Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.Theo hyper (Spicy scene)
“Ahh.. Sa.. Sakit.. !!”
“Sebut namaku, sayang~”
Dhelpine menggelengkan kepalanya perlahan, saat milik Theo memaksa masuk ke bagian bawahnya. Rasanya sakit dan perih saat bagian bawahnya seperti di robek secara paksa oleh sesuatu yang besar. Theo hanya terkekeh pelan, melihat air keluar dari mata Dhelpine di sana, lelaki itu mengecupi dua gunung besar yang masih terpampang di depannya.
Tangannya ikut bergerak mencubit ujung gunung yang lain, sementara lidahnya bermain-main di ujung gunung yang berbeda. Dhelpine menggeliat, merasakan sensasi geli dari sentuhan itu.
“A.. Ahh.. Hentikan..”
“Panggil namaku~” Ujar Theo dengan nakalnya, menggoda Dhelpine lagi, membuat wanita itu hanya bisa pasrah, dan akhirnya suara itu keluar.
“Ah.. The.. Theo..”
“Iya, bagus, seperti itu..” Theo beralih mengecupi leher putih Dhelpine yang sudah penuh dengan bekas kissmark darinya, sementara dua tangannya asyik bermain-main di ujung gunung itu, membuat Dhelpine menggeliat di sana, mencoba membebaskan diri dari siksaan kenikmatan Theo.
Suasana itu semakin memanas, seiring milik Theo yang mulai bergerak di dalam Dhelpine, awalnya gerakan itu lembut tapi lama-kelamaan menjadi lebih cepat dan bahkan membuat sensasi yang kuat bagi Dhelpine, saat gesekan antara milik Theo dengan dinding rahimnya.
Dhelpine semakin meracau menyebutkan nama Theo terus menerus dengan suaranya, yang mencoba memohon di sana, tapi lelaki itu hanya asyik mencubit dua gunung kembar itu, dan mengecup leher putih sang wanita.
Dua orang itu kini berkeringat, seiring dengan permainan yang semakin memanas, hingga milik Theo mulai mengeluarkan ledakan di dalam Dhelpine.
Wanita itu seketika langsung melemas di sana, tapi entah kenapa milik Theo masih belum keluar dari dalam, padahal lelaki itu sudah mengeluarkannya didalam.
“Sudah lemas sayang ?? Padahal baru 1 ronde, dan kau sudah lemas ??” Theo terkekeh pelan, seakan masih belum puas dengan permainan itu.
“Aku lebih hyper daripada Enoch, dan aku ingin melakukannya 10 ronde, jika kau sanggup.” Ujar Theo mengedipkan matanya, membuat Dhelpine menatapnya dengan tatapan takut, apa ?? 10 ronde ?? Gila, bisa seliar apa Theo di depannya.
“Ja.. Jangan-”
Cup.
Theo langsung mencium bibir wanita itu dengan lembut, tidak membiarkan wanita itu menolaknya atau berbicara, Theo masih sengaja bermain-main di gunung besar itu, dengan cara meremasnya pelan dan kembali memainkan ujungnya, membuat Dhelpine merasakan sentuhan nakal itu lagi.
Dada Dhelpine yang masih sensitif, justru semakin memanas saat tangan Theo terus bergerak di sana, ciuman terlepas, Dhelpine tersentak saat milik Theo kembali bergerak di dalamnya. Theo terkekeh licik.
“Jangan khawatir, aku baru saja meminum obat penguat~ Aku bisa menggarapmu, berjam-jam jika aku mau~ Dan Enoch, dia tidak akan pernah bisa menemukanmu, sebelum aku puas menyentuhmu.” Ujar Theo dengan licik, melihat Dhelpine kembali mendesah dan memohon, bahkan kini menyebut nama Theo di sana.
“Ahh.. Theo... Ja.. Jangan.. Aku lelah.. ahh..”
“Dan aku masih lapar sayang~” Ujar Theo langsung menyambar salah satu gunung besar di depannya, memasukkannya ke dalam mulutnya lalu memainkannya dengan gigi dan lidahnya.
Dhelpine kembali menggeliat di sana, tangannya meremas sprei di bawahnya dengan kencang, seakan menandakan permainan yang sedikit kasar dan mematikan itu sudah menguasai pikiran Dhelpine saat ini. Sialnya, Dhelpine tidak bisa memikirkan apapun, selain menikmati sentuhan Theo di atasnya.
Karena sebelumnya, Theo sudah memasukkan obat perangsang yang cukup kuat, tapi tidak mengganggu kandungan Dhelpine. Karena Theo ingin, jika anak Dhelpine meninggal karena permainannya yang begitu menyiksa dan kasar, bukan karena obat-obatan darinya.
Disisi lain.
Enoch benar-benar kehilangan jejak Dhelpine saat ini, terlebih seluruh alat pengirim sinyal di tubuh Dhelpine di buang entah kemana, sehingga sinyal itu justru muncul dari hutan yang jelas bukan tempat dimana Dhelpine berada.
Enoch berusaha keras untuk mencari keberadaan kekasihnya, meskipun sedikit kesulitan. Beberapa anak buah lainnya juga Carrol di bawa ke rumah sakit, dan masih belum pulih hingga sekarang.
Meskipun dirinya juga terluka, tapi Enoch lebih memilih mencari keberadaan kekasihnya, dan berniat untuk menghancurkan atau membunuh Theo sekalian, tapi Enoch harus menjaga dirinya jangan sampai emosi sekarang terbuang sia-sia.
“Sialan !! Bajingan itu sudah mempersiapkan semuanya !! Bahkan seluruh informasinya begitu tertutup, jadi aku tidak bisa mencari dimana saja lokasi rumah atau villanya.” Ujar Enoch dengan sedikit frustasi di sana.
Tapi dia tidak boleh menyerah, dia harus berusaha mencari sesuatu petunjuk, hingga..
“Aku ingat, ada informasi Villa milik Theo di sekitar sini.” Enoch kemudian mencari tahu lokasi villa tersebut, dan dia menemukannya. Tapi ternyata jarak ke villa itu cukup jauh, hampir 2 jam perjalanan.
“Aku akan ke sana, entah kenapa aku merasa firasatku Theo membawa kekasihku ke sana. Ah lihat saja, Theo aku akan menghancurkan tubuhmu !!” Ujar Enoch menyeringai licik, mempersiapkan pembalasan kepada Theo.
...
Entah sudah berapa lama mereka melakukannya, tapi kali ini Dhelpine menyerah. Tubuhnya sudah terlalu lemah, beruntung Theo sudah mengeluarkan miliknya dari dalam tubuhnya. Dhelpine menarik nafas terengah-engah, bahkan dia benar-benar sudah lemah saat ini. Theo hanya terkekeh pelan di sana.
Tangannya menyusuri bagian bawah, dan meremas bagian b*kong Dhelpine.
“Sudah lemas, sayang ?? Padahal baru 5 ronde, dan aku masih ingin menyentuhmu~” Ujar Theo dengan nakalnya, Dhelpine menggelengkan kepalanya.
Benar, Theo jauh lebih hyper dan gila daripada Enoch, mungkin jika Dhelpine menjadi kekasih Theo, wanita itu benar-benar hanya akan bisa tertidur di atas kasur, karena terus menerus melayani hasrat gila lelaki itu.
Plak !!
“Akh !!”
Theo sengaja menampar b*kong itu, agar Dhelpine tidak menutup matanya dan tidur, karena Theo masih ingin menyentuh tubuh seksi dan indah itu.
“Ah~ Bahkan bulatan di belakangmu ini, sangat seksi dan lembut.” Ujar Theo sembari meremas b*kong itu lebih, membuat Dhelpine menggeliat.
“Su.. Sudah.. Aku lelah..”
“Dhelpine, sayang~ Aku ingin memberitahumu sesuatu yang penting, sebelum kita lanjutkan permainan kita.”
Dhelpine menurunkan kepalanya, menatap Theo yang berada di atas perutnya. Dia tidak mengatakan apapun, hanya memberikan tatapan penuh tanda tanya kepada Theo.
“Kau tahu, aku sudah merekam adegan yang romantis kita sedari tadi~ Bagaimana jika aku mengirimkannya kepada Enoch ??” Theo menunjuk ke sebuah kamera yang memang sudah hidup sejak tadi, dan merekam adegan ranjang keduanya.
Dhelpine mengikuti arah yang di tunjuk oleh Theo, dan kembali menatap ke arah Theo.
“Jangan.. Jangan lakukan itu..”
“Oh sayang~ Jangan takut, bahkan permainan baru ini, akan semakin menggairahkan.” Ujar Theo menyeringai licik, Dhelpine menatapnya dengan was-was.
Theo kembali menuruni tubuh Dhelpine, lalu kedua tangannya membuka kaki wanita itu. Memperlihatkan bagian bawah yang memerah dan ada sisa cairan dari milik Theo yang keluar. Lelaki itu terkekeh dan tersenyum puas.
“Bagian ini, sudah sering di masuki, tapi tetap terasa sempit sayang~” Jari Theo dengan nakal menyentuh bagian bawah itu, dan membuat Dhelpine tersentak di sana.
“Ahh !!”
“Masih sangat sensitif, bukan ?? Ini akan menyenangkan~”
Theo kembali membuka lebar kaki itu, dan mendekatkan wajahnya pada bagian bawah Dhelpine. Theo mengeluarkan lidahnya, dan menjilatinya di sana, membuat Dhelpine kembali tersentak dan menjerit di sana. Theo sengaja memainkan bagian bawah Dhelpine dengan lidah dan mulutnya, membiarkan suara jeritan manja dan desahan yang memanggil namanya menjadi musik indah di telinganya.
💚💛💚💛💚💛💚
Walahh, gila si Theo 😰😰 Dhelpine beneran di garap beberapa kali 🤦🤦 tapi kok ya agak romantis ya si Theo, hehehehehe entah romantis atau mesum gak tahu 😀😀
Ayo semangat Enoch, selamatkan kekasihmu yang di garap sama Theo 😅😅
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣
thor adik nya orion masih hidup gk ?? itu istri nya enoch ???🤔