NovelToon NovelToon
Senja Untuk Arjuna

Senja Untuk Arjuna

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Apa jadinya ketika kita dijodohkan kepada seseorang yang telah kita anggap kakak atau adik kandung sendiri?

Entah perjodohan ini hanya tertulis di atas awan dan akan tertiup angin, atau sudah tertulis di Arsy dalam keabadian, yang pasti saat ini aku telah kehilangan masa-masa remajaku karena perjodohan.

-Senja Nafeesa Humaira-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Di dalam kamar aku berdiri di belakang pintu sambil menutup mulutku dengan mata terbelalak seolah belum tersadar dari kejadian tadi.

“Tenang Senja … ambil napas." Aku menghirup udara. “Buang napas.” Aku mengikuti instruksi diriku sendiri dengan mengatur napas beberapa kali, tapi tidak berhasil tetap saja aku merasa putus asa karena kehilangan ciuman pertamaku dengan cara seperti itu.

“Tidak apa-apa, minimal ciuman pertama kamu itu adalah calon suami kamu. Tunanganmu sendiri!”

Aku memberi semangat kepada diriku sendiri, tapi tak bertahan lama sebelum akhirnya aku membuang napas berat dan kembali menjerit kesal ketika mengingat orang yang merampas ciuman pertamaku adalah tunanganku yang tak lain dan tak bukan adalah Mas Juna, orang yang selama ini sudah seperti kakakku sendiri!

Dengan lemas aku mengambil handuk, baju ganti dan berjalan ke kamar mandi. Sepertinya saat ini aku benar-benar membutuhkan berendam air panas untuk membuat badan sedikit tenang.

Setelah mandi aku merasa canggung ketika akan kembali ke bawah. Beberapa kali aku keluar dari kamar untuk kembali ke bawah tapi kemudian balik lagi masuk ke dalam kamar. Apa yang harus aku lakukan ketika bertemu dengannya lagi? Apa aku pura-pura tidak terjadi apa-apa saja?

Ok! Aku akan pura-pura tidak terjadi apa-apa dengan menguatkan tekad aku kembali keluar dari kamar tapi kakiku berbelok sendiri dan masuk kembali ke kamar. Aaarrrgghh! Aku menghentak-hentakkan kaki sambil mengacak-acak rambutku yang basah, apa yang harus aku lakukan?!

“Dia Mas Juna, Senja!” aku kembali berbicara dengan diri sendiri, “Paling dia hanya akan menggodamu, dan kalian akan kembali bertengkar seperti biasanya.”

Aku mengangguk, dan untuk kesekian kalinya aku membulatkan tekad setelah mengambil napas dalam-dalam aku-pun menuruni tangga dan untung saja Ayah dan Bunda sudah pulang dan sedang duduk bersama Mas Juna sambil makan serabi oncom.

“Mandi kok lama banget, Ja,” ucap Bunda ketika aku bergabung dengan mereka. Kulihat Mas Juna menahan senyum sambil memakan serabi membuatku langsung mendelik sambil memalingkan wajah karena teringat kejadian tadi.

“Tidak, biasanya juga kaya gini.”

Aku duduk di bawah sambil mengambil serabi yang masih hangat dan mulai memakannya.

“Biasanya kamu itu kalau mandi kaya bebek, cepat banget.” Ayah berkata sambil makan serabi.

“Iiih, Ayah yang mandinya kaya bebek.”

“Iiih, kata siapa? Ayah mah gak pernah mandi.”

“Hahaha.”

“Assalamualaikum!”

“Wa’alaikumsalam.”

“Rame banget lagi pada ngobrolin apa?” seru Papah sambil masuk bergabung bersama kami.

“Itu ada bebek yang mandinya lama banget,” jawab Ayah membuat Papah menatapku.

“Iiih, bukan Senja!”

“Siapa yang bilang Senja, Papahkan cuma ngelihatin Senja saja.”

“Hahaha, Bayi.”

“Senja bukan Bayi!”

“Siapa yang bilang Senja bayi, Mas Juna bilang bayi bebek.”

“Tahu ah!”

“Hahaha.”

Aku cemberut sambil makan serabi melihat mereka menggodaku seperti itu, untung saja Andra sudah kembali ke Surabaya dan Arya kembali ke Magelang kalau tidak mereka pasti akan ikutan.

“Wih, siapa nih yang beli serabi?” tanya Papah sambil mengambil serabi.

“Ayah bebek,” jawabku membuat mereka tertawa.

Dan tak berapa lama Mamah datang ikut bergabung.

“Mas Juna, nanti tolong anterin buah ke rumah Nenek ya,” ucap Mamah sambil duduk di samping Papah.

“Kapan?”

“Terserah mau siang atau sore juga gak apa-apa.”

“Siap! Bayi bebek ikut ya.”

Aku mendelik menatapnya yang tertawa.

“Bayi bebek?” tanya Mamah bingung melihat Ayah, Papah, Mas Juna dan Bunda tertawa.

“Biasa, Juna kan persis Mas Yudha kalau ngasih nama julukan sama orang paling pinter.”

“Hahaha… iya benar, ingat si Tukul?”

“Hahaha.” mereka tertawa dan kini aku dan Mas Juna yang saling tatap tak mengerti dengan pembicaraan para orangtua.

“Siapa Tukul?”

“Mantan Mamah,” jawab Papah sambil tertawa.

“Papah kenal sama mantan Mamah?” tanyaku dengan mulut penuh serabi.

“Kenalah, malah Papahmu hampir membuat dia masuk UGD,” jawab Ayah.

“Kenapa?”

“Papah paling tidak suka sama lelaki pengecut yang bisanya hanya menyakiti perempuan.” Papah kini menatap Mas Juna, “Makanya kamu jangan macam-macam di luar sana atau Papah benar-benar akan menembakmu.”

Mas Juna hanya tersenyum kecut mendengar ancaman Papah, “Nah, sekarang kamu dengar sendirikan kalau aku tak akan mungkin selingkuh di sana atau nanti ramai di berita TV, seorang Jendral menembak putranya sendiri gara-gara menyelingkuhi calon mantu kesayangannya.”

“Sebelum berita itu keluar akan ada berita, seorang putri Kadis PUPR Jabar menembak tunangannya yang putra seorang Jendral TNI karena berselingkuh.”

“Hahaha.”

Semua orang tertawa kecuali Mas Juna yang berdecak sambil mendelik ke arahku.

“Memangnya Senja tidak percaya sama Mas Juna?” tanya Bunda membuat semua orang kini menatapku yang masih makan serabi.

“Tidak,” jawabku jujur membuat mereka tertawa dan Mas Juna tersedak serabi.

“Mas Juna itu anaknya Papah, jadi pasti kaya Papah,” ucap Mamah sambil tersenyum. “Papahkan setia, kalau dia melakukan sesuatu pasti ada alasannya.”

“Tuh dengarin Mamah,” ujar Mas Juna sambil tersenyum bangga karena ada yang membelanya.

“Papahkan dulu kalau tugas paling seminggu-dua minggu atau paling sebulan-dua bulan terus pulangnya ke Bandung, nah kalau Mas Juna kan beda di Bandungnya yang seminggu-dua minggu paling lama sebulan di luarnya itu yang setahun dua tahun.”

Mereka kini terdiam saling tatap mengerti dengan kekhawatiranku.

“Tenang saja, nanti Mas Juna usahain pulang setiap bulan.”

“Benar?”

“Iya, tapi minta Papah beliin tiket pulangnya.”

“Ujung-ujungnya Papah yang tekor.”

“Hahaha.”

*****

“Assalamualauikum.”

Dengan terburu-buru aku masuk ke rumah Mamah, terdengar Mamah menjawab salamku dari dalam, “Ada Anto gak, Mah?” Anto adalah supir Mamah.

“Lagi Mamah suruh nganter Bi Aas ke pasar.”

“Mas Juna?”

“Di atas masih tidur, kenapa?”

“Mau minta anter kuliah, Senja telat.”

“Bangunin saja.”

Tanpa menunggu lagi aku berlari naik ke atas dan langsung masuk ke kamar Mas Juna. Dari kecil aku memiliki tugas membangunkannya. Dulu aku akan melompat-lompat di atas kasur atau menaiki punggungnya untuk membuatnya bangun, tapi sekarang aku tak mungkin melakukan itukan?

“Mas!” aku menggoyang-goyangkan tubuhnya yang tidur tengkurep, hanya terdengar erangan dari mulutnya, membuatku kembali membangunkannya, “Mas Juna!”

“Hmmm.”

“Mas!”

“Apa sih!”

“Bangun, anterin kuliah.”

“Sama Anto saja.”

“Gak ada Antonya.” Dia masih diam tak bergerak, “Mas, cepatan sudah telat nih!” aku kembali menggoyan-goyangkan tubuhnya.

Dengan malas akhirnya dia duduk terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berdiri dengan mata masih setengah tertidur menatapku kemudian membuang napas berat tapi tiba-tiba dia mencium pipiku membuatku membelalak dan lompat mundur.

“Lain kali kalau bangunin calon suami itu yang romantisan dikit,” ucapnya dengan senyum jahil kemudian nguap dan mengacak-acak rambutku sambil berjalan ke kamar mandi, meninggalku yang masih berdiri mematung sambil memegang pipiku

“Dia menciumku?” bisikku tak percaya, “Dia menciumku! Aaarrgghhh!” aku berteriak tanpa mengeluarkan suara sambil menghentak-hentakan kaki dan mengacak-acak rambut tapi kemudian aku terdiam. Aku mengerutkan kening dengan tangan memegang dadaku, kenapa jantungku berdebar kencang?

Dengan masih memegang dadaku aku berjalan keluar, “Ini pasti karena aku terkejut,” ucapku pada diri sendiri sambil menganggukkan kepala setelah mengetahui alasan kenapa jantungku berdebar kencang.

*****

Banyak yg minta visual Juna ... suka susah kl nyari visul tuh 🤣🤣 kadang menurut kita cocok, menurut yg lain ga cocok.. jd buat visual silahkan berimajinasi masing" saja 🤣🤣🤣

Ini hanya sebagai referensi visual versi saya aja ya

Ehmmmm... perkenalkan Arjuna Putra Adiphati

1
Yashlaura
dan aku balik baca lagi ga tau yang keberapa kali 😄
Anonim
Senja kamu kenapa ?
Anonim
Selamat jumpa Thor
Senang aku bisa jumoa dgn karysmu
Rien Santos
cerita sederhana yg sayang untuk dilewatkan, semangat penulis
aurel chantika
novel yang sangat bagus, ❤️❤️❤️
༺⬙⃟⛅ᴶᵉᵐⁱᵐᵃѕ⍣⃝✰zc❖: Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Semua ini tentang Lucyana yang pernah disakiti, dihancurkan, dan ditinggalkan.
‎Tapi muncul seseorang dengan segala spontanitas dan ketulusannya.
‎Apakah Lucy berani jatuh cinta lagi? Kali ini pada seorang Sadewa yang jauh lebih muda darinya.
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Dukung dengan like ❤️ & komentar 🤗, karena setiap dukunganmu berarti sekali buatku. Terimakasih💕
total 1 replies
aurel chantika
kok bisa pas ya
aurel chantika
wah mas Juna,udah jadi pilot
aurel chantika
duh senja kenapa ya
aurel chantika
aku baru mampir Mak thor
Miqolatte
Baca ini kayak ditarik ke jaman sekolah dulu. Berasa nostalgia hahaha..
Elly R.Rasya
teh alana...ko cerita yg arga ga ada ?
Lina Wahyuni: iya bener, aku jg mau baca lg tp ga ada
total 1 replies
Lina Wahyuni
thor knp cerita arga jd ga ada ?
krisbow
maksudnya apasih
susah bacanya gak enak
sakura🇵🇸
ceritanya bagus meskipun ringan g kebanyakan drama😍 suka bikin gemes sendiri,senyum2 sendiri g jelas ingar jaman masih sekolah🤭
sakura🇵🇸
suamimu lupa klo kamu dokter😅 belum disuruh juga udah ngatur pernafasan...
sakura🇵🇸
begitulah perempuan....kadang permintaan sepele bisa jadi ruwet
padahal bisa lebih disederhanakan minta apa tp antara gengsi sama minta suami peka🤣🤣🤣
sakura🇵🇸
setelah perayaan kemenangan makin candu ya 😅
gustiiii 5x sehari bisa2 senja g kuat turun tangga sekedar ambil makan
sakura🇵🇸
ini sih namanya memancing diri sendiri😅 yang ada malah repot bingung g jelas🤭
sakura🇵🇸
🤣🤣🤣🤣 malam pertama keduluan hari pertama....kapoook ditunda2 sih g sat set
kan pagi pertama juga boleh
sakura🇵🇸
iya jangan lama2 pelajarannya nanti g lulus2😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!