NovelToon NovelToon
Siksa Sang Psychopath

Siksa Sang Psychopath

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Badboy / Pembunuhan / Kriminal / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:228.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: wati

Carla, seorang gadis yang memiliki sosok kekasih yang mencintainya dengan abnormal. Rasa cinta yang dimiliki oleh kekasihnya untuk dirinya, seakan merantai hidupnya. Kekangan yang mengerikan menjeratnya pada sebuah lingkaran, tak berujung dan terus berputar. Hatinya milik laki - laki itu, jiwanya, raganya, termasuk nyawanya.

Dirinya akan bertahan, itu pasti. Karna hatinya telah terenggut begitu saja, dan masuk ke dalam hidup kelam lelaki itu. Namun jika jiwanya terus terkikis, maka satu hal yang akan ia lakukan.

Pergi.

"Aku nyerah, mari kita akhiri sampai disini Steve."

Percaya atau tidak, bibirnya sungguh kelu untuk mengatakan itu. Tubuhnya gemetar, karena cinta yang ia impikan selama ini ternyata semenyakitkan itu.

"Ahkk.." teriak Carla kala tangan kokoh itu menekan luka di dahinya sambil tersenyum smirk.

Carla tersenyum kecut.

"Mati atau tetap bersamaku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemandu rahasia

Malam kian larut, langit pun semakin gelap. Ditengah hutan yang lebat, terlihat seberkas cahaya yang berasal dari sebuah kendaraan menyinari kegelapan. Mobil itu terus melaju kencang pada kecepatan di atas rata-rata, membelah jalanan yang sunyi dan gelap. Hingga kendaraan roda empat itu berbelok arah, menuju pada sebuah bangunan.

Steve mengedarkan pandangannya ke segala arah. Sunyi, tidak ada satu orang pun hanya ada sebuah bangunan kuno yang berdiri kokoh di hadapannya. Namun nampaknya bangunan itu tidak diterangi apapun sehingga gelap, seperti tidak berpenghuni. Ia menggelengkan kepalanya heran, bisa-bisanya orang itu memintanya untuk bertemu di tempat yang lebih mirip pemakaman ini.

"Carla..." ujar Steve sambil menepuk pelan wajah kekasihnya. "Ayo bangun, kita sudah sampai..."

Carla membuka matanya perlahan, seketika kegelapan memenuhi indra penglihatannya. Dengan cepat ia bangkit dan menoleh sekitar dengan pandangan menelisik. Dimana ia sekarang?

Hanya ada kegelapan dan suara serangga malam yang saling bersahutan. Carla melirik Steve takut-takut, entah apa yang lelaki itu tengah lakukan sekarang. "Steve, kita tidak sedang kesasar bukan?" tanya Carla pelan, melihat betapa seriusnya lelaki itu pada benda ditangannya.

"Hm.."

"Steve, ki-kita ada dimana?"

"Di hutan."

"A-aku tau, tapi kenapa harus bertemu di hutan? Dan di mana kita akan menemuinya?" tanya Carla sambil mengguncangkan tangan Steve, lelaki itu masih saja terlihat santai sambil mengasah benda di tangannya.

Steve mendongak, menatap Carla dalam lalu menggenggam tangan gadisnya. Kenapa dia begitu cemas?

"Tenang baby, kita akan menemuinya disana." ujarnya sambil mengangkat dagunya dan menunjuk bangunan kuno itu.

Carla menoleh mengikuti arah pandang kekasihnya. Seketika ia terbelalak kaget. Bangunan kuno itu terlihat begitu menyeramkan, tidak ada cahaya sedikitpun. Namun masih bisa terlihat, berkat disinari oleh cahaya rembulan dan setengah dari bangunan itu tertutupi oleh kabut tebal. Carla bergidik ngeri, ke tempat apa dirinya telah dibawa oleh lelaki itu? "Di sana? Kau yakin? I-ini lebih mirip seperti istana penyihir." bisiknya pelan, nyaris tak terdengar.

"Kau benar, tempat ini dihuni oleh raja kegelapan."

Carla semakin bergidik ngeri, mendengar ucapan Steve. Terdengar seperti lelucon, namun begitu mengerikan. Carla menoleh, mengalihkan pandangannya pada bangunan kuno itu dan menatap Steve heran, "Apa yang kau lakukan?" tanyanya, sedari tadi lelaki itu tidak berhenti memainkan benda di tangannya.

Steve mendongak menatap Carla intens, lalu tersenyum manis, "Mengasah pisau, apalagi?"

Carla mengusap tengkuknya, kekasihnya kini terlihat begitu menyeramkan. Untuk apa lelaki itu mengasah pisau ditengah hutan seperti ini?

"Untuk apa-"

Carla menghentikan ucapannya, ketika mendengar bunyi langkah seseorang yang berjalan mendekat. "Steve, ada yang datang!" seru Carla cepat, namun nampaknya lelaki itu terlihat begitu santai.

"Hm."

"Hm, hm apa? Ada yang datang! Kau tidak dengar?!" ujar Carla setengah berteriak, ia begitu cemas dan panik.

Bunyi itu terdengar lagi, Carla menajamkan pendengarannya. Bisa ia pastikan, seseorang yang mendekat itu hanya sepuluh langkah lagi untuk bisa sampai. Carla mengusap pelipisnya menggunakan punggung tangannya sendiri. Situasi seperti ini sungguh memacu adrenalin nya. Di tengah hutan yang lebat, juga keheningan yang menyiksa batin. Semakin membuatnya merasa sesak. Lalu apa sekarang, seseorang datang mendekat?

"Aku belum tuli Carla. Jadi aku mendengarnya."

"Lalu apa lagi yang kita tunggu? Ayo cepat pergi dari sini!"

"Pergi? Aku belum menyelesaikan urusanku."

Carla menatap Steve tidak percaya, sudah cukup lama mereka berada disini. Jika lelaki itu ingin menyelesaikan urusannya, maka pasti sudah selesai. Lalu tunggu apa lagi?

"Urusan apa? Steve, please a-aku takut ayo kita pergi saja dari sini!"

Steve mengusap pisaunya menggunakan tangannya sendiri, seolah membersihkannya. Lihatlah, betapa lelaki itu menyayangi benda tajam itu. Seolah itu adalah benda yang rapuh ataupun mudah pecah. Namun pada kenyataannya, benda itu bisa saja merenggut nyawa. Steve meletakkan pisaunya, dan beralih merengkuh gadisnya. "Jangan takut, ada aku disini." ujarnya sambil mengusap lembut punggung Carla, tubuh gadis itu bergetar dengan isakan kecil.

Tok!

Carla menegang, ada yang mengetuk jendela mobil. "Steve ada yang datang.." lirihnya dan semakin mengeratkan pelukannya.

"Tenanglah, itu pemandu kita sudah datang."

"Pemandu apa? Kita tidak sedang berwisata sekarang."

Steve menurunkan jendela mobilnya, menatap datar seorang pria yang memakai hoodie hitam itu. Carla mendongakkan kepalanya, berusaha melihat wajah pria itu. Ia juga penasaran, seperti apa wajah dari orang yang tinggal di tengah kesunyian serta kegelapan seperti ini. Tapi tadi Steve mengatakan, bahwa pria itu adalah pemandu mereka. Carla memicingkan matanya, ia tidak bisa mengenali wajahnya karna pria itu memakai masker. Aneh, apa hutan ini tempat wisata?

"Mari, Mr. R telah menunggu anda di dalam."

"Aku tau."

"Steve.."

Steve menoleh, dan mendapati wajah pucat kekasihnya. "Apa, hm?" ujarnya sambil menggenggam tangan Carla yang dingin.

"A-apa aku boleh, tidak ikut?" Lirih Carla pelan, takut-takut permintaannya itu tidak dipenuhi. Sungguh, melihat bangunan tua itu saja membuatnya gemetar ketakutan. Apalagi sampai menapaki kakinya di dalam sana, ia benar-benar tidak sanggup. Entah urusan apa yang lelaki itu urus di dalam sana, ia tidak tahu dan juga tidak ingin mengetahuinya.

Steve terdiam sejenak, dan menatap datar gadisnya. Kemudian ia mengangguk sambil tersenyum, membuat Carla menghela nafas lega. Melihat tatapan datar lelaki itu tadi, sejenak ia sudah berprasangka buruk.

"Kau yakin akan tinggal di mobil sendirian?"

"Iya, ini lebih baik daripada aku ikut kedalam sana." jawab Carla sambil menunjuk bangunan tua itu dengan tatapan ngeri.

Steve terkekeh, dan mengacak gemas rambut gadisnya. "Hati-hati, jangan keluar dari mobil sebelum aku datang. Dan jangan hiraukan suara-suara apapun yang tiba-tiba saja terdengar." Peringatnya, lalu mengecup kening Carla dan berlalu keluar.

"Tunggu!"

"Apa lagi?"

"Bisakah kau mengembalikan ponselku?" Tanya Carla pelan.

"Tidak hari ini."

"Ta-tapi aku-"

"Ini pakai saja ponselku!" sela Steve cepat dan memberikan ponselnya pada Carla.

Carla menghela nafas pelan, kemudian mengangguk. Mimpi saja, jika lelaki itu memberikan ponselnya sekarang. Steve tersenyum dan kembali mengecup kening gadisnya, kemudian berlalu keluar. Namun tangannya tiba-tiba saja dicekal membuatnya kembali duduk, dan menatap Carla gemas. Apa gadisnya tidak ingin berpisah dengannya?

"Ja-jangan lama."

"Sure."

Pintu mobil tertutup, Carla menyandarkan tubuhnya sembari memijit pelipisnya pelan. Kepalanya  berdenyut sakit, memikirkan segalanya. Jika ia tidak diharuskan untuk ikut masuk ke dalam, mengapa lelaki itu membawanya?

Hawa dingin mulai menusuk, Carla menggosokkan kedua tangannya dan sesekali meniupnya. Udara disini benar-benar terasa dingin. Namun disisi lain, ia juga merasa nyaman. Carla mengulas senyumnya, sambil menatap rembulan dan bintang-bintang yang bersinar terang di langit. Ia menyukai kesunyian, karna itu membuat hatinya damai. Dan akan terasa lebih lengkap jika ditemani buku-buku novelnya. Namun sayang, benda itu sudah hangus tak tersisa. Membeli lagi? Tidak, Carla tidak mau buku-buku itu bernasib sama.

Carla menoleh pada kursi kemudi, ia baru ingat. Jika tadi Steve memberikan ponsel padanya. Yah, meski bukan ponselnya sendiri, tapi tidak buruk juga, untuk mengatasi rasa bosannya. Juga mengalihkan perhatiannya pada bangunan mengerikan itu.

Carla mulai membuka ponsel kekasihnya, tidak ada yang menarik. Kemudian ia membuka album, Carla terbelalak kaget hanya ada ribuan foto candid dirinya saja. Juga beberapa fotonya dan Steve. Carla terkekeh, jika lelaki itu tidak sedang dalam kemarahan maka dia akan sangat manis.

Sebuah notifikasi muncul, membuat Carla mengalihkan perhatiannya. Seseorang mengirim pesan, tidak biasanya ada pesan yang masuk ke ponsel kekasihnya, selain darinya. Jika itu menyangkut pekerjaan, pasti orang itu akan menghubungi Troy. Carla membuka pesan itu dan mulai membacanya. Namun seketika ia mengernyit heran, sebuah inisial. Yang berarti, kekasihnya itu menyimpan kontaknya. Lalu mengapa ia tidak mengetahuinya?

Carla melempar ponsel itu asal, hanya ada kalimat ambigu yang membuat kepalanya pusing.

A

Hey, long time no see.

...TBC...

1
Dina Nurazizah
plisss up lagiii
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Dina Nurazizah
kenapa banyak teka teki 😭😭😭
Eci Rahmayati
Luar biasa
Denzo_sian_alfoenzo
stlh bc ni novel branda q langsung d penuhi dgn novel2 yg gk jls ngegantung smau 👊🤯
Denzo_sian_alfoenzo
stlh bc ni novel branda q langsung d penuhi dgn novel2 yg gk jls ngegantung smau 👊🤯
Denzo_sian_alfoenzo
kagak ada yg bnr, ni orng psyco mn smua novel nya kagak ada yg selesai asw 🤯
Denzo_sian_alfoenzo
q kira clara bkln bnuh diri trnyt tdk 😧
Denzo_sian_alfoenzo
knp klo psycopatnya bnyk jd b aja ni cerita 🤧pdhl aq dh berhrp banyak nih
Denzo_sian_alfoenzo
astaga 🤯
Denzo_sian_alfoenzo
hrs ya jdul novel ni bkn siksaan psyco tp dunia zombi
Denzo_sian_alfoenzo
jgn2 carla hanya bahan buat bls dendam
Denzo_sian_alfoenzo
aduhhhh ni pasti moyang nya kopat
Denzo_sian_alfoenzo
smpe sni aq msh ragu jgn smpe dh seru gni mlh happyend benci aq tuh 😣
Denzo_sian_alfoenzo
gk bs ber kata2 🥵🥵🥵🥵
Denzo_sian_alfoenzo
hubungan mreka bagian obat ,pait tp menyembuhkan 🤧
Denzo_sian_alfoenzo
psyco emng gk btuh dokter 🤣
Denzo_sian_alfoenzo
aq berharap kebucinan tdk segera dtg btw knp gk ada asal usul ato apa gtu cerita ini kek ujug2 dh smpe pertengahan awlnya gk ada
Denzo_sian_alfoenzo
aq suka apa aq termasuk psyco 🤧
Denzo_sian_alfoenzo
aq suka 👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!