Lelaki Ambisius!!! karena mendengar dari beberapa orang yang mengatakan bahwa sang papa bukanlah darah keturunan Hardiansyah dan seakan tak pantas menduduki tahta kepemimpinan di perusahaan Opa nya Kenan Hardiansyah membuat Birendra, lelaki dengan kejeniusan di atas rata-rata bermimpi membangun perusahaan nya sendiri, dia tak mau di remehkan.
Lelaki dengan berbagai sifat, dingin...galak....ramah... bahkan terkadang slegean, benar-benar darah sang papa Ferdi mengalir deras di setiap sendi di tubuhnya.
Bertemu dengan seorang gadis pilihan papanya, membuatnya terpaksa menikah di usianya yang cukup muda 19tahun.
"Aku sudah bisa di ajak bikin anak kok bang!! bahkan aku sudah lihat tutorial nya di YouTube!"
kata polos Arsyila yang tingkat kepandaian nya jauh di bawah Birendra.
@Romantis
@Remaja
@Komedi
@Kesedihan
"Apa??" Oh Tuhan, sepertinya rambut ku akan ber-uban lebih cepat!!" ucap Birendra sambil memijat pangkal hidung nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Eno dan Kalis
"Segini!" kata Eno sambil meletakkan tangan nya di depannya dan mengarah ke dada si mbaknya dengan gerakan seakan mau menanggupnya walaupun jarak nya tak terlalu dekat. Si mbak nya langsung mundur dua langkah karena kaget dengan apa yang di lakukan Eno.
plaaak......
"Awwwoww sakit Re!!" sentak Eno.
"Bego' sih!!! tuh si mbak nya sampai ketakutan!! maaf mbak... sepupu saya gak maksud seperti itu!" kata Rendra tidak enak, si mbak nya hanya tersenyum sambil mengangguk.
"Kan gue kan tau ukuran istri loe Re!!" kata Eno
"Loe kan bisa nanya gue!!!" kata Rendra mengecilkan suaranya.
"Emang loe udah tau ukuran nya?" tanya Eno
"Ya Taulah!!"
"Ngukurnya pake apa?" tanya Eno penasaran
"Pake tang.......!! berisik loe!!" kata Rendra terpotong ketika menyadari ada yang sedang memperhatikan mereka.
"Ehem...ehem....mbak...saya mau ukuran yang ini!" kata Rendra datar,sambil menunjuk ke arah b*ra seukuran sang istri!.
"Baik mas.....!''
Si mbak nya segera pergi dari hadapan mereka,dan menghampiri temannya.
"Aduuhhh sport jantung gue ngadepin mereka berdua!" kata si mbak yang sedang mengambil pesenan Rendra.
"Emang kenapa?" tanya temannya
"Ganteng-ganteng sih tapi tingkahnya absrud banget!!curiga gue! jangan-jangan beli ginian buat ceweknya,tapi ngaku buat istrinya hihihihi!"
"Iya.....iiihhh wajah bule tuhh yang satu! waahhh satunya gak kalah cakep!!" kata teman nya menimpali.
"Ah udah dulu ya dapet nih!"
Si mbak akhirnya memberikan pesenan Rendra dan mereka membayar di kasih, saat hendak keluar dari mall Rendra melihat Arsy bersama dengan teman nya. Arsy nampak hanya berdua dengan Kalis, salah satu sahabatnya, Rendra hanya memperhatikan istri nya dari jauh, melihat keceriaan dan senyuman Arsy, menambah semangat tersendiri buat Rendra, Eno mendadak ikutan berhenti dan mengalihkan pandangannya ke arah mana Rendra memandang.
"Cantik!" kata Rendra
"Berani loe muji istri gue!!!" sentak Rendra.
"Sampingnya yang cantik!" ucap Eno tanpa memandang ke arah Rendra yang tiba-tiba ketus.
"Ayo Re kita samperin istri loe!!" kata Eno
Di sisi Arsy mereka sedang berbincang tanpa menyadari Rendra dan Eno sedang berjalan menuju ke arah mereka.
"Baguskan pilihan aku tadi buat papa kamu?" tanya Arsy pada Kalis
"Bagus kok! papa pasti suka!" kata Kalis berbinar.
Namun baru beberapa langkah Kalis dan Arsy berjalan tiba-tiba harus berhenti begitu saja,dia memandang seseorang yang ada di hadapannya dengan wajah yang cukup datar.
"Kalis? apa kabar?"
tanya seorang wanita yang sedang bergelayut manja di lengan seorang lelaki, tatapan lelaki itu tertuju pada mata Kalis, tatapan yang penuh kerinduan,dia adalah mantan tunangan Kalis, yaitu Doni,yang sekarang menjadi tunangan dari sepupu dari pihak mamanya, Erin.
"Baik! permisi!" kata Kalis senormal mungkin, walaupun hatinya sangat sakit.
"Kami akan segera menikah! harap datang ya!2 bulan lagi!"
kata Erin menghentikan langkah Kalis, rasanya air matanya sudah hampir turun namun di tahan sedemikian rupa, tak pantas rasanya Kalis harus menangis lelaki yang tak mau memperjuangkan dirinya.bersamaan dengan itu Kalis dan Arsy melihat kedatangan Rendra dan Eno,hingga ide gila keluar dari otak Kalis.
"Sayang.....kok baru dateng!!!" rengeknya manja dan langsung berjalan menuju ke arah Eno, Arsy bingung dengan apa yang di lakukan Kalis, sedangkan Rendra tak ambil pusing,dia mendekati istri nya.
"Tolong aku bersandiwara, jadilah pacarku!"
bersambung.......