NovelToon NovelToon
Menangis Tanpa Airmata

Menangis Tanpa Airmata

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:169.5k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Mikhaila Danya Bimantara, 28 tahun, wanita mandiri pemilik toko bunga istri dari Rain Bagaspati harus menerima kenyataan pahit saat suami yang di cintainya harus menikah dengan sahabatnya yang telah hamil.

Fabyan Alkandra Sadewa, 30 tahun pria lajang tampan, dingin seorang CEO, memilih melajang di usianya yang sudah matang, wanita baginya hanya sosok yang membuat hidupnya tidak fokus mencapai tujuannya menjadi pebisnis nomor satu.

Pertemuan tak di sengaja antara Mikha dan Alka di sebuah cafe membuat hal yang tak pernah mereka bayangkan terjadi.

Sebuah kisah percintaan antara wanita yang pernah kecewa dengan pria yang menganggap wanita terlalu banyak dramanya, akankah membuat mereka bersatu?

Yuk, ikuti kisah cinta antara Mikha, Rain, Alka, pastinya seru dan bikin terharu.

Salam hangat,
ariista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dating Mikha-Alka

Alka dan Mikha sedang menatap satu sama lain. Wajah Mikha bersemburat merah. Untungnya malam hari tidak terlihat jelas jika Mikha sedang merona.

Alka dan Mikha masih berada di alun-alun dan mereka akan menyantap makan malam dengan menu sederhana di tempat makan di pojokan alun-alun yang selalu ramai pengunjungnya.

Pesanan sudah dipesan hanya menunggu datang saja. Mikha tampak salah tingkah di depan laki-laki tampan yang selalu manatapnya dengan wajah sumringah.

"Mikha," panggil Alka yang tetap menatap ke Mikha, sedangkan Mikha mengalihkan pandangan ke keramaian di tengah alun-alun.

"Iya," Mikha menoleh tatapan mereka kembali bertemu.

"Kamu cantik," Alka tersenyum.

Blush.. wajah Mikha menghangat aliran darahnya seakan berkumpul di wajahnya.

"Jangan gombal, Alka," jawab Mikha dengan gugup.

"Aku gak gombal, boleh aku mengenalmu lebih dekat?" Alka mencoba menembak Mikha malam ini.

Mikha mengernyitkan alisnya.

"Permisi, Bapak Ibu ini pesanannya sudah datang,"

"Oh iya mba, silahkan," Mikha mempersilahkan pelayan meletakkan menu makan malam mereka di meja.

Alka menatap ke pelayan tersebut dengan tatapan tajam. Pelayan tersebut menjadi tak enak hati, cepat-cepat pelayan tersebut menghidangkan makan malam mereka dan segera meninggalkan pasangan yang sedang diam-diam saling menatap itu.

"Kita makan dulu nanti dilanjutkan lagi," ucap Alka.

"Iya, Alka,"

"Banyak sekali kamu pesannya Al,"

"Gak banyak, kamu mau apa aku ambilkan,"

"Ini aja, pasti bikin kenyang,"

"Mau di suapin," Alka menawarkan.

Mikha membolakan matanya.

"Aku makan sendiri aja Al,"

Keduanya menyantap makanan dengan hening sesekali Alka menatap wajah cantik di depannya ini.

"Kamu harus makan yang banyak Mikha biar gak terlalu kurus gitu,"

Mikha menatap Alka sambil terus mengunyah makanan di dalam mulutnya.

Mereka masih sedang menyantap makanan, Mikha belum mau berkomentar dulu.

Selesai mereka makan malam, Alka mengajak Mikha jalan-jalan menikmati malam di alun-alun dengan banyaknya kulineran yang berjajar rapi di pusat kuliner, jajanan atau cemilan yang bikin ketagihan di lidah.

"Mau jajan?" tanya Alka.

"Kita lihat-lihat dulu ya, keknya seru nih, aku udah lama juga gak jajan di sini,"

"Emang sebelumnya pergi dengan siapa ke sini?"

"Sama teman atau sama kak Rain,"

"Ohh," Alka manggut-manggut.

Dengan Rain? Berarti mereka dekat tetapi kenapa mereka harus cerai? batin Alka.

Sambil melihat-lihat kuliner yang berjajar rapi di pusat kulineran, Alka dan Mikha sembari mengobrol bertukar cerita.

"Kha, maaf kalo aku bertanya yang agak pribadi tapi kamu jangan marah ya,"

Mikha menoleh ke Alka, begitu juga Alka.

Tetapi Alka mengalihkan pertanyaannya saat melihat antrian cilok keriting yang ramai.

"Kamu mau beli cilok kriting itu?" tanya Alka yang melihat antrian ramai di sana berarti ciloknya enak.

"Itu antrinya ramai Al, ntar udah antri lama malah kehabisan,"

"Jadi mau jajan apa? Sebelum aku bertanya dan kamu menjawabnya kita beli jajanan dulu,"

"Mau antri di situ?" tanya Mikha masih menunjuk antrian cilok keriting.

"Asal kamu temani gak masalah," kekeh Alka.

"Hmm, ya udah kuy lah, kita antri dulu cepet juga kok itu yang antri udah berkurang juga,"

Keduanya berjalan mendekati gerobak penjual cilok keriting.

"Kamu suka beli cilok ini ya kalo ke sini?" tanya Alka yang sudah antri bersama Mikha di sampingnya.

"Ho'oh, suka, apalagi kalo pedes, puas makannya,"

"Jangan suka makan pedes nanti perutnya sakit,"

"Kan gak sering juga, Al,"

Mereka sedang asyik mengobrol ketika terdengar suara yang Mikha kenal memanggilnya.

"Mikha,"

Mikha menoleh ternyata Yara dan suaminya sedang mengantri juga.

"Wah, Mikha, baru juga kamu cerai dengan kak Rain, sekarang sudah punya gandengan baru, hebat kamu Mikha," julid Yara ke Mikha.

"Yank, jangan gitu ngomongnya," suami Yara mengingatkan istrinya.

"Kenapa sih kamu itu, jangan panggil aku yank, Gara, panggil nama aja," Yara mengerucutkan bibirnya ke suaminya.

Alka yang mendengar Yara sengaja memprovokasi Mikha, segera ambil tindakan.

Diraihnya pinggang Mikha di peluknya dan menoleh ke Yara yang sudah berkata tajam ke Mikha. Mikha kaget dengan sentuhan tangan Alka di pinggangnya, dadanya serasa tantrum.

"Mba maaf ya, Mikha memang kekasih saya, apa mbanya keberatan?" Alka menaikkan satu alisnya menatap tajam ke Yara.

"Tuan maaf ya, apa tuan gak tau kalo Mikha ini janda? Masih muda kok udah janda," ejek Yara sambil bersungut

"Kita pulang aja yank," Anggara suami Yara udah tau kelakuan istrinya ini, apa lagi Gara juga kenal dengan Mikha.

"Mikha maaf ya Yara lagi hamil muda sering ngelantur sejak hamil ini, jangan ambil hati ya, atas nama Yara aku minta maaf Kha," ucap Anggara suami Yara yang sering satu tim jika ada perlombaan karya ilmiah dengan Mikha saat mereka masih kuliah.

"Gak papa Gara, aku gak ambil ke hati kok," ucap Mikha.

"Kha itu udah giliran kita, ayo," Alka akhirnya membuyarkan perdebatan antara Mikha dan Yara sahabatnya.

Alka sendiri kenal dengan Anggara sebagai pebisnis muda juga, hanya Anggara levelnya masih jauh dengan Alka.

Di keluarga Yara sendiri Anggara dianggap sebagai lelaki yang biasa saja, meski punya bisnis tetapi level Anggara masih dianggap cetek, masih di bawah.

"Mikha, kamu jangan sombong ya jadi orang, apa kamu gak ingat kalo kita sahabatan," teriak Yara yang merasa diabaikan oleh Mikha.

Mikha hanya diam saja tidak menggubris Yara.

"Dasar anak orang kaya, berlagak sombong, gak ingat apa aku ini sahabat kamu, hhh,"

"Yank, kamu lagi hamil loh gak boleh benci dengan orang lain, gak baik yank," Anggara selalu sabar menghadapi tingkah istrinya yang selalu saja marah-marah tak tentu arah.

"Apa sih kamu Gara, jangan panggil aku yank napa? Panggil nama aja, Yara, Y-A-R-A oke,"

Anggara gak menjawabnya.

Mikha dan Alka sudah selesai membeli cilok kritingnya. Mereka pergi tanpa berpamitan ke Yara dan suaminya.

Yara melihat kepergian sahabatnya dengan lelaki tampan hati Yara panas.

Kenapa sih Mikha selalu saja dapat cowok cakep, padahalkan dia udah janda, batin Yara dongkol.

"Yank, itu udah giliran kita kamu mau pesan apa aja? Katanya pingin," ucap Anggara ke istrinya.

Yara menoleh ke suaminya. Anggara bukan lelaki jelek, tetapi ya itu Yara selalu iri dengan sahabatnya sendiri. Yara bersahabat dengan Mikha tidak tulus.

Mikha terlalu baik dan polos makanya tidak menyadari dengan sifat sahabatnya yang selalu iri dengan dirinya.

Persahabatan mereka mulai renggang baru-baru ini juga, sejak Yara menceritakan masalah kehamilannya yang katanya anak dari suaminya Rain.

Tentu saja Mikha kecewa mendengarnya, sahabatnya mengandung anak dari suaminya yang akhirnya ketahuan juga jika anak tersebut bukan anak suaminya.

Kembali ke Alka dan Mikha yang sudah duduk di bangku taman di alun-alun. Angin malam semakin dingin, bukannya sepi alun-alun kota semakin ramai saja.

Alka dan Mikha menikmati jajanan cilok mereka. Alka hanya memperhatikan saja Mikha mengunyah cilok kriting berkuah pedas itu. Alka tidak suka makanan pedas yang membuatnya bisa bolak balik ke kamar mandi.

Dilihatnya wajah Mikha yang berkeringat dan memerah karena kepedasan.

"Ini di minum, udah makannya ya jangan dilanjutin nanti perut kamu sakit Mikha," Alka meringis sendiri melihat Mikha yang kepedesan bibirnya bertambah merah karena kepedasan. Entah level berapa yang di pesan Mikha tadi.

Mikha meraih botol air mineral dari tangan Alka.

"Terimakasih, Al, hua.. hua..," Mikha kepedasan.

Alka mengambil mangkok plastik wadah cilok dari tangan Mikha dan membuangnya ke tong sampah. Alka kasihan lihat Mikha kepedesan gitu.

"Udah ya makan ciloknya, aku jadi belum sempat bertanya Kha ke kamu, yang mau ditanya lagi kepedesan,"

"Iya nanti aja tanyanya ya, hua.. hua.." Mikha masih kepedasan. Alka yang melihat bibir merah Mikha jadi gemes sendiri. Rasanya ingin dirinya emut menghilangkan rasa pedas yang sedang Mikha rasakan.

Alka tersenyum tipis membayangkannya, ia mengalihkan pandangannya ke samping sambil tersenyum sendiri. Mikha yang melihat Alka tersenyum mengernyitkan alisnya.

"Kenapa tersenyum?" tanya Mikha heran.

Alka menoleh, "Eh, gak kok, gak kenapa-kenapa,"

Mikha semakin heran dengan Alka yang salah tingkah.

Apa ada diriku yang aneh ya? batin Mikha.

1
𝒘𝒊𝒏𝒏𝒂
YARA engga tau malu, dasar pelakoorrr !!!
𝒘𝒊𝒏𝒏𝒂
tega banget Rain /Frown/
Rismawati Damhoeri
belum di sentuh juga, tidak apa2 Ndak pakai Iddah, apalagi cuma nikah siri
🔴❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih ibu komennya dan mampirnya 🤗
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
Udah gak jamanlah perjodohan gitu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
idiiihhh orang sombong nilai orang lain cuma dari cover nya doang🙄🙄
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
ibuu yg sombong angkuh ituu pastii bertamu ke rumah Alka /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
saat udah pisah rain mulai sadar mungkin rasa sayang nya ke mika udah naik level dari kakak adek/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
siapapun maulah sama jendes yg masih bersegel /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
semoga Alka Mikha berjodoh dehhh
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
yah kok kayaknya Yara belum kapok deh
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
bukan Mikha aja yang senyum senyum sendiri,, yg baca pun ikutan senyum senyum sendiri kaya orgil/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🔴❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: yg nulis juga kak bila.. /Facepalm//Drool/terimakasih kaka 🤗🥰
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
wahhhh Mikha,, amannn kann jantung mu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
sampai sini kenapa jadi ikut senyum senyum sendiri seperti Alka🤭🤭
🔴❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: hahaha.. iya kak nabila aku yg nulis juga ikutan senyum kok bukan kakak aja hehee.. terimakasih kaka nabila sdh mampir 🤗🥰🙏
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ zc❖
baru baca seru juga ternyata kariss,, nanti tak lanjut baca kalo waktu luang, soalnya jadwal makul padat
🔴❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: owhh.. oke kak Nabila, semangat ya, terimakasih udh mampir kak🤗🥰
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
happy ending twins lahir dengan selamat
🔴❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak Anne lanjut ke novel baruku ya kak Falling, cerita anaknya Alka & Mikha kak Diandra hehe🤗🙏
total 1 replies
Jade Meamoure
nyesek kan Rain, saat ada malah d sia"kan giliran dah jadi istri orang baru tuh rasa kehilangan
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Selamat atas kelahiran baby twins 🥰😘😍
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я: oke, siap 👍
total 2 replies
Jade Meamoure
apa kabar dgn Rain pasti tuh nyesel dy
🔴❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kakak sdh mengikuti perjalanan kisah cinta Alka & Mikha, novel selanjutnya akan tayang ya kak🤗🙏☺
total 1 replies
『Meyyra™』
Klau nggak suka gk usah di paksa, Hadehh Bikin aku mau ngomong kasar aja
『Meyyra™』
Parah si, Hamil Tapi nggak ada status nikah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!