Cerita cinta dari Ken dan Keyla!
Pasangan absturd yang selalu bertingkah aneh dan menyebalkan!
Simak kisahnya yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei-Yin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Singgah
...Follow IG me @mhemeyyy...
...👇...
Setelah selesai melihat lokasi proyek, Keyla dan Ken meninggalkan lokasi. Selama disana Keyla lebih banyak diam.
Bahkan sesekali ia abaikan ucapan Ken. Ia masih sakit hati ketika melihat Ken dan Zea sibuk ngobrol berdua. Walaupun Ken hanya menanggapi sesekali.
Cukup lama mereka berada di luar kantor, hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
"Bisa kita mampir makan dulu?" tanya Ken saat melihat wajah letih Keyla.
"Maaf Tuan, saya lelah. Bisa antar saya pulang langsung." jawab Keyla masih dalam mode kesal.
"Kalau begitu, boleh aku mampir di apartement mu?"
"Ya!" jawab Keyla malas.
Setidaknya ia akan meminta atau membeli makanan saat sampai di apartement Keyla, begitulah pikir Ken.
Tak lama mobil tiba di basement, tapi malah si Nona Sekertaris tidur dengan wajah yang menggemaskan. Ada gurat kelelahan di wajahnya.
Ken mengamati Keyla, ia pandang lama wanita yang tengah memejamkan mata tersebut.
"Nona Sekertaris, bangun! kita sudah sampai di apartement." ucap Ken mencoba membuat Keyla membuka mata.
Hanya terdengar erangan dari bibir wanita itu. Tapi ia sama sekali tak terganggu ketika lagi, Ken mencoba memanggil.
Astaga wanita ini, tidur seperti orang mati.
Ken mencoba mendekatkan wajahnya, semakin dekat dan dekat lagi. Hingga hembusan nafasnya menyentuh wajah Keyla.
Di tatap nya wanita itu sekali lagi sebelum berbisik di telinga Keyla.
"Hei bangun atau akan ku lempar kau dari sini." suara Ken terdengar mengerikan di telinga Keyla yang sedikit mendengarkan. Walau kesadaran nya belum kembali penuh setidaknya ia tetap mendengarkan.
"Emh, I miss you Mama." gumam Keyla lagi.
Terpaksa Ken harus menunggu lagi. Sambil menunggu Keyla bangun, ia telah memesan makanan.
Sekitar satu jam sudah Keyla tertidur, hingga tiba-tiba mata Keyla terbuka lebar.
"Astaga!" pekik Keyla mengagetkan.
"Ada apa?"
"Saya sudah lama tertidur?"
"Tidurmu persis seperti b*bi. Untung saja aku ini orang baik, kalau tidak aku akan membawamu dan ku jual kau." desis Ken sambil melirik Keyla sedikit.
"Itu tandanya saya nyaman berada di mobil anda, rasa aman dan nyaman membuat saya lupa kalau masih di dalam mobil." spontan Keyla menjawab gamblang.
Tiba-tiba ia menutup mulut. Malu bercampur kesal.
Ken turun, di ikuti Keyla. Ia berjalan lebih dulu seperti bos.
"Pegang." ucap Ken menyerahkan kantong yang ternyata berisi makanan.
"Anda membelinya?"
"Tidak aku mencurinya."
"Bagaimana bisa?"
"Apanya?" kesal Ken mendengar pertanyaan Keyla.
"Bagaimana mungkin anda mencuri, ini hanya makanan. Kenapa anda tidak membelinya saja."
"Astaga! sepertinya otakmu sedikit geser. Kenapa setelah bangun kau jadi semakin bod*h Keyla Alonzo."
Sabar Ken, jangan marah. Nyawa Keyla belum sepenuhnya terkumpul.
Tahan, tahan, tahan!
"Cepat buka pintu ini, aku lelah gara-gara menunggumu." masih menggerutu ku, benar-benar bossy.
Ken dan Keyla masuk, Ken menghempaskan tubuhnya di sofa. Keyla masuk ke dapur mempersiapkan makanan.
"Tuan makanan sudah siap di meja, anda mau makan disini?"
"Tidak, di meja makan saja." jawab Ken berjalan ke arah Keyla berada.
Dapat Ken lihat Nona Sekertaris masih tetap dengan pakain kerja, hanya saja wajahnya tampak lebih segar. Rambutnya di ikat ke atas menampilkan leher jenjang nya.
Deg!
Mata itu, mata itu menatapnya. Warna hitamnya seolah menghipnotis Keyla.
Sekali lagi Keyla terpesona ketika manik mata hitam itu menatapnya. Jantungnya berdebar dengan cepat. Seolah jiwanya di tarik untuk terus menatap manik hitam itu.
"Ekhmm." Keyla berdahem kemudian mengalihkan pandang ke arah lain.
Sungguh, jantungnya berdebar dengan sangat cepat.
"Selamat makan." ucap Keyla lirih sebelum mulai makan.
...*****...
"Kenapa anda masih disini Tuan?" kaget Keyla ketika mendapati Ken masih berada di apartement nya.
"Temani aku minum kopi sebentar."
"Baik, sebentar akan saya buatkan." balas Keyla menuju dapur.
Keyla pikir, Ken telah pergi saat ia mengatakan akan mandi. Tapi ternyata si bos masih disini menunggu.
Keyla kembali membawa dua cangkir kopi hitam, di balkon ia tengah duduk lesehan dengan karpet bulu.
"Maaf hanya ada karpet, tidak ada meja atau kursi santai." sesal Keyla merasa tak enak saat Ken duduk di bawah beralaskan karpet.
"Apa masalahnya?" Ken menyahut, tapi tidak di balas lagi oleh Keyla. Ia memilih diam.
Malam ini, entah kenapa hatinya berbunga-bunga. Mungkin pengaruh seorang Kennard William.
Hening!
Tidak ada obrolan, Keyla dan Ken saling diam. Tapi tatapan keduanya lurus melihat ke arah kosong di depan sana.
"Mama, aku merindukanmu." lirih Keyla yang dapat di dengar oleh Ken.
"Kalau kau rindu, temuilah orang tua mu."
"Ingin sekali, tapi sayang aku dan Mama sudah berbeda dunia." jawab Keyla sendu.
Ken dapat merasakan perubahan Keyla. Malam ini, wanita yang ada di hadapannya bukanlah Keyla si Sekertaris galak. Malam ini ia dapat melihat sisi rapuh dari wanita di hadapannya.
"Tapi Mama mu akan selalu di hatimu. Dia akan tetap melihatmu dari atas sana." tunjuk Ken ke atas.
"Anda benar." Keyla kembali tersenyum. Walaupun Ken tahu, senyum itu mengandung kepedihan.
Sama seperti dirinya, kehilangan kedua orangtua di saat ia masih butuh sosok mereka.
Obrolan mengalir begitu saja. Tidak ada kecanggungan di antara keduanya.
"Ini sudah larut, aku akan pulang. Terimakasih untuk makan malam dan kopi nya."
"Sama-sama Tuan."
Ken meninggalkan apartement Keyla. Sedangkan Keyla menatap punggung Ken yang mulai menjauh. Tersenyum senang dalam hati.
Terimakasih untuk malam ini. Dimana saya bisa melihat bahwa memang saya telah terperangkap oleh tatapan tajam mu. Dimana saya jatuh cinta karena sisi lain dari dirimu. Terimakasih.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...JANGAN LUPA LIKE • KOMENT • DAN BERIKAN VOTE! • ...