Gadis cantik berusia genap 17 tahun menjalani hidupnya seperti hal nya orang-orang pada umumnya. Liana memiliki paras cantik dan kepribadian yang baik ,juga dengan kepintaran yang bisa dibilang jauh di atas rata-rata.
Lalu, siapa yang akan dengan sengaja mengabaikan gadis sesempurna Liana?
Seperti hal nya dengan Rendy,yang mencintai Liana ketika baru saja mereka bertemu.
Rendy adalah Laki-laki tampan yang egois, Apapun yang ia inginkan harus segera ia dapatkan apapun yang terjadi.
Tanpa aba ia masuk dalam kehidupan Liana yang awalnya damai tanpa kehadirannya. Liana yang membuat Rendy candu akan cinta darinya membuat pintu mistery cinta mereka terbuka seiring berjalan nya waktu.
Cintanya yang telah membuatmu candu, akankah kau akan melakukan segalanya untuk memuaskan candu mu akan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi My Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25 Hatiku Kini Milikmu
"Dan mau bagaimana pun karena saya.. Hanyalah seorang murid"Jawab Liana sambil tersenyum
Jederr!!
seperti tersambar petir disiang bolong,mulut Rendy seketika bungkam..Hatinya ragu untuk membuka mulutnya.
Ia terdiam mematung di hadapan Liana,Tak mampu ia menggerakkan tubuhnya dengan bebas kali ini.
"Liana..bapak..hanya.."Ucap Rendy penuh dengan keraguan,
"Apa? benar kan saya hanya seorang murid?"Tanya Liana sembari menahan bendungan air mata yang mulai memenuhi pelupuk matanya..
"Bukan...."Jawab Rendy
"Lalu apa?! pernahkah bapak berfikir kalau bapak mencintai saya?!"Teriak Liana ,yang tak bisa menahan bendungan air mata yang kini memuncak..Air matanya lolos mengalir di kedua belah pipinya..
"Maaf..hiks..maaf..,mungkin saya yang terlalu berharap"Lanjut Liana sambil mengusap usap air mata nya yang terus menerus mengalir tanpa henti
Rendy hanya terdiam,mencoba mencerna kata kata Liana..Ia tidak pernah berfikir bahwa Liana juga mencintai nya. Namun Rendy tidak ingin membuat Liana seperti orang lain yang gila akan cinta,Liana masih terlalu kecil untuk itu.
Rendy lebih baik menunggu sampai waktunya tepat dari pada melihat Liana seakan akan berubah menjadi orang lain nantinya.
"Kau tidak bisa terus merahasiakan nya nak Rendy, katakanlah sekarang atau kau akan terlambat"Ucap mama Liana yang masuk kedalam kamar.
Sebenarnya sedari tadi mama Liana telah menguping pembicaraan Rendy dan Liana.
"Ma..ma?"Kaget Liana sembari menatap mama Liana yang membawa air hangat untuk kompres
"Liana..saya akan menjawab semua"Ucap Rendy membuat Liana mengalihkan pandangannya.
Akh,sakit..kepalaku pusing sekali,
Liana tiba tiba ambruk begitu saja,membuat Rendy dan mamanya panik setengah mati. Dengan sigap Rendy segera menggendong mobilnya dan pergi ke rumah sakit dengan mama Liana
Tak lupa mama Liana memberi kabar pada Ayah Liana jika Liana pingsan dan sedang dibawa ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit,Rendy berteriak kencang memanggil dokter dan suster. Seorang Dokter dan suster pun bergegas menangani Liana.
Setelah menunggu beberapa menit,dokter keluar dari ruang rawat Liana
"Bagaimana dok keadaan Liana?"Tanya mama Liana yang sedari tadi gelisah
"Tenang ibu,anak ibu baik baik saja kok. Dia cuma demam biasa,perbanyak istirahat juga akan sembuh..Kalau begitu saya permisi dulu"Ucap dokter itu lalu meninggalkan mama Liana dan Rendy
Sedangkan Liana masih terbaring lemah di ranjang dalam ruang itu. Ia membuka matanya, tatapannya penuh dengan kekosongan.
Rendy yang menyadari nya pun mencoba berbicara pada Liana ,namun Liana berbaring membelakangi Rendy
"Mama keluar dulu"Ucap mama Liana dan segera keluar ruangan. Mama Liana mengerti Rendy dan segera memberikan waktu untuk mereka berdua
Setelah mama Liana keluar dari ruangan,Rendy mencoba menggenggam jari jari mungil Liana. Tampak Liana tidak menolak genggaman Rendy,
"Aku salah karena tidak segera memberitahukan mu yang sebenarnya,Aku hanya takut kau mengenal cinta sebelum waktunya"Ucap Rendy sembari menciumi jari jari Liana
"Saya sudah besar pak! saya berhak tau dan mengerti tentang hal itu"Ucap Liana yang masih membelakangi Rendy
"Ya,kau sudah besar..Maka dari itu aku akan menjawab pertanyaan mu"Ucap Rendy
Liana membulatkan matanya,Detak jantung nya berdetak sangat kencang seolah olah akan keluar dari dalam tubuh mungil nya,Liana bangun dari tidur nya,namun tidak melihat kearah Rendy. Matanya tak mampu memandang wajah Rendy.
"Kau bertanya padaku bahwa pernahkah aku berfikir kalau aku mencintaimu?. Iya,Liana aku sangat mencintaimu lebih dari siapapun. Aku tak ingin ada seseorang yang akan merebut dirimu dari tanganku,Aku pernah berfikir..jika bisa aku ingin menikahi mu hari itu juga."Ucap Rendy panjang lebar
Mata Liana kini memanas, mendengar kata kata Rendy yang begitu menyentuh di lubuk hatinya. Juga balasan dari pertanyaan nya yang selalu membuat nya gelisah akhirnya terjawab.
Buliran bening yang kini sudah tak dapat dibendung kembali akhirnya lolos turun membasahi kedua belah pipinya..Ia mengusap usap air mata yang terus mengalir itu,
"Ta-tapi b-bapak memarahi saya tanpa ragu saat saya bertanya tentang bela,apakah bapak masih mencintainya?.."Ucap Liana sambil terisak Isak dalam tangisnya
"Maaf,aku memarahi mu waktu itu..maaf.Liana,Aku tidak sekalipun mencintai nya, Bahkan aku sangat membencinya..Maaf, Aku mencintaimu Liana"Ucap Rendy sembari memeluk tubuh mungil Liana
"Apa bapak bersungguh sungguh?"Tanya Liana mencoba menghentikan tangisnya
"Iya,Aku mencintaimu..sangat sangat mencintaimu.."Jawab Rendy sembari mempererat pelukannya
Tak sanggup lagi Liana menahan tangisnya, buliran air itu kini lolos kembali dari pelupuk mata nya. Ia terus menangis sejadi jadinya,
"Menangis lah Liana,lepaskan semuanya jika kau mau..Tak ada seseorang pun yang dapat menghalangi nya."
"Bahkan aku juga rela membasahi bahuku dengan air mata dan ingus mu itu"Lanjut Rendy sambil terkekeh geli dengan ucapannya sendiri
Ingus gundul mu,lagi serius juga malah ngelawak..
Tapi makasih jawabannya pak
Liana menghentikan tangisnya,dan mempererat pelukannya pada Rendy. tanpa sadar Liana memeluk Rendy sambil tersenyum,Betapa senang dirinya setelah lepas dari kebimbangan yang tak pernah hilang sedari dulu.
"Bisakah kau memberikan hatimu padaku?"Tanya Liana memberanikan diri sembari melepas pelukannya
"Tentu,Hatiku kini milikmu Liana.."Jawab Rendy sembari mencium kepala Liana lembut
Tunggu kelanjutannya 😘