NovelToon NovelToon
Menantu Penguasa

Menantu Penguasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Miracle

Hito diperlakukan secara tidak adil oleh keluarga istrinya. Segala hal buruk ia dapatkan, tetapi pria itu tetap setia demi cintanya.

Namun, seiring berjalannya waktu. Hito semakin tidak dianggap. Secara terang-terangan sang istri berselingkuh dengan pria lain.

Hito direndahkan, dan dianggap pria sampah yang hanya menumpang. Namun, mereka semua tidak menyadari jika Hito, adalah seorang penguasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menantu Kesayangan

Xavera mengerjap. Pandangan matanya pertama kali melihat langit-langit kamar berwarna kuning dengan ukiran ditepiannya. Di atasnya juga terdapat lampu gantung yang digolongkan dalam barang mewah. Kemudian Xavera mengalihkan pandangan kedua matanya ke sekeliling tempat ia berada.

Ia terbaring di atas dipan empuk dengan seprai sutera sebagai alasnya. Kamar yang ia tempati juga bisa dibilang sangat mewah. Kamarnya saja kalah ketika masih dalam keadaan kaya.

"Apa aku diculik oleh Koh Alee?" gumam Xava. Karena hanya Koh Alee saja yang Xava kenal, dan menjadi musuh sebab telah menolak untuk menikah.

Pintu kamar dibuka. Dua orang pelayan wanita masuk ke dalam dengan membawa pakaian serta kotak perhiasan. Kedua pelayan itu berada di sisi kiri dan kanan seorang pria paruh baya.

"Selamat malam, Nona. Anda sudah bangun rupanya. Silakan Anda membersihkan diri dulu. Dua pelayan ini akan membantu Anda," ucap pria itu.

"An-anda siapa? Di mana saya? Kalian yang menculik saya, kan?" kata Xava.

Pria paruh baya itu tersenyum. "Jangan takut, Nona. Kami tidak bermaksud jahat. Saya Cody, kepala pelayan di rumah ini."

"Kenapa saya dibawa ke sini? Apa kamu suruhan Koh Alee?"

Lagi-lagi Cody tersenyum. "Bukan, Nona. Segeralah bersihkan diri. Tuan besar sedang menunggu Anda untuk makan malam."

Cody berjalan keluar dari kamar sebelum Xavera kembali menanyakan berbagai pertanyaan kepadanya.

"Nona, mari kami bantu," ucap dua pelayan itu.

"Sebentar ... aku masih tidak mengerti ini."

"Nanti Nona juga akan mengerti," ucap dua pelayan wanita itu dengan memegang masing-masing lengan Xava, lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

...****************...

"Bagaimana menantuku?" tanya Hutomo.

"Dia sudah bangun dan sedang bersiap," jawab Cody.

"Apa foto Hito sudah kamu sembunyikan?"

"Sudah, Tuan."

Hutomo menghela napas panjang. "Anak itu! Sampai kapan dia akan menyembunyikan identitasnya? Apa dia tidak suka namaku yang berada di nama belakangnya?"

"Bukan begitu, Tuan. Bukankah tadi Tuan dengar sendiri alasan dari tuan muda Hito?"

Hutomo mengingat kejadian saat Hito datang bersama James di saat Xavera belum sadar dari obat bius.

"Papa apa-apaan, sih? Masa menantu sendiri diculik. Nanti akan ada saatnya Xavera dibawa ke rumah ini," kata Hito kesal.

Hito tahu dari rekaman CCTV jika anak buah Hutomo yang menculik istrinya. Terlihat dari plat mobil yang digunakan serta jas yang dipakai oleh penculik punya lambang khusus, yaitu naga putih.

"Papamu ini sudah tua. Ingin melihat menantunya," jawab Hutomo.

"Papa sabar dulu. Sekarang keadaan lagi gawat. Ada musuh yang ingin menghancurkan diriku. Aku tidak mau sampai mereka tahu jika Xavera, adalah menantu dari keluarga ini."

"Kapan kamu akan memberikanku cucu?"

"Apa dengan cucu akan membuatmu bahagia?" tanya Hito.

"Tentu saja. Aku kesepian di sini. Hanya ada Cody, dan pelayan saja. Aku rindu suara tangis dan tawa seorang anak kecil."

"Papa tenang saja. Dalam bulan ini akan ada kabar baik. Sekarang ... sembunyikan identitasku dulu. Papa bantulah aku ini," ucap Hito.

"Waktumu satu bulan untuk memberikanku cucu."

Hutomo mengembuskan napas gusar setelah mengingat percakapan dirinya dengan Hito tadi sore. Ia harus bersabar sampai putranya sendiri yang memperkenalkan Xavera secara resmi.

Xavera sudah dirias secantik mungkin. Ia mengenakan gaun yang diketahui itu dari perancang busana ternama. Perhiasan yang melekat di leher, serta telinganya juga barang-barang yang mahal.

"Silakan, Nona," ucap pelayan yang mempersilakan Xava duduk di sofa. "Sebentar lagi tuan besar akan menemui, Nona."

"Siapa tuan besar kalian?" tanya Xava.

Pelayan itu tidak menjawab, dan malah langsung pergi. Suara derap langkah terdengar di telinga Xava. Wanita itu langsung berdiri, lalu menoleh pada pria tua yang menghampirinya.

Xavera membungkukkan sedikit tubuhnya saat Hutomo sudah berada di hadapannya. "Maaf, sebenarnya Tuan siapa?"

Hutomo tersenyum, "Jangan takut. Ayo duduk."

Xavera duduk di sofa, begitu juga dengan Hutomo. Keduanya saling berhadapan. Ketakutan Xavera perlahan menghilang ketika memandang wajah Hutomo nan teduh.

"Namaku Hutomo. Ayah dari pemilik perusahaan tempatmu bekerja."

Xava tersentak, "Tuan, apa saya berbuat salah?"

Hutomo tertawa, "Tentu tidak. Aku malah menyukaimu. Apa kamu mau menjadi menantuku?"

Xava tercengang, lalu sejurus kemudian dia sadar. "Maaf, Tuan. Saya sudah punya suami. Ini sudah malam. Pasti suami saya khawatir karena saya belum pulang."

"Suamimu tidak akan khawatir," kata Hutomo.

"Bagaimana Tuan tahu?"

"Suamimu memiliki nama yang sama seperti anakku, dan aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri. Tenang saja ... aku sudah memberitahu dia kalau kamu ada di sini. Lebih baik kita makan malam bersama. Sudah waktunya untuk makan," tutur Hutomo.

"Jadi, Tuan kenal dengan suami saya Hito," kata Xavera.

Jelas kenal karena dia anakku. "Tentu saja."

Xavera diajak makan malam bersama Hutomo. Hidangan yang disediakan bukan main-main. Sudah lama Xava tidak makan enak semenjak keluarganya jatuh miskin.

"Kamu harus banyak makan sayur dan juga seafood agar kamu cepat hamil," kata Hutomo.

Cody menepuk jidat karena Hutomo malah terang-terangan mengutarakan niatnya. Pria tua itu tidak sabar untuk segera mendapatkan cucu.

Wajah Xavera memerah. "Iya, Tuan."

"Cody, bawakan tiram untuk Hito dan juga daging sapi," kata Hutomo.

"Tidak perlu repot-repot, Tuan."

"Tidak apa-apa." Hutomo melirik kepala pelayannya lagi. "Bawakan buah, beberapa cemilan serta teh bunga untuk keluarga menantuku."

Cody pasrah. "Baik, Tuan."

"Anda baik sekali. Saya merasa tidak enak," kata Xavera.

"Kamu sudah kuanggap sebagai menantu. Datanglah kemari kalau kamu libur bekerja. Pria tua ini sangat kesepian."

Xavera mengangguk, "Saya janji akan datang kembali."

...****************...

Xavera melambaikan tangan kepada Hutomo saat ia masuk ke dalam mobil. Acara makan malam selesai, dan Xavera diantar oleh sopir beserta satu orang pengawal.

Hutomo menatap kepergian menantunya dengan rasa bahagia. Akhirnya ia bisa juga menghabiskan waktu bersama menantunya itu meski harus melalui drama penculikan. Jika tidak begitu, entah kapan Hito akan mempertemukan keduanya.

Di dalam mobil Xava merasa ia sangat heran akan sikap yang ditunjukan Hutomo. Rasanya pria itu sudah mengenal dirinya dan juga Hito. Rasanya tidak mungkin seorang bawahan bisa akrab dengan anak serta ayah dari pemimpin besar hanya karena nama mereka yang mirip.

"Aku harus menanyakan ini kepada Hito. Dari kemarin malah tidak sempat," gumam Xavera.

Mobil sampai di kediaman Xavera tinggal. Hito yang memang menunggu istrinya pulang, segera membuka pintu mobil.

"Xavera, kenapa lama sekali pulangnya?"

"Ada yang ingin aku tanyakan padamu."

"Tentang apa?" tanya Hito.

"Di mana orangtuamu? Kita belum membahas ini."

Hito terkesiap, "Nanti aku beritahu. Sekarang kita masuk dulu, dan bawa barang-barang yang telah tuan Hutomo berikan."

Bersambung.

1
Edi Sulaiman
Gol...!"
Edi Sulaiman
Songgong baru mndpt kerjaan, itu si Hito yg kasih gawean...nyaho!"
Edi Sulaiman
nmpknya mulai berkembang nich ceritanya apapun itu kami harap ceritsnya jgn habis menggantung tanpa kesudahan ya. thor! "
Edi Sulaiman
mc jgn lemah karena wanita jalang, ceraikan aja Velia..
Edi Sulaiman
jangan lebay tinggalkan aJa istri yg gk ngehargai suami.
Edi Sulaiman
Hito yu laki jgn bodoh tinggalkan tuh istrimu, racuni secara perlahan tuh seisi rumah...biar nyaho.!"
JokHend
mampuuuusss....
JokHend
mantabbbb.... tegas.. ga spt mc mc di novel lain yg terlalu tolol dg kekayaan yg sudah dimilikinya, selalu dihina dan dilecehkan
Annisa
ngampus emang enak jadi miskin??😝😜😛😒/Chuckle//Chuckle/
LENY
JAMES LUCU JUGA REZEKI MASA DITOLAK DIPELUK ISTRI BOSS😂😂. ZAYA DAN SUAMI SDH SADAR GAK JULID LAGI. AKHIR YG BAHAGIA GOOD AUTHOR👍👍
LENY
UNTUNG CELINE BIJAKSANA DAN GAK TAMAK HARTA JG GAK JAHAT. DIA INGIN ANAKNYA HIDUP NORMAL DAN SBG PENGUSAHA YG BERSIH NNT. HEBAT CELINE👍👍
LENY
DUH UNTUNG HITO MSH SELAMAT YE CHEEN CURANG SIH. KALAH YE CHEEN TAPI HITO JG TERLUKA PARAH.
LENY
syukurlah James menang MUWON SI IBLIS MATI 😂👍👍
LENY
DASAR IBLIS KAMU YE CHEN DUH VELIA RASAKAN BERKOMPLOT SAMA PENJAHAT KASIHAN HITO DIFITNAH PADAHAL HITO MSH BAIK SAMA VELIA. DIBANDING YE CHEN DAN MUWON SI BAJINGAN😡
LENY
NY LEE TUNGGU SJA YE CHEN & MUEON MENGHABISI KAMU DASAR BODOH.
LENY
DASAR GOBLOK NY. LEE YG ADA DIPIRANNYA CUMA SEX DAN TIDUR SAMA MUWON SI BAJINGAN😡
LENY
NY LEE GOBLOK GAMPANG DIADU DOMBA MUWON. DUH BIASA LAKI2 YG PUNTA SELIR INI PEREMPUAN.
LENY
NY. LEE PEREMPUAN MARUK SERAKAH DAN WANITA JALANG MURAHAN IH JIJIK LIHATNYA🤮
LENY
TERNYATA WANITA JALANG SDH TUA LAGI JIJIK🤮
LENY
YG IBLIS ITU KAMU JENI DAN ANAKMU JUAN KENA KARMA SYUKURLAH SDH MATI KL MSH HIDUP AKAN SELALU BERBUAT JAHAT HATINYA BUSUK IRI DENGKI.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!