Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.
Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Yun Zhu vs Fu Han
Suasana di aula utama yang tadinya penuh dengan tawa bejat kini berubah menjadi medan perang yang mencekam.
Yun Zhu melirik sekilas ke arah Yan Chu yang berdiri tegak di sampingnya dengan aura kemurkaan yang meluap.
"Aku akan mengatasi kepala keluarganya. Kau bisa mengatasi yang lain, kan?" tanya Yun Zhu dengan nada rendah namun penuh penekanan.
Yan Chu mengangguk mantap, tangan halusnya mengepal hingga buku-bukunya memutih. Matanya yang emas berkilat tajam, memancarkan kedinginan yang sanggup membekukan lawan.
"Bisa, aku berada di Foundation Establishment, kecuali kepala keluarga Fu sisanya bukanlah lawanku."
Jawaban dari Yan Chu terdengar sangat meyakinkan, membuat Yun Zhu merasa tenang untuk melepaskan pengawasannya.
Pemuda itu kemudian maju satu langkah ke depan. Hanya satu langkah kecil.
Namun, dalam sekejap mata, tubuh Yun Zhu menghilang dari pandangan dan langsung muncul tepat di hadapan Fu Han yang masih menyeringai sombong.
"Apa—"
Fu Han tersentak kaget, pupil matanya mengecil karena refleks yang terlambat. Namun, ia tidak memiliki waktu untuk menghindar.
Yun Zhu sudah melancarkan sebuah pukulan lurus yang mengandung kekuatan penghancur luar biasa.
BUGH!
"Haghhh!"
Fu Han mengerang tertahan saat hantaman tinju itu mendarat telak di dadanya. Kekuatan pukulan tersebut menyeret tubuh Fu Han keluar dari kediaman, meluncur cepat di atas lantai hingga ia terpental dan jatuh berguling di halaman depan.
Area luar yang luas dan terang benderang oleh cahaya bulan itu kini menjadi arena pertarungan yang sempurna.
Meskipun terkena hantaman keras, Fu Han tampaknya tidak terluka parah. Ia kembali bangkit dengan gerakan kasar, lalu mengusap sisa-sisa tanah yang menempel di pakaian mewahnya dengan wajah yang memerah karena marah.
"Hmph, hanya bocah juga berani menantangku!"
Yun Zhu melangkah maju dengan tenang, seolah tidak terpengaruh oleh gertakan lawannya.
"Berisik. Hanya pria tua yang berada di alam Foundation Establishment, juga berani bilang begitu." Mata hitam Yun Zhu menatap Fu Han dengan tatapan menghina yang menusuk.
"Bukankah ini saatnya untukmu mati, Pak Tua!"
Yun Zhu menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Seketika, energi spiritual di sekitarnya memadat dan membentuk sebuah tangan raksasa yang transparan namun terlihat sangat berat di atas langit.
"Tangan Penangkap Naga!"
Mengikuti gerakan tangan Yun Zhu yang menghentak ke bawah, tangan energi raksasa itu turun dengan kecepatan tinggi dan menghantam posisi Fu Han.
Fu Han berteriak lantang sambil menahan hantaman itu dengan kedua tangannya yang disilangkan ke atas.
Otot-otot lengannya mengeras dan berdenyut, memaksanya untuk menahan beban kekuatan yang sangat besar hingga tanah di bawah kakinya mulai retak.
Namun Yun Zhu tidak membiarkan lawannya bernapas. Pedang hijau miliknya melesat dari balik punggung, menebas udara ke arah wajah Fu Han.
Dengan refleks yang sangat tipis, Fu Han berhasil memiringkan kepalanya sehingga pedang itu hanya memotong beberapa helai rambutnya.
"Bocah sialan!"
Fu Han melepaskan seluruh tenaganya dalam satu ledakan Qi yang kuat. Tangan energi spiritual itu pun pecah berkeping-keping dan menghilang ke udara.
Tanpa membuang waktu, Fu Han melesat maju dengan tinju yang sudah membara oleh energi merah gelap.
"MATILAHH!"
Yun Zhu menahan satu pukulan kuat yang membuat lengannya sedikit bergetar.
BUGH!
Setelah itu, serentetan pukulan membabi buta datang menghujam dari segala arah. Namun, Yun Zhu menunjukkan ketangkasan yang luar biasa, ia menghindar dengan gerakan efisien, seolah-olah ia bisa membaca setiap arah serangan Fu Han sebelum diluncurkan. Ia kemudian mengambil jarak dengan mundur satu langkah.
Kaki kanannya terangkat dengan cepat, memberikan sebuah tendangan samping yang sangat kuat.
BUGH!
Kaki Yun Zhu berhasil menghantam rahang Fu Han dengan telak. Namun, pemuda itu sedikit terkejut karena hantaman tersebut tidak memberikan efek besar bagi lawannya.
'Tubuh fisiknya terlalu kuat.'
Dalam sekejap, situasi berbalik. Sebuah tinju berat dari Fu Han berhasil menembus pertahanan Yun Zhu dan mengenai perutnya.
Hantaman itu begitu keras hingga membuat Yun Zhu memuntahkan seteguk darah segar dan tubuhnya terpental cukup jauh ke belakang.
"Uhuk-uhuk!"
Yun Zhu berusaha mengatur napasnya yang sesak. Sementara itu, Fu Han berdiri dengan angkuh, merasa bahwa ia sudah memegang kendali atas pertarungan ini.
"Hahahaha! Bocah sialan, kau pikir bisa menang melawanku!?"
Yun Zhu perlahan berdiri kembali, menepuk debu di pakaiannya dan membenarkan fondasi energinya yang sempat goyah. Ia sedikit memiringkan kepalanya dengan tatapan yang semakin dingin.
"Kau terlalu lemah."
Ucapan Yun Zhu yang tenang namun meremehkan itu seketika membakar emosi Fu Han hingga ke puncaknya.
"Akan kuhabisi kau, lalu kucincang dan kujadikan makanan binatang buas!"
Dagu Yun Zhu terangkat sedikit. Sebuah senyum sombong yang penuh ancaman terbentuk di sudut bibirnya.
"Sampai saat ini, orang yang meremehkanku selalu berakhir buruk. Itu juga berlaku untukmu."
Tiba-tiba, Qi hitam yang kelam dan pekat muncul dari pori-pori kulit Yun Zhu, perlahan menyelimuti kedua tangannya bagaikan asap kematian.
Wajahnya menjadi jauh lebih serius, otot-otot tubuhnya menegang dan menjadi lebih kuat secara drastis. Energi spiritual yang ia pancarkan kini terasa jauh lebih menekan dan menyesakkan bagi siapa pun yang berada di dekatnya.
'Ini sudah saatnya untuk serius.'