NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan CEO

Malam Pertama Dengan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Kayla hancur saat tunangannya, Damar, ketahuan selingkuh dan menghina dirinya sebagai wanita “mandul”. Dikhianati keluarga sendiri, ia kabur dalam keadaan terluka hingga tanpa sadar menghabiskan malam dengan seorang pria asing di hotel. Tanpa ia ketahui, pria itu adalah Adrian, CEO dingin dan berkuasa yang kemudian menjadi atasan barunya di hotel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

“Berhenti! Siapa yang menyuruh kalian pergi?” ucap Lina lagi dengan suara tinggi. Ia mengambil kue dari meja, lalu melemparkannya ke lantai dengan sengaja. Kue tart itu hancur berserakan di atas marmer. “Lantai ini kotor. Kamu harus berlutut, minta maaf padaku, bersihkan sampai bersih, baru kamu boleh pergi.”

Kayla menatap Lina, lalu mengalihkan pandangan ke lantai yang kini penuh sisa kue. Dadanya terasa sesak melihat perlakuan yang begitu merendahkan dirinya.

“Kayla, kamu ini orang miskin. Anak yang kamu kandung juga pasti ayahnya orang miskin. Anak haram kamu itu nanti pasti akan menjadi pekerja rendahan seperti kamu. Jadi lakukan saja perintah Kak Lina. Anggap saja ini pelatihan untuk anakmu supaya jadi pekerja rendahan seperti kamu,” ucap Rina dengan nada penuh penghinaan.

“Kamu…” suara Kayla bergetar. Matanya menajam ke arah Rina. Andai saja ia tidak sedang hamil, mungkin sudah lama ia kehilangan kesabaran dan melayangkan tamparan kepada dua wanita itu.

“Kenapa kamu tidak mau?” tanya Lina dengan nada merendahkan, matanya menatap Kayla dari atas ke bawah.

Kayla menoleh dan menatap Lina dengan tajam. Kali ini tidak ada lagi sikap sopan seorang karyawan.

“Aku ini karyawan hotel, bukan budak. Aku bukan orang rendahan,” ucap Kayla tegas, setiap kata keluar dengan tekanan yang jelas.

Rina semakin tersulut emosi melihat Kayla tidak mau tunduk.

“Kayla, pelanggan itu raja! Kamu harus tahu diri!” serunya.

“Hey!” Lina meninggikan suara, hampir berteriak. “Kalau kamu tidak mau membersihkan tempat ini sambil berlutut sampai bersih, lebih baik kamu tidak usah bekerja di sini. Aku punya sepuluh persen saham hotel ini, aku bisa memecat kamu sekarang juga!”

Kayla menarik napas dalam. Dengan tangan yang masih bergetar, ia membuka name tag di dadanya.

“Gaji hanya delapan juta, kamu pikir aku takut dipecat?” ucap Kayla sambil melempar name tag itu ke arah Lina. “Kamu mau memperbudak aku? Memangnya kamu siapa? Anak dewa neraka? Bisa seenaknya bertindak?”

Ruangan langsung terasa tegang.

“Dasar kurang ajar!” Lina menatap tajam Kayla, namun Kayla tidak menunduk sedikit pun. Keduanya saling beradu pandang, sama-sama tidak mau mengalah.

“Rina, cepat panggil HRD! Beri pelajaran pada karyawan rendahan ini!” perintah Lina dengan penuh amarah.

“Baik, Kak!” jawab Rina lalu segera berlari menuju ruang HRD.

Kayla membalikkan badan, berniat meninggalkan ruangan yang penuh penghinaan itu. Namun sebelum ia benar-benar pergi, Rina tiba-tiba menarik bajunya dengan kasar hingga tubuh Kayla terdorong ke belakang.

Kaki Kayla menginjak sisa kue tart yang licin. Tubuhnya langsung terhuyung, hampir jatuh.

“Argh!” teriak Kayla refleks. Tangannya langsung melindungi perutnya. Ia sangat khawatir pada bayinya.

Namun sebelum tubuhnya benar-benar menyentuh lantai, sebuah tangan kokoh menangkapnya dengan cepat dan menopang pinggangnya.

Kayla mendongak. Di hadapannya, wajah Adrian begitu dekat.

“Pak Adrian…” gumam Kayla pelan. Mata mereka bertemu, dan untuk sesaat dunia seakan berhenti. Tangan Adrian masih menahan pinggangnya, tidak segera melepaskan.

“Kayla, jangan genit! Cepat lepaskan pelukanmu!” teriak Lina, suaranya dipenuhi kecemburuan yang tak bisa ia sembunyikan.

Kayla segera berdiri dengan bantuan Adrian. Napasnya masih tersengal, sementara Adrian tetap berdiri di dekatnya, memastikan ia benar-benar stabil.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Adrian dengan nada penuh perhatian.

“Aku… baik-baik saja,” jawab Kayla pelan.

Melihat kedekatan itu, dada Lina semakin sesak. Matanya memerah menahan amarah dan cemburu. Lelaki yang selama ini ia banggakan sebagai tunangannya justru menunjukkan perhatian kepada wanita lain di depannya sendiri.

Semua orang di lounge eksekutif itu seketika terdiam. Kehadiran Adrian yang tiba-tiba membuat suasana berubah tegang, seolah udara di dalam ruangan menjadi lebih berat dari sebelumnya.

“Pak Adrian, kenapa Anda tiba-tiba ada di sini?” tanya Lisa tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Pak Adrian mendengar keributan, beliau langsung datang ke tempat ini untuk mengecek,” jelas Aldo dengan tenang sambil berdiri di sampingnya.

Wajah Lina langsung berubah. Perasaannya campur aduk antara marah, kesal, dan gengsi yang terluka. Namun setelah mendengar penjelasan Aldo, ia kembali memasang ekspresi percaya diri.

“Adrian, kamu datang untuk menemuiku, kan?” ucap Lina dengan senyum penuh kebanggaan, seolah semua masih berada di bawah kendalinya.

Namun harapannya kembali hancur. Adrian sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Justru langkahnya bergerak mendekati Kayla yang masih berdiri dengan pakaian basah oleh anggur merah.

Tanpa ragu, Adrian mengangkat tangannya dan mengusap rambut serta pipi Kayla dengan lembut, membersihkan sisa anggur yang masih menempel.

“Kamu benar-benar tidak apa-apa?” tanya Adrian dengan suara lembut penuh perhatian.

Kayla tidak langsung menjawab. Ia masih syok dengan perlakuan Adrian. Namun perlahan, hatinya mulai tenang. Untuk pertama kalinya malam itu, ia merasa ada seseorang yang benar-benar ingin melindunginya.

Tentu saja pemandangan itu membuat Lina semakin marah. Bertahun-tahun ia mengejar Adrian, tetapi pria itu tidak pernah bersikap selembut itu padanya.

“Adrian, karyawan rendahan ini yang membuat kekacauan! Lihat semua ini, dia pelakunya. Aku sedang menghubungi manajemen hotel untuk memecatnya!” ujar Lina dengan nada kesal.

“Sombong sekali,” jawab Adrian dingin sambil menatap tajam ke arahnya.

“Adrian, aku ini tunangan kamu,” ucap Lina pelan, mencoba menahan emosinya. “Sebagai calon istri kamu, aku hanya memberi pelajaran pada karyawan seperti dia. Lagi pula ke depannya kita akan mengelola hotel ini bersama.”

Kayla menatap Adrian dengan ragu, mencari kepastian. Ia baru saja mendengar fakta yang membuatnya bingung—tentang hubungan Adrian dan Lina.

“Pak Adrian… kamu memiliki ikatan pertunangan dengannya?” tanya Kayla pelan, hampir berbisik.

Namun sebelum Adrian menjawab, Lina langsung menyela dengan nada tinggi.

“Kamu ini siapa, hah?” Telunjuknya mengarah tajam ke Kayla. “Aku sedang berbicara dengan Adrian! Sekarang kamu berlutut, minta maaf, dan bersihkan semua kekacauan ini. Kalau tidak, kamu tidak usah bekerja di sini lagi!”

Tangan Adrian langsung mengepal. Tatapannya berubah semakin dingin.

“Ada apa ini?” tanyanya dengan suara rendah namun penuh tekanan.

Lina hendak menjawab, tetapi Lisa lebih dulu berbicara.

“Pak Adrian, Nyonya Lina yang membuat semua kekacauan ini. Dia memaksa Kayla minum anggur merah. Saya mencoba menggantikan karena Kayla sedang hamil, tapi dia malah marah, menampar saya, dan menyiram anggur ke kepala Kayla. Dia juga menghina bayi yang dikandung Kayla,” jelas Lisa dengan suara bergetar menahan sakit di pipinya.

“Kayla…” gumam Adrian pelan, lalu menatap Lina dengan dingin. “Kamu tidak akan membela orang luar, kan? Aku ini keluarga kamu.”

“Orang luar?” ulang Adrian pelan. “Semua karyawanku adalah orang dalamku. Dan kamu… kamu hanya orang luar yang berani mengatur tempatku. Bahkan orang tuamu pun tidak punya keberanian sebesar itu.”

Suasana langsung membeku.

Kemudian Adrian menoleh ke Kayla.

“Kayla, balas perlakuan buruk dia sekarang.”

“Kamu!” bentak Lina tidak percaya. “Kalian semua menindasku!”

Tanpa menunggu lama, Kayla melangkah maju.

“Plak!”

Tamparan pertama mendarat di pipi Lina.

“Kamu!” Lina memegangi pipinya yang panas.

“Balas seratus kali lipat,” ucap Adrian datar.

“Plak… plak… plak!”

Kayla menampar Lina beberapa kali, membuat wajah Lina semakin memerah.

Lina mundur sambil menahan sakit, matanya penuh kebencian. Namun Aldo segera menahan langkahnya agar tidak mendekat lagi.c

“Kalian bersatu menindasku!” teriak Lina sambil menatap semua orang dengan mata penuh amarah. Lalu tatapannya berhenti pada Adrian. “Adrian! Orang tua kita bersahabat lama! Kita sudah bertunangan! Kenapa kamu tega melakukan ini padaku?”

“Aku hanya bertunangan dengan putri Permana  asli yang lama hilang” jawab Adrian dingin. “Bukan dengan anak angkat yang sombong dan besar kepala seperti kamu.”

Kalimat itu jatuh seperti palu. Menghancurkan semua kesombongan Lina dalam sekejap di depan semua orang yang menyaksikan.

1
Ariany Sudjana
Linda juga sama, apa ga ada niat untuk mencari kebenaran dulu? malah mau saja percaya dengan omongan pelacur murahan
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Lina, dan mau saja dibodohi sama perempuan sampah seperti Rina... katanya orang kaya, tapi bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
berarti Kayla anak kandungnya Linda yang hilang itu ya? semoga Adrian bisa menemukan siapa orang tua kandungnya Kayla, dan membungkam mulut si pelacur murahan Rina, juga Lina itu
Ariany Sudjana
kenapa bab 28 dan 29 isinya sama?
Adi Sudiro
wanita 2 menjijik kan apak mereka anak kandung..?
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kalian itu, Rina, Mila, sama saja, sama-sama pelacur dan kalian harusnya dibunuh saja, karena sudah mengusir istri bos. mampus kalian🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!