Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebangkitan Darah Naga
Aura hitam meledak dari kejauhan seperti badai kematian. Petir dan energi hitam saling bertabrakan di udara, mengguncang seluruh kawasan hutan.
Zhang Tian berdiri sambil bernapas berat. Lengan kanannya masih gemetar setelah menggunakan Cakar Penghancur Naga Petir. Meridiannya terasa panas seperti terbakar.
Asap hitam di kejauhan pecah. Tetua Bayangan Hitam muncul kembali, jubahnya robek, darah menetes dari bibirnya. Namun auranya justru semakin mengerikan.
"Aku akan membuatmu menyesali telah melukaiku!"
Boom!
Tekanan Alam Laut Roh menyapu seluruh area. Tanah retak semakin dalam.
Gadis bertopeng perak melangkah ke samping Zhang Tian. "Bagaimana kondisimu?"
"Aku baik-baik saja.” Zhang Tian mengangguk.
Gadis bertopeng perak menggeleng, tatapannya jatuh ke lengan kanan Zhang Tian yang dipenuhi retakan kecil. "Kalau terus seperti ini, tubuhmu bisa hancur."
"Gadis itu benar," kata Roh Kaisar Naga Petir. "Tubuhmu belum cukup kuat menahan kekuatan naga petir sepenuhnya."
Sebelum Zhang Tian sempat menjawab..
Swoosh!
Tetua Bayangan Hitam muncul tepat di depan mereka, cepat seperti teleportasi.
Boom!!!
Telapak hitam besar menghantam turun. Gadis bertopeng petak mendorong Zhang Tian menjauh dan menahan dengan pedangnya.
Brakkk!
Tubuhnya terpental keras, darah menyembur dari mulutnya.
"Ahhh, apa yang kamu lakukan!" teriak Zhang Tian tanpa sadar. Dia tidak mengenal wanita ini namun dia masih mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya.
Dia berdiri sambil menghapus darah di sudut bibirnya. "Jangan lengah.."
Whoosh!
Tetua Bayangan Hitam kembali menyerang, kali ini langsung menuju Zhang Tian.
Langkah Kilat Petir kembali di kerahkan. Tubuhnya berubah menjadi kilatan ungu.
Namun pria tua itu mendengus dingin. Energi hitam tiba-tiba menyelimuti seluruh area.
Langkah Zhang Tian langsung melambat seketika. Dia bisa merasakan ruang di sekitarnya terasa berat.
"Domain!" Roh Kaisar Naga Petir berbicara serius. "Dia menggunakan tekanan spiritual untuk menekan gerakanmu!"
Tetua Bayangan Hitam muncul tepat di depan Zhang Tian. "Berikan tubuhmu."
Rooooar!!!
Raungan naga menggema dari tubuh Zhang Tian sendiri. Petir ungu meledak liar, memaksa pria tua itu mundur.
Namun Zhang Tian jatuh berlutut, bernapas kasar. Darah keluar dari retakan di lengannya.
"Tubuhmu mulai mencapai batas," kata Roh Kaisar Naga Petir. "Kalau terus dipaksa, kau bisa mati sebelum pertarungan selesai."
Tetua Bayangan Hitam perlahan tertawa. "Kau belum mampu mengendalikan warisan itu.
Bagus… kalau begitu aku tinggal mengambilnya."
Langit malam berubah sepenuhnya gelap. Petir ungu mulai ditekan energi hitam. Zhang Tian semakin kesulitan bernapas.
Lalu gadis bertopeng perak berdiri di depannya. Topeng peraknya sedikit retak. "Kau tidak boleh menyentuhnya."
Tanpa menunggu jawaban, dia mematahkan liontin hitam kecil di pinggangnya.
Boom!!!
Aura besar meledak dari tubuhnya. Angin dingin menyapu area, udara di sekitar mulai membeku. Kultivasinya langsung melonjak drastis mendekati Alam Laut Roh tingkat lima, lalu naik tingkat enam, kemudian tingkat tujuh. Auranya terus bertambah tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.
Sesaat kemudian, kultivasinya sudah berada di tingkat sembilan puncak alam laut roh.
Mata Tetua Bayangan Hitam menyipit. "Jadi gadis kecil ini ternyata menyembunyikan kultivasi."
Gadis bertopeng perak menoleh sekilas ke Zhang Tian. "Aku akan menahan dia. Gunakan waktu ini untuk menyesuaikan warisan naga petirmu."
"Kau.." Zhang Tian tidak tahu harus menjawab apa.
"Cepat!" Gadis itu mendesaknya.
Slash!!!
Tebasan besar membelah tanah menuju Tetua Bayangan Hitam. Pria tua itu menahan dengan telapak tangan..
boom!!!
Kali ini tubuhnya benar-benar terdorong mundur. Wajahnya tampak serius. Dia harus mengakui kalau gadis ini sangat berbahaya.
Zhang Tian duduk bersila di atas reruntuhan. Petir mulai bergerak di seluruh tubuhnya. Dia memejamkan mata, masuk ke dalam kesadarannya.
Di dalam lautan petir, bayangan naga kuno muncul kembali. Matanya menatap ke arah Zhang Tian.
Zhang Tian tidak mencoba melawan rasa sakitnya.
Dia menarik napas dan membiarkan energi naga petir mengalir bebas ke seluruh tubuhnya.
Meskipun sakit, dia hanya menggertakan gigi.
Perlahan, tulangnya mulai berubah. Darahnya dipenuhi cahaya ungu. Dan perlahan, di dadanya muncul simbol naga petir kecil yang bercahaya terang.
"Haha.. Akhirnya darah naga petir di tubuhmu mulai bangkit!”
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?