NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Silvira, wanita berparas cantik yang ditinggal meninggal suaminya, ia memiliki putra kembar yang pintar namun selalu merindukan kasih sayang ayahnya.

Silvira tak sengaja bertemu mantan kekasihnya waktu kuliah dulu. Namun sang mantan sudah berkeluarga, dia sebenarnya sangat menginginkan mantan kekasihnya itu kembali, namun keinginan itu ditepis jauh-jauh setelah mengenal istrinya, dan dia mendapat hidayah untuk belajar agama lebih baik menjadi wanita sholiha agar mendapat pasangan yang sholih pula.

Siapakah lelaki yang memikat hatinya? Bahagiakah kehidupannya selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

Setelah Azam berangkat, Silvira bersiap ke klinik. Dia mengirim pesan kepada Azam untuk pamit pergi ke klinik.

Mas, aku ke klinik dulu ya...

Tak lama kemudian Azam menjawab.

Iya baby, semangat ya kerjanya.

Silvira kemudian berangkat menuju klinik.

"Bu Wati, saya berangkat ke klinik dulu ya, bu Wati jaga rumah baik-baik," pamit Silvira pada bu Wati.

"Iya Mba, baik, Mba Silvi hati-hati ya nyetirnya," pesan bu Wati.

"Baik Bu, Assalamualaikum,"

"Waalaikumusalam,"

Sesampainya di klinik kecantikan miliknya, Silvira segera masuk ke ruangannya. Para karyawan sudah datang meskipun belum waktunya untuk buka.

"Bu Silvi," sapa Mayang salah satu resepsionis yang berjaga hari ini.

"Iya Mayang duduk di sini," pinta Silvira, kemudian Mayang duduk di kursi depan meja Silvira.

"Ada yang bisa saya bantu Bu?"

" Hari ini kita ada jadwal janji temu berapa?"

"Ehm, untuk facial ada empat orang, sedangkan untuk konsultasi dokter ada sepuluh orang, itu saja Bu sampai saat ini,"

"Ok, baiklah. Hari ini saya pengen facial tapi masukkan saja nama saya sesuai antrian, dan saya mau diperlakukan seperti pelanggan kita biasanya," ucap Silvira.

"Baik Bu, akan saya masukkan antrian, Ibu mau menunggu di sini atau di tempat tunggu antrian?" tanya Mayang.

"Saya ke sana saja, bosen di dalam terus, saya pengen merasakan gimana jadi pelanggan klinik kecantikan da Silva itu," jawab Silvira.

"Kalau begitu, mari Bu saya antar," ucap Mayang, Silvira pun mengikutinya di lobi tengah tempat dimana para pelanggan menunggu antrian untuk dilayani.

Silvira duduk di salah satu sofa di sana, sambil membaca majalah terbitan kliniknya. Pelanggan yang lain melihat berita di televisi yang ada di sana.

"Ya Allah, kecelakaan.." ucap seorang pelanggan yang melihat tv.

"Hah dimana? Dimana?" tanya yang di sebelahnya.

"Itu katanya tol dekat kota kita, yuk kita dengerin dulu,"

Silvira pun ikut melihat berita itu. Berita itu menyiarkan bahwa terjadi kecelakaan beruntun di tol dekat kota itu, sebuah mobil hiace menabrak mobil avanza di depannya, dan beruntun menabrak mobil vios dengan nomor polisi.... .... .... dan memakan korban dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka. .... ....

Silvira lemah lunglai seketika, tadi pagi Azam naik mobil vios punya Hilmy. Dia mencoba menelpon Azam, namun tidak dapat tersambung. Silvira semakin panik, dia terus berusaha menghubungi Azam, namun masih tidak bisa terhubung. Diandra kepala cabang klinik itu, melihat Silvira yang panik.

"Bu Silvi kenapa?" tanya Diandra.

"Itu Ndra, tadi pagi Mas Azam sama temannya ke luar kota naik vios, dan sejam lalu kemungkinan lewat sana," jawab Silvira dengan gemetar.

"Kita ke ruangan Ibu yuk, saya buatkan minuman," ucap Diandra, sambil memapah Silvira.

Silvira duduk di kursinya dan membuka cadarnya, kemudian minum teh hangat yang diberikan Diandra. Tak berselang lama Ammar menelponnya. Silvira segera mengangkatnya.

"Assalamualaikum, Ammar," ucap Silvira.

"Waalaikumusalam," jawab Ammar.

"Iya Mar, ada apa?" tanya Silvira.

"Kamu dimana sekarang?" tanya Ammar.

"Di klinik, ada apa Mar?" tanya Silvira balik.

"Oke, tunggu aku, aku ke sana sekarang," ucap Ammar.

"Oke baiklah,"

Sepuluh menit kemudian, Ammar datang menemui Silvira, dan menceritakan kejadian kecelakaan yang dialami Azam dan Hilmy.

Ini tadi kepolisian tidak bisa menyalakan ponsel Azam karena rusak berat. Jadi dari berkas yang di bawanya di mobil, kepolisian menelpon kantor, dan mengabarkan kecelakaan yang dialami Hilmy, Hilmy hanya mengalami luka ringan dan sementara memakai penyangga leher karena mengalami goncangan yang sangat keras dari belakang.

Sedangkan Azam mengalami patah kaki kirinya karena terjepit body mobil yang menabrak beton pembatas jalan sebelah kiri, dia juga mengalami cedera otak sedang.

"Jadi saat ini dokter mengejar golden time Azam, kita harus menuju rumah sakit untuk kamu tanda tangan persetujuan tindakan operasi, yuk sekarang kamu ikut ke rumah sakit," kata Ammar menjelaskan.

"Baiklah, Diandra, ini kunci mobil saya, nanti kirim ke rumah sakit ya," ucap Silvira, dan segera mengikuti Ammar. Di dalam mobil Ammar sudah ada Hendra teman kantornya juga. Silvira segera duduk di bangku belakang dan mereka meluncur ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung ke IGD menanyakan tentang Azam, rupanya sudah di bawa ke ruang tindakan untuk persiapan operasi.

"Keluarga bapak Azam," seorang perawat memanggil.

"Iya Mba, saya istrinya," sahut Silvira sambil menghampiri perawat itu.

"Dokter ingin bertemu dengan keluarganya, silakan masuk Bu," ucap perawat. Silvira pun mengikuti perawat itu masuk ke dalam.

"Assalamualaikum Ibu, anda keluarga Bapak Azam?" tanya dokter itu.

"Waalaikumusalam, Iya saya istrinya," jawab Silvira.

"Perkenalkan saya dokter Harris, dokter bedah syaraf yang menangani bapak Azam, dari hasil ct scan diketahui ada pendarahan di kepalanya, tapi alhamdulillah posisinya memungkinkan untuk dioperasi, kemudian kaki kirinya mengalami patah tulang, jadi setelah operasi bedah syaraf, nanti dilanjutkan dengan operasi pemasangan plat untuk menyambungkan tulang yang patah, oleh dokter spesialis orthopedi," ucap Dokter Harris.

"Baik Dok saya percayakan semua kepada Dokter, bismillah, semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses operasinya," ucap Silvira.

"Sebelum operasi apakah saya dapat menemuinya Dok?" tanya Silvira kemudian.

"Iya tentu saja boleh, saat ini pasien masih sadar, silakan ikuti perawat menuju ruangannya," jawab Dokter Harris.

"Mari Bu ikuti saya," ucap perawat. Silvira segera mengikutinya.

Silvira dan Ammar serta Hendra tiba di ruangan tempat Azam bersiap operasi.

"Mas, Mas Azam, kuat ya sayang demi aku dan anak-anak," ucap Silvira sambil menggenggam tangan Azam.

"Beib," lirih Azam.

"Ssst," ucap Silvi meminta Azam tidak banyak bicara.

"Aku tunggu di luar ya, sampai nanti sayang," ucap Silvira.

"Bro, semangat ya, yang kuat, kita ada di sini," ucap Ammar memberi semangat.

"Iya, temani Silvi," lirih Azam lagi.

Perawat kemudian membawa Azam menuju ruang operasi, Silvira, Ammar, dan Hendra mengikutinya hingga depan pintu ruang operasi.

Silvira duduk di kursi penunggu pasien, di kursi belakangnya ada Ammar dan Hendra. Silvira menghubungi Amir kakaknya Azam tentang apa yang terjadi, jadi sekarang Amir bersama Ayah dan Ibunya sedang dalam perjalanan menuju kemari.

Silvira terus berdoa, memohon kelancaran operasi dan keselamatan Azam. Silvira terus di sana, hanya pergi untuk sholat kemudian kembali lagi.

Tiga jam berlalu, operasi itu masih berlangsung. Amir bersama ibu dan ayahnya datang. Silvira sampai tidak menyadari keberadaan mereka karena dari tadi dia hanya tertunduk.

"Nduk, Silvira," ucap Ibu mertuanya sambil duduk di sampingnya. Silvira kemudian menoleh. Dilihatnya ada mertua dan kakak iparnya datang.

"Ibu, Mas Azam Bu,"ucapnya dengan gemetar. Ibu mertuanya segera memeluknya.

"Azam akan baik-baik saja, in syaa Allah, yakinlah Nduk,"

1
Cis Siu
bAgus banget
Citra Julinar
💜💜💜
Rita Piliang
musiknya terlalu dominan dr pada audio pembacanya
Nina Hani Anissa
Luar biasa
Inchess qopsie
perasaan kecelakaan mulu deh🙏😊
Lia Fitria
Semoga Azam sepat sembuh & tidak amnesia
Lia Fitria
Beruntung ya Silvira punya adek ipar yang ju"r
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
udah mampir n baca 👍👍👍💪💪💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
alhamdulillah... semua dikasih kemudahan dan rezeki berlimpah banyak keturunan..❤❤❤
wa fiiki baarokalloh ukhti Shakeena..
Nurhayati
next.....next.....
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
hamidunkah silvira?
Siti Fathonah
lanjuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrrrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Syifa Syifa
ko jarang up nya
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
seneng liat rasa persaudaraan mereka... maa Syaa Allah
Nurhayati
lanjut
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
good job silvira👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!