"kau hanya anak sial"
kata -kata itu selalu terngiang dalam pikiranku.
aku yg diusir dari rumah bude ku dan juga rumah papaku. Terlebih kekasihku yang hampir membuat aku celaka.
Apakah aku akan bahagia?dan menemukan kebahagianku
ikutin terus ya
ini novel pertama aku mudah2an pada suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Lina Markus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
" Deeva" teriak qia dengan senangnya
" kakak " teriak deeva.
Qia langsung memeluk adik satu -satunya itu. Mreka terhanyut dalam tangisan kerinduan, karea sudah 1 tahun bertemu.
" kamu kemana aja dee,,kakak mencarimu tapi kami tidak menemukanmu" ucap Qia
" aku,,aku,," deeva bingung dia harus menjawab apa, apa dia harus jujur atau dia harus berbohong.
Bara langsyng memotong ucapan deeva cepat " Dia ad di rumahku hampir 3 bln ini"
bara berusaha tenang
"apa??!! " ucap rendy dan qia bersamaan.
Qia dan Resndy langsung melihat ke arah bara, bara yang mendapat tatapan tajam seakan mengerti.
" Tenanglah aku tidak berbuat sesuatu hal, seperti yang ada di pikiran kalian. Lagipula kami ini sudah berpacaran selam 3 bulan ini. Segel masih aman, tapi aku kadang cium - cium dikit doang" ujar bara sambil tersenyum
Qia menarik napas lega setelah mendengar penjelasan bara,
" awas saja kalau terjadi sesuatu padanya, kau akan menyesal" ancam qia sambil melototkan matanya
bara bergidik ngeri mendengar ucapan qia ,sedangkan deeva tersenyum mendengar kakak dan kakak iparnya membela dia di hadapan bara.
" tenang qia, aku akan selalu menjaganya. Aku ga akan mengecewakanmu, kau bisa pegang kata - kataku" ucapku meyakinkan qia yang mungkin akan menjadi kk iparku
" sudahlah mbak, kak bara selalu menjagaku. ngomong - ngomong dimana keponakanku mbak? " aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"astaga, aku ibu yang ceroboh. aku meninggalkannya dengan mama gina" ujar qia
" ayo kita masuk, ajak qia sambil merangkul deeva" mereka berdua pun melangkah masuk kedalam meninggalkan bara dan rendy.
"makasih bro, karna loe sudah menjaga ade ipar gue bro,"
" Tapi beneran lo ga apa - apin deeva? " tanya rendy
" aman bro"
mereka segera masuk ke dalam menyusul deeva dan qia yang sedang bersenda gurau dengan rey anak rendy dan qia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kak bara mengajakku duduk di samping pintu keluuar sambil menunggu mba qia ,mas rendy juga mama gina.
kulihat dari kejauhan mama gina dan papa adi beserta bunda ayu sedang mengobrol bersama atau lebih tepatnya berpamitan.
Malam itu mas yoga hanya datang bersama papa dan bunda. Sedang mba rena serta kedua anak mereka kayla beserta adiknya tidak bisa datang.
Mas yoga juga tampak berpamitan dengan mba Qia dan mas rendy. Kulihat mas yoga masih sempat mengganggu keponakannya.
Papa, bunda dan mas yoga melewatiku tanpa melirik atau pun menyapaku sama sekali.
" mungkin merka masih marah padaku karena kejadian waktu itu" gumam deeva dalam hatiny
Setelah semua acara selesai, mama gina mengajak deeva kembali ke rumah mas rendy. Bagaimana pun dia dan bara belum menikah, tidak baik bila kami tinggal di satu atap biarpun kamar kami berbeda. Mama tidak mau orang lain memandangku dengan pikiran buruknya.
" ayo deeva kita pulang" ajak mama gina
" ya ma,," ucap deeva
Bar langsung memotong ucapan deeva
" deeva pulang sama bara ma, kan dia tingfal sama bara" ujar bara cepat
Mama mendekati bara dan menjewer telinga bara " anak nakal, seenaknya saja mengajak anak gadis orang . Kalau kau mau deeva tingfal bersamamu, cepat kau nikahin deeva"
"aduh ,,,, duh,, ampun ma sakit" ujar bara sambil mengusap telinganya yang sudah memerah .
"bagaimana kalau mama membantu bara untuk melamar deeva" ucap bara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" baiklah besok baru kita bicarakan" ucap mama sambil .menuntun deeva masuk ke dalam
Kalau ada kritik dan saran bisa di sampaikan melalui kolom komentar, agar saya bisa bisa mengetahui kesalahan saya. Karenansaya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. sekian dan terima kasih
oh ya thor tolong dong jangan buat deeva mabuk, takut deeva knp"