh para pebisnis lainnya yang ingin bekerjasama dengan perusahaan yang di pimpin olehnya.
Pintu di ketuk kembali dari luar kali ini tidak bersuara. Pintu di buka oleh seorang wanita paruh baya yang masih tampak cantik.
Mama Erika berjalan mendekati sofa putrinya yang tampak wajahnya tidak ceria seperti biasanya.
Kayla tidak menggubris kedatangan Mamanya, dirinya masih saja asyik dengan ponselnya masih mencari berita lainnya tentang pertunangan Damar lelaki yang dicintainya dengan sahabatnya.
"Kamu kenapa Sayang? Kenapa wajahnya cemberut gitu hmm?" Mama Erika dengan lembut menyampirkan anak rambut putrinya ke belakang telinganya.
"Kok diam saja? Kenapa gak ikut makan siang? Ada masalah apa, Kay?" tanya Mama Erika lagi semakin penasaran dengan diamnya Kayla putri kesayangannya.
Tiba-tiba saja Kayla memeluk tubuh mamanya dan sesenggukan di dada mamanya.
"Loh, loh, kok malah nangis, Kamu kenapa Kay? Bicara dengan Mama jangan diam saja gitu," Mama Erika mengusap rambut halus putrinya dan menenangkannya.
"Mama ingat Diandra sahabat aku waktu kita di luar negeri? Yang pernah main ke rumah dulu Ma?"
Mama Erika mengerutkan alisnya, mencoba mengingat-ingat nama yang disebut putrinya.
"Ya Mama ingat, kenapa dengan dia?" tanya Mama Erika lagi dengan lembut.
"Mama gak baca berita hari ini?" tanya Kayla lagi membuat Mamanya semakin bingung.
"Bicara yang jelas, Kay, berita apa? Mama belum membuka televisi atau handphone hari ini, memangnya ada apa Kay? Kamu bikin Mama penasaran saja," Mama melepaskan pelukan putrinya dan menatap Kayla dengan pandangan bertanya-tanya.
"Mas Damar Ma, Mas Damar bertunangan dengan Diandra sahabat Kayla, hua.. hua.." tangis Kayla semakin kencang.
Mama Erika mencoba mencerna kata-kata putrinya dan baru paham kenapa putrinya tiba-tiba menangis dan wajahnya murung.
"Apa kamu sudah bertemu dengan sahabatmu itu?" tanya Mama Erika lagi.
"Sudah Ma, tapi waktu ketemu tidak ada di kasih taunya kalau mereka mau bertunangan, malam itu juga ada Mas Diandra di sana Ma, Mama ingat waktu malam kita datang ke rumah Mas Damar?"
Mama Erika menganggukkan kepalanya.
"Mama ingat yang katanya Mas Damar pamit karena ada urusan? Hua.. hua.." Kayla semakin kencang nangisnya.
"Sabar Kayla, Kamu bicara sambil menangis begitu bagaimana Mama bisa mengerti,"
"Mas Damar jahat Ma, katanya ada urusan rupanya dia pergi menemui Diandra di apartemennya, mereka katanya tidak pacaran tapi Mas Damar ke apartemen Diandra Ma, hua.. hua,"
Mama Erika membujuk putrinya untuk tenang dan berhenti menangis.
"Jangan menangis terus gitu Kay, bukannya Kamu nanti bersama Bryan bekerjasama dengan Damar, kenapa Kamu tidak berusaha mendekati Damar, bukannya mereka masih bertunangan? Belum menikah bukan? Jangan menangis, siapkan dirimu kalau Kamu mau menikah dengan Damar, Kamu tau kan tujuan kita pulang ke tanah air?" tanya Mama Erika dengan suara yang lebih dalam dan tegas.
Kayla menganggukkan kepalanya.
"Bagus, jangan terlalu cengeng, selagi Kamu mau berusaha, dekati Damar dengan pesona yang Kamu miliki, putri cantik Mama harus percaya diri, Mama akan mendukung Kamu, Sayang, berusahalah untuk mendapatkan laki-laki yang kamu cintai," ucap Mama Erika menenangkan sekaligus memberikan dukungan ke putrinya untuk terus maju berjuang mendapatkan laki-laki yang diinginkan dan dicintainya, bukannya ada pepatah sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Mama Erika ingin putrinya tetap berjuang mendapatkan keinginannya meski hal tersebut tidak mudah.
Ambisi keluarga mereka pulang kembali ke tanah air memang ada maksud terselubung. Mama Erika tersenyum smirk, dirinya tidak menyukai putri kesayangannya bersedih dan tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.
Perang baru di mulai, Pram, Ganis, batinnya.
semangat onell /Determined//Determined/
☠️⃝🖌️M⃤
☠️⃝🖌️M⃤
☠️⃝🖌️M⃤
☠️⃝🖌️M⃤
☠️⃝🖌️M⃤
☠️⃝🖌️M⃤