NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:578
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang Black ketahui.

Ruang VVIP ROSE GOLD tempat dimana Black dirawat kini terasa sangat dingin, mereka semua bingung bagaimana cara menjelaskan pada Black, mereka takut jika penjelasan mereka membuat kondisi Black malah semakin memburuk seperti kejadian satu bulan lalu. 

“Kakek, kok pada diam? Black sudah siap dengan semua jawaban yang bakal kalian kasih, jujur sama Black.”

“Jika kita jujur apa yang akan kamu lakukan, coba kamu jelaskan dari dua kemungkinannya?” Tanya Kakek Ares mencoba mengulur waktu sambil berfikir lagi bagaimana cara untuk menjelaskan semua pada Black agar dia tidak kembali memaksa otaknya untuk mengingat semuanya. 

“Jika Black memang Rain, Black tidak akan melakukan kebodohan selayaknya Rain dulu, mungkin Black tidak akan mudah memaafkan mereka semua, karena dari penjelasan singkat mereka tadi siang di resto, mereka bukan orang yang hanya menyiksa fisik tapi mental bahkan memanfaatkan Rain juga, jadi akan sangat sulit untuk Black memaafkan mereka, tidak seperti yang mereka yakini.”

“Dengan kata lain lo akan menjadi diri lo yang sesungguhnya?” Tanya Pin memastikan. 

“Iya, gue gak mau jadi Rain “si bodoh” yang mudah dimanfaatkan dan mudah mereka siksa.”

“Apa lo akan kembali sama Bintang, secara lo belum resmi bercerai.”

Black diam, menunduk sambil mengelus perut buncitnya. “Gue akan kembali setelah gue yakin dia memang sudah berubah, benar-benar berubah bukan berubah hanya untuk kedok untuk membuat gue kembali, seandainya gue memang Rain, gue juga gak akan mengakui kalau gue ini Rain, lebih baik mereka tidak tahu gue siapa karena belum tentu gue mau kembali padanya.”

“Kalau lo bukan Rain, apa yang akan lo lakuin?” Tanya Sira. 

“Gue akan sangat bersyukur karna berarti masa lalu gue tak seburuk Rain. Gue harap tidak ada kebohongan yang kalian lakukan dari jawaban yang akan kalian ucapkan, karena itu hanya akan membuat otak gue bekerja semakin keras untuk mencari kebenaran itu.”

Ketiga orang yang berada di depan Black saling pandang dan kakek Ares mengangguk. “Kamu memang Rain dan kamu memang istri dari Bintang, termasuk anak yang kamu kandung itu anaknya Bintang, tapi kakek hargai keputusan kamu dan kakek akan dukung keputusan kamu bahkan jika kamu ingin kembali pada mereka, kakek orang pertama yang akan menentang hal itu,” Jelas kakek Ares sambil menggenggam tangan Black, dia tahu reaksi apa yang akan Black berikan setelah jawaban yang dia berikan. 

Black hanya diam sambil menatap dan mengelus perutnya. “Akhirnya Buna tahu siapa ayah kalian, tapi maaf Buna belum bisa membawa kalian ketemu sama mereka dan mungkin tidak akan pernah kalian tahu kalau dia ayah kalian.” Sira mengusap punggung Black mencoba menenangkannya. 

“Black, lo baik-baik saja?” Tanya Pin. 

“Gue baik-baik saja, kejadian satu bulan lalu tidak terjadi kembali, gue sudah siap akan kebenaran ini, gue juga gak akan memaksa untuk mengingat semua hal tentang masa lalu gue, karena rasanya tidak ingat itu juga lebih baik,” Jawab Black sambil tersenyum. 

‘Sepertinya semua akan baik-baik saja,” Batin nenek Ayu yang sedari tadi hanya memantau sembari mengatur emosinya setelah mengetahui apa yang Black alami sebenarnya.

“Nenek.” Panggil Black. 

“Iya, kenapa sayang?”

“Jangan marah, Black baik-baik saja, nanti kalau infusnya sudah selesai Black sudah boleh pulang.”

“Gak gak, kamu harus istirahat dan dirawat sampai keadaan kamu benar-benar pulih.”

“Aku sudah sehat, nek.”

“Nenek tidak suka dibantah.”

“Iya nek.”

‘Sekeras apapun kakek Aras, nenek Ayu tetap orang yang pasti akan membuat Black tunduk tanpa bertanya kembali kenapa?” Batin Alvin. 

Sementara, Bintang sekarang sudah pulang kerumah, dia sekarang sedang duduk di depan kasur sambil memeluk foto Rain. 

“Sayang, maafin aku, aku sudah sangat jahat sama kamu,” ucap Bintang sambil mengeratkan pelukannya pada foto yang sebelumnya dia ambil dari kamar Hexa. 

“Kak, kangen Rain?” Tanya Hexa yang baru masuk dan ikut duduk di sebelah Bintang. 

“Iya, gue kangen banget sama dia, gue menyesal, kenapa penyesalan ini harus datang setelah dia pergi?”

“Penyesalan itu sempat datang dulu hanya lo yang menutupinya dengan kekerasan yang lo lakukan lagi sama Rain, andai Rain masih hidup gue juga gak yakin kalau dia akan memaafkan lo.”

“Kok lo ngomong gitu?”

“Coba lo tarik mundur kebelakang apa saja yang sudah lo lakukan sama Rain? andai dia sadar, apa semudah itu dia akan memaafkan lo?”

Bintang menunduk, dia sadar jika perlakuannya dulu sudah sangat keterlaluan sama Rain, hanya dulu Rain selalu memaafkannya. 

“Orang itu bisa saja berubah, coba lo bayangkan jika Black memang Rain, dia seharusnya sadar jika perlakuan lo sama Rain itu sangat keterlaluan, apa lo yakin dia akan memaafkan lo dan bersikap kaya dulu lagi? Cintanya mungkin juga akan ikut pudar seiring ingatannya kembali.”

Bintang masih diam, dia masih merenungi semua perbuatannya tanpa dia sadar ada ucapan Hexa yang cukup janggal. “Bisa gak lo cari tahu lagi apa Black itu Rain atau bukan? Lo kan detective yang paling jago di kota ini.”

“Kalau lo sudah tahu Black itu Rain, lo mau ngapain dia? Mau paksa dia buat mengakui lo sebagai suami, atau mau lo siksa dia lagi?”

“Gue gak akan memaksa dia mengakui gue suami, gue cuma ingin tahu saja.”

“Lo bisa janji satu hal sama gue gak?”

“Apa? Apapun akan gue lakukan yang penting lo mau bantuin gue.”

“Jangan dekati dia.” Bintang diam, dia tak bisa jika dia harus menghindari Black jika benar dia adalah Rain. 

“Gue tahu penderitaan Rain dulu seperti apa dan gue juga gak mau kalau sampai Black memang benar Rain lo akan melakukan hal yang sama kembali, gue juga yakin kalau Black bukan seperti Rain yang sangat mencintai lo.”

“Itu semua karena dia gak tahu kalau dia Rain.”

“Memangnya seyakin apa lo jika Black itu Rain?”

“Gue nikah sama Rain sudah 4 tahun dan perasaan gue yakin kalau dia Rain bukan Black. Gue juga sudah sempat panggil orang bengkel buat cek mobil gue dan gak ada kerusakan apapun di mobil gue, dengan kata lain waktu dia nyalain mobil gue dengan sidik jari emang sidik jari dia cocok, ada kemungkinan kalau dia benar Rain.”

“Gue akan bantu lo selidiki Black asal lo janji apapun hasil penyelidikan gue, lo tetap harus jauhin dia.”

“Melihat dari jauh, boleh?”

“Ok, boleh tapi jangan sampai dia tahu lo lihatin dia!”

“Iya siap.”

Aura kebahagiaan tampak jelas pada wajah Bintang, dia juga tersenyum, senyum yang sudah 4 bulan tidak Hexa lihat. 

‘Sebenarnya gue punya satu fakta yang mungkin akan bikin lo tambah berfikir kalau Black itu Rain, tapi belum saatnya lo tau soal ini,’ batin Hexa sambil masih memandangi Bintang yang sekarang sedang menatap wajah Rain yang ada di dalam foto. 

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!