NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:261.3k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berteduh di bawah hujan

Wajah Dewi Mayasari semakin memerah. “Kau..” Dewi Mayasari segera bangkit, menurunkan tubuhnya dari tubuh Jaka. Jaka bangun dan melihat ke arah \*\*\*\* hutan yang menabrak pohon besar. “Syukurlah, hewan itu sudah mati!” ucap Jaka lega. “Apakah kau baik-baik saja?” Memandang Dewi Mayasari. Huh! Dewi Mayasari berpaling muka.

Jaka merasa heran. Ia menggaruk-garuk kepalanya meski tak ada yang terasa gatal sedikit pun. Disela-sela kebingungannya itu ia sungguh tak tahu apa yang harus dilakukannya. “Maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti itu padamu. Aku ... Aku hanya mencoba untuk menyelamatkan diri kita. Itu saja.. kumohon, maafkanlah aku!” Hanya permintaan maaf yang mungkin bisa dilakukannya saat itu. "Toh ini juga salahku yang menarik-narik tangannya tanpa seizinnya," batin Jaka.

Tak ada sahutan apa pun dari Dewi Mayasari. Ia masih memalingkan wajahnya yang memerah. “Itu.. Terima kasih.. Kau sudah bersedia menyelamatkanku,” ucap Dewi Mayasari masih berpaling muka menutupi merah di wajahnya.

Mendengar jawaban dari Dewi Mayasari, Jaka kian bertambah lega. Ia kembali melemparkan tubuhnya berbaring di rerumputan. Aaah! Memejamkan mata, seolah merasakan lelah yang begitu berat.

Dewi Mayasari terperanjat demi melihat apa yang dilakukan oleh Jaka. “Apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau hewan itu terbangun dan menyerang kita lagi?”

“Tenang saja! Hewan itu sudah mati. Ia tidak akan bisa menyerang kita lagi.” Membuka mata, lalu memandang Dewi Mayasari “Lihatlah! Dia sudah seperti itu, mau bagaimana lagi untuk menyerang kita?”

Dewi Mayasari melirikkan pandangannya ke pohon besar dimana \*\*\*\* hutan itu terkapar, lalu kembali memandang Jaka. “Lantas, kenapa kau berbaring lagi?”

“Aku kelelahan, apa kau tidak tahu? Setelah berlarian beberapa kali tadi, aku menarik tubuhku terlalu keras hingga terjatuh, kemudian kau juga terjatuh dan menindih tubuhku. Apalagi tubuhmu sedikit terasa berat. Bagaimana mungkin aku tidak merasa lelah?”

“Itu.. Aku..” Kembali teringat saat tubuhnya berada di atas tubuh Jaka. “Itu salahmu yang seenaknya menarik-narik tanganku.” Wajah Dewi Mayasari kembali memerah.

“Baik, baik. itu memang salahku! Bukankah aku juga sudah meminta maaf padamu? Apakah kau masih belum bisa menerimanya?”

“Kau.. Hngh!” Dewi Mayasari membuang muka dan membelakanginya. Jaka memejamkan matanya lagi, mencoba merasakan sensasi rasa lelahnya.

Keduanya kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju padepokan. Hari terasa semakin gelap. Tiba-tiba saja hujan turun cukup deras. Keduanya kebingungan mencari tempat berteduh. Akhirnya keduanya mencoba berteduh di bawah pohon besar yang rindang. Namun, tak lama curahan hujan semakin menembus dedaunan hingga hampir membasahi pakaian.

Jaka mulai berpikir, mengingat-ingat kembali setiap ruas jalan yang telah dilaluinya sebelum mencapai atas bukit. Ia ingat di suatu tempat setelah membunuh ular besar yang menyerangnya, ia tidak sengaja memperhatikan sekitaran dan sekilas melihat gua kecil. Tempat itu tak terlalu jauh dari tempat ia dan Dewi Mayasari berteduh.

“Ikuti aku!” ucap Jaka menarik tangan Dewi Mayasari.

“Tunggu! Apa yang ingin kau lakukan sekarang? Mengapa kau sangat suka menarik-narik tangan orang tanpa izin?” protes Dewi Mayasari terkejut oleh perbuatan Jaka.

“Nanti saja kujelaskan. Sekarang yang terpenting kita harus mencari tempat berlindung terlebih dahulu.”

Jaka menarik tangan Dewi Mayasari ke tempat di mana ia melihat gua kecil secara sekilas. Dewi Mayasari tak bisa protes lagi. Ia hanya bisa mengikuti kemauan Jaka.

Tempat yang dipikirkan oleh Jaka akhirnya ditemukan. Keduanya bersegera masuk.

Gua itu tidak cukup besar, tapi tak terlalu kecil untuk ukuran beberapa orang. Luasnya hanya seukuran lima ekor gajah apabila kelimanya berjalan beriringan. Tingginya pun hampir mendekati kepala manusia. Beberapa batu terdapat di bawah dinding gua dalam berbagai ukuran.

“Sepertinya di sini kita bisa berteduh dari derasnya hujan untuk sekarang, setidaknya pakaian kita tidak akan basah kuyup terkena air hujan,” ucap Jaka sambil mengatur napas yang terengah-engah akibat berlarian.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!