NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Mafia

Anak Kembar Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Kembar
Popularitas:329.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss AL

Derasnya hujan malam ini, seorang gadis yang sedang merenungkan nasibnya sekarang, air mata terus berjatuhan tak ada niatan untuk di hentikan, bibirnya mengatup hanya ada isakan yang terdengar, matanya hanya tertuju pada satu benda dan kertas foto persegi kotak di tangannya dan seluruh tubuhnya bergetar hebat "Apa, yang harus aku lakukan." Jeritnya pilu.

Keputusan apa yang akan ia pilih. melepas atau menerimanya dan pergi menjauh ia butuh ketenangan.

Dan apa jadinya saat kehidupannya sudah tenang seolah olah takdir sedang mempermainkannya.

Ini tantangan hidup apakah ia bisa melawan traumanya karena masa lalu ataukah ia akan menemukan takdirnya bersamaan kembalinya dia dan orang orang masa lalu yang mulai hadir.


Heyy buat para reader semoga suka karena karya ini asli hasil imajinasi sendiri NO PLAGIAT NO CURI² MILIK ORANG LAIN, murni hasil berpikir sendiri 😁.

selamat membaca 💞

salam dari Author 💋😻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKSM 25 (Revisi)

Sedangkan di sebuah kamar terdapat dua saudara yang sedang mantengin sesuatu di layar datar itu. Setelah memastikan semua penghuni rumah sudah tertidur pulas mereka melakukan aksinya.

"Waw, kau hebat kak, kita punya daddy yang sangat keren," ucapnya bangga. "Tapi apa tak berbahaya kak, kau berusaha membobol data pribadinya seperti ini," lanjutnya khawatir.

"Tidak. Kau tenang saja, semua jejak yang sempat ku tinggalkan sudah ku blokir dan ku tanam virus di komputernya dan itu akan membuat perangkatnya meledak setelahnya mereka tidak akan bisa melacak alamat IP ku," ujar Genio tenang tetapi terselip nada bangga.

Sedangkan di negara lain, di sebuah apartemen mewah. Ansel sedang mengeram marah sejak siang hari saat ia mendapatkan laporan ada yang berani membobol data pribadinya ia sudah berusaha melacak siapa yang berani bermain main dengannya. Setiap alamat IP itu berhasil ia dapatkan tapi pada akhirnya selalu gagal.

"Gambar apa ini? Merah dan panjang, aneh," gumamnya. Tiba tiba ada peringatan dari perangkatnya. Seketika insting tajamnya menangkap pergerakan aneh setelah sadar Ansel langsung mematikan komputernya.

"Orang ini benar-benar cerdik, setiap aku berhasil mendapatkan alamat IP nya selalu terblokir, ditambah ia menanam virus yang hampir saja membuat perangkat ku terbakar kalo saja tadi tidak cepat ku matikan. Siapa sebenarnya orang ini, kalo ia jadi lawan ia akan sangat berbahaya tetapi kalo ia jadi kawan itu akan menguntungkan untuk ku, hem," ucapnya sambil berpikir langkah apa yang harus ia ambil agar tak salah dalam melangkah.

Masih dengan duo si kembar setelah berhasil membobol data pribadi sang daddy kini mereka beralih membobol data pribadi keluarga besar sang daddy, ah lebih tepatnya Genio yang membobol sedangkan Gino hanya melihat dan memberi semangat pada sang kakak 🤭. Emang benar-benar si Gino ini 🙈, oke balik ke topik. Setelah Nio berhasil membobolnya mereka melihat dan membaca data diri keluarga besar sang daddy.

"Wah daebak 👏, kita kembar dan kita mempunyai dua aunty kembar juga kak, wah wah wah," ucap Gino yang masih terkagum kagum. "Aku sudah gak sabar buat ketemu daddy kak dan aku penasaran dengan sifat aunty kembar apa sama sifatnya seperti kita yang satu dingin dan yang satu banyak bicara," lanjutnya ceriwis.

"Mengakui juga kalo kau itu banyak bicara," celetuk Genio datar.

"Aishhh kau ini kak, menyebalkan," ucap Gino merengut.

"Kak lihat ternyata nenek sedang mencarikan jodoh buat daddy, gimana ini kak," ucap Gino cemas sembari mengguncang bahu Genio. "Kita harus cepat-cepat pertemukan mommy dan daddy, aku tak rela kalo daddy dengan wanita lain selain mommy, aishhh nenek ini gimana sih daddy sudah menolak semua wanita yang disodorkan olehnya tapi tetap gak nyerah juga, ini gak bisa dibiarkan. kita harus cepat mempertemukan mommy dan daddy lalu menyatukan mereka kak," lanjut Gino sambil sibuk sendiri dengan mondar-mandir sedangkan Genio tak memperdulikan tingkah sang adik ia tetap lanjut membaca info tentang keluarga daddynya.

"Hem menarik," gumam Genio dengan tersenyum smirk. Lalu seperti bisanya ia memblokir dan menanam virusnya, dirasa aman ia bergegas mematikan komputernya karena pihak yang ia bobol sudah mengetahui dan sekarang sedang menyerang pembalasan tetapi itu semua percuma saja mereka sudah terlambat kalo saja tidak ada yang mengintruksi mungkin perangkat-perangkat komputer itu akan meledak sekejab mata.

Di mansion mewah utama keluarga Dominic terjadi kehebohan karena ulah si kecil-kecil cabe rawit.

"Gawat bos, ada seseorang yang berusaha membobol data pribadi keluarga Dominic," ucap seseorang berteriak.

"Apa!" teriak sang ketua IT. "Cepat beri balasan dan cari tau siapa yang sudah berani mengantarkan nyawa. Aku akan lapor pada tuan," ucapnya bergegas ia keluar ruangan untuk melapor.

"Baik," ucap mereka serempak.

Di sebuah ruangan terdengar teriakan amarah seseorang.

"Apa! Bagaimana kau ini bekerja menghalau tikus kecil saja tidak bisa, rugi sudah, bagaimana kau bisa mengganti atas kerugian yang kau dan anak buah mu buat, sakali pun kau ganti dengan nyawa mu itu tak akan berarti karena nyawa mu tak ada harganya," ucapnya marah. "Ben, lakukan tugas mu!" lanjutnya memerintahkan sang tangan kanan.

"Ampun tuan ampuni kami," mohonya mengiba tetapi permintaan mereka tak di gubris oleh tuan besar, lalu Ben memerintahkan anak buahnya untuk menyeret mereka.

Tok tok tok...

"Masuk," ucapnya lantang.

Seseorang masuk di barengi keluarnya anak buah Ben yang menyeret orang yang sudah membuat tuan besar marah.

"Ada apa kau kemari, kalo tidak ada yang penting segera keluar, aku tidak ingin di ganggu," ucapnya dingin.

"Tu..., tuan, a... anu," ucapnya gugup.

Tuan besar Dominic saat ini benar-benar marah, ia sudah dibuat marah oleh bawahannya yang teledor sekarang ada bawahan lainnya yang hanya main-main.

"Seret dia keluar!" perintahnya pada salah satu pengawalnya.

"Tuan tunggu, tuan ada seseorang yang membobol pertahanan kita dan dia mengambil data pribadi masing-masing keluarga Dominic," ucapnya cepat saat salah satu pengawal menyeretnya.

Brakkkk!

"B***h kenapa baru kau katakan sekarang, hah!" teriaknya marah sambil memukul meja yang ada di depannya lalu ia melangkah ke ruangan IT, langkahnya diikuti oleh ketua IT, Ben sang tangan kanan dan beberapa pengawal.

"Tuan!" ucap mereka serempak yang ada di dalam ruangan, terlihat wajah wajah ketakutan mereka "habislah sudah" pikir mereka.

"Bagaimana apa kalian berhasil mencari tahu siapa yang sudah bermain-main dengan ku," ucapnya dingin.

"A..., anu tuan, maafkan kami, ka..., Kami-," belum selesai ia melanjutkan kata katanya sudah di potong oleh tuan besar.

"Dean coba kau jelaskan," ucap tuan besar kepada ketua IT.

Saat Dean bersiap untuk menjelaskan sudah ada suara lain yang bersuara.

"Izin tuan saya bisa menjelaskannya," ucap wakil ketua IT.

"Hem."

"Saat kami sedang pengecekan data tiba-tiba ada alamat IP asing masuk, saat kami melacak keberadaannya kami kehilangan jejak dan tiba-tiba kami mendapat gambar yang bentuknya aneh dan secara bersamaan alarm peringatan berbunyi, andai saya tidak menyuruh mereka untuk mematikan komputer masing-masing mungkin akan terjadi ledakan besar, itu penjelasan dari saya tuan," ungkapnya.

"Aku ingin melihat gambar aneh yang kau maksud itu," cletuk tiba-tiba.

Wakil ketua IT yang baru saja menjelaskan tadi beringsut maju untuk menyerahkan hpnya ke tangan kanan tuan besar, untung saja sebelum peringatan itu berbunyi ia sudah memotret gambar aneh itu untuk dijadikan bukti. Kalo saja saat itu otaknya tak cepat bekerja untuk mengambil bukti sudah pasti semua yang berada di ruangan ini akan menjadi bulan-bulanan tuannya.

"Kau tau gambar apa itu Ben?" tanyanya pada sang tangan kanan.

"Maaf tuan saya kurang tau, Tapi akan saya cari tahu," jawabnya.

"Ku beri waktu 24 jam, lebih dari itu tak ada toleransi, kau tau bukan aku tak suka menunggu," ucapnya dingin.

"Baik tuan, segera," ucapnya tegas.

"Dean, Frans, Ku beri kalian kesempatan dan perkuat keamanan lagi, Kalo sampai hal seperti ini terulang lagi, Kalian tau bukan akibatnya," ancamnya.

"Baik dan terim kasih tuan, kami akan bekerja keras lagi," ucap mereka berdua penuh syukur karena tidak menjadi bulan bulanan tuan mereka.

Tuan besar pun kembali ke tempatnya diikuti sang tangan kanannya.

...****************...

"Oya Ca, bagaimana dengan persiapannya," ucap Callena.

"Hampir 100% tinggal sedikit lagi," ujar Yashica seraya memindahkan kue bolu ke wadah.

"Ca, aku saranin kamu buat rencana B," celetuk Areta tiba tiba.

"Kenapa?" tanya Yashica.

"Iya Ta kenapa?" tanya Callena penasaran.

"Entah, hanya feeling saja," ungkapnya.

"Lebih baik kau ikutin feeling Areta, Ca, karena feeling dia selalu tepat dan akurat." Tarissa tiba-tiba datang memberi saran kepada Yashica membuat mereka kaget dengan kedatangannya bersama Alexa dan si kembar.

"Ya Tuhan Rissaaa, kau membuat ku keget, hampir saja cangkir minum ku mendarat ke lantai," gerutu Callena seraya mengelus dada.

"Rissa! Kapan kau datang tiba-tiba sudah sampai sini tak memberi kabar lagi," seru Areta yang juga kaget dengan kedatangan Tarissa.

"Iya nih, katanya datangnya mepet pas Shica tampil, lah ini ko sudah nongol di sini aja," gerutu Callena yang masih kesal dengan Tarissa.

Tarissa tak mempedulikan gerutuan Callena ia lebih peduli dengan kue bolu buatan Yashica setelah tadi mencuci tangannya.

"Tadi waktu nunggu si kembar pulang sekolah tiba-tiba dia nelpon minta jemput, Ya sudah ku jemput lah setelah menjemput kembar," ujar Alexa menjelaskan.

"Bukannya kau punya pengawal kenapa gak minta salah satu dari mereka yang jemput," celetuk Callena yang masih sebal.

"Berisik." Tarissa melirik tajam Callena yang dengan santai menghabiskan kue bolunya tanpa mempedulikan lirikan tajam milik sahabatnya itu.

Setelah urusan dapur selesai Yashica menyusul para sahabatnya yang ada di ruang santai sedangkan si duo kembar ada di meja makan sedang menikmati kue bolu buatan sang mommy sambil mendengarkan pembicaraan para aunty dan mommy dengan pendengaran tajam mereka.

"Kak apa perlu kita bantu mommy," celetuk Gino tiba-tiba.

"Kita lihat keadaan di sana nanti bagaimana, yang penting alat yang sedang kau ciptakan sudah harus stand by," ucap Genio memandang sang adik.

"Kalau untuk itu semua sudah ready, kau tenang saja kak," ucap Gino.

Genio hanya merespon dengan anggukan, setelah mendengar obrolan para orang dewasa itu lebih santai, mereka masuk kamar setelah menghabiskan kue bolu dan berpamitan dengan mommy dan para aunty.

♤♡◇♧

1
Agustina Amy
lanjut kak tambah seru aj ceritany
Agustina Amy
percaya diri bngt tuch si bella...blom tahu dy siapa ansel
Agustina Amy
Lanjut kak tambah seru ceritanya
fatmawati (pipit)
mungkin gk ya shica hamil muda
Farida Irwanq: mereka kayaknya belum,menjalankan malam pertama setelah menikah.
total 1 replies
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Glastor Roy
torku update ya
Farida Irwanq
Terimakasih kak thor.. semoga anaknya cepet sembuh.
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor. nanggung nih.. apa kah itu mama nya yasicha
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor🙏
Farida Irwanq
semangat up kak thor di tunggu bab selanjutnya. terimakasih banyak🙏
Farida Irwanq
Semangat up nya kak thor. trimakasih🙏
Farida Irwanq
makasih kak thor. selalu menunggu
Agustina Amy
sllu d' tunggu updatenya Thor...jng lama" ya
Farida Irwanq
di tunggu bab selanjutnya kak thor,trimakasih🙏
Agustina Amy
Jujur Thor aq kasihan sma leo... bikin bs melarikan dri aj Thor Leony...biar logan g' makin dendam yg akhirnya merugikan dri logan sndri
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor
Farida Irwanq
Di tunggu bab selanjutnya kak thor trimakasih banyak🙏
Glastor Roy
makasih torku update ya
Farida Irwanq
up lgai kak thor
reza indrayana
ai kembal sudah kenal ternyata dengan sang opa.. 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!