NovelToon NovelToon
MARINAKU

MARINAKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:167k
Nilai: 5
Nama Author: suharni

Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari Novel Wanita Lucu Itu Istriku.

Marina merupakan gadis cantik, berambut ikal panjang, dan lemah lembut. Parasnya yang cantik membuat banyak kaum Adam menaruh hati padanya, tak terkecuali sahabatnya sendiri, yakni Daren. Pria blasteran Indo-Jerman itu sudah lama menyukai Marina. Namun, wanita itu tak peka terhadap cinta. Karena minimnya pengalaman dalam dunia percintaan.

Marina terkenal cukup pendiam, dia hanya bereaksi keras bila bertemu pria yang bernama Aljav. Pria itu selalu saja mengejeknya sebagai titisan body losion. Keduanya adalah anak dari dua pasang sahabat, yakni Alea dan Dina.

Sejak kecil hubungan mereka tak pernah akur. Namun, di tengah hubungan yang buruk itu, kedua orang tua Aljav justru menjodohkan Marina dan Aljav, meski tahu Marina sangat membenci pria tersebut. Sejujurnya ada alasan lain di balik perjodohan konyol itu. Apakah alasannya? dan bagaimanakah cara Aljav dan Marina mempertahankan rumah tangga mereka yang sering di warnai kesalahpahaman?

Saksikan kisahnya berikut ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 25. Hari Pertama Menjadi Suami Istri.

Pesta pernikahan yang menguras tenaga itu pun berakhir, hingga menjelang senja hari. Aljav dan Marina memutuskan untuk tinggal di Apartemen. Lebih tepatnya Aljav yang menginginkan hal itu. Dia tak ingin pernikahannya yang terkesan di paksakan itu harus di saksikan oleh Mama dan Papa. Dia tak bisa bersandiwara di depan kedua orang tuanya. Jadi dia memutuskan untuk tinggal di Apartemen.

Marina tak menolak atau menyela ucapan Aljav. Dia juga tak mau rumah tangga yang di bangun atas dasar iba pada Ayah Bunda, harus menjadi bahan tontonan mertua. Tidakkah dia akan malu nanti? jika Aljav selalu mengabaikannya.

Sebaliknya, jika Marina dan Aljav tinggal di Apartemen, maka tak akan ada yang tahu kondisi rumah tangga mereka. Entah dia menangis atau tertawa, tak akan ada yang melihat.

Mama dan Papa, serta Ayah dan Bunda tak mencegah keduanya untuk tinggal di Apartemen. Anggap saja Marina dan Aljav mandiri, agar wanita itu dapat belajar dengan leluasa melayani Suami.

"Letakkan pakaianmu dalam lemari itu," titah Aljav yang kini sudah berada dalam kamar Apartemen miliknya bersama Marina.

"Apakah lemari ini khusus untukku?" tanya Marina seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar tersebut.

"Bukan! itu lemari tetangga!" jawab Aljav datar. Namun, penuh penekan.

Marina berdecak kesal. Dia meletakkan tas di atas lantai dengan cukup kasar, dan mengeluarkan pakaiannya. Baru hari pertama menjadi sepasang suami istri, sudah setajam itu jawabannya. Bagaimana hari-hari berikutnya? pikir Marina.

Aljav membuka seluruh pakaian pengantin yang di kenakan tadi. Menampakkan otot perutnya yang kotak-kotak. Dia membuka seluruh pakaiannya tanpa rasa malu, hingga menyisakan celana kolor saja.

Marina berteriak ketika Aljav sudah setengah telanjang. Dia mengira pria itu akan meminta haknya sekarang.

"Aaaak--," teriak Marina sembari menutup kedua mata menggunakan tangannya yang mungil.

"Mengapa kamu membuka pakaianmu di depanku? apakah kamu tidak merasa malu sama sekali?" lanjut Marina kemudian. Sungguh wanita itu sangat malu. Aljav yang setengah bugil, tapi Marina yang merasa malu. Sungguh konyol.

"Mengapa aku harus malu? bukankah kamu istriku sekarang?" balas Aljav datar.

Istri? benarkah pria itu menganggapnya sebagai istri sekarang? apakah Marina tak salah dengar? ataukah pria itu yang salah makan sewaktu di pesta pernikahan?

Tak lama Marina mendengar suara pintu kamar mandi tertutup. Menandakan Aljav sudah tak ada lagi dalam kamar itu.

Marina membuka matanya secara perlahan. Dia mengintip Aljav lewat sela-sela jarinya yang lentik.

Marina mengembuskan nafas lega ketika tak melihat sosok Aljav di depannya. Artinya pria itu tak meminta haknya sekarang. Lalu apakah nanti malam dia akan memintanya? Marina bergidik ngeri kala membayangkan, jika dia harus melayani Aljav di atas ranjang. Sementara tak ada cinta di antara mereka.

Apakah malam pertama mereka akan di lalui selayaknya pengantin baru yang saling mencintai? ataukah mereka harus tidur saling membelakangi satu sama lain?

Marina duduk di tepi ranjang, masih lengkap dengan gaun pengantin serta aksesoris. Gaun berwarna putih itu tampak sangat anggun, hingga membentuk lekuk tubuhnya yang ramping. Marina sangat tak suka memakai baju ketat. Terlebih lagi baju kekurangan bahan. Sungguh itu bukan gaya Marina.

Wanita itu mulai merasa gerah di sekujur tubuhnya. Sesak perlahan menyerang dada. Ingin rasanya Marina melepas gaun pengantin itu. Namun, sang pemilik Apartemen belum juga keluar dari kamar mandi. Haruskah dia mengetuk pintu agar Aljav keluar? sudah hampir satu jam pria itu berada di kamar mandi.

"Mengapa dia lama sekali? apakah dia bersemedi di dalam sana? menyebalkan!" gerutu Marina.

Hari pertama sebagai pasangan suami istri sudah membuat Marina menunggu lama dalam kesesakan. Mungkin setelah ini, dia akan menunggu lama dalam kesendirian. Pikir Marina.

Tak mau merasa gerah lebih lama lagi, Marina memutuskan untuk keluar kamar dan mencari kamar mandi lainnya. Dia mengambil piyama dalam lemari yang tadi di aturnya.

Akhirnya Marina menemukan satu kamar, dan membersihkan diri di tempat itu. Marina sudah tampak segar. Dia kembali memasuki kamarnya bersama Aljav, dan mendapati pria itu sudah tertidur pulas di atas ranjang.

Marina duduk di tepi ranjang, dan menatap dalam-dalam wajah tenang Aljav lebih dekat. Ternyata pria itu sangat manis jika sedang tidur. Tanpa Marina sadari, dia menarik kedua sudut bibirnya. Membentuk senyuman kagum disana.

"Aku pasti sudah gila. Bagaimana bisa aku mengagumi pria ini dalam hitungan menit? mungkin karena aku lapar. Ya, aku lapar. Sebaiknya aku ke dapur dan mencari makanan disana," gumam Marina tanpa membangunkan Aljav.

Kini Marina sudah berada di dapur. Dia membuka kulkas, dan mendapatinya terisi penuh bahan makanan. Kening Marina berkerut heran.

"Apakah dia yang menyiapkan bahan makanan ini? bagus juga. Aku tidak perlu capek-capek ke supermarket sekarang," monolog Marina.

Wanita itu mulai beraksi, menyalurkan bakat terpendamnya dulu. Jika di rumah Ayah selalu melarang Marina menyentuh alat dapur, kini Marina bebas menggunakan tiap inci alat itu.

Seketika Marina merasa bersyukur Aljav memintanya untuk hidup mandiri di Apartemen. Meski tak tahu cobaan apa yang akan menghampiri rumah tangganya kelak nanti.

Ayam goreng, sayur asparagus, sambal mayonaise, salad buah, dan nasi putih, serta kentang goreng, berhasil di masak oleh Marina. Keenam masakan itu sudah tertata rapi di atas meja makan.

"Selesai," gumam Marina seraya tersenyum bangga kala melihat hasil karyanya yang menakjubkan selayaknya koki handal.

"Apakah kau sedang memasak?" tanya Aljav yang sudah berada di ambang pintu.

Marina terkejut ketika Aljav menatapnya dengan tatapan tak terbaca.

"Iya," jawab Marina singkat. Dia tak mau terpancing. Karena jika dia menanggapi ucapan pria itu. Maka bisa di pastikan akan berakhir dengan perdebatan.

Aljav berjalan menuju meja makan, dan duduk di kursi. Dia mengambil piring yang ada di depan Marina. Sejujurnya Marina sangat terkejut dengan perubahan sikap Aljav yang tiba-tiba. Benarkah pria itu berusaha bersikap selayaknya suami? tidakkah itu terkesan di paksakan? terlalu cepat rasanya untuk berubah. pikir Marina.

"Apakah kau akan berdiri saja dan melihatku makan? ayo duduklah, dan temani aku makan. Aku tidak suka makan sendirian," ujar Aljav tanpa melihat wajah Marina yang keheranan.

Marina tak menjawab ucapan Aljav, dia mengambil piring. Lalu kemudian mengambil makanan kesukaannya. Ayam goreng dan kentang goreng.

"Apakah kau sedang diet? mengapa cuma makan kentang goreng saja? bukankah kamu sedang lapar?" tanya Aljav masih tak melihat wajah Marina sembari memakan nasi.

"Aku suka kentang di banding nasi," jawab Marina datar.

"Makanlah yang banyak. Aku tidak mau Bundamu berpikir kamu makan hati bersamaku." Kalimat Aljav sukses membuat Marina terbatuk-batuk. Apakah Marina tak salah dengar? apakah Aljav sedang berusaha menjadi menantu dan Suami yang baik dalam hitungan jam sekarang? sungguh aneh.

"Uhuk, uhuk, uhuk."

Aljav memberi Marina air minum.

"Apakah kamu bermimpi sesuatu sewaktu tidur tadi? mengapa kamu terlihat sangat aneh?" tanya Marina heran. Namun, Aljav hanya menaikkan bahunya tak perduli.

"Al, apakah kau sedang berusaha menjadi suami yang baik?" tanya Marina selanjutnya, dan sukses menghentikan sesaat aktivitas makan Aljav. Lalu kemudian pria itu kembali mengunyah makanannya yang sudah setengah hancur.

"Anggap saja begitu. Makanlah, jangan terlalu banyak bertanya. Nanti otakmu geser setengah."

Sumpah demi apapun ingin rasanya Marina menyentil kening Aljav yang menyebalkan itu. Baru juga Marina terkesan dengan sikap manis Aljav, pria itu seketika menjatuhkan dirinya ke dalam kekesalan.

"Dasar menyebalkan." Marina.

To be continued.

1
Dian Hapsari
ekhem ekhem
Oh Noonim ❤
good 👍
Oh Noonim ❤
bagus 👍
Oh Noonim ❤
lqnjut 👍
Oh Noonim ❤
next 👍
Lasma Tarida
kenafa gak ada yg komen yak....kasihan author...
Suri Hadassa: mau promo karyaku kakak "buka hati " kalau berkenan bisa singgah 🙏🙏
total 2 replies
Lasma Tarida
ceritanya bagus...walau awal ceritanya kebanyakan mgn tokoh utama... dan bukan inti ceritanya... tp setelah kesananya...pesan moralnya banyak....Tokohnya jg gak banyak...dan setiap permasalaham ada jalan keluarnya... Gak spt novel lainnya... permasalahan digantung...kaya hanger.... Kalau ini engga... TOP BGT deh....
Suharni Adhe: iya masih on going.😘😘
total 3 replies
Lasma Tarida
Kelamaan thor .... berbelit2.....
Lasma Tarida
😂😂😂 Marina body lotion... klo Citra hand body ya thorr.....lucu jalan ceritanya dan berbeda karakteristikny... jgn berbelit2 ya thorr....
Suharni Adhe: di jamin gak berbelit-belit kok. konfliknya juga gak panjang. selalu ada jalan penyelesaiannya. bisa bikin baper juga ceritanya. hehe. terimakasih ya say sudah mampir.😘
total 1 replies
Suri Hadassa
Buka Hati menancapkan 10 jempolnya ❤️❤️😍
semangat selalu Thor 💪💪

di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
Siti Lestari
baper bnget bacanya
Suharni Adhe: hehe. terimakasih sudah mampir beb.😘😘
total 1 replies
Yeni Erlinawati
lanjut thor 💪 semangat

salam dari "My Bos CEO" yuk semua kepoin kuy 🤗
Yovita Babut
knp hrs kmbli lgi Sm Nourah,ktx tdk ad hbgn lbh antara mrk berdua knp skrg hrs ad ank?
Rahma CI MI
ya Allah kasih an marina😭😭😭😭😭😭
Qia Inara
masih nyimak....seruuu kyk nya...
Rahma CI MI
😭😭😭😭😭😭😭😭
Rahma CI MI
sedihhhhhh 😭😭😭😭😭
Suharni Adhe
haha. entahlah. terimakasih sudah mampir ya say. semoga terhibur.😘😘
lyla: koq bodoh yaaa??
total 1 replies
Rahma CI MI
marina nya kok kayak gak punya pendirian ya thour hhhhhhhhh
Delima Sukma Kartika putry Rany dewy yanti
😊😊😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!