NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Nino

Istri Kesayangan Nino

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Badboy / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 5
Nama Author: Zinnia Azalea

Nino Walls seorang pria yang terkenal sebagai cassanova dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita yang Nino ketahui adalah wanita bebas dan liar. Selain itu, wanita yang dijodohkan dengannya adalah kekasih dari sahabatnya sendiri.

Untuk menggagalkan rencana pernikahan kedua orang tuanya, Nino memanfaatkan teman kuliahnya bernama Tifanny yang sedang mengalami masalah keuangan. Tifanny membutuhkan uang untuk biaya kuliah adiknya yang ingin masuk jurusan kedokteran.

Nino memaksa dan mengintimidasi gadis polos nan lugu itu untuk menjadi istrinya. Akhirnya, Tifanny pun setuju menikah dengan Nino asalkan pria itu mau membiayai segala kebutuhan adiknya.

Akan tetapi, tanpa sepengetahuan dari Tifanny, Nino sudah jatuh cinta padanya jauh saat mereka kuliah di Amerika. Bagaimanakah kehidupan rumah tangga Nino dan Tifanny?

Setting tempat : Amerika Serikat dan Inggris

Cover : By Pinterest, Edit by me.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zinnia Azalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasca Pergi Dari Rumah

"Kak, kita mau pergi ke mana?" Tanya Meghan saat mereka berada di dalam taksi.

"Kakak tidak tahu sayang," jawab Tifanny yang masih bingung akan pergi ke mana.

"Pak, berhenti di sini!" Pinta Tifanny kepada supir taksi yang membawa mereka.

Tifanny dan Meghan pun turun di jalanan kota Boston yang merupakan kota terbesar di negara bagian Massachusetts. Tifanny dan Meghan mendorong koper mereka dan menggendong tas besar.

Mencari sebuah hunian sewa di Amerika Serikat tidaklah mudah seperti di Indonesia. Di Amerika Serikat kita harus menyewa tempat minimal satu tahun dan apabila kita mengakhiri kontrak lebih awal, si penyewa akan terkena denda yang lumayan besar. Itu pun harus legal dan melalui sebuah agen yang resmi.

Sudah 5 tempat agen yang Tifanny dan Meghan datangi, tapi mereka belum menemukan tempat yang cocok. Apalagi jika bukan karena kendala biaya. Harga sewa tempat yang mereka datangi sangat mahal baik itu apartemen, maupun sublet (sewa sementara).

Tifanny dan Meghan pun terduduk di halte bus untuk beristirahat sejenak. Salju turun dengan sangat lebat hari ini, karena awal tahun semakin dekat.

"Kak, bagaimana ini?" Meghan menyandarkan kepalanya di bahu Tifanny.

Tifanny pun tampak bingung, bagaimana ia dan Meghan tidur malam ini jika sampai sore hari nanti mereka tidak menemukan tempat tinggal? Tifanny pun langsung teringat dengan Elora. Elora tinggal di apartemen yang cukup besar sendirian. Tifanny mengambil ponselnya dan segera menelfon Elora. Setidaknya dia dan Meghan harus mempunyai tempat berteduh malam ini.

"El, aku dan adikku ingin menginap di apartemenmu. Apakah bisa?" Tanya Tifanny tanpa berbasa-basi kepada Elora.

"Tentu saja bisa, Fann. Kemarilah!" Elora menjawab dengan antusias.

"Baiklah, aku segera ke sana," Tifanny tersenyum senang. Kemudian ia dan Meghan segera naik taksi menuju apartemen Elora yang berada di pusat kota Boston.

"Masuklah!" Elora membuka pintu dengan gembira saat melihat Tifanny dan Meghan.

"El, aku ingin menginap di sini selama beberapa hari, boleh ya?" Ucap Tifanny saat mereka terduduk di sofa.

"Tentu saja boleh. Kau bisa tidur di sini sesukamu. Fann, kau ada masalah lagi dengan papamu?" Tanya Elora. Ia sudah sangat hafal mengenai permasalahan Tifanny dan keluarganya.

"Iya, El," jawab Tifanny singkat.

"Ceritakan semuanya padaku!" Elora menggenggam tangan sahabatnya.

Tifanny pun menceritakan semuanya, air matanya menetes kembali saat ia menceritakan apa yang dialaminya saat ini. Meghan pun ikut menangis ketika mendengar cerita kakaknya.

"Kau sudah memilih jalan yang tepat. Untuk apa kau masih bertahan di rumah itu jika mereka selalu memperlakukanmu dengan buruk?" Elora mengelus tangan Tifanny untuk menguatkan.

"Lalu, bagaimana dengan kuliahmu, Fann?" Tanya Elora.

"Aku tidak tahu," Tifanny menggelengkan kepalanya.

"Aku sungguh tidak ingin pulang lagi ke sana," lanjutnya.

"Untuk tempat tinggal kau bisa di sini bersamaku," timpal Elora dengan wajah yang iba akan nasib sahabatnya.

"Terima kasih, El. Kau memang sahabatku."

"Sama-sama, Fann. Kalau begitu ayo keluarkan baju kalian dari dalam koper!"

"Baiklah," Tifanny dan Meghan segera membuka koper mereka.

Saat membuka koper, Tifanny melihat buket uang yang diberikan Nino kepadanya. Tifanny pun melepaskan uang-uang itu.

"Aku akan memakai uang ini sebagai uang tambahan. Aku tidak munafik, aku memang membutuhkan uang ini. Lagi pula Nino memang memberikannya untukku," Tifanny terus mencabut uang-uang itu dari buketnya.

*****

Sudah dua hari Clara di rawat di rumah sakit. Sudah dua hari pula, David maupun Belinda tidak pulang ke rumah karena menjaga Clara, sehingga mereka belum mengetahui kepergian Tifanny.

Hari ini, Arabella mengajak Kai, Nino dan Alden untuk menjenguk Clara yang sedang di rawat di rumah sakit. Mereka sudah tahu jika Clara terjatuh dari tangga.

"Honey?" Clara pura-pura terisak saat Nino datang. Nino sendiri datang karena ia berfikir ada Tifanny di rumah sakit.

Nino memperhatikan setiap sudut ruangan tempat Clara di rawat, ia mencari keberadaan Tifanny di ruangan itu.

"Kau mencari Tifanny?" Kai berbisik di telinga Nino.

"Cla, mengapa kau bisa celaka seperti ini?" Tanya Arabella sambil meletakan buah buahan yang ia bawa.

"Aku di dorong oleh Tifanny dari atas tangga," Clara berbohong.

"Saudara tirimu benar-benar jahat. Mengapa dia melakukan itu?" Tanya Arabella dengan nada yang emosi.

"Dia cemburu karena saat pesta ulang tahun Alden, Nino menciumku."

"Benar-benar gadis tidak tahu malu!" Umpat Arabella.

"Tidak mungkin dia seperti itu," jawab Nino dengan raut wajah yang serius.

"Memang faktanya seperti itu!" Ucap Clara.

"Kau berbohong!" Nino menyipitkan matanya.

"Otakmu sudah di cuci oleh dia! Sudah tahu Tifanny orang yang jahat. Kepada saudara tirinya pun ia begitu jahat," Arabella menatap Nino dengan tajam.

"Sudahlah, mengapa kita jadi membahas dia?" Kai menimpali.

Tak lama, seorang dokter masuk ke dalam ruang perawatan Clara. Dokter memeriksa dan menyatakan jika Clara bisa pulang hari ini.

"Honey, antarkan aku pulang ya?" Rajuk Clara ketika dokter membuka selang infusnya.

"Tentu saja. Kami akan mengantarkanmu sampai rumah," Arabella menjawab cepat. Sedangkan Nino terlihat tidak menjawab.

"Tunggu! Jika aku mengantar Clara ke rumahnya, aku bisa bertemu Tifanny," Nino tersenyum senang.

"Baiklah, aku akan mengantarmu," jawab Nino dengan antusias.

Setelah mengurus administrasi kepulangan, Belinda dan David pun segera memapah Clara menuju mobil. Sedangkan Nino, Kai, Alden dan Arabella mengekor di belakang.

"Pa, aku naik mobil Nino saja ya?" Pinta Clara kepada David.

"Aku bersama Alden hari ini," potong Nino cepat.

"Sudahlah, Cla. Kau naik mobil papa saja," David berkata dengan lembut.

Mereka pun segera naik ke dalam mobil masing-masing menuju tempat tinggal Clara.

"Fann? Meghan?" David berteriak saat mereka masuk ke dalam rumah. Tampak tidak ada sahutan dari dalam.

"Fann?" David berteriak kembali.

"Mungkin putrimu sedang tidur. Dia kan gadis pemalas," ujar Belinda.

David segera naik ke lantai atas. Ia memeriksa kamar Tifanny dan juga Meghan. Sementara Nino dan yang lainnya memperhatikan keadaan rumah yang tampak sangat sepi.

Beberap saat kemudian David tampak berlari menuruni tangga.

"Tifanny dan Meghan tidak ada di kamarnya," seru David dengan panik.

"Mungkin mereka tengah bermain," jawab Belinda.

Nino pun ikut khawatir mendengar ucapan David.

"Semua barang mereka tidak ada," David semakin panik.

"Jadi ceritanya mereka kabur, pa?" Jawab Clara dengan enteng.

"Ini salah papa. Papa sudah terlalu keras kepada Tifanny," David terduduk di sofa dan membuka kaca matanya. Ia mengelap sudut matanya yang berair.

"Ayo kita harus mencari mereka!" David berdiri dan akan segera pergi.

"Tunggu!" Belinda menahan tangan David yang akan pergi.

"Kita jangan mencarinya! Biarkan saja mereka. Lihat berapa lama mereka akan bertahan di luaran sana! Hari ini atau besok, mereka pasti pulang," cegah Belinda.

"Tante benar, om. Jangan mencarinya! Nanti dia besar kepala dan jika setiap ada masalah kedepannya, Tifanny pasti kabur lagi," Arabella menimpali.

"Diamlah jangan ikut campur!" Ucap Kai kepada Arabella.

"Aku kan hanya menyatakan opiniku," Arabella berdecak kesal.

"Bella benar, Pa. Tifanny dan Meghan akan segera pulang. Jika kita mencarinya, dia akan besar kepala. Biarkan dia dan lihat berapa hari mereka tahan di luar sana!" Clara ikut menyahuti.

"Iya. Biarkan mereka belajar dan berfikir untuk kesalahan yang Tifanny perbuat. Tifanny hampir membunuh Clara," Belinda memanasi.

"Baiklah," David menurut.

"Om, kau menurut kepada istri dan anak tirimu? Di mana hatimu? Kau tidak berfikir mereka akan tidur di mana malam ini? Om, ini musim dingin, kau tidak khawatir?" Nino berkata dengan tajam. Ia seolah tidak habis pikir dengan keluarga Tifanny apalagi dengan ayahnya.

"Nino jangan ikut campur! Biarkan kami mendidik Tifanny sedikit lebih keras," Belinda mengingatkan.

"Keluarga macam apa ini? Kalian benar-benar buruk!" Nino menatap mereka bergantian, kemudian Nino segera berlalu dari sana untuk mencari Tifanny.

...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote/hadiah untuk mendukung author. Terima kasih....

1
Susynurul Nurul
saya suka novel dan jln ceritanya, penulisan nya bgus dan rapi tidak di temukan kta² yg tidak di mengerti sprti typo.pokonya sukses terus buat author nya semnggttt
Sastri Dalila
👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
Arel Adzan
Buruk
Zinnia Azalea: *udah baca gratis
total 2 replies
Anonim
o
Muna Junaidi
Hadir thorrr
Assyamsiah Balqis
Luar biasa
Susynurul Nurul
sean adalah mantan pacar Chelsea yg temperamen itu, untung TDK nikah sama Chelsea
Risa Risa
temen2nya nino gak ada akhlak
💗vanilla💗🎶
jahat bgt sih
💗vanilla💗🎶
ijin nyimak ya thor, menarik /Smile/
Pak Yan
CERITAMU MANTUL BUANGET KAK.... AKU SUKA....AKU SUKA...... MANTAP !!!!!!!! 🤔🤔😲😲😲💖💖💖💖💖💖💖👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ni Ketut Patmiari
ngakak deh ama Bianca🤣🤣🤣
Ni Ketut Patmiari
Is is is... kirain Alden marah beneran🤣🤣🤣
Ni Ketut Patmiari
Ya ampun ternyata mrk jahaaat bangeeet...😡
Ni Ketut Patmiari
Ya ampun Bianca... ini namanya buaya dikalahin kadal wkekek
Ni Ketut Patmiari
Bianca tebal muka wkwkkw good job👍
Ni Ketut Patmiari
Caranya Nino salah... coba bilang cinta, pasti luluh...
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Otak nino mereng sekali wkwkkwkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!