NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:651.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEDIHAN YANG MENDALAM

Ruangan ini sangat pengap, asap rokok menyebar di segala sudut. Beberapa lelaki bertubuh kekar berdiri mengelilingi sebuah kursi yang ada tepat dibawah sinar lampu satu-satunya di ruangan itu. Seorang laki-laki duduk terikat diatas kursi itu. Wajahnya lebam dan bibirnya mengeluarkan darah. Tampak ia sedang menahan kesakitan yang luar biasa. Namun ia hanya bisa pasrah. Jumlah laki-laki yang menghajarnya lebih banyak daripada kekuatannya. Melawan mereka seperti menggali lubang kematian sendiri.

"Kau tidak bisa berlari terus menerus Shandy. Cepat bayar sisa hutangmu!" Bentak seorang yang sepertinya adalah ketua gerombolan itu.

"Berikan aku sedikit waktu lagi" jawab Shandy.

"Aku tak punya banyak waktu. Berikan uangnya atau kau beri ginjal terakhirmu itu"

Ketua gerombolan itu lantas pergi diikuti anggotanya yang lain. Salah seorang dari mereka melepaskan tali ikatan Shandy dan seketika itu ia langsung terjerembab ke lantai. Badannya sangat lemas. Ia teringat akan janjinya kepada Shanju. Ia pun lantas mencari jaketnya dan mengambil ponsel di saku kanan. Dengan segera ia menelepon Kinan.

"Halo"

"Aku tak bisa pulang malam ini, sampaikan permintaan maaf ku kepada Shanju"

"Oh, kau tak perlu kerumah lagi. Bukankah sudah seminggu kau disini? pergilah!"

"Kinan.. ijinkan aku untuk berpamitan dengan anakku sekali saja. Setelah itu aku akan menghilang dari kehidupanmu selama-lamanya"

Belum ada jawaban. Hanya terdengar irama nafas Kinan yang teratur.

"Baiklah! Kalau begitu besok kau jemput Shanju pulang sekolah"

"Terima kasih. Kau memang wanita yang baik walau tak begitu cantik"

"Haisss.. kau mau cari mati?"

Shandy tertawa lalu tiba-tiba batuk.

"Kau baik-baik saja? Apa kau sakit?" tanya Kinan setelah mendengar batuk Shandy.

"Tak apa, aku hanya sedang makan pedas" jawab Shandy berbohong. Ia menekan dadanya yang sakit karena ditendang berulang kali.

Telepon ditutup. Shandy mencoba berdiri. Lalu keluar ruangan itu dengan sempoyongan. Ia mencari toilet dan membersihkan semua lukanya disana.

...***...

Nuri melihat arloji mahal yang melilit di pergelangan tangan kirinya. Ia terlihat sedang menunggu seseorang. Cocktail dingin dihadapannya kini mulai berembun dan membasahi tatakan tissue dibawahnya. Launge malam ini sangat sepi. Hanya ada dua pengunjung, padahal jam menunjukkan pukul 9 malam. Waktu dimana banyak orang melepas penat sepulang bekerja.

Tiba-tiba seorang pria bertopi menghampiri Nuri. Pria bertubuh tambun itu tanpa basa basi menyiramkan minuman ke arah Nuri. Sontak Nuri berdiri dan nampak terkejut. Pria itu adalah Miki.

"Kau membuatku dipecat dari perusahaan itu. Kau harusnya yang bertanggung jawab atas semua ini"

"Miki, aku sudah berusaha membujuk Raditya untuk tidak memecatmu. Aku bahkan telah menyebarkan video Kinan. Tapi ia tak bergeming" Nuri berusaha untuk menenangkan Miki.

"Dasar wanita sialan! Kau menyuruhku untuk melecehkan seorang office girl, kau menjanjikanku untuk menjadi wakil direktur utama tapi apa yang sekarang kudapatkan? Aku kehilangan jabatanku!" ucap Miki sembari mencoba untuk menyerang Nuri.

Namun tiba-tiba dari arah belakang muncul Shandy yang dengan sigap menangkap tangan Miki. Tanpa banyak bicara ia pun melayangkan tinjunya ke wajah Miki. Miki jatuh mencium lantai.

"Kau tak seharusnya menyerang wanita" kata Shandy dengan santai. Nuri hanya terdiam terpaku.

Miki begitu panas mendengar ucapan Shandy, ia pun segera bangkit, ia mengambil sebuah botol wine dan mulai menyerang laki-laki itu. Mereka lalu berkelahi tanpa mempedulikan sekitar. Nuri berteriak minta tolong kepada sekuriti. Mereka pun berhasil dipisahkan oleh petugas keamanan dan bartender.

"Kau tak apa?" tanya Nuri kepada Shandy yang sedang duduk memegangi kepalanya. Darah segar lalu keluar di sela-sela rambutnya yang hitam.

"Aku yang harusnya bertanya seperti itu. Kau tak apa?" tanya Shandy. Nuri menggeleng pelan. Ia tertegun menatap Shandy yang terlihat seperti malaikat di depannya. Laki-laki itu babak belur tapi masih mengkhawatirkannya.

"Kepalamu berdarah, kita harus ke rumah sakit." ajak Nuri.

"Tidak..tidak..aku tak apa" jawab Shandy sambil mencoba untuk berdiri. Namun ketika ia mencoba untuk melangkah, tiba-tiba saja ia ambruk dan terjatuh tak sadarkan diri. Nuri panik. Ia pun meraih badan Shandy, meletakkannya di pangkuannya. Kepala Shandy berdarah cukup parah. Hingga rok yang dikenakan Nuri penuh dengan bercak merah.

"Tolong panggilkan Ambulance! Tolong cepatlah" teriak Nuri kepada orang-orang yang masih ada di dalam launge.

...***...

Raditya menghela nafas panjang. Ia sedang tak bisa berkonsentrasi meskipun ayah dan ibunya sedari tadi mengajaknya bicara. Pikirannya melayang memikirkan Kinan. Apakah wanita itu benar-benar ingin berpisah dengannya?

Radit membuka ponsel, tak ada pesan apapun dari Kinan. Kinan memang jarang sekali berkirim pesan atau meneleponnya, namun setidaknya sehari sekali ia mengucapkan selamat malam atau mengingatkannya untuk makan malam.

Apakah karena Shandy? Pikiran Radit mulai meracau. Apakah terjadi sesuatu diantara mereka? apakah masih ada rasa diantara keduanya. Radit menggeleng pelan, mencoba untuk mengusir pikiran buruk itu.

"Bulan depan tanggal 6, aku sudah membicarakannya dengan Bu Tina dan mereka setuju. Aku juga sudah menyewa Marriot hotel untuk acara resepsi. Semua sudah beres." terdengar celoteh Bu Merliana yang tiba-tiba masuk ke telinga Radit. Ia yang sedari tadi melamun entah kenapa tiba-tiba menangkap pembicaraan itu.

"Apa?" tanya Radit dengan nada meninggi.

Ayah dan Ibunya serentak menoleh kearahnya. Mereka tertegun dengan reaksi anaknya.

"Kupikir sedari tadi kau diam memikirkan pembicaraan ini Radit" jawab Pak Bastian.

"Setelah acara pertunangan kejutan kemarin, sekarang kalian merencanakan pernikahan tanpa seijin ku?"

"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya Raditya, Ibu akan melangsungkan pernikahanmu secepatnya" suara Bu Merliana tak kalah meninggi.

"Aku tidak mau" jawab Radit sembari bediri dan melangkah pergi.

"Apakah karena wanita murahan itu? Aku tak segan-segan untuk melenyapkannya jika kau masih menolak untuk menikahi Nuri" ancam Bu Merliana.

Raditya berhenti melangkah. Entah kenapa nada bicara ibunya terdengar sangat serius. Radit menoleh kearah ibunya.

"Ibu mengancamku?"

"Aku bersungguh-sungguh. Aku akan benar-benar melenyapkan wanita itu kalau kau membatalkan pernikahanmu. Kalau dulu aku hanya menghabisi kedainya, sekarang aku mungkin bisa menghabisi hidup wanita murahan itu"

"Merliana" sahut Pak Bastian. Ia nampaknya juga tak menyukai ancaman istrinya kali ini.

"Jadi ibu yang menyuruh orang untuk membakar kedai Kinan?" tanya Raditya tak percaya.

"Iya. Sebagai peringatan bahwa dia tak bisa mendekati keluarga ini"

"Apa-apaan kau ini Mer?" tanya Pak Bastian dengan nada meninggi.

Raditya terdiam. Badannya begitu lemas mendengar apa yang ibunya katakan. Ia tak menyangka Ibu nya sendiri mampu melakukan itu. Ia pun teringat kakaknya. Apakah Juliana dulu begitu frustasi hingga memutuskan untuk kabur?

"Ibu, tahukah ibu kenapa aku begitu mencintai Kinan?"

"Ibu tak mau tahu"

"Karena ia telah mengabdikan bertahun-tahun hidupnya untuk membesarkan anak yang tidak keluar dari rahimnya sendiri. Dan anak itu adalah cucu ibu." ucap Raditya dengan serak.

Pak Bastian dan Bu Merliana terhenyak.

"Apa maksudmu?" tanya Pak Bastian.

"Anaknya Kinan yang bernama Shanju, yang ayah dan ibu temui dirumahnya dulu adalah anak kak Juliana"

"Kau jangan mengacau Radit!" bentak ibunya.

"Aku tidak berbohong. Shandy, kalian pasti masih ingat dengan nama itu? dia masih hidup, tanyalah kepadanya kalau ayah dan ibu tak mempercayaiku. Apa perlu kubawa dia kerumah ini?"

"Lalu dimana Juliana?"

Radit melihat ayahnya yang nampak khawatir. Ia tahu ayahnya sangat menyayangi kakaknya melebihi apapun. Hal itu pula yang membuatnya tidak mengatakannya sejak awal.

"Untuk apa ayah bertanya tentang kak Juliana? Kenapa tidak mencarinya selama ini? Tidakkah ayah merindukan anak kesayangan ayah itu?"

Pak Bastian tak mampu menjawab. Matanya berair. Perasaannya tercabik mendengar pertanyaan Radit.

"Kak Juliana telah meninggal dunia" ucap Radit dengan parau.

Lutut Pak Bastian tiba-tiba lemas. Ia berlutut di depan Radit. Berharap anak lelakinya itu hanya mengerjainya. Namun air mata Radit tak mungkin bercanda. Pria tampan itu berderai air matanya. Bu Merliana terdiam seribu bahasa. Ia duduk di kursi sembari memegangi dadanya. Ia merasa sangat sesak.

Malam ini, mereka menangis bersama di ruang tengah. Foto Juliana yang masih terpampang di ruangan itu menjadi saksi betapa mereka sedang dirundung kesedihan yang luar biasa. Tak ada lagi percakapan, mereka larut dalam tangisan masing-masing.

Juliana Abhimanyu.

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!