Kisah seorang Angel yang tidur dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Pria itu adalah Devan seorang pengusaha sukses namun sudah memiliki istri dan sangat mencintai istrinya.
Ayah Devan menyuruh untuk Devan agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia harus menikahi Angel karena sudah tidur bersama Angel.
Karena berita itu Angel di cap sebagai wanita pelakor dan penggoda suami orang padahal dia tidak ada sedikitpun niat untuk menjadi wanita pelakor dan wanita penggoda.
Bagaimana kisah mereka?
Mengapa Angel bisa tidur dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak suka sekali melihat wajah menyedihkannya
Kalau aku masak lagi pasti lama nanti kak Devan marah dan menyiksaku lagi, tapi aku lapar banget batin Angel bingung apa yang harus dia lakukan.
Angel pun memutuskan untuk menggoreng telur saja yang cepat.
Devan yang merasa Angel sangat lama memutuskan untuk melihat apa yang di lakukan Angel melalui CCTV, karena dia sedang kekenyangan sehingga malas berjalan.
Oh dia sedang makan, bodoh kenapa dia tidak bilang kalau belum makan biar makanannya aku simpankan, baiklah berhubung aku lagi kenyang jadi aku lagi malas marah-marah batin Devan yang membiarkan Angel makan tanpa pergi mengganggunya.
"Eh tunggu berarti dia tahu dong kalau aku menghabiskan makanannya, nggak boleh dia sampai kegeeran, lagian aku habiskan juga karena aku sangat lapar, iya hanya sangat lapar bukan karena masakannya enak" gumam Devan lalu lanjut membaca bukunya.
Angel yang telah selesai makan langsung membersihkan semua piring kotor, setelah membersihkan semuanya dia pun berjalan kembali ke tempat Devan, sebenarnya dia sangat ingin tidur karena dia sangat lelah membersihkan di rumah ini, namun karena ada Devan dia tidak berani sama sekali untuk istirahat.
Angel berjalan sambil melihat Devan, dan Devan menyadari itu.
Devan pun langsung menghentikan membaca buku.
"Apa lihat-lihat, aku tidak menghabiskan semua masakanmu yah karena itu sangat tidak enak, aku membuangnya jadi kamu nggak usah kegeeran" ucap Devan cepat padahal Angel tidak berbicara sama sekali.
Angel pun mengernyitkan keningnya bingung.
Kak Devan kenapa sih, aku nggak bahas soal makanan juga bahkan aku bicara saja tidak, lagian kenapa dia harus membuang makanan, seharusnya dia simpan saja biar aku memakannya karena masakanku enak kok di lidahku batin Angel.
"Kak Devan membuangnya dimana? biar aku bersihkan" ucap Angel karena di dapur dia tidak melihat apapun.
Devan tampak kebingungan harus menjawab apa.
"Kak Devan" ucap Angel lagi.
"Apa sih ribut banget, udah kamu nggak usah tanya dimana aku membuangnya yang jelasnya aku sudah buang" ucap Devan.
"Baiklah kak, apa kakak mau di buatkan teh atau kopi?" tanya Angel karena sudah kebiasaannya kalau lagi berada di rumahnya dulu, dia selalu membuatkan minuman untuk ayahnya maupun Diki, ketika Diki ke rumahnya untuk istirahat sejenak sebelum pulang ke rumahnya.
Devan pun tampak berpikir.
"Teh saja" ucap Devan.
"Oke kak"
Angel pun segera ke dapur untuk membuatkan Devan teh.
"Tunggu kenapa aku malah seperti ini, aku datang untuk menyiksanya kenapa aku malah duduk santai seperti ini dan sekarang malah mau di buatkan teh sama dia" gumam Devan.
Aku harus menyenangkan kak Devan terus supaya dia lupa sedikit menyiksaku, aku benar-benar takut kalau di siksa lagi, entah siksaan apa lagi yang akan aku dapatkan batin Angel sambil membuatkan minuman Devan.
"Kak Devan ini tehnya" ucap Angel sambil meletakan teh di meja dekat Devan duduk.
"Emmm" ucap Devan sambil membaca buku.
Devan pun segera meminum teh buatan Angel.
Kenapa enak sekali teh buatannya, padahal aku ingin menyiksanya melalui teh ini batin Devan
"Ya ampun aku lupa menyuruh kamu untuk menyicip terlebih dahulu, jangan-jangan ini sudah ada racunnya" ucap Devan.
"Tidak ada kok kak Devan, saya tidak pernah ada niat untuk meracuni kakak" ucap Angel cepat.
Devan melanjutkan minumnya lagi.
"Kenapa tehmu ini tidak enak juga, apa-apa saja yang kamu buat selalu tidak enak" ucap Devan tapi sudah setengah yang habis.
"Maaf kak kalau tidak enak" ucap Angel sambil tertunduk takut.
"Sejak tadi kerjaanmu minta maaf saja, aku sangat haus jadi terpaksa aku meminum tehmu yang tidak enak ini jadi kamu tidak usah kegeeran" ucap Devan.
Angel pun hanya angguk-anggukkan kepalanya.
"Oh iya kamu punya adik cowok, iyakan?" tanya Devan padahal dia sudah mengetahuinya.
Angel mulai panik begitu Devan menyebut adiknya.
"Iya kak"
"Heem adikmu itu lumayan juga yah, dan sepertinya dia tidak bisa di anggap enteng karena bisa mengalahkan pengawal-pengawal ayahku dan pengawalku juga" ucap Devan.
"Tapi dia telah berani pada orang yang salah" ucap Devan.
"Kak tolong jangan apa-apakan adik aku, dia masih labil kak, tolong maafkan dia kalau dia salah" mohon Angel.
"Wow kakak yang sayang adik dan adik yang sayang kakak, kamu tahu dia datang mencarimu tadi dengan beraninya" ucap Devan.
"Aku sedang memikirkan cara mau apain adik kamu itu" ucap Devan lagi.
"Kak aku mohon jangan sakiti adik aku kak, biar aku saja yang menerima semuanya, tolong jangan sakiti adik aku" mohon Angel lagi-lagi.
"Benarkah, baiklah akan saya pikirkan" ucap Devan.
"Angel jawablah dengan jujur, kenapa kamu tidur denganku malam itu dan menyebarkan foto?" tanya Devan.
"Padahal kalau aku pikir-pikir aku tidak ada masalah dengan kamu, bahkan aku baik padamu dan juga istriku baik padamu" ucap Devan lagi.
"Sekarang ayo kamu jujur padaku, beritahu aku alasannya kenapa kamu jadi seperti ini dan membuat istriku tidak sepenuhnya mempercayaiku lagi" ucap Devan.
"Kak aku mohon percayalah padaku, aku hanya di jebak aku benar-benar tidak tahu apa-apa kak dan bukan aku yang menyebarkan foto itu, malam itu aku datang ke hotel hanya untuk bertemu dan menyelamatkan adik aku Mila, penjahat itu menyuruhku ke hotel, aku nggak bisa mikir jernih lagi karena khawatir pada adik aku, aku langsung pergi saja, setelah sampai di hotel aku di buat pingsan dan pas bangun aku sudah sekamar dengan kakak" ucap Angel menjelaskan.
Devan langsung membanting gelas yang ada di dekatnya setelah mendengar jawaban Angel membuat Angel tersentak kaget.
"Aku itu ingin kamu jujur Angel, kenapa kamu terus saja berbohong" bentak Devan sambil mencengkram kedua pipi Angel dengan sangat keras.
Angel benar-benar ketakutan kepada Devan.
"Cepat katakan padaku yang sejujurnya" paksa Devan lagi.
"Kak aku sudah jujur" ucap Angel sambil menangis ketakutan.
"Sini ikut aku" ucap Devan sambil menarik paksa tangan Angel.
"Kak sakit kak" ucap Angel karena betisnya memang masih sakit.
Devan tidak perduli sama sekali.
Jangan-jangan aku mau di siram lagi batin Angel.
Benar saja Devan menyiramnya lagi memakai shower dengan mode panas.
"Kak sakit kak" rintih Angel karena yang sebelumnya belum sembuh sekarang sudah di tambah lagi.
Devan tidak perduli bahkan sesudah dia menyiram Angel, dia membuat Angel terduduk dan menginjak betisnya lagi yang nyata-nyata masih sakit.
Angel hanya bisa teriak kesakitan dan menangis, sambil memohon agar Devan tidak menginjak betisnya lagi.
Plaakk..
"Berhenti menangis" bentak Devan setelah menampar pipi Angel.
"Kamu akan begini terus Angel" ucap Devan lalu segera keluar kamar mandi menuju mobilnya, untuk pulang ke rumahnya bersama dengan Clara.
"Kenapa aku tidak suka sekali melihat wajah menyedihkannya itu, apa aku terlalu kasar" ucap Devan pada dirinya sendiri di dalam mobil.