Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.
Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.
Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.
Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.
Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.
Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.
Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG EP 25
"Gue bangun dan Alletta sama Eline udah nggak ada hikss" Ucap Aza sembari menangis, Gavin memeluk Aza.
"Udah tenang dulu" Ucap Gavin lembut.
"Kalo Al kenapa-napa gimana? cuma Al yang gue punya" Ucap Aza menangis dipelukan Gavin. hati Gavin serasa dicubit saat mendengar perkataan Aza.
"Al nggak bakalan kenapa-napa" Gavin mengelus punggung Aza.
"Cari" Ucap Malvin dingin, ia mencari kesamping dan mengernyitkan dahinya. ia melihat ada selimut yang menutupi sesuatu. Malvin mendekat dan menyibakkan selimutnya.
Malvin terkejut sekaligus lega. ia merapikan anak rambut Alletta yang menutupi wajahnya.
"Ketemu" Ucap Malvin tersenyum melihat wajah Alletta yang terlihat lucu. Aza melepaskan pelukannya dan mendekat kearah Malvin. Aza bernafas lega dan mengusap sisa air matanya. yang lainpun ikut bernafas lega ketika melihat Eline dan Alletta yang tertidur pulas disamping tenda.
"Enggh" Alletta menggeliat saat Malvin merapikan rambut belakangnya. posisi Malvin tepat diatas Alletta. ia mengerjabkan matanya dan terkejut melihat Malvin yang ada didepannya.
"Ngapain lo didepan gue?" Tanya Alletta dengan suara serak khas bangun tidur. Aza mendekat sembari berkacak pinggang.
"Lo itu ya! tau nggak gue panik nyariin lo berdua. eh taunya tidur disini" Omel Aza pada Alletta. sontak Alletta mengalihkan atensinya.
"Lo habis nangis?" Alletta terkejut saat melihat mata sembab Aza. reflek Alletta bangkit dan menabrak dada bidang Malvin.
"Aduh" Adu Allettta mengusap keningnya. ia menatap tajam Malvin yang tengah tertawa melihat dirinya.
"Mangkannya, lain kali kalo mau bangun itu dilihat dulu" Ucap Malvin mengacak gemas rambut Alletta. Alletta mengerucutkan bibirnya, ya mana ia tau jika Malvin masih diatas tubuhnya.
"Ekhem. gue lagi ngomel ini lo!" Ucap Aza yang kesal karna diabaikan. tapi ia juga senang karna Alletta mulai membuka dirinya didepan teman-temannya. sedangkan yang lain menganga melihat Malvin tertawa. mereka baru melihat Malvin tertawa.
Sedari kecil Malvin memang sudah dingin ia tak pernah tertawa. ini pertama kalinya Malvin menunjukkan tawanya.
"Demi apa, Malvin ketawa?" Tanya Azka heboh.
"Wah habis Gavin dan Kennath yang mencair, sekarang gantian Malvin yang cair" Ucap Arsha, Kennath dan Gavin menatap tajam Arsha. enak saja dibilang mencair, dikira es apa?!.
"Lo kira gue es" Ucap Kennath menoyor kepala Arsha. Arsha meringis dan menggerutu tak jelas.
"Minggir" Alletta mendorong Malvin menjauh. ia melihat kesamping dan terlihat Eline yang masih tertidur pulas. ia sama sekali tak terganggu dengan kebisingan yang ada disekitarnya.
Beginilah Eline, jika perasaannya sedang kalut. ia akan banyak tidur. Azka menatap lekat wajah Eline. Azka merasa bersalah, akhir-akhir ini ia terlalu fokus memikirkan Lily. padahal Eline tengah mempunyai banyak masalah. itu yang dirinya lihat dari Eline.
Azka mendekat dan menggendong tubuh Eline.
"Heh! lo itu sukanya sama Lily atau Eline? ntar kalo Lily liat, ngambek mampus lu" Ucap Arsha memperingati, Azka mendengus sebal.
"Gue sukanya sama Lily, lo kan tau kalo Eline udah gue anggep kayak adek gue sendiri" Ujar Azka meletakkan tubuh Eline didalam tenda, dengan cekatan Azka menyelimuti tubuh Eline. mereka menghela nafas berat.
"Tapi perhatian lo itu buat orang salah faham Az" Ucap Sofa memberi pengertian. ia tau jika Azka dan Eline bersahabat sedari kecil. tapi perhatian Azka itu sudah seperti seorang kekasih. Sofa takut jika Eline menyukai Azka yang sudah memiliki pacar.
"Emang iya ya?" Tanya Azka penasaran, menurutnya yang ia lakukan itu wajar. Sofa menatap Azka dengan perasaan dongkol.
"Iya Az, lo juga sekarang punya pacar. jadi jaga perasaannya, gue tau lo sayang Eline sebagai adik. tapi yang namanya perempuan pasti cemburulah" Sungut Azka yang geram dengan Azka. Azka berpikir dan menganggukkan kepalanya.
"Iya iya, gue bakalan jaga perhatian gue buat Eline" Ucap Azka menurut. mereka mengangguk dan menambil peralatan mandinya. mumpung masih pagi, jadi mandinya tak perlu berdesakan.
Lily tersenyum memdengar perkataan Azka. Lily terbangun saat memdengar teriakkan Aza. lily ingin keluar tapi tak jadi, ia memilih untuk memdengarkan saja.
Tak lama para murid dan guru juga bangun dan membersihkan dirinya. jadwal hari ini free, alias para guru memberikan kebebasan para murid untuk melakukan apa yang mereka suka.
Alletta dkk menaiki sampan yang ada didanau. mereka bercanda gurau dan tertawa jika ada hal yang menurut mereka lucu. Alletta hanya menyimak, Elinepun sesekali tersenyum. Bianca dkk menghampiri sampan Alletta dkk. Bianca tersenyum sinis kearah Alletta. Alletta hanya menatap tajam Bianca.
"Ohh, habis ngerebut punya orang. masih punya muka buat ketawa" Ucap Monika sinis, Aza menatap Monika jengah. ia tau jika yang Monika maksud itu adalah dirinya.
"Wohoo, udah jadi mantan aja ngaku-ngaku kalo masih miliknya" Sindir Aza balik. Monika yang kesal mendekatkan sampannya dan menjambak rambut Aza. Aza menjabak rambut Monika balik. tau kan? jika aset penting Aza itu adalah rambutnya.
Shilla juga menjambak rambut Stepanie. ia marah karna akhir-akhir ini Arsha dan Stepanie dekat. Stepanie tak terima dan menjambak rambut Shilla kencang. Bianca menatap nyalang Alletta. Bianca maju hendak menjambak rambut Alletta. Alletta yang sudah mengertipun mengelak alhasil Bianca tercebut membuat sampan yang mereka gunakan terbalik.
Mereka tercebur bersamaan. para murid yang ada disana sontak heboh. mereka mendekat ingin menolong tapi tak berani, pasalnya posisi Alletta dkk dan Bianca dkk ditengah-tengah danau. Malvin dkk mengerutkan keningnya saat melihat para murid yang berkumpul di pinggir danau.
Mereka mendekat dan membelalakkan matanya. mereka kompak berenang mendekat kearah Alletta dkk.
Stepanie, Lily, Kayla, Monika mencebulkan kepalnya. mereka bisa berenang sedangkan yang lain masih didalam. Aza, Sofa dan Eline tidak bisa berenang. Sofa memiliki trauma besar terhadap air, Aza memiliki trauma karna pernah tenggelam di kolam renangnya begitu juga dengan Eline.
Alletta mengaet tangan Sofa. Alletta beralih pada Aza dan Eline. ia juga menarik tangan keduanya. Alletta sedikit kesusahan karna membawa tiga orang sekaligus. tak lama Kennath datang dan mengambil alih tubuh Sofa. Fyi, Kennath memang perenang yang handal. diantara keempat temannya ia yang paling cepat berenang mengalahkan Malvin.
Alletta berenang untuk memunculkan kepalanya. tapi Bianca menghalang dan menendang tangan Alletta. Eline dan Aza terlepas dari genggaman tangan Alletta. Alletta hendak meraih keduanya, tapi Bianca menusukkan pisau yang ia bawa di lengan Alletta.
Alletta refleks memegang lengannya yang mengeluarkan darah. Bianca menggoreskan pisaunya di pelipis Alletta. sontak warna air yang semulanya biru pudar itu berubah menjadi merah karna darah Alletta. Alletta menatap nyalang Bianca dan menendang Bianca dengan brutal. Bianca langsung naik keatas saat ia mulai kehabisan nafas. Azka sampai dan langsung menarik Lily yang tampak kewalahan begitu juga dengan Arsha yang menarik Stepanie.
Alletta kembali menyelam dan menarik tangan Aza. ia hendak menyelam lebih dalam untuk menarik Eline. tapi ia terhenti saat tubuh Aza ditarik seseorang. ia melihat Gavin yang naik keatas sembari membawa tubuh Aza yang sudah tak sadarkan diri. Alletta kembali menyelam untuk menarik Eline.
Alletta panik saat melihat Eline yang didasar danau dan tak sadarkan diri. ia tau jika Eline tak pandai berenang dan memiliki trauma. Alletta segera menarik tangan Eline. Alletta dapat merasakan tangan Eline yang mulai dingin. Alletta semakin mempercepat berenangnya untuk menyelamatkan Eline.
Kennath terus melakukan CPR pada Sofa dan sesekali ia memberikan nafas buatan.
Resusitasi jantung paru-paru atau CPR adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali dengan melakukan beberapa teknik pemijatan atau penekanan pada dada.
"Sof, please bangun" Ucap Kennath khawatir. ia kembali melakukan CPR. Gavin sampai dan langsung menggendong tubuh Aza yang tak sadarkan diri. Gavin juga melakukan CPR pada Aza.
Sofa bangun dan terbatuk-batuk. Kennath langsung memeluk tubuh Sofa. Sofa membalas pelukan Kennath sembari menangis. tubuhnya pun bergetar hebat saat memori tentang traumanya kembali berputar dalam ingatannya.
"Za, bangun sayang" Ucap Gavin bergetar, sungguh ia sangat ingin menangis melihat Aza yang tak berdaya. Gavin terus melakukan CPR pada Aza dan memberi nafas buatan untuk Aza. Aza terbatuk-batuk dan langsung memeluk tubuh Gavin. Gavin membalas pelukan itu sembari meneteskan air matanya.
Malvin menarik tangan Alletta. Alletta melepaskan dan menunjuk Eline yang sudah tak sadarkan diri. Malvin menarik tangan Alletta dan membawanya naik kedaratan. Allettapun hanya pasrah, lagian tenaganya juga sudah habis untuk berenang kedasar laut yang dalamnya juga bukan main-main.
Ketiganya sampai dan Malvin menggendong tubuh Eline yang dingin dan bibir Eline yang berubah pucat. Azka sontak menatap Eline dan mendekat kearahnya. Malvin meletakkan tubuh Eline ditanah.
Alletta mendekat dan melakukan CPR Eline saat melihat Aza yang sudah sadar. Alletta terus melakukan CPR. matanya pun sudah berkaca-kaca, pasalnya denyut jantung Eline sudah tak berdetak. Alletta memegang pergelangan tangan Eline yang terasa dingin. tangis Alletta pecah saat ia kembali tak menemukan jantung Eline yang berdetak.
Sontak tangissan Alletta menarik seluruh atensi orang yang ada disana. Alletta terus melakukan CPR pada Eline.
"Plis Line, bangun!" Ucap Alletta lirih.
"GUE TAU LO KUAT JANGAN KAYAK GINI NGGAK LUCU LINE!!!"
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.