Felisha di tinggal oleh suaminya karena tak bisa memberikan keturunan, Felisha di tuduh mandul...
malam itu malam yang menjadikan kehidupan nya berubah 180% dia bertemu lelaki dan tidur bersama dalam keadaan mabuk...
Felisha di nyatakan hamil, bagaimana tanggapan Rey,lelaki yang menghamili Felisha sedangkan dia sedang menunggu kepulangan kekasihnya dari Paris
apakah Rey mau bertanggung jawab??
baca cerita lengkap nya di novelku yang berjudul broken heart...
tinggalkan jejak dan Vote nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana Clara
pagi ini Felisha bangun dengan sedikit kesusahan karena perut besar nya,,kalau sudah seperti ini dia teringat dengan Rey yang sering membantu nya...
" tidak,,aku tidak boleh cengeng,,ini anak ku,aku harus bisa terbiasa mandiri" ucap Felisha
Felisha bangkit,hari ini dia ingin masak tetapi semua persediaan makanan tidak ada karena dia belum sempat belanja,kemarin Felisha memesan makanan online,tetapi dia berpikir jika terus menerus memesan makanan tabungan nya bisa habis, Felisha memutuskan untuk ke luar hari ini,dengan memakai masker Felisha keluar rumah membawa perut besarnya....
Felisha masuk kesebuah mini market memilih beberapa sayuran dan daging untuk di masak,,
" Feli..." pekik seseorang
" siall...ada yang mengenaliku, padahal sudah memakai masker" Batin nya
Felisha mengarah ke sumber suara
" Dinda" gumam Feli merasa lega karena sahabat nya ini yang mengenalinya
Dinda mendekat pada Feli dan memeluk nya,
" kemana aja Lo,gue udah berkali-kali hubungin tapi nggak aktif" cerocos Dinda
" gue....pulang kerumah lama" jawab Felisha pelan
" kenapa??? lo berantem sama Rey?" tanya Dinda
" nggak,,cuma lagi kangen rumah" elak Feli
" jangan bilang Lo kangen si Tama,dia sekarang udah dapat karma nya Fel,," ucap Dinda ceplos
" karma apa Din?" tanya Feli penasaran
" Ternyata bukan Lo yang mandul,tapi dia,saat ini Tama sedang di rawat di rumah sakit karena dia celakai oleh Tari istri muda nya.." jelas Dinda
" ya jelas lah gue nggak mandul, jelas-jelas perut gue sebesar ini..."tunjuk Feli pada perut besar nya
" kapan Lo melahirkan?"
" dua minggu lagi, kasihan ya Tama..semoga dia bisa dapat perempuan yang baik pengganti Tari"
" kenapa juga masih kasihan sama lelaki seperti itu,sudah sepantasnya dia mendapatkan nya" ucap Dinda sedikit kesal dengan sahabat nya ini
dua perempuan cantik ini segera menyelesaikan acara belanjanya,,dan segera pulang...
" yakin Lo nggak mau ikut ke apartemen gue?" tanya Dinda saat mengantar kan Feli pulang
" nggak gue di sini aja,,Nanti gue hubungi Lo dengan nomer baru" jawab Feli
" kalau ada apa-apa segera hubungi gue Fel,,gue pulang dulu" pamit Dinda
Di sisi lain Clara sedang menjenguk Tama
" gue nggak bisa buat Rey kembali sama gue Tam" ucap Clara lesu
" kenapa?" tanya Tama yang masih mengharapkan Felisha kembali pada nya
" Rey mengakui kalau dia sudah mencintai Felisha"
" Ra...coba sekali lagi" pinta Tama
" jika Felisha masih berada di dekat Rey akan sulit,aku yakin Felisha juga sudah mencintai Rey,,kamu yang bodoh sudah melepaskan Felisha demi wanita iblis seperti istrimu itu" ejek Clara
" aku tidak tau kalau Tari menjebak ku,,aku juga tak berpikir kalau Felisha lebih memilih bercerai dari pada di madu" sesal Tama
" kapan kau akan keluar dari sini?" tanya Clara
" besok siang setelah dokter memastikan jahitan di kepala ku ini kering,kenapa?"
" aku punya rencana,,kita culik saja Felisha dan kau bawa sejauh mungkin,jangan di kota ini lagi....kau paksa dia untuk menikah lagi dengan mu,, setelah anak itu lahir,berikan pada ku,biar aku dan Rey yang mengurus nya,tetapi buat seolah-olah kalau Felisha yang tak menginginkan anak itu agar Rey membenci nya" jelas Clara
"bukan kan itu sama saja menyiksa Felisha berjauhan dengan anak nya?" ucap Tama
" bodoh..kau lelaki bodoh yang pernah ku temui,wajar saja kau bisa di per bodoh oleh istri iblis mu itu" ejek Clara lagi
" jangan sembarangan bicara,jika aku bodoh tak kan bisa menjadi seorang CEO" kesal Tama
"kalau anak itu terus bersama kalian malah membuat Felisha tak kan bisa mencintaimu,karena selalu mengingat Rey dalam bayangan anak itu" tekan Clara menjelaskan
Tama tampak berpikir sejenak,,benar dengan apa yang di katakan Clara, sia-sia saja dia kembali pada Felisha jika hanya tubuh nya saja berada di tangan nya sedangkan hatinya untuk Rey,jadi lebih baik dia menghilang kan semua yang berhubungan dengan Rey pada Felisha
Dinda menutup mulutnya tak percaya dengan rencana Tama, setelah mengantar Feli Dinda ingin menjenguk Tama karena juga merasa sedikit kasihan tetapi malah mendengar kalau Sahabat nya akan di celakai...
Dinda segera pergi meninggalkan rumah sakit untuk menemui Dinda...