NovelToon NovelToon
Terperangkap Cinta Duda Kaya

Terperangkap Cinta Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Duda
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Hidup Dara runtuh dalam satu hari.
Pekerjaannya hilang tanpa peringatan. Perusahaan tempatnya kerja kini terancam bangkrut dan harus mem-PHK semua karyawannya termasuk Dara. Kini Dara merasa hidupnya runtuh, karena disaat yang sama Ibunya sedang di rawat di rumah sakit dan butuh biaya yang sangat besar. Di titik terendahnya, Dara hanya punya dua pilihan: bertahan atau menyerah.
Kini Takdir membawanya ke sebuah perusahaan besar, di sana ia menjadi sekretaris pribadi seorang CEO dingin, perfeksionis, dan penuh rahasia.
Pria itu setelah di khianati mantan istrinya tidak lagi percaya pada cinta. Namun sejak kehadiran Dara, sekretaris baru yang berani, tulus, dan penuh tekad, kini hatinya mulai goyah.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Konferensi pers

Alexander terdiam beberapa saat setelah panggilan itu berakhir. Ponsel masih berada di tangannya, matanya menatap layar yang sudah gelap. Ada satu hal yang terus mengganggu pikirannya.

Kemarin, bukankah Ibu Sandra masih berusaha membela Sabrina? Bukankah wanita itu masih mencoba memberinya kesempatan? Lalu kenapa sekarang sikapnya berubah? Kenapa justru terdengar begitu marah kepada Sabrina?

Alexander menghela napas pelan. Mungkin karena Ibu Sandra melihat sendiri akibat dari semua tindakan Sabrina. Bukan hanya kepada dirinya, tapi juga kepada keluarga Dirgantara. Dan sekarang... kepada Dara.

Tepat ketika ia hendak meletakkan ponselnya, suara Ibu Sandra kembali terngiang di kepalanya.

"Bukan hanya gadis itu yang akan hancur, Alexander."

Tatapan Alexander perlahan berubah serius.

"Kau juga, nama keluarga kita juga. Kau boleh membenci Sabrina. Kau boleh menceraikannya. Tapi jangan biarkan kebohongan menjadi kebenaran hanya karena kau memilih diam."

Alexander memejamkan mata sesaat, kemudian suara ibunya kembali terdengar dalam ingatannya.

"Mommy mohon. Jelaskan kepada media apa yang sebenarnya terjadi."

Beberapa menit kemudian.

Alexander berdiri di depan cermin kamar mandi, air dingin mengalir membasahi wajahnya. Ia menatap bayangannya sendiri. Sudut bibirnya masih terlihat sedikit membiru akibat pukulan Aldi semalam.

Jujur saja, ia tidak terlalu peduli. Yang lebih mengganggunya justru berita yang terus menyeret nama Dara. Kalau media benar-benar menemukan identitas wanita itu, maka hidup Dara tidak akan pernah tenang lagi.

Alexander menghembuskan napas panjang. Lalu mulai mandi, sekitar tiga puluh menit kemudian. Alexander keluar dari kamar mandi dengan kemeja hitam yang baru. Rambutnya masih sedikit basah. Ia baru saja mengancingkan kemejanya, tiba-tiba...

Tok. Tok. Tok.

Ketukan terdengar dari pintu kamarnya. Alexander mengernyit, masih terlalu pagi untuk tamu.

"Masuk."

Pintu terbuka perlahan. Lalu...

Alexander membeku. "Aldi?"

Pria itu berdiri di ambang pintu, masih memakai jaket yang sama seperti semalam. Masih terlihat kusut dan yang paling mengejutkan. Ia berada di mansionnya, Alexander menatapnya beberapa detik.

"Ngapain lo di sini?"

Aldi masuk tanpa menunggu izin, wajahnya masih sama kesalnya. "Jangan banyak tanya."

Alexander mengangkat alis. "Kemarin lo hampir bunuh gue dan sekarang lo masuk gitu aja ke kamar gue."

"Gue masih pengen mukul lo!" potong Aldi.

Alexander nyaris tersenyum.

Namun Aldi langsung menarik kursi dan duduk, ekspresinya serius. "Kita masih punya masalah."

Alexander ikut duduk di seberangnya. "Gue tahu."

"Bahkan lebih besar dari yang lo kira." Aldi melemparkan ponselnya ke atas meja.

Layar menampilkan puluhan artikel berita. Komentar netizen, foto-foto semalam. Bahkan beberapa akun sudah mulai membahas identitas perempuan misterius yang disebut sebagai orang ketiga. Tatapan Alexander langsung mengeras.

Aldi memperhatikannya. "Lo lihat kan sekarang?"

Alexander tidak menjawab.

Aldi bersandar. "Gue datang bukan karena gue udah nggak marah sama lo. Gue masih kesel sama lo."

Alexander mengangguk. "Wajar sih."

"Gue bahkan masih pengen mukul lo."

"Jangan di dalam rumah, kita gelut diluar aja."

Aldi mendengus. "Sialan lo!"

Namun beberapa detik kemudian ekspresinya kembali serius.

"Masalah ini bakal ngerugiin banyak orang. Termasuk Dara, dan itu sebabnya gue ada di sini." Aldi melanjutkan. "Kalau kita diem aja... media bakal terus bikin cerita sendiri."

Alexander tidak membantah, karena itulah yang sedang terjadi sekarang.

Aldi menunjuk layar ponselnya. "Lihat ini. Menurut berita, lo rebut pacar gue, lo selingkuh dan Dara adalah orang ketiga."

Rahangnya mengeras.

"Dan yang paling diuntungkan dari semua ini adalah Sabrina."

Alexander terdiam, karena lagi-lagi Aldi benar. Sabrina kini terlihat seperti korban, padahal kenyataannya jauh berbeda.

Aldi menghela napas panjang. "Sebelum semuanya makin parah, kita harus angkat bicara."

Alexander menyipitkan mata. "Kita?"

"Iya."

"Lo dan gue." Aldi menunjuk dirinya sendiri. "Lagian gue juga ikut keseret. Kalau perlu kita muncul di media bareng."

Alexander menatapnya lama. Kemudian bertanya pelan. "Apa lo lagi sakit?"

Aldi langsung melotot. "Apa?"

"Semalam lo hampir bikin rahang gue patah. Dan sekarang lo ngebela gue."

Aldi langsung menunjuk wajah Alexander. "Gue bukan ngebela lo. Gue lagi nyelametin Dara."

Alexander terdiam, sedangkan Aldi melanjutkan dengan kesal. "Jangan gede kepala, kalau bukan karena Dara, gue nggak bakal datang kesini."

Alexander akhirnya bersandar ke kursinya, kini ekspresinya sedikit melunak. Aldi masih marah, tapi di balik semua itu. Ia tetap memilih melakukan hal yang benar. Dan itu sebabnya mereka bisa menjadi sahabat selama bertahun-tahun.

Beberapa detik kemudian Alexander berkata, "Ok, gue setuju."

Aldi mengangkat alis. "Lo serius?"

"Iya, kita klarifikasi."

Aldi menghela napas lega. "Akhirnya."

"Tapi."

Aldi langsung curiga. "Tapi apa?"

Tatapan Alexander berubah dingin. "Nama Dara nggak boleh kita disebut."

Seketika Aldi mengangguk tanpa ragu. "Itu juga yang gue mau."

Beberapa menit kemudian...

Alexander dan Aldi akhirnya keluar dari kamar. Untuk sementara, pertengkaran semalam harus dikesampingkan terlebih dahulu. Karena sekarang masalahnya sudah jauh lebih besar.

Bukan lagi soal perasaan, bukan lagi soal siapa yang benar atau salah. Melainkan tentang nama Dara yang mulai terseret ke dalam pusaran gosip nasional.

Ruang kerja pribadi Alexander.

Aldi duduk di sofa sambil melipat tangan di dada. Sedangkan Alexander berdiri di dekat jendela, ponsel berada di telinganya.

"Siapkan konferensi pers."

Suara asistennya langsung terdengar dari seberang. "Hari ini, Tuan?"

"Iya, hari ini."

"Asosiasi media besar?"

"Semua."

Aldi meliriknya.

Alexander melanjutkan. "Saya tidak ingin ada spekulasi lagi."

"Baik, Tuan Alexander."

Panggilan berakhir.

Tidak lama kemudian ponselnya kembali berdering.

Satu media, lalu media lain, kemudian stasiun televisi nasional. Nama Alexander Dirgantara terlalu besar untuk diabaikan. Apalagi setelah berita perkelahian itu viral sejak semalam.

Dalam waktu kurang dari satu jam... konferensi pers resmi akhirnya diumumkan. Dan kabar itu langsung menyebar ke mana-mana.

***

Sementara itu...

Di sebuah apartemen mewah kawasan Jakarta Selatan. Tirai kamar masih tertutup rapat, sinar matahari pagi hanya masuk sedikit dari celah jendela.

Di atas ranjang besar, Sabrina masih berada di bawah selimut tebal. Di sampingnya... Dion masih tertidur pulas dengan satu tangan melingkar di pinggangnya.

Bzztt... Bzztt... Bzztt...

Ponsel Sabrina terus bergetar tanpa henti.

Wanita itu mengernyit pelan. "Hmm..."

Dengan malas ia meraih ponselnya dari nakas. Awalnya Sabrina mengira itu hanya pesan biasa. Namun saat layar menyala... matanya langsung membesar.

"Eh?"

Ratusan notifikasi memenuhi layar, komentar, pesan. Tag media sosial, berita. Nama dirinya bahkan sedang menjadi trending topic.

Sabrina langsung duduk. "Apa?"

Jantungnya berdetak lebih cepat saat membuka salah satu artikel. Kemudian artikel kedua, ketiga, keempat. Dan perlahan, senyum muncul di wajahnya.

"Ya ampun..."

Semakin banyak ia membaca, semakin lebar senyumnya. Menurut publik... Alexander berkelahi karena perempuan lain. Alexander adalah pihak yang berselingkuh. Sedangkan dirinya? Dirinya terlihat seperti istri yang tersakiti. Korban... wanita yang dikhianati.

Sabrina bahkan nyaris tertawa. "Ini..." Matanya berbinar. "Ini sempurna."

Tanpa berpikir panjang, ia langsung mengguncang bahu pria di sampingnya.

"Dion!"

"Hmm..."

"Dion bangun!"

Pria itu mengerang pelan. "Apa sih..."

"Dion!"

Dion akhirnya membuka mata. "Ada apa?"

Sabrina langsung menyodorkan layar ponselnya dengan wajah penuh kegembiraan.

"Lihat ini!"

Dion masih setengah sadar, namun beberapa detik kemudian matanya mulai fokus membaca berita yang ditunjukkan Sabrina. Ekspresinya berubah, lalu tersenyum tipis.

"Wow."

Sabrina langsung memeluk lengannya. "Mereka pikir Alexander yang selingkuh!"

Dion tertawa kecil. "Keberuntungan lagi berpihak sama kita."

Sabrina mengangguk cepat. "Semua orang sekarang membela aku."

Wanita itu bahkan terlihat jauh lebih bahagia dibanding beberapa hari terakhir. "Kalau begini terus..." bisiknya. Proses perceraian akan jauh lebih mudah."

Dion memeluk pinggangnya. "Dan reputasi Alexander akan hancur."

Sabrina tersenyum puas, ia merasa menang. Namun... baik Sabrina maupun Dion tidak mengetahui satu hal.

Bahwa di tempat lain, Alexander dan Aldi sudah berada di dalam mobil yang sama. Menuju lokasi konferensi pers dan begitu konferensi itu dimulai. Narasi yang selama ini menguntungkan Sabrina bisa saja berubah total. Karena kali ini... Alexander tidak berniat diam lagi.

1
Ifana
Alexander emang terlalu buru² sih tunangan ma dara, knp gk nyelesain proses perceraiannya ma Sabrina dlu
Ifana
lah gk sadar diri, knp jd situ yg merasa tersakiti pdhl dia jg yg selingkuh 🙄
It's me Sky: astaga kakak😄
total 1 replies
Dewi Andayani
Aishhhh Thor...koq dikit amat up nya??🤭🤭🤭
It's me Sky: Maaf kakak, hari ini aku ada acara perpisahan jadi belum bisa update lagi... besok deh insyaallah aku double😄🙏
total 1 replies
Dewi Andayani
Seru bgt ceritanya..loph this novel dan semoga happy ending ya Thor👍🥰
It's me Sky: Semoga ya ka...hheee
mkasih banyak loh dah mau mampir😍
total 1 replies
Dewi Andayani
Wow makin seru....mantap Thor...ditunggu crazy up nya, Thor💪👍🙏
It's me Sky: di tunggu ya kakak😍
total 1 replies
Amoera
kerenn, asli seru banget thor😍
NN
seru cerita x lanjut
It's me Sky: nanti ya ka, author masih sibuk yang lain... terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
Rian Moontero
lanjuuutt👍👍
It's me Sky: siap ka
total 1 replies
Arditya
gemes banget sama Alexander ngeselin🤣
Amoera
Aaaa... ini Alexander kereennn😍
Amoera
kerenn banget thoor
Amoera
Top banget dara😍
Amoera
Aldi kerenn banget😍
Amoera
Aldi kerenn banget😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!