NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENGHANCURKAN HIDUPKU DALAM 1 MALAM

SAHABATKU MENGHANCURKAN HIDUPKU DALAM 1 MALAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Zira Aqilla gadis yang berusia 23 tahun. Apakah sudah mencapai kesuksesan untuk seorang Zira. Tinggal di Ibu Kota tanpa didampingi orangtuanya harus mencoba peruntungannya bekerja sana-sani membuka usaha kecil-kecilan, demi mewujudkan impiannya menjadi wanita karir.

Hidupnya berubah ketika di ujung mencapai kesuksesan mungkin final dari kerja kerasnya selama ini. Tetapi Zira harus menelan pil pahit, memiliki sahabat yang dekat dan membagi kasih sayang belum tentu mengantarkannya ketitik sukses, malah menjerumuskanya kedalam masalah yang besar, demi menutupi sebuah kesalahan yang mengantarkan Zira ketitik kehancuran.

Bertemu dengan CEO perusahaan terbesar di Asia, Addrian Admaja Wijaya, pria yang memiliki ketampanan di atas rata-rata berkulit putih, tinggi ideal, wajah yang begitu arogan dan berkarismatik bersikap dingin, Bertemu dengan Zira karena sebuah kesalahan.

Bagaimana, Zira harus menghadapi masalah yang timbul tanpa di ketahui sebabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 26 MENEMUKAN KEBENARAN

...Jihan...

...SHESISILIA ADMAJA WIJAYA (SISIL)...

...PUTTRI ANANDI ADMAJA WIJAYA...

...BIANCA ADMAJA WIJAYA...

...CINTA BRIANI BUANA...

Zira mengikuti mobil Pria tersebut sampai akhirnya berhenti di sebuah gedung pencakar langit, di sebuah Apertemen. Zira mengikuti Pria itu, masuk ke gedung tersebut, melewati koridor-koridor Apertemen Sampai akhirnya Pria itu berhenti di sebuah kamar Apertemen Pria itu memencet bel.

Tidak berapa lama pintu terbuka, terlihat seorang wanita, dengan memakai dress pink, tersenyum menyambut Pria itu, ya wanita yang dikenal Zira.

" Puttri," kata singkat itu keluar dari mulutnya, sangat jelas dilihatnya sahabatnya Puttri tersenyum bahagia menyambut Pria di depanya, saat pria itu memberikan boucket bunga tersebut.

Zira meraih ponselnya dan membuka Kontak bertulisan Puttri, Zira ingin memastikan kalau itu benar-benar Puttri, Zira menekan tombol memanggil, dan yang benar saja, Puttri yang memegang ponselnya, langsung mengangkat, panggilan tersebut.

📞" Iya, Zira kenapa?." Ucap Puttri dari sambungan telepon, Zira benar- benar masih tidak percaya, selama 1 bulan lebih dia tidak mengetahui kabar sahabatnya, tapi tidak berpikir untuk menelpon hanya untuk sekedar menanyakan kabarnya padahal no hp Puttri masih aktif

📞" Zira, kenapa?tanya Puttri lagi tidak mendapat respon sama sekali, Zira masih terdiam, dan tidak merespon Puttri dan malah mematikan ponsel yang dipegangnya.

" Aneh, banget," ucap Puttri bingung. " Ayo kita masuk." Ajak Puttri pada Pria dihadapanya.

Setelah berhasil mengikuti Pria yang bersama Puttri, Zira kembali kerumahnya, Zira mondar-mandir di kamarnya.

" Sudah sangat jelas bahwa Puttri baik-baik saja, dia juga liburan bersama Jihan dan tadi bahkan dia terlihat bahagia, terus siapa Pria itu dan Addrian apa hubungannya, Puttri yang bersama Addrian kenapa harus berada di rumah sakit Jiwa, sementara kondisinya baik-baik saja." Gumamnya penuh dengan pertanyaan.

Zira bergegas menghampiri laci yang berada disamping tempat tidurnya, membuka laci tersebut dan mengambil amplop yang pernah diambilnya dari ruang kerja Tomy, Zira memang belum sempat membukanya, tanpa menunggu lama Zira membukanya,

Banyak ,foto-foto Zira, dan informasi mengenai Zira, Zira juga melihat foto Roni, bersama dengan Puttri, dan fotonya dengan Roni begitu dekat.

" Kapan, gue foto berdua bareng Roni." Ucap Zira mengingat dia tidak pernah berfoto ber2 dengan Roni, Zira pun membuka laptopnya melihat folder album, dan memang benar itu foto adalah foto yang di potong karena foto aslinya adalah 6 orang yang kebetulan Zira berdekatan dengan Roni, foto yang diambil sewaktu mereka menjadi panitia acara kampus.

" Gila, apa sih maksudnya sampai foto ini di edit," Zira menggelengkan kepalanya tidak percaya, Zira kembali, membuka-buka foto yang lainya, dia juga melihat foto- foto sewaktu berada di Club malam, Zira bersama Kayla dan Putri, Zira menuangkan minuman untuk Puttri.

" Gila, siapa nih, orang yang fotoin, perasaanya banyak orang kenapa cuman gue Kayla dan Puttri, Zira juga melihat banyak foto-fotonya bersama pria lain, mulai dari Dosennya, Omnya, dan banyak lagi, bahkan ada yang Zira tidak kenal.

" Jangan-jangan ini lagi yang buat Addrian seenaknya bicara." Tebak Zira.

************

Addrian sampai di Apertemenya, Dia merebahkan tubuhnya di ranjang menatap langit-langit kamarnya, Addrian memegang tangannya yang masih dibalut perban sejenak dia mengingat wajah wanita yang lembut mengobatinya, Addrian menyunggingkan senyumnya, seakan merasa bahagia.

Sepertinya ada perasaan aneh dalam diri Addrian, entahlah mungkin saja ada benih cinta yang sudah mulai tumbuh, jujur saja Addrian begitu nyaman dengan Zira, Zira yang membencinya memperlakukannya dengan sangat tulus

" Addrian memejamkan matanya tetapi tidak tidur dia hanya memikirkan wanita yang kesuciannya direnggut Addrian.

Tiba- tiba ponsel Addrian berbunyi, Addrian meraihnya dari saku celananya, dan membuka pesan masuk dengan nomor yang tidak di kenal, Addrian kaget membelalakan matanya ketika melihat foto yang di ponselnya foto Zira bersama panitia acara di kampusnya foto yang asli, di dalam foto itu ada 6 orang dan Zira berdekatan dengan Roni.

" Zira, inikan foto yang pernah diberikan Roni." Addrian langsung bangkit dari ranjangnya membuka galeri ponselnya, dan melihat foto Zira dan Roni ber 2 yang pernah diberikan Tomy kepadanya yang kebetulan ada di ponselnya.

" Baju, Zira dan Roni, sama difoto tersebut bahkan cara berfotonya, Addrian membandingkan ke 2 foto itu, jelas itu foto editan.

" Sial, apa-apa an ini siapa yang mengirim foto ini." Umpat kesal, karena sering kali mendapat informasi yang salah sepertinya, Tomy memang bekerja tidak benar. Mengingat selama ini pekerjaannya selalu sempurna di mata Addrian.

" Siapa, sebenarnya Zira, dari cara Zira berbicara dan dari perlakuannya terlihat Zira perempuan baik-baik, Sebaiknya aku mencari tau sendiri." Batinya mulai merasa adanya kesalahan atau jangan -jangan Addrian sudah mulai mengagumi sosok Zira.

***********

Pagi hari tiba, Kayla terlihat duduk sarapan bersama Bianca kakaknya dan juga keponakanya Cinta, mereka sarapan seperti biasanya di meja makan yang begitu besar.

Kayla baru saja mengoleskan selai stauberry kerotinya tiba-tiba aktivitasnya berhenti ketika melihat Sisil menarik kursi dan duduk berhadapan dengannya.

" Ngapain kamu, di sini." Tanya Kayla jutek

" Sarapan." Jawab Sisil mengambil Roti.

" Aku, gak Sudi satu meja dengan wanita seperti dia." Tekus Kayla berdiri

" Kayla, sudahlah, sebaiknya kamu duduk dan lanjutkan sarapan kamu." Bujuk Bianca.

" Selera makanku sudah hilang." Kayla mengambil tasnya dan pergi.

" Kayla," panggil Bianca, Sisil tidak peduli dan melanjutkan Sarapannya.

**********

Mobil Zira berenti di Rumah sakit, tempat Puttri dirawat, dia masih penasaran dengan Puttri sahabatnya itu, Zira pun langsung memasuki Rumah sakit, dan menuju kamar yang pernah di masukin Addrian, Ternyata ada Addrian di sana juga yang membesuk Puttri, Zira hanya bisa melihat dari jendela dengan sangat berhati-hati.

Zira meraih ponselnya dari tasnya dan membuka galeri di hpnya melihat foto Puttri yang sempat difotonya sewaktu di Apartemen Zira melihat gelang dan anting Puttri masih sama dengan yang digunakannya sewaktu malam itu.

" Ka, Puttri ingin pulang, Puttri tidak ingin di sini terus." Ucap Puttri yang Addrian sudah lama tidak mendengar adik sepupunya berbicara.

" Baiklah, Kaka akan, mengurus kepulangan kamu, Kaka berharap kamu bisa melupakan semuanya." Addrian memberi pelukan hangat pada Puttri.

" Addrian sepertinya sangat mencintainya." Gumamnya merasa sedikit tidak suka melihat Addrian memeluk Puttri begitu hangat, Zira tidak bisa mendengarkan suara Puttri dan Addrian, Addrian pun beranjak keluar dari ruangan itu Zira pun bersembunyi takut ketahuan Addrian, setelah Addrian pergi Zira kembali melihat Puttri dari jendala.

Zira ingin masuk tapi mengurungkan langkah saat melihat Puttri dengan lincah mengambil cermin kecil yang berada di laci meja samping tempat tidurnya dan mengikat rambutnya seperti orang tidak sakit sama sekali, Zira meraih ponselnya dan menekan tombol kontak Puttri, yang benar saja, bunyi nada dering ponsel Puttri terdengar jelas karena memang suaranya begitu keras.

Puttri mencari-cari ponselnya, yang berbunyi meraba- raba dan menemukanya dibawah bantalnya.

" Zira." Ucapnya melihat ponselnya dan mengangkatnya

📞 " Kenapa Zir?" Tanyanya

📞 " Lo di mana?" Tanya Zira suara datar.

📞" Gue lagi, liburan." Jawabnya berbohong Zira yang mendengarnya menurunkan hp nya dari telinganya dan mematikannya.

" Kok, mati aneh banget sih."

Zira berjalan dengan langkah yang sangat pelan berpikir keras, ada rasa puas pada dirinya karena bisa memastikan Puttri sahabatnya adalah Puttri yang di maksud Addrian.

Tetap Saja dia masih bertanya-tanya kenapa dia ada dalam masalah ini, dan siapa orang yang memperkosa Puttri, tidak, Puttri tidak diperkosa, jika memang benar dia mungkin memang benar-benar gila, tetapi dia hanya berpura-pura, dan bahkan memiliki kekasih selain Addrian.

Zira terus berpikir keras masih saja tidak mengerti dengan kejadian semuanya.

Cafe Calista

Kayla, Saski, dan Aca nongkrong menikmati sarapan pagi di tempat favorit mereka. Saski memakan salad yang dipesannya, kali ini dia fokus makan tidak bekerja sama sekali, Aca juga menikmati Cake yang biasa Zira pesan, itu memang makanan kesukaan Zira Cake Nuttela, Aca jadi ikut menyukainya karena memang sangat enak.

Sementara Kayla sarapan dengan bubur ayam, dia dengan lahap memakan bubur pesanannya mengingat Sarapannya di rumah terganggu oleh Sisil.

" Aduh, Kay. Lo kayak gak pernah makan deh." Tegur Aca melihat Kayla dengan lahap menyantap makanannya.

" Gue, lagi kesal, liat saudara tiri gue semakin lama semakin berani." Ucapnya kesal masih melahap bubur pesanannya.

" Gue, baru tau lo punya saudara tiri." Ucap Saski yang penasaran.

" Benar, gue juga baru tau." Timpal Aca.

" Ceritanya, panjang." Kayla lebih memilih tidak menceritakannya. Di tengah pembicaraan meraka Zira pun muncul menghampiri mereka dengan lesu Zira menarik kursi disamping Kayla dan duduk melettakkan wajahnya kemeja.

" kenapa?, Zir." Tanya Aca.

" Gue lagi bete banget," Zira mengangkat kepalanya meniup rambutnya yang ada di dahinya, dan menyeruput orens jus milik Kayla.

" Minum gue Zira." Ucap Kayla menarik dari tangan Zira.

ponsel Zira berbunyi menandakan pesan masuk,ternyata dari Tasya,

" Zir, pasien yang bernama Puttri bukanlah pasien tetap, dia terdaftar sebagai pasien bulan lalu, dan hari ini keluarganya menjemputnya, karena kondisinya sudah membaik." Tulis isi pesan Tasya, Zira memang menanyakan masalah Puttri pada Tasya mengingat Tasya bekerja di Rumah sakit tersebut.

" Memang dia dari awal baik-baik aja." Umpat dengan suara pelan namun Kayla, Saski dan Aca bisa mendengarnya mereka menatap Zira aneh.

" Maksudnya." Tanya Saski menghentikan makanya

" Nggak." Zira mengambil bubur milik Kayla dan bahkan bubur yang di dalam sendok yang akan di masukkan Kayla kemulutnya tetapi langsung diraih Zira dari tangan Kayla.

" Zira, Lo apa-apa an sih." Kayla mulai kesal menarik kembali makanannya memang Zira tergiur dengan makanan Kayla, mungkin bawaan bayi yang dikandungnya.

" Dikit, doang pelit amat."

" Bisa, dipesan Kali Zir, dah tau gue juga lapar." Ucap Kayla merasa bete.

" Ihhhhh, ngapain sih, ributin bubur, tumben amat sih Zir. Lo itu makan bubur, biasanya juga ini." Aca menunjukkan Cake pesanannya yang ada di depannya dengan garfu.

1
Dyah Oktina
eh ternyata typo juga... pdhal ngetik cuma sedikit.. ngak d baca lagi.. jd salah deh.. maaf ya thor.. terus semangat ya.. 🤭💪🏻😍
Dyah Oktina
kondisi juhan kali.....
Dyah Oktina
ish....typonya ngesel loh thor.. d cek dulu ngapa sebelum d kirim 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
kok makanan d injak sih thor..🤭😂😂
Dyah Oktina
harusnya orang kla baru keguguran istirahat.. blm bisa d sentuh hampir sama dgn masa nifas 100hr
Dyah Oktina
ilham kali... bukan adrian
Dyah Oktina
ngak sopan...panggil kak dong aca k adrian maupun tomy juga ilham
Dyah Oktina
bayi farah???????????????🤭
Dyah Oktina
kok ngak panggil kakak sih k ilham.. pdhal umurnya sama dgn kakaknya adrian...zira juga panggil p su nama doang
Dyah Oktina
maaf sudah membuatmu cemas .....bukan mencemaskanmu...
Dyah Oktina
kayla kali thor.. bukan aca
Dyah Oktina
ita kamu ...aneh kayla.. apa ngak takut.. dah jam mau tengah malam loh.. masa mau ketemuan... ilham nih ngak bener kla memang dia yg chate..kayak ngak ada hari esok aja..ngak umum.. juga bahaya u kayla
Dyah Oktina
mana ada thor k eropa 2hr ...pa ngak bonyok tuh badan.. perjalanan aja udah pp 28 jam non stop kla dari jakarta.. kecuali tunggal d timur tengah iya perjalanan hanya 6jam..
Dyah Oktina
patner thor...bukan fatner
Dyah Oktina
yg sabar ya tom...niat baik u nganter pulang aca d dini hari malah dpt tamparan & makian.. kasiah kau tomy..
Dyah Oktina
udah deh...cepet bawa k rum kit...masa segitu banyak orang ngak ada yg sedikit waras.. ih ..gemes deh
Dyah Oktina
kasihan aca... mau punya pasangan yg d suka .. respon ngak sesuai dgn yg d harapkan.. yg ngaku sebagai calon suami memberatkan hati..apa lagi calon mertua nya...
Dyah Oktina
parah nih... bukan farah..🤭😂😂.. farah itu mamahnya adrian.. 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
bukan bersujud thor.. tp berjongkok... kla bersujud telapak tangan &dahi nempel d lantai/tanah..kla berjongkok menekuk lutut
Dyah Oktina
demi harta marina....kamu tega menjual anakmu pd mertua yg seperti itu.. mikir dong.. ngak kasihan sm anakmu 😔😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!