NovelToon NovelToon
Anak Genius (Ayah Elergi Wanita)

Anak Genius (Ayah Elergi Wanita)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:769.9k
Nilai: 5
Nama Author: inov

Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Detak jantung Aisyah kembali bergemuruh saat Leo kembali menyentuh dan menikmati apa yang dimiliki tubuhnya.

“Nghh…” ******* seksi keluar begitu saja dari bibir Aisyah membuat Leo semakin menginkan hal lebih dari Aisyah.

“Aku suka dengan suara nan menggoda mu ya Aisyah” ucap Leo membuat semburat merah dipipi Aisyah.

Leo behenti sesaat untuk melepaskan pakaian yang menempel pada tubuhya hingga tersisa pakaian dalamnya. Aisyah melihat dengan jelas bukti gairah Leo terpampang jelas disana. Leo merangkak mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Aisyah dengan kedua lututnya dijadikan tumpuan. Pelan namun pasti kedua tangan Leo melucuti lingerie yang ada  ditubuh Aisyah.

Tubuh putih mulus itu kini terpampang jelas dimata Leo. Leo kembali menyesap bibir Aisyah lalu turun ke leher menghirup aroma tubuh Aisyah. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi diantara pasangan halal itu.

“Terima kasih sudah menjadikan ku yang pertama dan terakhir, terima kasih kamu sudah mau menerima kehadiran ku di hidupmu lagi. Aku mencintai mu ya Aisyah” ungkap Leo dengan penuh cinta.

“Terima kasih juga sudah mau berjuang untuk wanita keras kepala ini. Aku juga mencintaimu suamiku” balas Aisyah. Leo memberikan ciuman tanpa na*su kepada Aisyah. Dan malam itu berakhir dengan kata cinta yang tulus diantara keduanya.

**

Azan subuh berkumandang, membangunkan Aisyah dari tidurnya. Aisyah melihat Leo yang masih tertidur pulas dengan merangkul posesif tubuhnya. Pelan-pelan Aisyah melepaskan diri dari rangkulan Leo agar tidak membangunkan pria tersebut. Disaat rangkulan itu hampir terlepas, Leo kembali menarik Aisyah.

“Mau kemana” ucapnya dengan suara khas orang baru bangun tidur.

“Aku mau mandi Mas, ini udah waktunya solat subuh. Bangun yuk mas…” ucap Aisyah kepada sang suami sambil membelai lembut pipi suaminya itu.

“Ya udah…mandi bareng aja, biar hemat waktu.” Aisyah yang paham maksud sang suami langsung menolaknya. Aisyah yakin, bahwa itu hanya lah akal-akalan Leo.

Mereka selesai dengan mandi junub dan sudah berpakaian rapi. Leo dengan koko, sarung dan pecinya sedangkan Aisyah sudah bersiap dengan mukenahnya. Sajadah solat sudah Aisyah kembangkan sedari tadi, saat menunggu Leo.

“Aisyah, aku baru hafal surat-surat pendek saja. Tidak apa-apa kan Aisyah ?” tanya Leo dengan suara yang lirih.

“Tidak apa-apa Mas, kita akan belajar bersama-sama untuk kedepannya ya Mas” ucap Aisyah dengan lembut untuk membesarkan hati sang suami, yang di angguki oleh Leo.

Leo menjadi imam dan Aisyah menjadi makmum di hari pertama mereka membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Selesai solat, Aisyah menyalami tangan Leo. Aisyah merapikan alat-alat solat kemudian duduk di dekat Leo.

Mereka menikmati fajar pagi yang akan naik ke peraduan sambil membicarakan banyak hal, termasuk tentang Azzam, Azzim, dan Zakiya.

“Mas…kita akan pulang pagi ini kan, bersama yang lain?” Tanya Aisyah kepada Leo.

“Emang istrinya mas ini gak mau pergi bulan madu dulu” ucap Leo, bukannya menjawab Leo malah bertanya kepada Aisyah.

“Kita bulan madu bawa anak-anak ya Mas, Ais belum bisa jauh-jauh dari anak-anak” ungkap Aisyah dengan mata berlinang, membuat Leo tidak tega bila menolak keinginan Aisyah.

“Kita tanya anak-anak dulu, jika mereka mau kita akan pergi bersama” jawab Leo kepada Aisyah.

**

Semua keluarga telah berkumpul di restoran yang ada di hotel tersebut, mereka sarapan dengan sesekali menimpali ucapan dari Azzam, Azzim, dan Zakiya.

Selesai sarapan Daniel mengatakan kepada Aisyah dan seluruh keluarga kalau ia harus kembali ke kota R tentu saja bersama Dewi, membuat Aisyah segera memeluk sahabatnya itu. Anak-anak yang mendengar itu langsung turun dari kursi mereka dan memeluk Daniel, meminta baba mereka itu untuk tinggal beberapa hari lagi karena rasa rindu mereka belum terobati.

Aisyah mencoba untuk memberikan pengertian kepada ke-tiga anaknya bahwa baba Daniel memiliki pekerjaan di kota tersebut, namun anak-anak tetap kekeh dengan kemauannya membuat Daniel harus menunda kepulangannya beberapa hari. Azzam, Azzim, dan Zakiya bersorak bahagia karena Daniel tidak jadi kembali hari itu dan mereka berjanji jika waktunya sudah tiba, mereka tidak akan menangis dan merajuk lagi.

Akhirnya, pagi itu semua orang tampak bahagia. Tidak ada celah bagi orang lain untuk merusak kebahagian yang tercipta.

Kedua keluarga beserta yang lainnya memutuskan untuk pulang. Leo untuk sementara tinggal di rumah Aisyah karena Daniel dan Dewi tinggal di sana, membuat Leo tidak bisa langsung memboyong iatri dan anak-anak ke rumah baru yang sudah dipersiapkan Leo untuk keluarganya.

Sesampainya di rumah, Aisyah dan yang lainnya beristirahat di kamar masing-masing. Leo yang melihat ada kesempatan mendekati Aisyah langsung memeluk Aisyah dari belakang dan menghirup aroma tubuh Aisyah.

“Mas…Aisyah mau beres-beres dulu.” ucap Aisyah dengan lembut.

“Sebentar saja…selagi gak ada anak-anak” Aisyah hanya bisa mengikuti keinginan suaminya, apalagi hanya memeluk gak sampai pada kegiatan inti.

15 menit lamanya Leo memeluk sang istri, dan kini Aisyah sedang membersihkan kamarnya. Leo sendiri berkeliling memperhatikan benda-benda yang ada di kamar Aisyah tersebut hingga Leo melihat beberapa foto Azzam, Azzim, dan Zakiya dari bayi hingga mereka sebesar sekarang.

“Betapa bodohnya aku…tak bisa menemukan keberadaan kalian” lirih Leo yang terdengar oleh Aisyah saat akan mendekti Leo.

“Tidak seperti itu Mas…aku yang berusaha menjauh darimu. Jangan memiliki pikiran seperti itu lagi dan maafkan Aisyah karena bersikap seperti itu.” jelas Aisyah kepada Leo agar suaminya itu tidak menyalahkan dirinya lagi.

Leo memeluk Aisyah untuk melepaskan rasa sesak yang tiba-tiba datang di hatinya.

“Kita turun yuk Mas” ajak Aisyah kepada Leo.

Mereka keluar dari kamar dan turun kelantai bawah. Di ruang tamu terlihat anak-anak bermain dengan Daniel dan Dewi. Mereka benar-benar terlihat seperti satu keluarga di mata Aisyah dan Leo.

“Humairah, sepertinya mereka terlihat cocok menjadi pasangan” bisik Leo kepada Aisyah, membuat

Aisyah tidak fokus dengan ucapan Leo yang memanggilnya dengan sebutan humairah, membuat pipinya merona seketika.

Leo melihat kesampingnya dan melihat wajah sang istri merona.

“Kenapa?” tanya Leo kepada Aisyah dengan tampang biasa-biasa saja padahal ia tau apa yang membuat pipi sang istri seperti itu.

“Jangan mulai deh…kita do’a kan saja yang terbaik untuk mereka ya Mas” jawab Aisyah kepada Leo.

Leo dan Aisyah menghampiri mereka dan ikut bermain sampai mereka semua kelelahan.

**

Malam harinya semua anggota keluarga berkumpul dimeja makan untuk makan malam bersama, Zakiya duduk diantara Dewi dan Daniel. Ia harus melepaskan semua kerinduan yang ada dihatinya sebelum bunda dan babanya itu kembali ke kota R.

Zakiya meminta Daniel untuk mengajarinya menggunakan hadiah ulang tahun yang dimintanya beberapa bulan lalu. Karena disekolah mereka yang sekarang tidak ada tempat latihan yang menggunakan benda itu. Daniel tersenyum mendengar keinginan Zakiya.

(halunya kebangetan ya :D)

“Kiya, gak boleh minta yang aneh-aneh kepada Baba Daniel” ucap Aisyah dengan lembut kepada anak perempuannya itu.

Zakiya hanya mencebik kan bibirnya, ibunya itu selalu seperti itu. Selalu mengerti tindak tanduknya.

“Tidak apa-apa Ais. Ini rahasia diantara kami” ucap Daniel kepada Aisyah. Daniel paham betul dengan keinginan putri angkatnya itu, meski Aisyah akan marah ia akan memekirkan cara untuk membuat memaafkan mereka berdua nanti.

Leo yang melihat kedekatan keluarganya dengan Daniel kini tidak ada lagi kata cemburu, sebab ia paham akan hubungan yang terjalin diantara mereka yang sudah lebih dulu hadir. Leo sepertinya juga tahu keinginan putrinya itu, sedangkan Azzam dan Azzim hanya berekpresi biasa-biasa saja. Azzam dan Azzim sudah beberapa kali mendengar permintaan adiknya itu kepada baba Daniel dibeberapa kesempatan.

^_^

Selamat malam :)

Dan selamat membaca :D

Jangan lupa tinggalkan Like, Koment dan Love nya kakak

Terima kasih

1
Diah Susanti
eehhh, nama depanku nongol, biarpun beda penulisannya
Maizuki Bintang
bgs
@inur
bagus
Johanah Tata
ini novel lucu diprluk leo tidak mau dipeluk Daniel mau padahal Daniel sama leo itu sama-sama lelaki 🤭🤣🤣🤣
Johanah Tata
ini novel lucu dengan Daniel akrab giliran dengan leo yang mau bertanggungjawab dan jelas-jelas ayah dari anak-anaknya malah banyak tingkah padahal dia wanita berhijab dan sepenuhnya bukan kesalahan leo dirinya juga salah. hiiiii kaya dirinya wanita suci aja. mbok yo kalau buat cerita jangan kaya cerita sinetron🤭
Nurmalasari: betuul sekaliii
wkwkwkwkw...
total 1 replies
Aqiyu
asyeeeekkkk langsung dah di boy ketemu sarangnya
Aqiyu
yeeyyy
Aqiyu
Aisyah..... ish...ish.....ish.....😡
Aqiyu
ga ngerasa kalau selama ini egois
Aqiyu
Aisyah kaya merasa tertindas padahal itu pilihan dia sendiri.katanya wanita cerdas dan solehah tapi seolah-olah apa yang terjadi itu kesalahan Leo
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo

jadi geram maunya apa sih
Aqiyu
sikap Aisyah kok gitu dulu kejadiannya kan salah Aisyah sendiri yang mabok dan salah masik kamar
Leo juga mau bertanggung jawab
Aqiyu
mama Lisa tahu ga anaknya alergi wanita
Aqiyu
hasilnya bisa barengan
Aqiyu
wtes DNA belum keluar
Aqiyu
masih kecil masa pengen pistol itukan harus ada izin dan serrifikat dari kepolisian. anak 5 tahun walau pandai bela diri....
Aqiyu
saling cabut rambut
Aqiyu
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Aqiyu
alergi perempuan...... kalau salaman/jabat tangan bisa nyebabin alergi kambuh ga
Aqiyu
.........
Aqiyu
kok dah mau lupa ajah padahal cuma Ausyah yang ga bikin alergi
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!