Haiiii....author kembali lagi dengan cerita yang baru
Perkenalkan karya ketigaku "Back To The Mantan "
Namaku Anstasya Thalita, umur 24 tahun, kini aku kembali masuk kampus untuk melanjutkan S2ku guna menunjang karierku.Kebetulan aku dipindahkan ke kantor pusat, jadi aku tak mungkin dong melewatkan kesempatan yang ada.
Semua urusan administrasi dikampus telah rampung, jadilah besok statusku sebagai mahasiswa dimulai,,,,
Oh ya aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, tapi tidak kaya. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang baik yang tinggal dikota lain. Mamaku bernama Dina,.papaku bernama Bimantara.
Sekedar info ya, aku ditarik ke kantor pusat karena kinerjaku yang cukup diperhitungkan
Agar tidak penasaran,,,mampir yuk.
jangan lupa mampir juga diceritaku yang lain
* Dia yang Tak Dapat Kuhindari
* Wanita Pilihan untuk Ayah
* Back To The Mantan
Karya ini diterbitkan atas ijin dari mangatoon dan hanya merupakan pandangan pribadi dari penulis tanpa mewakili mangatoon itu sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 25.
selamat menikmati 💞💞💞
Meskipun penjelasan Raka beberapa hari lalu yang secara gamblang mampu diterima oleh nalarnya akan tetapi tidak serta merta dapat membuat Syaza memberikan hatinya seperti dulu. Banyak pertanyaan yang memenuhi kepala cantiknya.
Tiba di kantor seperti hari-hari sebelumnya Syaza langsung sibuk dengan surel yang masuk di komputernya dan memeriksa berkas yang akan diberikan kepada bosnya yaitu Raka.
Tak berselang lama Raka dan Jery pun tiba di kantor dan masing-masing langsung masuk kedalam ruangannya.
"Sya,,,,tolong bawa masuk semua berkas ke ruanganku ". kata Raka ketika melewati meja Syaza.
Syaza langsung mengekor dibelakang Raka sambil membawa setumpuk map dan benda pipih andalannya yang berisi jadwal Raka.
"Ini pak berkas yang anda butuhkan dan jadwal meeting untuk hari ini kosong ". kata Syaza sibuk dengan benda pipihnya meneliti dengan baik jadwal Raka.
"Hmmm,,,,"Raka hanya menjawab dengan deheman dan tetap fokus pada berkas didepannya.
Setelah selesai kemudian Syaza beranjak keluar dan kembali duduk dibelakang mejanya dan melanjutkan pekerjaannya. Dan bunyi notifikasi pesan diponselnya berbunyi, Syaza segera membuka ponselnya.
Arwan
Sya,,,,Minggu besok kita ketemuan,.Ishita udah balik.
^^^me^^^
^^^Ok. info aja lokasinya^^^
Arwan
gak usah, entar aku yang jemput kalian
^^^me^^^
^^^Siipplah^^^
Setelah membalas pesan wa dari Arwan, Syaza kembali melanjutkan pekerjaannya sambil tersenyum bahagia karena akan bertemu dengan sahabatnya setelah sekian lama mereka berpisah.
Raka yang melihat tingkah Syaza dari ruangannya mengernyit penasaran dan bertekad akan menyuruh Jery menyelidikinya.
'siapa yang ditemani berbalas pesan sampai dia tersenyum bahagia. Sejak bertemu aku gak pernah melihat dia tersenyum bahagia seperti saat ini. Biarlah Jery yang akan menyelidikinya '. batin Raka terus memperhatikan Syaza.
"Kenapa tersenyum terus???" tanya Raka yang tiba-tiba sudah berdiri di depan meja Syaza
"Oh,,,eh,,,,pak Raka,,," balas Syaza gugup karena kaget
"Aku tanya kenapa kamu senyum-senyum seperti itu??" Raka mengulang pertanyaannya dengan datar
"Bukan apa-apa, pak,,,,". jawab Syaza sekenanya karena merasa tidak ada hubungannya urusan kantor.
Raka hanya melihatnya dengan tatapan yang susah ditebak dan Syaza hanya mengangkat bahunya tak mengerti setelah Raka berlalu dari hadapannya.
"Ada angin apa bos nyasar kemari???" tanya Jery yang melihat bosnya masuk ke ruangan kerjanya.
"Kantor ini kan punyaku, jadi aku bebas pergi kemana pun ". jawab Raka ketus
"Iya juga sih, aku cuman heran aja bos, kan gak biasa-biasnya gitu ". balas Jery menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Aku ada tugas buatmu ". kata Raka setelah terdiam beberapa saat.
"Tugas apa bos??? oh jangan lagi tugas diluar kota bos,,,". keluh Jery
"Ck, kamu tuh terlalu lebay,,,kali ini bukan tugas luar kota, kamu hanya perlu menyelidiki hubungan Syaza dengan pak Arwan.". kata Raka enteng.
"Bos curiga mereka ada hubungan istimewa??? bos harus percaya dengan bu Syaza, jangan sampai bos menyesal kedua kalinya ". balas Jery menasehati.
"Tau apa kamu, jomblo sejati,,,lakukan saja perintahku ". kata Raka kesal
'bos kata-katamu sungguh menyakitkan,,,aku jomblo karena belum bertemu dengan wanita idamanku, sementara dirimu sudah bertemu dengan cintamu tapi sangat susah memiliki hatinya,,,,dirimu lebih menyedihkan bos '. batin Jery tersenyum miring
"Baiklah bos, sesuai perintah mu ". balas Saldy
Saldy kemudian bersiap untuk melakukan tugas yang diberikan oleh bosnya yang kadang menjengkelkan baginya namun sayang bosnya itu adalah sahabat yang sudah seperti saudara baginya meskipun mereka sempat berpisah namun tak membuat persahabatan mereka menjadi renggang.
Saldy (by pinterest)
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
maaf agak lama up_nya. terima kasih masih setia membaca novelku sampai bab ini.
jangan lupa jejaknya ya, vote, like dan komen untuk vitamin author agar semangat up_nya 😀😀🙏🙏🙏
salam hangat dari author