NovelToon NovelToon
The Heires

The Heires

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Bad Boy / Tamat
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di lorong-lorong megah Université Paris-Sorbonne, Xienna Elizabeth Mapelli Mozzi dikenal karena dua hal, kecantikannya yang ningrat dan cintanya yang mencekik terhadap Brandon Alton Everett.
Namun, ketika cinta itu hancur secara publik, Xienna justru terperangkap dalam radar pria paling berbahaya di Paris, Denzzel Lambert Riccardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Bawah Tanah

Pukul satu pagi. Satu jam sebelum waktu yang dijanjikan Denzzel.

Xienna sedang mengemas sebuah tas kecil dengan tangan gemetar ketika pintu kamarnya terbuka tanpa ketukan. Ia tersentak, mencoba menyembunyikan hasil tes laboratorium itu di balik bantalnya, namun sosok yang berdiri di sana bukanlah pelayan, melainkan ibunya, Isabella Mapelli Mozzi.

Wajah Isabella tidak menunjukkan kasih sayang. Matanya yang sembab menatap tajam ke arah tempat tidur. "Kau tidak makan malam ini, Xienna. Kau juga mual setiap pagi. Dan aku menemukan ini di tempat sampah pribadimu."

Isabella mengangkat sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah yang sangat jelas.

"Ibu, aku bisa jelaskan..."

"Menjelaskan apa?!" suara Isabella meninggi, penuh dengan rasa jijik.

"Bahwa kau membawa benih iblis itu di dalam rahimmu? Bahwa pahlawan Mapelli Mozzi ternyata hanyalah pelacur yang membawa aib paling besar bagi garis keturunan kita?"

Isabella tidak membiarkan Xienna menjawab.

Ia menarik rambut Xienna dengan kasar dan menyeretnya keluar kamar. "Vittorio! Vittorio, lihat apa yang dilakukan putrimu!"

Vittorio Mapelli Mozzi berdiri di ruang bawah tanah yang dingin, tempat yang biasanya digunakan untuk menginterogasi musuh bisnis mereka. Saat ia melihat alat tes itu dan wajah putrinya yang pucat, kemarahannya meledak melampaui batas kewarasan.

Plakk!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Xienna, membuatnya tersungkur di lantai semen yang beku.

"Kau menyelamatkan nyawanya!" raung Vittorio. "Penusukan itu... itu hanya sandiwara agar aku tidak meledakkan vilanya! Dan sekarang kau membawa anak dari pria yang menghancurkan nama baikku?"

Xienna mendongak, matanya berkaca-kaca namun penuh tantangan. "Anak ini tidak bersalah, Papa! Dia darah dagingku!"

"Dia adalah kutukan!" Vittorio berteriak pada kepala keamanannya.

"Panggil dokter bedah kita sekarang juga. Aku tidak akan membiarkan benih Riccardo tumbuh satu detik pun lagi di dalam keluarga ini. Lakukan aborsi paksa malam ini!"

Xienna menjerit, mencoba merangkak pergi, namun para pengawal mencengkeram lengannya dan mengikatnya di sebuah kursi besi. "Tidak! Papa, kumohon! Jangan anak ini! Bunuh aku saja, tapi jangan anak ini!"

Pukul 01.55 Siang.

Di luar mansion, salju turun semakin lebat. Dokter bedah keluarga sudah tiba dengan tas medisnya, mulai menyiapkan peralatan di atas meja logam di samping Xienna. Xienna menangis histeris, suaranya menggema di dinding-dinding batu yang lembap. Ia menatap ke arah jendela kecil di bagian atas ruang bawah tanah, berharap pada sebuah keajaiban yang mustahil.

"Denzzel... kumohon..." bisiknya dengan sisa tenaga.

Tiba-tiba, lampu di seluruh mansion padam total. Kegelapan pekat menyelimuti ruangan. Suara sirine keamanan terputus, digantikan oleh suara ledakan kecil dari arah gerbang depan.

BUMMM!

Lantai ruang bawah tanah bergetar. Suara tembakan beruntun terdengar dari lantai atas, diikuti oleh teriakan para pengawal Mapelli Mozzi yang tumbang satu per satu.

"Siapa itu?!" teriak Vittorio, menarik pistol dari pinggangnya.

Dari kegelapan lorong, terdengar suara langkah sepatu bot yang berat dan mantap. Suara yang sangat dikenali Xienna. Detak jantungnya yang tadi hampir berhenti, kini berpacu liar.

"Kau menyentuh milikku, Vittorio," suara Denzzel menggema dari kegelapan, dingin dan mematikan seperti malaikat maut.

"Dan sekarang, kau akan melihat bagaimana rasanya kehilangan seluruh duniamu."

Sebuah bom asap dilemparkan ke dalam ruangan, dan dalam hitungan detik, kekacauan pecah. Di tengah asap putih, Xienna merasakan tangan yang besar dan kuat melepaskan ikatannya. Aroma kayu cendana dan mesiu menyapa indranya.

"Aku datang, Cara," bisik Denzzel tepat di telinganya. "Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kalian."

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading 🥰🥰

1
Laila Wahda
Bagus ceritanya
simple tapi penuh makna
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
endingnya ngak bikin kecewa meskipun di awal mereka musuh🙂
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Genshin Impact
bagus bgtt
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🥰🙏
total 1 replies
Sulati Cus
sumpeh singkat padat tp ngena baru nemu ak, bagus baik cerita maupun penulisannya g ada typo
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
jeje
banyak karya sudah aku baca thor..tapi anda kerennnnnn👍👍👍tidak bertele2 tp adrenalin cerita2 mu good👍👍👍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww Kak😍🥰
total 1 replies
Triana Oktafiani
kereeen
Rosdianah 🌷: ma'aciww selalu atas Jejak nya kak🥰🙏
total 1 replies
Endang Sulistia
terima kasih karyanya ...keren
Rosdianah 🌷: Terimakasih Atas dukungan nya kak🙏🏼
total 1 replies
Endang Sulistia
hayo xiena..
Rosdianah 🌷: hallo kak ma'aciww Jejak nya🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
mampir
Rosdianah 🌷: ma'aciww selalu mampir kak🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!