NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:345.4k
Nilai: 5
Nama Author: ZiOzil

Karena sebuah kesalahan, Keyra terpaksa harus menikah dengan teman sekolahnya yang sombong.

Bagaimana perjalanan hidup Keyra?
Yuk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Ken segera mencari nama Keyra diponsel Bi Ani, dan memindahkan nomor gadis itu ke ponsel miliknya.

Ragu-ragu Ken menekan tanda panggil, mendadak jantungnya berdebar dan menjadi gugup. Ken sudah tak sabar untuk mendengar suara Keyra, tapi sayang nomor gadis itu tidak bisa dihubungi.

"Cckk ... kenapa tidak bisa dihubungi sih?" Gerutu Ken. Dia kemudian mencari pesan yang dikirim oleh Keyra tadi dan menghubungi nomor itu. Tapi lagi-lagi, tidak bisa dihubungi.

"Sial ...!!! Kenapa semua nomornya tidak bisa dihubungi sih?" Ken kesal dan marah-marah sendiri. "Aku tahu kau memang sengaja menghindariku. Kalau kau pulang nanti, aku akan menghukum mu!" Ucap Ken dengan menyeringai licik.

Triiiiingg ...

Ponsel Ken berbunyi menandakan ada sebuah pesan email masuk, Ken bergegas membuka dan membacanya. Ternyata pemberitahuan bahwa dia diterima menjadi mahasiswa baru di Stanford University, tapi tak terlihat raut kebahagiaan di wajahnya seperti saat dia mendaftar.

Ken menghembuskan nafas berat, wajahnya seketika menjadi muram. Dulu memang Ken sangat ingin kuliah disana dan menjadi penerus bisnis sang Papa, tapi entah mengapa sekarang dia merasa berat untuk pergi apalagi meninggalkan Keyra.

"Apa aku ajak saja dia ikut ke Amerika? Dia juga bisa kuliah disana. Tapi Mama pasti tidak setuju." Ken berbicara sendiri.

Bocah itu meletakkan kepalanya disandaran sofa dan memandangi langit-langit kamarnya.

"Ya Tuhan, kenapa aku menjadi seperti ini. Aku bingung dengan perasaanku. Apa jangan-jangan benar yang mereka katakan?" Ken memejamkan kembali matanya, dia teringat kata-kata sahabat-sahabatnya saat di cafe tadi.

Flashback on ...

Ken, Anhar, Radit dan Ivan sedang duduk santai di cafe, tempat biasa mereka berkumpul dan kali ini tanpa kehadiran Rendy. Tentu saja bocah itu tidak ada, karena Ken melarang mereka mengajaknya. Sepertinya Ken masih marah dengan sahabatnya yang satu itu.

"Kau benar-benar tidak mau berbaikan dengan Rendy?" Tanya Anhar. Dia memandang Ken yang duduk dihadapannya dengan tatapan penasaran.

"Hmmm ..." Ken hanya berdehem tanpa memandang Anhar, bocah itu fokus pada ponselnya.

Anhar hanya menghela nafas melihat sikap keras kepala Ken.

"Tapi sampai sekarang aku masih bingung, bukankah sudah sering kita melihat Keyra dan Rendy bersama, bahkan sejak dari sekolah. Kau sama sekali tidak permasalahkan. Tapi kenapa sekarang kau marah dan sampai memukul Rendy?" Giliran Ivan yang angkat bicara.

"Iya, aku juga bingung! Hubunganmu dengan Rendy jadi tidak baik karena Keyra. Kalian jadi seperti merebutkan seorang gadis." Radit ikut-ikutan.

"Sekarang dia sudah menjadi istriku! Apa pantas dia berdekatan dan pergi dengan lelaki lain?" Ken berbicara dengan santai, dia masih fokus pada ponselnya atau lebih tepatnya pura-pura fokus untuk menutupi kegugupan dan emosinya yang mulai naik karena teman-temannya itu mengungkit masalah kemarin.

"Haaa ... apa-apaan ini? Bukankah selama ini kau tidak perduli dengan dia, kau bahkan tidak menganggapnya sebagai istri. Tapi sekarang kau berubah drastis! Jangan-jangan kau sudah jatuh cinta dengannya." Anhar meledek sahabatnya itu. Tapi Ken tak menjawabnya, bocah itu terkesiap mendengar ucapan Anhar.

"Wah ... benar juga yang Anhar katakan! Kau sepertinya memang sudah jatuh cinta dengan Keyra dan kau cemburu dia dekat dengan Rendy. Hahaha ... akhirnya gadis itu berhasil merebut hatimu." Ivan membenarkan kata-kata Anhar lalu tertawa mengejek. Tapi Ken tetap diam bergeming, dia mencoba mencerna setiap ucapan sahabat-sahabatnya itu.

"Hahaha ... iya ... iya ... benar itu!" Radit ikut tertawa.

"Sudah puas bicaranya?" Ken mengalihkan pandangannya dari ponsel dan menatap ketiga sahabatnya itu. Ketiganya sontak terdiam dan salah tingkah.

Ken akhirnya beranjak pergi dari cafe itu dengan perasaan kesal. Anhar, Ivan dan Radit jadi merasa tak enak hati.

Flashback off ...

Ken menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskanya dengan kasar, dia membuka matanya dan memandang dengan tatapan kosong.

"Apa benar aku jatuh cinta dengannya? Tapi bagaimana bisa? Lalu jika itu benar, apa yang harus aku lakukan? Apa dia juga akan mencintaiku?." Pertanyaan-pertanyaan itu berkeliaran dipikiran Ken.

"Tapi bagaimana dengan kuliahku? Apa aku bujuk saja Mama agar mengizinkan dia ikut ke Amerika? Tapi apa alasannya?" Ken mendadak galau dan dilema.

Bocah itu terus bermain-main dengan pikiran nya, dia bahkan berbicara sendiri seperti orang gila.

***

Empat hari kemudian, Keyra tak juga kunjung pulang ke kediaman Hendrawan. Ken sudah berulang kali menghubungi nomor gadis itu tapi tetap tak ada jawaban.

Dan hal itu membuat Ken semakin uring-uringan, dia seperti kehilangan sesuatu.

"Ini sudah empat hari, tapi kenapa Key belum kembali kesini ya? Apa sakit ibunya bertambah parah? Tapi kok tidak memberi kabar sih?" Tanya Very yang mulai cemas karena sang menantu tak kunjung pulang.

"Mungkin lah, Pa. Aku juga sudah berulang kali menghubungi nya, tapi tidak bisa." Jawab Ken.

"Apa sebaiknya kau susul saja dia? Daripada kita menerka-nerka begini, mungkin saja terjadi sesuatu. Bukan begitu, Ma?" Very beralih memandang Widya yang tengah sibuk membolak balik koran dihadapannya.

Saking sibuknya dengan koran-koran itu, Widya sampai tak mendengarkan Very yang sedang berbicara dengannya.

Kenapa tidak ada berita penemuan mayat wanita di jurang. Kalau dia mati, seharusnya sudah ditemukan. Apa dia masih hidup? Tapi tidak mungkin, jurangnya sangat dalam dan tidak ada siapa-siapa disana.

"Ma ... Mama ...!!!" Very meninggikan suaranya.

"Eh ... iya, Pa. Ada apa?" Widya tersentak dan sontak memandang Very dengan gugup.

"Sejak kapan kau suka membaca koran? Papa perhatikan beberapa hari ini, Mama selalu membeli koran tapi hanya membolak-balik nya saja, memangnya lagi cari berita apa?" Very menautkan alisnya dan memandang Widya dengan penasaran.

"Hem ... itu, Mama sedang mencari berita kasus korupsi suami teman Mama. Tapi sepertinya tidak beritanya tidak masuk koran." Widya yang gugup mencari-cari alasan.

"Oh iya, teman Mama yang mana?" Tanya Very. Dia mengenal hampir semua teman-teman Widya yang kebetulan suami mereka juga rekan bisnisnya.

"Hmmm ... Papa tidak kenal kok!"

Very berhenti bertanya dan itu membuat Widya lega dan berusaha menutupi kegugupannya.

Ken memandang kedua orangtuanya itu dan berusaha menguatkan hatinya, dia yakin ini saat yang tepat mengatakannya.

"Pa ... Ma ... aku diterima kuliah di Stanford University." Ujar Ken. Setelah empat hari berpikir, akhirnya dia menyampaikan juga berita ini ke Very dan Widya.

"Wah ... benarkah, Sayang? Selamat ya, Mama senang sekali." Widya berteriak girang.

"Jadi kau akan kuliah di Amerika?" Very memandang lekat wajah tampan putranya itu.

"Iya, Pa."

"Lalu Keyra?" Tanya Very.

"Pa, kenapa bertanya tentang dia?" Widya protes.

"Ssstt ... aku tidak berbicara denganmu!" Very mengibaskan tangannya sebagai pertanda menyuruh istrinya itu diam.

"Aku sudah putuskan akan mengajak Keyra ikut bersamaku." Jawab Ken yakin. Selama beberapa hari ini dia terus memantapkan hatinya itu memutuskan hal itu.

"Ken ... kau ..." Widya terperangah tak percaya putranya mengatakan hal itu. Tapi dia tak berani berkata-kata saat Very melirik tajam kearahnya.

Sudut bibir Very tertarik membentuk lengkungan senyum, "Kau mengambil keputusan yang tepat. Sekarang juga temui dia, jika ibunya sudah baikan, ajak dia pulang. Kita harus persiapkan semuanya." Pinta Very tegas.

"Baik, Pa." Ken mengangguk-angguk patuh dan segera beranjak pergi.

Widya hanya memandang kepergian putranya itu dengan perasaan takut dan khawatir, dia sebenarnya ingin melarang Ken, tapi tak berani.

Semoga dia tak menemukan siapapun dan apapun disana.

***

1
hersita maharani
makasih author ❤️❤️❤️❤️🙏🙏😘😘😘
Hafijah Ramadani
bukan mantan suami x ya.. tp status msh suami
Mimin Tarmini
Luar biasa
Tut Eny
lanjut
Naylatul Maufiroh
😢😢😭😭😭😭
Shaqila Dwi
mampir Thor
Meldis dirma
mertua😠😠😠
lio one
nyesek banget.. 😢😢 good thor 👍👍
Dhizi
rara pasti anaknya ken...
Riska Wulandari
lah d bab sebelumnya katanya udah cerai thor??
Riska Wulandari
Keyra sakit apa??
knp Keyra g sama Rendy aja thor kan udah cerai dari Ken..
Riska Wulandari
jangan sampai rencanamu jadi bumerang Key..
Riska Wulandari
beneran udah cerai??kalo gini sih aku seneng..🤭
sama Rendi aja Key..
Riska Wulandari
habis itu amnesia..🥴
Riska Wulandari
Keyra bego,,mumpung lagi berdua ajak duel napa,,pasti nyonya tua itu g bakal menang juga terus cemplungin ke jurang..
Riska Wulandari
200 juta??ya kurang lah..enak aja kalo 200 M baru pikir2,,katanya horrrang kaya...
Riska Wulandari
ah cieeee..Ken udah g perjaka lagi ni yeee..🤭🤭🤣🤣🤣
Riska Wulandari
d jadiin pembantu jangan lupa minta gaji Key jangan cuma nangisss doang...
Riska Wulandari
orang g ngapa2 in d paksa kawin..tanggung jawab juga belum ngerti akhirnya saling nyakitin..
Riska Wulandari
duduk permasalahannya g d lurusin dulu main kawin aja si bapak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!