hai,,,readers author datang lagi dengan cerita yang baru sequel dari "Wanita Pilihan Untuk Ayah"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25
selamat menikmati 💐💐💐
Setelah orang tua Saldy tiba di Indonesia dan menginap disalah satu hotel mewah milik keluarga Dirgantara, keesokan harinya Saldy dan kedua orang tuanya serta Davis dan juga kedua orang tuanya bertamu ke rumah.tuan Wijaya.
Nampak tuan Wijaya dan istrinya yaitu ibu Yanti menyambut kedatangan calon besannya. Tuan Wijaya kaget melihat sahabatnya datang
"Wiguna ??? ". kata tuan Wijaya setengah berteriak tak percaya dengan penglihatannya
"Jaya ????" balas Wiguna mereka kemudian berpelukan dengan erat.
"Kamu datang bersama keluarga Dirgantara ???" tanya tuan Wijaya penasaran
"Ayo silahkan masuk dulu, ceritanya ntar didalam.". kata Yanti mempersilahkan para tamunya masuk terlebih dahulu.
Setelah mereka duduk kemudian melanjutkan rasa penasaran tuan Wijaya tentang hubungan keluarga Dirgantara
"Jadi kalian kenal dimana, kok bisa datang bersamaan..." kata tuan Wijaya
"Jadi gini lho, aku datang buat melamar anakmu untuk putra tunggalku Saldy ". kata Wiguna mengutarakan maksudnya sekaligus menjawab pertanyaan sahabatnya
"Dan kami juga bermaksud melamar putri bapak dengan putraku Davis ". kata Adam juga mengutarakan maksudnya
"Sebentar aku panggil anak-anak dulu, biar mereka yang menjawab ". balas Yanti menuju kamar kedua anaknya
Tak lama kemudian Shadika dan Malika berjalan menghampiri para tamunya dengan gugup dan semua mata memandang kearah mereka berdua
"Yang mana calon mantuku, dua-duanya cantik ". kata Wiguna dan Ratih bersamaan
"Anak-anak kalian dekati calon istri kalian, aku juga gak tau pasti soalnya mereka selalu berjalan berempat ". balas tuan Wijaya terkekeh
Vita kemudian mendekati Malika dan menarik tangannya duduk disamping Davis.
"Wah,,,ternyata nyonya Vita sudah kenal calon mantunya ". kata Yanti tertawa diikuti yang lainnya. Suasana menjadi ramai.
Kemudian seorang ART membawa minuman dan cemilan serta menatanya dimeja dengan rapi.
"Mari silahkan dinikmati ala kadarnya ". ujar Yanti dengan ramah.
Ratih yang sejak tadi diam kemudian berdiri dan duduk disamping Shadika dan memegang tangannya
"Jadi kapan rencana pernikahan mereka ???" tanya Ratih mama Saldy tak sabar ingin segera meresmikan hubungan mereka.
"Gimana kalo Minggu depan". kali ini Vita yang menyarankan
"Apa gak terlalu cepat, bu ". balas Yanti agak keberatan
"Gak juga bu, masalah persiapan serahkan pada kami, undangan 2 hari bisa selesai, soal gedung biarkan mereka berdua yang mengurusnya " kata Vita tak memberi celah pada keluarga calon mempelai wanita
Shadika dan Malika hanya bisa saling melempar pandangan bingung melihat tingkah calon mertua mereka.
"Gimana dengan calon mempelai laki-laki, apa kalian sanggup mengurus gedung pernikahan kalian sesuai dengan keinginan kalian hanya dalam waktu satu Minggu???" tanya Yanti menatap kedua calon menantunya bergantian
"Bisa tante ". jawab Davis dan Saldy kompak
"Mantuku ternyata sangat kompak,.semoga kalian selalu hidup rukun dan bahagia ". kata tuan Wijaya terkekeh melihat kekompakan menantunya.
'papa mertua aja yang gak tau betapa menyebalkannya menantu bungsumu 'batin Saldy mencibir
"Insya Allah om, kami akan selalu menjaga kekompakan kami ". balas Saldy sopan
Jangan tanya ekspresi Davis ketika Saldy menjawab, seperti biasa selalu menampilkan wajah datar dan minim ekspresi. Malika yang duduk disampingnya hanya mendengus kasar.
Setelah pembicaraan masalah pernikahan selesai, para orang tua kemudian melanjutkan bincang-bincang mereka dengan santai sementara anak-anak mereka memisahkan diri di taman belakang bersantai.
"Kalian mau memakai tema apa pada pernikahan kita nanti ". tanya Saldy pada Shadika dan Malika
"Terserah Malika, aku ikut saja ". jawab Shadika dengan lembut
"Aku sih gak punya ide, kalian aja yang menentukan ". balas Malika santai
"Ok,.nanti kami konsultasikan dengan pihak wedding organizer ". kata Saldy memutuskan
"Mas Davis kok, dari tadi diam melulu ". kata Malika jengah melihat ekspresi calon suaminya
"Jangan salah, meskipun ekspresinya dingin begini tapi dia yang ngotot menyuruhku supaya menelpon papa dan mamaku untuk datang melamar karena dia gak mau nikah sendirian ". balas Saldy menjelaskan dan sukses mendapat tatapan tajam dari Davis
Mereka bertiga kompak menertawakan ekspresi Davis yang tak terbaca tetap datar seperti biasanya.
Entah apa yang akan terjadi jika telah menikah dan berkumpul dalan satu rumah, ketiganya selalu ceria dan saling meledek sementara yang satunya minim ekspresi.
...💐💐💐💐💐...
selamat menikmati up_nya. maaf masih satu bab dulu ya, soalnya masih butuh istirahat
jangan lupa dukungannya, maaf selalu mengingatkan 🙏🙏🙏
salam hangat dari author