Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di pesawat.
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari yang di tunggu pun tiba yaitu hari dimana Shofie dan Alvaro akan melakukan perjalanan jauh nya, alias honeymon.
"Sudah semuanya sayang?." tanya Alvaro yang sedang mengenakan pakaian nya, jeans hitam dan sweater menjadi pilihan Alvaro untuk berangkat ke tempat honeymon nya.
"Sudah, tolong bantu bawa ini berat." ucap Shofie yang sedang berkutat dengan koper.
Alvaro menurut dan berjalan menghampiri istrinya, "Astaga sayang kita liburan bukan mau pindahan." Alvaro menahan tawanya melihat Shofie yang nampak membawa hampir setengah dari baju-baju milik mereka berdua.
Shofie menatap suaminya dengan bingung, "Bukan kah disana kita akan seminggu?, dan di pantai nanti bukan kah kita akan berenang?, kita memerlukan banyak pakaian ganti bukan." sahut Shofie yang berpikir jika di Bali dia akan berenang seperti orang-orang yang ia lihat di Vidio yang datang ke Bali hanya untuk menikmati indahnya pantai dewata Bali.
Alvaro mengelengkan kepala." kita tidak akan berenang setiap saat Shofie sayang, yang akan kita lakukan hanya cukup satu." ucap Alvaro sambil tersenyum menyeringai.
"Apa?." tanya Shofie mengerutkan dahinya bingung.
"Membuatkan cucu untuk kedua orang tua kita." ucap Alvaro seraya mencium gemas pipi Shofie.
Dan hal itu seketika membuat rona merah di pipi Shofie mengembang karna mendengar ucapan Alvaro tadi.
"Mesum." cibir Shofie salah tingkah.
Kini keduanya sudah sampai di bandara, Alvaro dan Shofie berjalan dengan koper yang di tarik oleh tangan masing-masing.
Alvaro mengajak Shofie duduk sesuai dengan nomer yang di berikan petugas bandara.
Keduanya kini sudah duduk di kursi masing-masing, pramugari cantik nanti seksi datang untuk memberi arahan untuk para penumpang yang akan melakukan penerbangan, dan hal itu tak luput dari pandangan Shofie.
Pesawat mulai bergetar kecil yang menandakan jika pesawatnya mulai bergerak dan akan segera terbang.
Shofie terdiam ini adalah pengalaman pertamanya menginjak dan merasakan rasanya naik pesawat.
Alvaro melirik istrinya yang diam saja, aneh rasanya saat melihat istrinya tidak sebawel biasanya.
"Kenapa sayang?, kamu takut ya?." tanya Alvaro pada Shofie.
"Tidak." jawab Shofie cepat.
"Lalu kenapa kau diam?." tanya Alvaro lagi.
Shofie melirik. "Aku hanya cangung, emm ini adalah pengalaman pertamaku naik pesawat." ucap Shofie dengan pandangan yang terus melihat ke kaca jendela.
"Apa kau senang?." tanya Alvaro lagi.
Shofie melirik suaminya lagi. "Biasa saja." jawab Shofie singkat. "Dan bisa kah kamu diam?, aku tidak bisa fokus melihat ke bawah." lanjut Shofie lagi.
"Apa yang kau lihat?." tanya Alvaro lagi, masih penasaran untuk menggoda istrinya.
Shofie mengedikan bahunya ke atas. "Tidak tahu, aku hanya melihat kotak-kotak kecil seperti mainan anak-anak." jawab Shofie seadanya.
Dan hal itu jelas mengundang tawa Alvaro yang semakin gemas dengan kepolosan istrinya. "IKotak-kotak itu adalah rumah, jika di lihat dari atas memang tidak akan terlihat seperti rumah ataupun gedung, sayang." ujar Alvaro menjelaskan.
"Oh." jawab Shofie singkat yang membuat Alvaro mengelengkan kepala nya.
"Entah kenapa mendengar semua jawaban nya membuat aku semakin jatuh hati padanya, dan hal ini yang aku suka dari Shofie." Alvaro membatin.
"Aku seperti gadis bodoh." ucap Shofie tiba-tiba.
Alvaro mengerutkan keningnya bingung. "Kenapa? apa kamu masih kesusahan membaca?, atau menghitung?." tanya Alvaro sambil melirik istrinya.
Shofie menggelengkan kepala nya cepat. "Tidak, aku pintar, emm aku sudah bisa membaca meski tidak terlalu lancar, hanya merasa bodoh saja." ujar Shofie.
"Kenapa dulu aku dan teman-teman ku selalu berteriak meminta uang pada pesawat terbang, sedangkan sekarang kenyataan yang baru aku lihat jika orang yang ada di dalam pesawat tidak bisa melihat apapun, lalu untuk apa dulu aku susah payah berteriak sekencang-kencangnya meminta uang jika aku hanya terlihat seperti semut di atas sini." sambung Shofie lagi yang berhasil membuat Alvaro langsung terbungkam.
"Dia memang lain dari yang lain." Alvaro membatin sambil melihat pasangan lain nya yang nampak tertidur sambil berpelukan dengan pasangan nya masing-masing.
Tapi tidak dengan dirinya, dia memiliki istri yang sangat unik, dan dia menyayangi istrinya.
"Ayo tidur, ini masih lama sampai nya." ajak Alvaro sambil memeluk Shofie.
Shofie mengelengkan kepala engan untuk tidur, "Kau saja yang tidur, aku ingin melihat ke bawah siapa tau ada anak kecil yang berteriak meminta uang sama sepertiku dulu." ucap Shofie tanpa melihat wajah Alvaro yang menganga.
Humpphhh..
Shofie benar-benar membuat Alvaro bungkam seribu bahasa.
"Wah lihat aku melihat burung, emm.. mereka terbang dengan ramai dan terlihat seperti kutu kecil yang berkerumunan, sepertinya mereka memiliki sarang di luar angkasa."
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan bilang norak pliss !!
Jejak !!