Yang kai seorang pembunuh bayaran yang terkenal julukan Raja Iblis, Ia mati di hianati temannya.
Setelah kematiannya Ia bereinkarnasi ke dunia Kultivator dan mendapatkan sistem di otaknya .
Didunia Kultivator yang kuat berkuasa dan yang lemah di injak! .
"Warning"
Tidak boleh di baca bagi orang yang tidak mempunyai otak Dewa :V
________________________________________
"Aku Buat Novel Buat kesenangan ku sendiri kalau mau lihat Novel ku Yang kacau ini silakan.
Update Tidak Menentu.
Genre: action.Fantasi Timur Reinkarnasi.romance.system.misteri.over power.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibnu zaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Chapter 24 Kemarahan Geng Serigala Aliran Hitam
Saat ini di lembah tersembunyi dekat Hutan 10.00 Pegunungan, di sebuah markas terlihat seseorang berlari terburu-buru.
Dan ketika orang ini sampai di ruangan khusus, di dalam ruangan ini terdapat beberapa orang yang sedang bersantai bahkan ada banyak wanita yang berpakaian terbuka, dan ketika melihat seseorang datang dengan tergesa-gesa, mereka menatap orang ini.
"Pemimpin, ada kabar buruk!!!" ujar seorang yang baru saja berlari tergesa-gesa dan menunduk melihat pemimpin di depannya.
Mendengar ini ada seorang pria yang sedang duduk di kursi sambil meminum minuman keras dengan beberapa wanita yang menemaninya mengerutkan keningnya.
"Katakan, kabar buruk apa yang ingin kau sampaikan?" jawab pria yang adalah pemimpin sambil menanyakan kembali.
"Token kehidupan Tuan Muda, Rohnya hancur, Yang berarti Tuan Muda telah meninggal!" Jawabnya sambil menundukkan kepalanya, karena tugasnya adalah mengawasi token kehidupan.
Mendengar ini, pemimpin itu terkejut dan emosinya muncul lalu terbangun, "Apa! Apa yang terjadi kepada anakku? Bagaimana bisa ia meninggal!"
Kedua wanita di sampingnya tersentak akibat gerakan tiba-tiba pemimpin ini lalu mundur beberapa langkah.
Dan orang-orang di sekitar mendengar ini segera menghentikan kegiatannya dan menatap pemimpin yang tampak marah dengan terdiam.
Mereka mendengar kalau anak dari pemimpin baru saja meninggal tampak tidak percaya! Siapa yang berani mencari masalah dengan Serigala Aliran Hitam? Apalagi berani membunuh anak dari pemimpin ini secara langsung! Betapa memiliki keberanian!
"Katakan padaku dimana lokasi tempat terakhir kali anakku berada! Dan perintahkan semua bawahan untuk mencari tahu siapa pembunuh yang membunuh anakku itu! Dan jadikan ini tugas utama kalian!" ujar pemimpin Serigala Aliran Hitam ini dengan nada marah dan memerintah seluruh bawahannya untuk memprioritaskan mencari tahu siapa yang membunuh anaknya.
Setelah mendengar ini semua orang yang berada di ruangan segera berteriak, "Dimengerti! Kami akan mencari tahu siapa yang membunuh Tuan Muda."
Setelah menjawab perintahnya segera orang-orang ini pergi dari ruangan ini yang menyisakan Pemimpin dan beberapa orang yang tampaknya memiliki identitas tinggi di Serigala Aliran Hitam.
"Kalian ketujuh jenderal Serigala Aliran Hitam aku akan memerintahkan salah satu dari kalian untuk memimpin pencarian siapa yang membunuh anakku ini! Dan aku akan memilihmu Jenderal ketiga untuk mengambil alih keseluruhan tugas ini." ujar Pemimpin Serigala Aliran Hitam dan menunjuk salah satu dari 7 Jenderal yang terpilih di Serigala Aliran Hitam.
Merasa dirinya di pilih oleh Pemimpin, Jenderal Ketiga menyeringai dan menjawab, "Aku mengerti, serahkan tugas ini kepadaku!" jawabnya.
Melihat ini Pemimpin itu mengangguk dan melambaikan tangannya yang menandakan untuk segera pergi.
Setelah kepergian semua orang, Pemimpin itu segera marah-marah dan mengingat kalau anaknya adalah anak dari seorang wanita yang ia sangat cintai, namun wanita yang ia cintai telah meninggal akibat terbunuh ketika ada perang antara Geng.
"Aku bersumpah akan menemukan siapa orang yang membunuh anakku, tidak peduli apapun identitasnya, aku akan memastikan kalau orang yang membunuh anakku ini akan merasakan kalau hidup itu lebih baik daripada kematian!" Pemimpin itu meraung dengan mata berwarna merah akibat kemarahan yang berlebihan.
Setelah beberapa saat, ia berkata, "Jena, aku minta maaf kalau aku tidak dapat menjaga anakmu …" ujarnya sambil mengepalkan tangannya hingga kukunya menusuk kulit tangannya yang membuat berdarah.
Bahkan saat ini di lembah tersembunyi raungan kemarahan pemimpin ini sampai terdengar hingga jauh, orang-orang di Serigala Aliran Hitam benar-benar terpana mendengar ini.
***
Saat ini Tiebat telah melacak pemuda Yang kai dengan kemampuannya dan mendapatkan beberapa informasi Yang kai ini dan kembali ke Penginapan Furaya Emas.
Ia memasuki ruangan VIP dan berjalan ke arah Alfan Gifartus yang saat ini dengan ekspresi wajah yang kesal.
Alfan Gifartus saat ini kesal karena sudah kurang dari 1 bulan dirinya berada di Sekte Pedang Emas ini untuk membujuk Tetua Lin Hu menerima undangan acara ulang tahun ayahnya tetap gagal dan bahkan terus ditolak.
Ketika melihat Tiebat datang ia menatapnya lalu bertanya, "Bagaimana? Apakah informasi pemuda yang dibawa Tetua Lin Hu itu sudah kau dapatkan?" tanyanya dengan sedikit nada kesal di dalam perkataannya.
Tiebat yang baru saja memasuki ruangan kamar VIP Tuan Muda Alfan, ia mendengar pertanyaan ini segera menjawab, "Aku sudah mendapatkannya Tuan, dan informasi tentang pemuda yang dibawa oleh Tetua Lin Hu itu bernama Yang kai.
Yang Kai ini masih berumur sekitar 14 atau 15 tahun dan tingkat kekuatannya masih belum diketahui, namun ada berita panas baru saja muncul kalau pemuda bernama Yang kai ini tampaknya baru saja menerobos Pendekar Pedang Tingkat Atas. Dan setelah menerobos ke Pendekar Pedang Tingkat Atas, Yang kai ini tampaknya segera pergi dari Sekte Pedang Emas, dan aku tidak tahu kemana ia pergi selanjutnya." jawab Tiebat sambil menjelaskan informasi yang ia dapatkan kepada Tuan Muda Alfan.
Setelah mendengar informasi ini, Alfan Gifartus mengangguk mengerti, tampaknya orang yang di bawa Tetua Lin Hu ini adalah seorang jenius muda pedang yang tampaknya akan menjadi kartu tersembunyi Sekte Pedang Emas nantinya.
"Kerja keras untukmu! Sekarang kau beritahu yang lain untuk bersiap segera kembali ke Kekaisaran, karena 3 hari lagi adalah acara ulang tahun ayahku dimulai, kita akan pergi sekarang." ujar Alfan Gifartus dan segera memikirkan beberapa hal dan sedikit menyeringai.
***
Yang kai yang saat ini ia sedang berlarian di pinggiran hutan sambil melompat-lompat di atas pohon dengan kecepatan yang sangat cepat,
Yang kai tidak berlari di jalan utama karena jalurnya berliku-liku dan sedikit menghambat, jadi ia memutuskan melewati pinggiran hutan.
Tidak lama ia berlari Yang kai sepertinya keluar dari hutan dan menatap kedepannya ada sebuah desa kecil di depannya.
Setelah sampai di desa. desa tersebut bernama Desa Margarin yang berada di dekat Kerajaan Ma. Di sekitar Desa Margarin ini ada banyak pandangan persawahan di sekelilingnya, Yang kai menatap ada sungai kecil di pinggir desa ini yang tampaknya adalah sumber air untuk sawah ini.
Yang kai yang saat ini memakai jubah hitam dengan riasan beberapa warna emas di beberapa bagian pakaiannya dan wajah yang terbilang tampan dengan rambut hitam panjang yang terlihat penampilan Yang kai ini sangat tampan dan memiliki kharisma tertentu padanya.
Ia akan memasuki Desa ini untuk beristirahat sebentar dan ingin melihat kehidupan orang-orang di Desa Margarin ini. Karena di kehidupan sebelumnya ia berada di kota metropolitan yang sangat jarang berliburan ke tempat desa-desa seperti ini.
Mengingat hal-hal sebelumnya, Yang kai tersenyum sedikit dan berjalan memasuki desa ini dan ia melihat ada banyak sekali anak-anak yang tampak sedang bermain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
^^^#bersambung..^^^
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini. Vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!
#Salam Ngeteh ☕