NovelToon NovelToon
Giro - The Shrouded Paradise

Giro - The Shrouded Paradise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:496.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bophi

"Tatapan seperti itu bukanlah tatapan yang dimiliki orang yang takut dan putus asa"

"Tetapi, keberanian tanpa kemampuan hanyalah omong kosong belaka"

Tidak pernah terbayangkan oleh Giro sebelumnya, bahwa hari itu merupakan hari yang akan menentukan arah takdirnya.

Di usia yang begitu muda, Giro harus mengalami pengalaman yang akan selalu membekas di benaknya, pengalaman yang akan selalu menghantui bunga tidurnya setiap malam.

Tetapi, bayangan dari orang-orang yang ia sayangi mampu membuatnya mengangkat asanya yang perlahan hilang, menariknya agar terus melangkah tanpa peduli seberapa berat halangan yang menantinya.

Mampukah Giro menjawab kepercayaan orang-orang terhadapnya?

"Kau tidak akan bisa melakukannya jika kau bahkan tidak bisa bertahan hidup"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bophi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Act 25 : The Request

Kunci terbesar dalam kehidupan adalah menerima dan terus berusaha. Tidak mudah memang, tetapi selama kau mampu melakukannya, perlahan kau akan melihat kehidupan yang lebih bermakna. Hiduplah seolah kau hidup untuk terakhir kalinya. Berjuanglah seolah hidupmu bergantung kepadanya. Bangkitlah, perjuanganmu takkan pernah selesai.

Percakapan semalam dengan Yura membuat Giro semakin bersemangat. Sejak kedatangannya kesini beberapa bulan lalu, ia tidak pernah berbicara seperti itu bersama Yura. Mungkin mereka benar, tidak kenal maka tidak sayang. Giro belajar banyak sekali dari Yura, bagaimana masa lalu bisa membuatnya menjadi Yura yang ia kenal sekarang.

Seperti biasanya, Giro bangun lebih awal untuk menyiram bunga di halaman belakang dan juga membantu Naomi mempersiapkan sarapan pagi untuk mereka. Terlihat wajah Giro begitu senang, hingga membuat Naomi heran namun ikut senang juga.

"Apa ada yang terjadi antara kamu dengan Yura semalam, Giro?" goda Naomi.

Giro tersenyum, lalu menjawab Naomi dengan senang, "Tidak ada, Bi. Kami hanya berbicara beberapa hal tentang dirinya. Akhirnya aku bisa mengerti mengapa selama ini dia selalu seperti membenciku" gumamnya.

"Begitukah? Baguslah kalau begitu! Bibi harap kalian bisa lebih akrab lagi!" seru Naomi yang terlihat begitu senang melihat mereka akhirnya mampu berbicara satu sama lain.

"Tentu saja, Bi! Yura sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Aku pernah kehilangan adik karena kelalaian dan kelemahanku. Aku berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama!" tegas Giro.

"Terima kasih, Giro. Bibi percaya padamu!" ujar Naomi senang.

"Kalian sedang membicarakanku?" tanya Yura yang baru keluar dari kamarnya.

"Kau terlalu percaya diri, kami hanya sedang berbicara tentang turnamenku di dojo nanti" ujar Giro mengelak.

"Oh turnamen yang tidak berguna itu. Kau mau mengikutinya?" tanya Yura yang terlihat tidak terkesan.

"Tentu saja! Hadiah bagi pemenangnya adalah teknik yang sangat kuat. Aku tidak akan melepaskannya begitu saja!" jawab Giro bersemangat.

"Sekuat itukah?" tanya Yura lagi.

"Aku juga tidak tahu. Tapi, kata orang sih memang sangat kuat. Teknik tingkat A itu sangat langka, jika dijual bisa sangat mahal!" jawab Giro.

"Kau tidak berniat menjualnya, kan?" tanya Yura sinis.

"Eh... Te... Tentu saja tidak!" jawab Giro terbata-bata, merasa jika dia memang pernah berfikir untuk menjual teknik yang ia dapatkan.

"Dasar, kau tidak pandai berbohong" gumam Yura sambil masuk ke kamar mandi.

Giro kembali mempersiapkan sarapan untuk Bibi dan Yura. Ini adalah pertama kalinya ia bisa makan bersama Yura tanpa ada rasa canggung seperti hari-hari sebelumnya. Hari ini adalah hari pertama Yura mengikuti pelatihan pelayannya. Pelatihan yang selalu dilakukan oleh keluarga Yura selama turun temurun.

"Apa kau sudah siap mengikuti pelatihannya, Yura?" tanya Bibi meyakinkan Yura.

"Aku siap, Bu" jawab Yura.

"Baguslah kalau begitu. Ingat, nanti jika kau kesulitan, kau bisa menyebutkan nama ibu, para pengajar disana sangat mengenal ibu dengan baik" ucap Bibi.

"Baik, Bu" jawab Yura seolah terlihat tidak yakin.

"Maafkan ibu, Yura" gumam Bibi yang merasa jika Yura terlihat tidak begitu yakin dengan keputusannya.

"Itu sudah tugasku, Bu. Ibu tidak perlu meminta maaf. Yura pasti belajar dengan baik, Ibu tenang saja" ucap Yura mencoba meyakinkan Bibi.

Bibi tersenyum lega, melihat anak satu-satunya sudah terlihat dewasa, dan sebentar lagi akan menapaki jalan yang sama dengannya.

Mereka pun menghabiskan sarapan mereka dalam keadanyaan sunyi. Seolah ada yang tertahan namun tak dapat terucapkan.

"Ingat, kamu coba cari Nyonya Gerard. Beliau akan membantumu sebisanya" ucap Bibi sambil membenarkan pakaian yang dikenakan oleh Yura.

Yura mengenakan pakaian yang begitu anggun. Baju panjang bermotif bunga mawar merah, terlihat seperti terlalu besar untuk ukurannya, hingga tangannya seolah tenggelam didalam bajunya, namun ternyata sengaja didesain seperti itu. Rok panjangnya menutupi bagian bawah tubuhnya hingga menutupi sepatu yang ia kenakan. Rambut panjangnya diikat menggunakan ikat rambut berbentuk bunga, memperkuat kesan anggun dan sangat elegan.

Yura terlihat canggung mengenakan pakaian tersebut, mungkin karena itu pertama kalinya ia mengenakan pakaian seperti itu. Tapi apa boleh buat, semua murid yang mengikuti latihan pelayan haruslah berpakaian seperti itu.

"Anakku sangat cantik!" puji Bibi setelah selesai memasang baju Yura. Dia terlihat begitu bangga melihat anaknya sangat cocok dengan baju yang ia siapkan.

"Terima kasih, Bu" ucap Yura yang tidak mau mengecawakan ibunya.

"Maaf, aku terlambat!" seru Giro yang baru saja kembali dari rutinitas hariannya pergi ke hutan bersama Hosa. Mulai hari ini, dia harus mengantar Yura ke tempat pelatihannya sebelum ia pergi ke dojo.

"Kau tepat waktu, Giro! Bagaimana menurutmu?" tanya Bibi sambil memamerkan Yura yang memakai baju tersebut.

"Sangat cantik, Bi! Yura terlihat begitu anggun!" jawab Giro yang kagum melihat Yura begitu cocok menggunakan pakaian seperti itu.

"Benar, kan?" ujar Bibi bangga.

Yura hanya terdiam sambil menahan malu karena tingkah ibu dan Giro saat melihatnya.

"Baiklah kalau begitu, tolong antarkan Yura ya, Giro" ucap Bibi setelah selesai dengan semuanya.

"Serahkan kepadaku, Bi! Aku akan mengantar Yura setiap hari, Bibi bisa tenang!" ujar Giro meyakinkan Bibi.

"Baiklah, Yura, kau belajarlah dengan baik, ya?" ucap Bibi sambil memeluk Yura dengan erat, seolah tidak mau berpisah.

"Iya, Bu. Sudah hentikan, nanti sore Yura kembali lagi, kok" ucap Yura risih.

"Kami berangkat dulu, Bi" ucap Giro berpamitan kepada Bibi.

Bibi pun melepaskan pelukannya dan mempersilahkan mereka untuk segera pergi. Dia tersenyum dengan begitu bangga saat melihat mereka pergi bersama setelah sebelumnya mereka sering sekali berseteru.

Mereka berdua berjalan menyusuri kota pagi itu bersama. Udara pagi yang begitu segar membuat mereka merasa bisa melakukan apa saja. Percakapan semalam masih terngiang di benak Giro. Dia harus meyakinkan guru Slipwell agar mau mengizinkan Yura untuk berlatih bersama mereka. Walaupun sebenarnya Giro tidak yakin, karena Yura belum memiliki pengalaman berlatih bela diri sebelumnya.

"Kau pergi kemana setiap pagi?" tanya Yura membuyarkan lamunan Giro.

"Aku pergi ke hutan bersama Hosa. Kita selalu mencari herbal atau apapun yang bisa kita jual, lumayan untuk menambah penghasilan" jawab Giro.

"Apa kau tidak lelah? Pagi-pagi kau sudah pergi ke hutan, setelah itu kau langsung latihan di dojo, setelahnya langsung latihan terpisah di hutan" tanya Yura yang penasaran.

"Tentu saja aku lelah. Tapi, jika aku menyerah karena lelah, aku tidak akan bisa mencapai tujuanku" jawab Giro dengan sangat yakin.

"Membunuh Kapten?" tanya Yura.

"Ya. Untuk saat ini, itulah satu-satunya tujuanku. Mungkin tujuanku akan berakhir dengan tragis, tapi aku tidak akan pernah menyesal. Ini adalah jalan yang aku pilih" jawab Giro.

"Aku juga ingin membunuhnya..." gumam Yura.

Giro terkejut mendengar perkataan Yura. Mengapa dia ingin membunuh Kapten?

"Membunuh Kapten? Mengapa kau ingin membunuhnya?" tanya Giro.

"Aku tidak menyukainya. Sejak kedatangannya kesini, banyak sekali orang-orang yang sombong hanya karena anggota dari kelompoknya. Aku ingin menghabisi mereka semua..." jawab Yura dengan begitu meyakinkan.

"Ya, kau ada benarnya juga. Tapi, sejak aku datang kemari, aku belajar banyak hal. Kapten adalah orang yang sangat kuat. Aku tidak tahu harus berapa lama aku berlatih agar bisa menandinginya" gumam Giro.

"Kau pasti bisa..." ujar Yura.

"Terima kasih. Aku pasti akan mewujudkannya. Demi ibuku dan kedua adikku" gumam Giro.

Akhirnya mereka berdua sampai di tempat pelatihan. Yura pamit dan segera masuk ke dalam. Giro segera pergi dari sana dan menuju ke dojo. Dia kembali memikirkan perkataan Yura, apakah mungkin dia memiliki dendam kepada Kapten yang membuatnya ingin membunuh Kapten? Giro hanya bisa berspekulasi, dia tidak ingin bertanya lebih jauh tentang hal itu. Jika Yura ingin menceritakannya, dia pasti akan melakukannya.

Beberap saat kemudian Giro sampai di dojo. Dia melihat Pyrus, Jenny, dan Hosa sudah menunggu kedatangannya.

"Kalian sudah sampai dari tadi?" tanya Giro kepada mereka.

"Giro! Kau darimana saja?" tanya Jenny yang terlihat senang melihat Giro.

"Maafkan aku, aku harus mengantar Yura pergi ke tempat pelatihannya. Hari ini dia memulai pelatihan pelayan" jawab Giro.

"Pelatihan pelayan?" tanya Pyrus.

"Ya, keluarga Jenny adalah keluarga yang turun temurun selalu menjadi pelayan dari pemilik kota ini. Jadi Yura sudah ditakdirkan untuk mewarisi takdir keluarganya dan menjadi pelayan" jawab Giro dengan sebal.

"Aku bisa mengerti. Keluargaku juga memiliki beberapa keluarga yang sangat setia kepada keluargaku dan menjadi pelayan kami setelah sekian lama. Tradisi memang sulit untuk diubah" ujar Pyrus.

"Apa hubunganmu dengannya sudah membaik?" tanya Jenny yang penasaran dengan hubungan mereka.

"Semalam kami berbicara banyak hal. Aku akhirnya mengerti mengapa sikapnya seperti itu selama ini. Dia terbebani oleh takdir keluarganya, sedangkan mimpi dan keinginannya jauh bertolak belakang dengan arus takdir yang menantinya" ujar Giro.

"Pasti berat baginya..." gumam Jenny membayangkan posisi Yura.

"Karena itu aku akan mencoba sebisaku membantunya. Aku akan pergi bertemu dengan guru Slipwell untuk memintanya mengizinkan Yura berlatih bersama. Tunggu aku disini" pamit Giro dan segera pergi dari sana dan mencari Slipwell.

Dia mencoba mencari ke lantai dua, ruangan tempat istirahat para guru yang mengajar di dojo. Dia disambut oleh seorang guru wanita yang sangat cantik.

"Oh, Giro. Ada yang kau butuhkan?" tanya guru tersebut.

"Selamat pagi, Nyonya Bianca. Aku sedang mencari Guru Slipwell, apa Anda melihatnya?" tanya Giro sambil memberi hormat kepada Bianca.

Sejak awal Giro melihat Bianca, dia seolah melihat malaikat yang turun dari surga. Paras cantiknya sangat mengintimidasi siapapun yang menatapnya. Giro ingat saat pertama kali dia melihat Bianca, dia sangat gugup hingga tidak bisa berbicara sepatah katapun. Bianca terlihat masih muda, mungkin jika Giro menebak, Bianca berumur sekitar 30 tahunan. Tapi Giro tidak pernah bertanya tentang hal itu.

"Slipwell, ya... hmm... aku belum melihatnya pagi ini. Sepertinya dia belum datang" jawab Bianca.

"Baiklah kalau begitu, Nyonya. Mungkin aku akan mencarinya nanti setelah pelajaran. Terima kasih, Nyonya. Aku pamit dulu" pamit Giro sambil memberi hormat kepada Bianca.

"Baiklah kalau begitu, nanti jika aku bertemu dengannya, akan kukatakan jika kau mencarinya" ujar Bianca.

"Terima kasih, Nyonya" ujar Giro dan segera pergi dari sana.

Tapi sebelum dia sempat pergi, guru Slipwell memanggilnya dari kejauhan. Giro segera menghampiri Slipwell.

"Ada yang kau butuhkan?" tanya Slipwell kepadanya.

"Maafkan aku, Guru. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Guru" jawab Giro dengan serius.

"Bicaralah..." ujar Slipwell.

"Apakah Guru bersedia melatih seseorang yang belum pernah berlatih bela diri sebelumnya?" tanya Giro langsung kepada tujuannya.

"Tentu saja tidak. Untuk apa aku melakukannya?" jawab Slipwell santai.

"Yura, dia ingin belajar bela diri. Namun karena dia adalah anak dari keluarga pelayan, dia harus mengikuti pelatihan pelayan yang membuatnya tidak bisa berlatih di dojo" ujar Giro meyakinkan Slipwell.

"Tetap saja. Bela diri itu bukanlah hal yang mudah untuk dipelajari. Selain kemampuan, kau harus memiliki keinginan dan tekad yang kuat agar bisa menguasainya. Temanmu itu berasal dari keluarga pelayan, yang artinya hingga akhir pun dia tetap harus mewarisi warisan keluarganya dan menjadi pelayan. Tidak ada artinya bagi dia belajar bela diri" jelas Slipwell.

"Tapi tetap saja... aku mohon, Guru! Tolong pertimbangkan kembali keputusan Guru! Yura sudah kuanggap sebagai adikku sendiri... aku tidak ingin mengecewakannya" ujar Giro lirih sambil membungkuk kepada Slipwell.

"Hmm... merepotkan sekali. Aku pernah bilang kepadamu sebelumnya, aku sama sekali tidak tertarik melatih seseorang yang tidak memiliki potensi. Katakan padaku, menurutmu apakah dia memiliki potensi?" tanya Slipwell.

"Te... tentu saja, Guru! Aku yakin Yura pasti memiliki potensi!" jawab Giro dengan yakin.

"Kau mungkin bisa berkata seperti itu karena kau ingin aku mengizinkannya untuk berlatih. Aku rasa kau harus menyerah" ujar Slipwell.

"Tapi..." Giro merasa sangat kecewa. Entah apa yang harus dia katakan kepada Yura jika ternyata dia gagal membujuk gurunya untuk melatih Yura.

"Bagaimana jika aku saja yang melatihnya?" ucap seseorang dari belakang mereka.

Giro menoleh ke belakang.

"Nyonya Bianca?" ujar Giro kaget.

1
🍾⃝🦚ʜαͩmᷞιͧδαᷠʜͣᵇᵃˢᵉ༄
Novel pertamamu keren Thor semangat❤️🔥❤️
ska
udah lama nggak up thor
silviaanugrah
6 dukungannn, ditunggu feedback-nya ya Thor 🌟
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
™DEWA•[PHOENIX]
Huhuhuhu masih early aja dah penuh bawang
Alvi Sy
lnjutt
gegechan (ig:@aboutgege_)
Semangat kakak💛
salam dari Broken Angel'S
Hayaku Gaya
Uuu, kelompok Shaka ya.. aku yakin kalian akan menang, Giro!! Semangat!! Jan kasih kendor!
Hayaku Gaya
Apa! Yang benar saja ngambil kertas gitu doang pake acara begitu guru 😭😭
Fuhhh Giro kau memang terbaik!!!! Siapa yang akan mereka lawan?
★Merepotkan~
Pikiran nya Thor, bukan Fikiran... Hadeh :v🌲🎉
★Merepotkan~
Meskipun setingan cerita novel kita sama, kenapa punyaku bisa beda jauh kali? Apa ini karena novel ku novel parodi dan novel ini novel serius?🌲🎉
Aya-DNA
pasti melihat mayat sampai muntah
aga komara
like meluncur...
Ls
like.
ACILMEY
next up bophi semangat 👍👍
Neo
up
Wulan
Next
Dian Ariesto
up
Eva Santi Lubis
keren thor lanjut mari saling mendukung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!