Mendengar kabar bahwa sang ayah tengah berada dalam situasi sulit,Lin Qian tanpa sepengetahuan sang ibu mencari kebenaran tentang informasi tersebut.
Tetapi rupanya Lin Qian menemukan fakta yang jauh lebih buruk dari informasi yang ia dapat sebelumnya dan terpaksa harus mengambil keputusan paling sulit.
Fakta apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qian Shan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KERIBUTAN BESAR 1
Pergerakan maupun kekuatan seseorang di ranah Dewa Fana Sejati seperti Lin Qian sama sekali tidak sepadan jika harus di bandingkan dengan seseorang di ranah kenaikan dewa tingkat delapan seperti Mu Chen, perbedaan itu terlampau jauh,dan seperti kalimat sebelumnya,Mu Chen hanyalah semut di hadapan gajah, di sini Lin Qian adalah gajahnya tentu saja.
Kemudian setelah beberapa waktu ketika semua orang menyadari bahwa Mu Chen mati, terutama sembilan orang dari Sembilan Teluk lainnya, mereka dengan luapan amarah langsung mengambil inisiatif dengan menggempur Lin Qian sekalian melancarkan serangan-serangan mematikan padanya.
Akibatnya dalam waktu singkat,situasi alun-alun kota Hekou berubah drastis, dari beberapa waktu lalu yang sebelumnya nampak tenang, kini alun-alun kota tersebut menjadi kacau balau akibat dari pertarungan yang terjadi dan berlangsung sengit.
Tembakan-tembakan energi esensi berkekuatan besar membombardir Lin Qian dengan sangat brutal. Mereka benar-benar bernafsu untuk melenyapkan pembunuh Mu Chen dengan segala cara.
Akan tetapi, lima senjata cakram es kaisar yang di lepaskan Lin Qian langsung berotasi terus-menerus mengitari tubuhnya hingga semua serangan mampu di tepis, senjata-senjata tersebut sekaligus melindungi Lin Qian secara langsung dari semua serangan yang di kerahkan kelompok lawan padanya.
Sementara Fang Yi mendapatkan pertarungannya sendiri menghadapi dua orang sekaligus.
Gaya bertarung orang-orang dari Negeri Sembilan Teluk benar-benar variatif namun memiliki pergerakan yang sangat disiplin, dan Lin Qian harus mengakui bila ia sedikit kerepotan untuk mengambil fokus karena hal tersebut.
Beberapa kali serangan cakram es kaisar hanya menebas bayangan,padahal ia menggunakan Mata Kaisar untuk mengunci sasaran, namun beberapa kali percobaan tetap gagal. Sementara di lain pihak, serangan-serangan lawan justru bisa di katakan selalu akurat mengenai tubuhnya.
Pada situasi lain, orang-orang di sekeliling alun-alun yang tidak ingin ikut terlibat dalam pertikaian segera menyisihkan diri, mereka melesat panik ke berbagai arah tanpa di komandoi guna menghindari serangan yang menyasar tidak tentu arah.
"Orang-orang dari Negeri Sembilan Teluk memang pembawa sial, mereka selalu saja membuat keributan di kota ini." kata seseorang melontarkan umpatan sembari menjauh dari lokasi pertarungan.
"Sebenarnya siapa pemuda yang begitu berani berurusan dengan orang-orang dari Sembilan Teluk? Apa dia sudah bosan hidup?" kata orang lainnya.
"Apa identitas pemuda itu menjadi penting setelah dia mati? Lagipula aku yakin kematiannya tidak memerlukan pemakaman." timpal rekannya yang berada di samping.
Reaksi berbeda di tunjukkan oleh Duan Zi,orang itu bisa langsung menebak identitas Lin Qian dengan sangat yakin hanya dari menyaksikan pertarungan yang tengah berlangsung, kemudian ia cocokkan dengan ciri-ciri pemuda yang pernah ia dengar sebagai sosok yang menjadi mimpi buruk bagi sekte Tahta Dewa.
BOOMMM BOOOMMM BOOOMMM
Beberapa bangunan kota Hekou kembali hancur,sementara tiga dari tujuh orang Sembilan Teluk harus tewas akibat pukulan Gelombang Penghancur Iblis surgawi.
Lin Qian tidak mengerahkan kekuatan pukulan tersebut secara penuh,namun tetap saja kekuatan dari pukulan itu masih terlampau kuat untuk dapat di tahan oleh lawan-lawannya.
Dengan menyisakan empat orang, Lin Qian menarik semua Cakram Es Kaisar untuk bertarung secara langsung. "Aku sudah terlalu sungkan memberikan kesempatan kepada mereka yang sengaja ingin menyinggung ku."
"Aku pikir, jika orang-orang dari Negeri Sembilan Teluk benar-benar ingin menjadi musuh ku, maka aku akan mempersilahkan kalian semua datang!!" Lin Qian berseru lantang, matanya menatap empat musuh penuh ancaman.
Sementara dari suatu tempat sedikit jauh dari lokasi pertarungan, beberapa orang merasa terprovokasi setelah mendengar seruan Lin Qian, dan menganggap Lin Qian terlalu sombong karena berani melayangkan tantangan pada Negeri Sembilan Teluk.
Dengan alasan itu,berikutnya ada tiga orang yang kemudian mendatangi lokasi pertarungan dengan tujuan ingin menuntut penjelasan dari pernyataan Lin Qian. Ketiganya berada di kenaikan dewa tingkat sembilan,selangkah lagi di ranah Dewa Fana Sejati.
Melihat ketiga orang ini datang,lagi lagi semua orang di sekitar alun-alun kembali di buat terkejut,termasuk Duan Zi yang memang dari sebelumnya tidak bergeser dari tempatnya berdiri.
"Anak muda, tidakkah perkataanmu baru saja itu terlalu berlebihan?" kata seorang pria tua bernama Gui Chi.
Pembawaan Gui Chi begitu tenang, Lin Qian sama sekali tidak merasakan adanya aura semangat bertarung darinya,jadi ia tidak perlu terlalu mewaspadainya untuk sementara.
"Haihh,, aku sangat yakin sudah mengatakan kalimat ku dengan sangat jelas." balas Lin Qian tanpa menoleh, sementara fokusnya masih pada empat musuh dari Negeri Sembilan Teluk.
"Pak tua, bila anda merasa tersinggung dengan ucapanku? Maka silahkan pilihlah tempat di antara empat calon mayat itu berdiri!" Lin Qian tidak merasa ragu, ia dengan tegas memberikan pilihan pada Gui Chi. Lagipula menurut Lin Qian,selain pedang di balik lengan baju, orang seperti Gui Chi ini hanya datang ketika berfikir akan mendapat buah tangan.
"Hohooo,,, aku tidak yakin akan mengambil tempat bagian itu untukku atau tidak, tetapi bila orang-orang dari Negeri Sembilan Teluk menyiapkan kue emas untuk orang tua ini,mungkin orang tua ini akan bermurah hati."
Mengatakan demikian,secara alami semua orang di sekeliling memahami maksud Gui Chi,yang kemudian di angguki oleh empat musuh Lin Qian yang tersisa. "Pak tua Gui, Anda tidak perlu mengatakan apapun dan cukup bantu kami membunuh pemuda sombong ini! Karena bila anda mampu mengendalikan situasi,kami orang-orang dari Negeri Sembilan Teluk, akan memenuhi matamu dengan apapun keinginan mu."
"Hahahaaaa,,,kalian orang-orang dari Negeri Sembilan Teluk memang terkenal murah hati. Baik! Sepertinya orang tua ini telah memilih tempatnya sendiri." Gui Chi telah menentukan pilihan.
Sementara dua orang lain yang datang bersamaan dengan Gui Chi masih bergeming.
Lin Qian tidak tidak tidak
Kamu pasti bisa berhasil mengatasi
Tiga Hantu Tua Liiiiiiiin Qiaaaaan
Semangat Lin Qian pokuslah dan keluarkan ilmu Dimpananmu hancurkan Tiga Ahli itu
Terjadinya Pertarungan
Semoga Lin Qian dan Temannya Bisa
Menyelesaikan dengan baik/mengalahkan/, mereka
Rencana begitu????
Shun Mu Gong karna kebaikan Lin Qian Shun Mu Gong juga luluh sendiri
Dan menjadi Teman Sahabat Lin Qian dan Saudara2nya Lin Qian 👍👍
Menghadapi Cho fet dan Cho Rong
Dua Ahli /Ranah Dewa Sejati Kamu Bisa menyelesaikan dengan baik
Beraninya menyinggung Pemuda yang ada di hadapanmu Pak Tua cari mati
Dan untuk Sekte/Klan Api Suci kalian semua mau musna Aliansi Api Sucimu
Ingin menemui Sun Mu Gong dia dalam keadaan terpuruk kondisinya
Penuh dengan luka yang menyedihkan bekas Pertarungan Tempo hari yah sekitar 6/7/8bulan
Lalu dengan Lin Qian