Langsung baca saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
Begitu 7 remaja tersebut diikuti oleh Hiashi yang dibopong bersama Neji meninggalkan kediaman Hyuuga, para anggota Akatsuki masih terdiam kaku di tempat mereka tak ada yang bergerak. Mereka tak habis pikir, hampir 500 musuh mereka hadapi dengan 7 orang tanpa terluka, yang benar saja.
"Minna sebaiknya kita kembali karena, siang nanti kita akan ke kediaman Ootsutsuki dan kita akan tahu identitas mereka. Berhubung ini sudah jam 2 pagi." Ujar Konan yang duluan sadar dari rasa tak percayanya.
"Konan benar, ayo kita kembali aku juga akan langsung pulang ke kediaman Ootsutsuki!" sambung Deidara.
Mereka segera meninggalkan tempat mereka begitupun Deidara langsung menyetir supercarnya dengan kecepatan tinggi. Dia tahu sehebat apapun adik-adiknya pasti mereka akan mencapai batas tubuh mereka.
Dan ternyata Deidara yang duluan sampai sambil menunggu adik-adiknya, tak lama setelah itu muncul 2 mobil yang di kendarai oleh ke 7 remaja tersebut. Mereka turun sambil membopong Hiashi
"Tadaima." ujar mereka bertujuh
"Okae...Astagaaaaa" baru saja Indra ingin membalas ucapan mereka. Mereka keburu pingsan.
Bruuk
Ketujuh remaja tersebut sudah mencapai batas mereka. Segera saja Indra Ashura dan Neji membopong mereka ke kamar yang sudah di sediakan.
Deidara dan Kaguya segera saja membersihkan badan keempat gadis kesayangan mereka.
"Berapa banyak musuh yang mereka hadapi? Baa-san tahu kau ke sana menonton penyerangan mereka."
"Baa-san tak akan percaya, mereka bertujuh menghadapi musuh yang jumlahnya sangat banyak, dan kenapa Daddy hanya mengirim mereka?"
"Memang berapa banyak Dei-chan?"
"Baa-san coba bayangkan, mereka bertujuh dan musuh yang mereka hadapi hampir 500 orang. Bisa Baa-san bayangkan. Aku bersyukur mereka tak terluka dan hanya kehabisan tenaga."
Mendengar ucapan Deidara, seketika wajahnya yang tadi terlihat khawatir bertambah sangat khawatir dan Aura Kaguya seketika berubah menyeramkan.
"Awas saja kau Hamura, berani-beraninya kau mengirim cucu kesayanganku menghadapi musuh sebanyak itu dengan 7 orang saja." geram Kaguya
Deidara langsung merinding melihat sang nenek marah. Pasalnya jika Kaguya marah, Auranya akan berubah menyeramkan.
"Baa-san tenanglah, kita harus membersihkan keempat gadis kesayangan kita ini, lihatlah seluruh pakaian mereka dipenuhi darah."
Akhirnya Kaguya menyimpan kemarahannya dan lebih memilih membersihkan badan cucu kesayangannya dan 3 gadis lain yamg sudah dianggapnya juga seperti cucunya dan menjadi kesayangn Kaguya, meski masih lebih memanjakan Naruto ketimbang yang lainnya.
"Huh kau benar Dei"
Setelah mereka selesai membersihkan tubuh ke 4 gadis tersebut, mereka lebih memilih tidur begitu pun dengan para pemuda juga sudah bersih dan mereka semua tidur termasuk Neji.
....
Matahari pun terbit menyinari Konoha di hari itu membuat warganya memulai aktifitas seperti biasa, tapi berbeda dengan kediaman Hyuuga yang tengah ramai oleh Polisi.
Mereka mengecek semua korban pembunuhan sadis tersebut dan semua adalah buronan dan para pengedar Narkoba
"Siapa pun yang melakukan ini, mereka telah membantu kita." ujar sang komandan.
Bahkan sampai ditayangkan di tv Swasta Konoha.
Jumlah mereka yang terbunuh mencapi angka 491 orang.
"Dan siapa pun yang membunuh mereka pasti adalah kelompok yang terlatih dan memiliki anggota puluhan." lanjut bawahan komandan polisi.
"Kau salah Ao, mereka tak sampai puluhan. Dari cara mereka membunuh dan ciri khas mereka, yang aku lihat mereka hanya berjumlah 7 orang."
Ao tak bisa berucap apa-apa.
"A..aap..aaa mak..suudmu Mei-sama, tidak mungkin mereka hanya bertujuh sedangkan kau lihat sendiri"
"Aku tak bercanda Ao"
Dan memang prediksi komandan wanita itu benar adanya.
....
Orochimaru dan Danzo yang menyaksikan berita yang menayangkan pembantain semua anak buahnya yang ditugaskan mengintai kediaman Hyuuga mati secara mengenaskan.
"Kuranga ajaaaar, siapa yang melakukan semua ini?" geram Orochimaru
"Danzo segera hubungi bawahan yang tersisa, 4 hari lagi kita langsung menyerang sisanya, karena Hyuuga entah sekarang berada di mana"
Danzo segera menghubungi semua bawahannya untuk menyiapkan rencana penyerangan pada semua keluarga pebisnis.
...
Di kediaman Ootsutsuki, Hamura juga sangat terkejut dengan berita tersebut. Info yang didapatnya ternyata salah, tapi dia bersyukur anak-anaknya tidak ada yang terluka.
Ke 7 remaja itu pun belum ada yang bangun mereka masih terlelap karena terlalu lelah.
Sedang asiknya Kaguya memarahi Hamura, para anggota Akatsuki datang bersama Kakashi dengan wajah serius. Hamura yang menyadari itu segera mempersilahkan mereka masuk, tiba -tiba Kakashi menerjang Hamura dan menarik kerah bajunya
"Anda mengirim mereka bertujuh untuk menghadapi 491 orang musuh, yang benar saja."
"Tenanglah Kakashi mereka tak terluka, info yang aku dapat juga salah. Aku mengira hanya lebih dari 50 orang"
"Perlihatkan padaku info yang Anda dapat!"
Melihat Kakashi yang sangat marah, Obito tak habis pikir siapa sebenarnya ketujuh orang yang dimaksud.
Hamura memberikan ponselnya pada kakashi dan langsung saja Kakashi membaca info tersebut
"Tuan, musuh yang mengintai kediaman Hyuuga hampir mencapai 500 bahkan lebih." Kakashi Sweatdrop dan memandang Hamura dengan pandangan tak percaya bercampur pandangan merendahkan
"Apa maksud pandanganmu itu, hah?" geram Hamura
"Aku maklum saja, karena mungkin faktor U jadi Anda tak bisa melihat dengan baik."
Semua yang mendengar perkataan Kakashi menahan tawa.
Twich
Twich
"Dan apa maksud mu dengan faktor U itu?"
"Hamura-sama di sini jelas tertulis musuh berjumlah hampir 500 dan bahkan bisa lebih, aku yakin mata Anda sudah tidak sehat."
Hamura langsung mengambil ponselnya dari tangan Kakashi dan melihat ulang info tersebut.
Hamura langsung menepuk jidatnya.
"Astaga kenapa aku begitu ceroboh?"
"Maklumlah faktor U" Ledek Kaguya
Semua sweatdrop sambil membatin
"Tidak sadar diri"
"Baiklah, kalian duduk dulu, kita tunggu 7 anak nakal itu bangun baru kita lanjut diskusi." Perintah Hagoromo
Mereka pun duduk dan menikmati cemilan pagi sambil menunggu Naruto dkk bangun.
tapi suka aja ma ceritanya hehe...