NovelToon NovelToon
One Separate

One Separate

Status: tamat
Genre:Fantasi / Romansa Istana / Tamat
Popularitas:787.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mauraa_14

Soques, merupakan negara yang tepat di mana sebuah Kerajaan berdiri megah.

Dengan kekuasaan yang dimiliki, Raja itu membuat semuanya seolah-olah sebagai permainan hidup. Memilih seorang gadis yang berasal dari Keluarga yang memiliki popularitas sebagai pendamping hidupnya.

Tidak ada rasa manis dalam setiap kehidupan, semua berubah seketika disaat melangkah di kehidupan yang baru.

~Satu Yang Terpisah~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mauraa_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Queena!

♤****Dua Hari Kemudian**♤**

"Fyuuh!" Keluhnya.

"Terima kasih." Ucap Queena tulus pada Reolius. Belakangan ini Reolius bekerja dengan baik, yaitu merawat Queena serta terus berusaha membuat tubuhnya membaik.

Selama dua hari ini Reolius tanpa istirahat dan terus mencoba mengobati Queena, walaupun hanya sementara. Mungkin untuk waktu ke depan rasa sakit itu akan mulai terasa lagi.

"Jadi... Dua hari aku tidak sadarkan diri?" Tanya Queena yang mulai membuat dirinya bergerak mengambil posisi menyandar dan dibantu oleh Reolius.

"Benar," Jawabnya. "Lenier dan beberapa pelayan mu yang lain telah mengecek keadaanmu terus-menerus, mungkin sebentar lagi mereka akan ke sini." Suara Reolius terdengar serak, walaupun bukan manusia melainkan Roh, Reolius hidup bersama Queena layaknya manusia sejati.

"Tapi... Jangan bilang kau menunjukkan wujud Roh mu pada orang-orang?" Tatap tajam Queena pada pria dengan warna rambut perak tengah duduk menyampinginya di sisi ranjang.

"Tentu saja tidak!"

...👑👑👑👑...

Gadis cilik dengan pita imut bertengger di pinggang tengah duduk melamun di sisi air mancur Istana. Para penjaga dan pengawal ada di mana-mana. Kehidupan di Istana sungguh membosankan, tapi dengan adanya orang yang membuatnya tertarik terpaksa gadis itu menetap di Istana Soques.

Dan lagi, dia harus berhadapan dengan musuh yang sama namun sedikit perbedaan, yaitu Lenier.

"Ku rasa aku telah meremehkan Lenier." Ucapnya dalam hati.

Semenjak dari kejadian Queena yang tidak sadarkan diri, Istana seperti sunyi kembali, Yanze juga selalu dikurung di kamar Kakaknya.

"Fenith?"

Mendengar namanya dipanggil gadis mungil itu menolehkan pandangannya ke arah suara.

"Kak Ze!" Fenith langsung mendekat ke arah pria dengan atribut Rajanya, bukan hanya kehadirannya saja, Vianze juga datang sambil membawa Adiknya, yaitu Yanze ke dalam rangkuhannya.

Kedatangan Vianze mungkin memiliki alasan lain.

"Begini... Apa kau bisa menjaga Yanz-"

"Tidak! Aku tidak mau!" Belum saja Vianze menyelesaikan ucapannya Yanze sudah mengamuk duluan. Dapat ditebak secara langsung, dari wajahnya saja, Vianze nampak kelelahan, pekerjaan di Istana akan semakin menumpuk jika Yanze terus bersamanya.

Vianze mulai mendudukkan bokongnya di sisi air mancur, dan menaruh Adiknya ke dalam pangkuan.

"Yanze~ Kakak harus melakukan pekerjaan, dan kau tidak boleh selalu menggangguku." Vianze berusaha berbicara dengan Adiknya itu.

"Kalau begitu biarkan Kak Queena yang menjagaku!" Ujar Yanze dengan mata sembabnya. Fenith yang juga berada di posisi yang sama, mulai berfikir bahwa Yanze sangat menyukai Queena. Padahal kejadian tiga hari yang lalu adalah perbuatan Queena sendiri.

Di sisi lain ada sesuatu yang sedikit ramai, membuat pandangan mereka bertiga teralihkan sejenak.

"Y- Yang Mulia Ratu, tolong istirahatlah."

"Benar, jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa mengatakannya pada kami."

"Ayolah Queena, jangan keras kepala."

Dalam hitungan detik Yanze langsung terlepas dari pangkuan Kakaknya, dan berlari ke arah kerumunan itu.

"Kak Queena!" Teriakkan dari suara bocah Queena menolehkan pandangannya.

"Yan- ze." Otomatis kedua mata Queena tertuju pada bocah kecil yang tengah berlari ke arahnya.

"Ah!"

"Yan-"

Hup!

Queena menangkap tubuh mungil itu dengan sempurna.

"Yanze, berhentilah berlari." Ucap Queena sambil memperbaiki atribut bocah kecil itu.

Vianze dan Fenith langsung bergegas menuju ke tempat yang sama, yaitu menuju ke arah Queena.

"Yanze kau i-" Ucapan Vianze terhenti, karena menemukan kejanggalan pada wajah Queena.

"Wa-wajahnya pucat sekali." Batin Yanze.

Fenith sepertinya dapat menebak apa yang Vianze pikirkan, dan kemungkinan pemikiran mereka sama, yaitu mengenai wajah Queena yang terlihat sangat pucat.

*P**lak*!

Yanze menepuk kedua tangannya di kedua pipi Queena.

"Apakah Kakak sakit? Mengapa begitu pucat?" Yanze meraba-raba wajah Queena.

...👑👑👑👑...

♤Di Tengah Koridor Lantai Utama♤

"Pucat?"

"Benar, aku melihatnya sendiri saat Ratu keluar dari kamarnya," Ucap Leonard pada Kertia. "Pelayan-pelayan lain juga sangat khawatir pada keadaan Ratu, bahkan teman dekatnya juga merasakan hal yang sama."

Kertia baru saja datang ke Istana dari penjagaan Ibu Kota karena itu dia tidak mengetahui apa-apa. sedangkan Leonard telah sampai di Istana beberapa jam yang lalu dari Akademi Fhujin. Jadi dia menceritakan apa yang dia lihat hari ini.

"Grr! Aku ingin sekali mengadukan hal ini pada Yang Mulia Vianze." Gerutu Kertia sambil mengepalkan kedua tangannya

"Tidak boleh." Balas Leonard dengan singkat.

"Ha! Apanya tidak boleh?!"

"Kau pikir Yang Mulia dapat percaya begitu saja pada kita berdua?" Ujar Leonard.

"Kita membutuhkan-"

"Bukti?" Tebak Leonard. "Aku tahu, aku adalah Junior dan kau Senior. Coba pikirkanlah siapa yang akan menang saat berlomba-lomba mencari bukti, Fenith atau kita berdua? Kertia, Fenith adalah gadis yang licik, kita tidak tahu kapan dia akan berulah lagi. Pada Ratu saja dia berani apalagi dengan kita berdua yang berstatus sebagai anak buah."

Kertia hanya terdiam, dia sedikit merasa bersalah pada posisi Queena.

"Jadi apa yang akan kau lakukan?" Kepala Kertia mendingin seusai Leonard menjelaskan segalanya pada Kertia.

"Mungkin sedikit berbahaya, tapi patut di coba," Ucapnya yang langsung terhenti dengan langkahnya. "Dan kemungkinan juga, dugaan ku tidak salah, sebagai persiapan aku akan mengamatinya lebih jauh."

♤Kembali Ke Air Mancur Istana♤

"Apakah Kakak sakit? Mengapa begitu pucat?" Yanze meraba-raba wajah Queena. Dengan cepat gadis itu melepaskan kedua tangan Yanze dari kedua pipinya.

"Aku baik-baik saja, lagipula ini adalah hari pertama kesembuhanku jadi, mungkin ini adalah hal yang lumrah."

Queena juga mengetahui bahwa Vianze dan Fenith berada di dekatnya, namun Queena sama sekali tidak ingin membuka suara pada mereka berdua, itu terlalu fatal, fatal untuk mencari masalah.

"Baiklah, kau pergilah dengan Kakakmu, aku ingin melakukan sesuatu." Ujar Queena yang mulai berdiri dan memegang lembut kepala Yanze.

"Tidak! Aku kan bermain denganmu!" Yanze memeluk salah satu kaki Queena dengan erat.

Di lain sisi, Lenier terus menatapi Fenith yang mulai melakukan akting.

"Sial! Aku ingin menghajar gadis ja*ang ini!" Batin Lenier dengan geram.

Mulai saat ini Queena mungkin tidak bisa untuk selalu bersama Yanze, lagipula dia juga yakin bahwa Vianze tidak mengizinkannya. Queena berlutut di hadapan bocah berbulu mata lentik itu sehingga tinggi mereka sejajar, gadis dengan wajah pucatnya mengelus pucuk kepala Yanze dengan hangat.

"Yanze, mulai sekarang aku akan sedikit sibuk, jadi bermainlah dengan Nona Lenier."

"Kakak tidak ingin bersamaku!" Kini Yanze mulai keras kepala, Vianze langsung ikut dalam posisi Yanze dan Queena. Dia berusaha menenangkan Yanze, Adiknya.

"Bukan, aku bukan tidak ingin bersamamu, dengar, jika aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan, aku akan bermain denganmu," Jelas Queena. Yanze mulai memahami ucapan Queena, walaupun sedikit tidak rela untuk bagi Queena untuk tidak bersama Yanze.

Queena lantas berdiri sambil dibantu dengan Lenier.

"Anda bisa membawa Yanze kembali." Ujar Queena dengan wajah dinginnya.

...👑👑👑👑...

"Apa yang kau pikirkan Kak?" Tanya Fenith pada Vianze, dia dapat melihat raut wajah Vianze yang sedikit tertekuk.

"Tidak ada," Jawabnya. Yanze juga sedikit lebih tenang dari yang sebelumnyaa. Vianze telah menawarkan pada Yanze untuk bermain dengan Fenith, namun bocah manis itu tetap menolaknya dengan gelengan kepala mungilnya. "Ah benar juga! Kertia dan Leonard seharusnya telah kembali, kau akan bermain dengan mereka saja oke."

"Hm... Baiklah!"

"Mengapa Yanze tidak ingin bersama dengan Fenith?" Bukan hanya sekali, namun berkali-kali, Vianze bingung dengan tingkah laku Adiknya yang tidak dekat dengan Fenith.

Vianze langsung menuju ke ruang kerjanya, karena di sanalah Kertia dan Leonard berada.

♤Di Koridor Istana♤

Mereka masih berada di koridor yang sama, pergerakkan Queena semakin melambat serta Lenier juga merasakan ada yang aneh dengan pergerakkan Queena, gadis yang lebih tua darinya berjalan lebih dahulu namun dengan langkah yang terhuyung-huyung.

"AKH!"

Lenier membulatkan matanya dengan sempurna. Sekita Queena terjatuh tak sadarkan diri.

"QUEENA!"

"QUEENA! QUEENA!"

Lenier berteriak dengan histeris, bukan hanya dirinya saja, para pelayan yang lain juga melakukan hal yang sama. Queena dalam sekejap ambruk dengan bercakkan darah yang keluar dari mulutnya. Bercakkan darah itu kini ada di mana-mana membuat Lenier hampir menggila. Dia memangku Queena dalam pangkuannya, dilihat dari wajahnya Lenier yakin bahwa saat ini Queena tidak sadarkan diri serta tubuhnya yang semakin lemah.

"Kumohon panggil siapapun!" Ucap Queena pada para pelayan itu. Riena dan Nier, mereka langsung bergerak dan berlari untuk mencari seseorang serta membutuhkan bantuan.

"Queena ada apa denganmu~"

1
𝐊𝐈𝐌💋𝐇𝐖𝐀①④🆁&🆉👻ᴸᴷ
paket komplit Thor .😉😉😉😉👍👍👍
SyukaAja
sangat suka, sedikit rumit tetapi bikin penasaran...
Brawijaya Bc
Intrik crita bagus tapi kebanyakan alur maju mundur periode waktunya
Jinawaty J
Terima kasih thor...cerita yg sangat menarik...
Jinawaty J
Semangat thor 💪💪💪
Dyah Lestari
raja bodoh, fenith tuh licik masih aja percaya.😡😡
Susy Siahaan
ceritanya bagus 👌👌👌 terimakasih thorr untuk karyanya 🙏
Ella Jie
the end
rednow
nyeseeekkk banget perpisahan queena dg reolius 😭😭😭😭😭😭😭
rednow
ada stalker niih 🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
aahh rajaaa...ternyata rasa itu sdh hadir tapi masih berbalut gengsi tinggi yaa
rednow
kak lucifer diperbolehkan masuk, sedang aku tidak....

kalimat yunze sakti banget bisa bikin raja vianze lsg menghilang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
lucifer sama yanze nih beneran dua rubah yg licik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
yanze...boleh cubit pipi gembilnya ga 😍😍

gemeeeessshhh banget...niat ngerawat kak queena sampe lupa apelnya diabisin sendiri
rednow
emang vianzhe tuh harus dibikin cemburu dulu...panas ...pusing...kepala berasap
rednow
lucifer ni cocok banget namanya...suka tebar api sana sini ...

api emosi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
kakak2 tersayang....segeralah ambil adikmu...bawa dia pergi...biar sang raja merasa dunianya hilang
LilyArni
kok agak membingungkan cerita nya trus muter2 gak jelas cuman bahas sskit nya ...
Evan: Hehe kalo ga suka ga papa. karna selera stiap manusia juga beda" :') Author terima kritikkannya☺
total 1 replies
Nuzlie🎭eiLzun
seperti perkiraanku thor.. masalahnya hanya berkisar di ruang lingkup istana.. ga sipp thorr, ginian berpusing tujuh keliling istana ga kan bisa buat sihirnya berkembang.. ayoo thort semangatt karyanya.. pertualang harus bisa hadir kalo punya sihir sehebat ratu
Evan: Makasih supportnya Kak! 😀
total 1 replies
Nuzlie🎭eiLzun
ternyata king punya otak sebatas lutut hahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!