NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Penguat

Sudah hampir jam setengah tiga ketika Reza menghampiri kami di kantin. Dia ingin mengajakku pulang dan ingin menyuruhku istirahat. Aku tahu dan sangat mengerti -- itu demi kebaikanku dan demi kandunganku, maka aku tidak membantah.

"Maaf, May," kata Reza. "Nara--"

"Aku ngerti, Za. Tidak apa-apa."

"Em, nanti aku ke sini lagi."

"Aku titip Tirta ke Nara, boleh, ya?"

Reza mengangguk. "Tentu."

"Thanks atas bantuan kalian." Lalu ia meraih tanganku dan menaruh sebuah amplop. "Untuk keperluan Tirta," katanya.

Aku langsung menolaknya dan mengembalikan amplop itu ke tangan Mayra. "Tidak perlu. Kita kan saudara. Kami jamin Tirta tidak akan kekurangan apa pun."

Perasaan haru kembali menyeruak dan membuat Mayra menangis. Dia memelukku dan membisikkan ucapan terima kasih. Setelah ia melepaskan pelukannya, dia langsung berlutut di depan anaknya. "Tirta ikut Tante Nara dan Oom Reza dulu, soalnya Mama harus jaga Papa di sini. Tirta mau, ya, dan jangan nakal. Harus menurut semua perkataan Tante dan Oom. Oke?"

Tirta mengangguk. Dia anak yang baik. Usianya sudah enam tahun, dan dia sudah mengerti apa yang dikatakan orang dewasa padanya. Aku yakin tidak akan mengalami kesulitan saat menjaganya.

"Kita pulang, ya, May. Jaga dirimu, jangan telat makan. Alfi dan Tirta membutuhkanmu," pesan Reza pada Mayra.

Mayra mengangguk dengan mata berkaca. "Pasti."

Kami pun pergi, mengarungi jalan raya dengan kemurungan. Dan setibanya di rumah, anggota keluarga sudah menunggu, meski tahu bukan kami yang mengalami kecelakaan, tetap saja mereka mencemaskan aku dan Reza. Mungkin tidak percaya atau takut kalau sebenarnya kami juga kecelakaan tapi kami malah menutupi hal itu dari mereka.

Ibuku cepat-cepat menghampiri dan memelukku. "Syukurlah kalian tidak kenapa-kenapa," katanya, matanya berkaca.

Aku tersenyum -- sedikit. "Bund, bisa tolong jaga Tirta sebentar? Nara mau bersih-bersih dulu," pintaku.

Ibuku mengangguk. Setelah itu aku menghampiri Reza, membantunya mengeluarkan barang-barang dari mobil dan menyerahkannya pada Raline dan Raheel, plus meminta mereka untuk membelikan beberapa potong pakaian untuk Tirta pada tetangga sebelah rumah, sementara Reza membawa tas pakaian kotor dan lekas ke kamar tidur dan menutup pintu.

Sewaktu aku masuk ke dalam, dia sedang berdiri di depan nakas, kudengar dia sedang bicara dengan seseorang via telepon, bisa kutebak saat dia memakai bahasa lu-gue dan bro, dia pasti sedang bicara dengan Ari, aku mendengar suaranya terbata-bata dengan isakan, dia menangis.

Setelah dia menutup telepon, dan saat itu anak-anak di dalam kandunganku sedang bergerak lincah menelusuri lapisan kulit perutku, aku mendekat ke Reza -- memeluknya dari belakang dan menempelkan perutku ke belakang tubuhnya, dia diam -- meresapi kehidupan sosok kecil yang ia nantikan. Aku tahu, selain aku, kedua malaikat di dalam rahimku pasti bisa menenangkannya, menariknya kembali dari kesedihan -- walaupun hanya sesaat dan kesedihannya tak pergi seutuhnya. Tapi dia butuh ketenangan, sosok yang menguatkannya menghadapi perihnya kenyataan.

"Kami mencintaimu," ucapku.

Reza melepaskan pelukanku, dia berbalik, lalu berlutut. Dia menempelkan tangan dan keningnya di perutku dengan mata terpejam. "Maafkan Papa, ya. Papa belum bisa fokus sepenuhnya pada kalian. Papa mencintai kalian. Sehat terus, jangan rewel di perut Mama."

Sebisa mungkin kutahan rasa sedihku dan kuhapus air mataku sebelum menetes dan Reza melihatnya. "Papa," kataku selembut mungkin, "pesan anak-anak -- Papa salat dulu. Keburu habis waktu zuhurnya."

Diam-diam Reza mengusap air matanya. Ia mendongak lalu mengangguk. "Aku mandi dulu," katanya. Lalu ia berdiri dan menangkup wajahku dengan kedua tangan. Diciumnya keningku dengan sepenuh perasaan. "Aku mencintaimu. Maaf, ya, kalau waktuku beberapa hari ini akan berkurang untukmu dan anak-anak. Aku harus...."

"Tidak apa-apa, Mas. Aku ngerti, kok. Sana, gih. Kamu mandi, setelah itu kamu langsung salat."

Sekali lagi, dia mengangguk, mencium keningku lagi, dan langsung masuk ke kamar mandi.

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!