NovelToon NovelToon
Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: oniya

Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.

Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akankah Bucin

***

"Ya Tuhan, tidak bisakah kau berikan alu ujian yang lebih berat dari ini." Teriak Miya yang kini sudah sangat kelelahan.

Duaaar!

Suara petir serta hujan membuat Miya berlari sambil menutup kedua telinganya.

"Maafkan aku Tuhan, aku hanya bercanda. Tolong jangan dengarkan ucapanku tadi. Putriku sudah sembuh, buatlah kami hidup bahagia, aku mohon." Batin Miya sambil terus berlari menembus hujan yang begitu lebat. "Nenek, Miya kedinginana Nek." Hanya nenek yang Miya punya. Hingga hanya neneklah yang akan selalu dia ingat. Tidak ada ibu apalagi Ayah. Untuk itulah Miya sangat ingin memberikan putrinya keluarga yang lengkap. Karena dia merasakan bagaimana sakitnya tidak punya orangtua.

Ckiitt!

Suara mobil yang berhenti didepan Miya, hampir saja menabrak Miya. Tak tertabrak, tapi Miya yang sudah begitu lemah, jatuh sendiri karena kaget.

"Aw, lututku sakit sekali." Pekik dan ringisan Miya, kala lututnya tergores aspal lalu disiram air hujan membuatnya merasakan perih.

"Apa yang kau lakukan disini. Cepat berdirilah." Bantak Alvin lalu mengulurkan salah satu tangannya untuk membantu Miya berdiri. Miya menatap pria tampan yang kini memayunginya.

"Pria tampan ini, sebenarnya apa yang dia inginkan dariku. Kenapa dia berbuat jahat sekaligus baik kepadaku." Batin Miya ragu untuk menyambut uluran tangan dari Alvin. Ini pertama kalinya seorang pria menolong dirinya. Tidak, Alvin adalah orang kedua yang mengulurkan tangannya untuk membantu Miya. Dulu, juga ada pria yang selalu mebantu miya saat di SMA. Tapi, entah kenapa Miya merasa bahwa mereka adalah orang yang sama.

"Apalagi yang kau pikirkan. Apa kau ingin mati kedinginan disini!" Bentak Alvin menyadarkan Miya sari lamunannya.

"Sangat tidak mungkin, mereka adalah dua orang yang berbeda. Di SMA sangat lembut dan perhatian. Kalau yang ini, sangat angkuh, arogan, dan sering emosi. Sangatlah berbeda." Batin Miya lalu menerima uluran tangan Alvin.

"Aw!" Pekik Miya kala tak bisa berdiri karena lututnya terasa nyeri.

Alvin yang tak sabaran, langsung membuang payungnya kesembarang arah. Lalu berjongkok dan langsung mengangkat tubuh Miya menggendongnya hingga meletakkan Miya di belakang kemudi.

"Ini handuk, Tuan. Tuan basah," ucap Sekretaris Haven memberikan sebuah handuk yang entah darimana dia dapatkan. Tapi, satu yang pasti. Apapun yang tuannya butuhkan selalu ada secara misterius pada dirinya. Sepertinya, perhitungannya begitu tepat.

Alvin menerima handuk itu, lalu memberikannya pada Miya yang kini sudah menggigil kedinginan.

"Terima kasih banyak, Tuan." Jawab Miya sambil terus menggigil.

Beberapa menit kemudian.

"Kita sudah sampai, Tuan." Ucap Sekretaris Haven.

"Sssst, dia sedang tidur." Bisik Alvin. Sekretaris Haven pun mengangguk mengerti.

Perlahan, Alvin mengangkat tubuh Miya dan membawanya ke kamar mewah miliknya. Tanpa ragu, dia melepaskan satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Miya.

"Tuan mau apa!?" Teriak Miya langsung beringsut menyingkir dari Alvin.

"Apalagi, tentu saja untuk mengganti pakaianmu yang kini basah kuyup. Kau membuat ranjangku basah." Jawab Alvin santai sambil melipat kedua tangannya.

"Saya bisa sendiri, Tuan. Saya akan melakukannya sendiri." Ucap Miya segera merebut gaun polos berwarna putih yang ada di tangan Alvin.

"Baguslah kalau begitu," jawab Alvin membalikkan tubuhnya akan keluar dari kamarnya.

"Oh iya, ingat satu hal. Aku menolongmu hanya karena aku tidak ingin rugi. Kau tau berapa uang yang aku keluarkan untuk membelimu. Sebagai pebisnis yang handal, aku tidak suka yang namanya rugi. Jadi, jangan berpikiran bahwa aku menolongmu karena hal lain, apapun itu." Tegas Alvin membuat Miya mengangguk walaupun tidak mengerti.

1
myscleoo
Lumayan
myscleoo
Biasa
Surati
bagus
Bahari Sandra Puspita
waow, luar biasa kak..
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???

oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
Eva Nietha✌🏻
Uhuy
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nama geng nya kurang garang thor.. 🤭
Dyah Oktina
deh...lagi2 pria bereksek kasih lagi sesuatu d minuman nya...
Rahma Wati
cerita nya keren bagus 👍🏻👍🏻🥰
Nami chan
ceritanya seru bgt
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰
Nami chan
sodara brati alvin dan robber
Nami chan
knp bs ngrekam audio pas itu
Nami chan
knp dl setelah tau tanda lahir robert jg akhirnya pergi setelah nolong 3th
Nami chan
pas waktu diperiksa kelvin kok blm ketauan hamil ya
Nami chan
spy, punya misi tertentu
Nami chan
gmn ga bingung ya miya 🤣
Nami chan
robbert pasti
Nami chan
ahh seruu
Nami chan
eh anjay aku ngakak 🤣
Nami chan
tnyata anan tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!