NovelToon NovelToon
Nona Muda Love Pengacara

Nona Muda Love Pengacara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:304.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Vhy'dHeavy Putri

Setelah mengarungi dunia pendidikan di bidang fashion design, Jelita akhirnya lulus dengan baik. Kehidupannya dimulai dari sini, membuka usaha dengan modal yang diberikan oleh ayahnya. Ia dipertemukan dengan Reza dan mulai pendekatan. Namun, ketika orang aneh yang tidak lain adalah mantan ibu tirinya yang berhasil kabur dari rumah sakit jiwa, hidupnya menjadi tidak baik-baik saja.

Jelita selalu berusaha menyembunyikan segala kesulitannya dari siapapun, tanpa terkecuali teman-teman dan kekasihnya. Alhasil, Reza merasa diabaikan dan tidak dipercayai karena perubahan sikap Jelita yang menjadi tertutup. Reza justru menganggap bahwa Jelita tidak menerima apa adanya dirinya, terlebih merupakan pria dengan tubuh yang gendut. Kisah asmaranya harus kandas oleh kesalahpahaman.

Lantas, apakah Jelita bisa menghadapi teror dari sang ibu tiri? Juga membuat kekasihnya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy'dHeavy Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25-Kubeli Hatimu!

“Di dunia ini tidak ada yang gratis, ‘kan? Sekalipun dapat yang gratis, pasti hasil dari pembelian, bukan?”

Episode 25-Kubeli Hatimu!

Malam kian meninggikan kegelapan, dingin dari angin pun berbaur menjadi satu dengan suhu AC rumah mewah itu. Di mana Reza masih terdiam bingung. Sementara, sang nona muda yang juga seorang perancang justru terkesan dingin. Sikap Jelita sukses membuat Reza tidak berkutik, benar-benar seperti seekor tikus yang dihadapkan dengan harimau betina.

Entah, Reza masih tidak mengerti bagaimana bisa Jelita bersikap sedemikian rupa. Tidak lagi centil sekaligus manja layaknya sebelumnya. Reza rasa Jelita sudah benar-benar kecewa.

“A-anu, Jeli—” Ucapan Reza terpotong begitu saja sebab tatapan Jelita yang reflek diarahkan padanya dengan tajam.

“Jeli?” tanya Jelita detik berikutnya. “Apa hak Anda menyebut nama saja tanpa embel-embel kehormatan? Anda lupa saya siapa?” lanjutnya penuh kharisma, tetapi justru menakutkan bagi Reza.

Pengacara muda itu lantas menelan saliva. Ditepisnya tatapan Jelita secara menundukkan kepala. “Ma-maaf, No-na,” ucapnya terbata.

Jelita menghela napas panjang, masih dengan ekspresi datar yang terkesan dingin. Kemudian, ia menegakkan badan dan melipat kedua tangannya ke depan. Gadis perancang itu tampak angkuh, tetapi tetap cantik apalagi ditambah setelan elegan yang modis membalut tubuhnya. Pancaran mata Jelita menggambarkan ketegasan, sekaligus penekanan. Ia menatap ke depan lurus, tanpa mau memperdulikan Reza lagi.

“Jadi, kedatangan saya kemari—” Lagi-lagi, ucapan Reza menjadi terpotong.

Jelita berangsur menatapnya lagi. “Polisi sudah datang?” tanyanya kemudian.

Reza menggeleng pelan, penuh kehati-hatian. “Be-belum, Nona.”

“Ck, mengecewakan. Kerja mereka kurang cepat ternyata!” Gadis itu mendengkus setelahnya, sembari menggelengkan kepala tidak habis pikir.

“Anu, Nona. Saya ingin meminta maaf.”

Dahi Jelita mengernyit. “Minta maaf? Oh! Untuk apa? Untuk adik Anda, atau Anda takut melawan pihak saya?”

Reza menelan saliva lagi. Hatinya terenyak sakit. Pertanyaan Jelita membuatnya tersinggung, tetapi ia tidak bisa memberikan penyanggahan sebab ucapan itu memang benar. Bukan tidak berani melawan gadis itu di persidangan, melainkan tidak mau lantaran pihak keluarganya yang bersalah. Misal takut, mungkin Reza takut akan respon ayahandanya.

“Jadi, ... Nona masih tetap akan mengajukan tuntutan?” tanya Reza memberanikan diri.

“Tentu!” sahut Jelita tanpa menunggu lama.

Reza dibuat gusar. Melihat senyum Jelita yang justru menawan tanpa adanya rasa ragu, membuatnya semakin tidak menentu. Apakah gadis itu benar-benar akan melawannya? Apakah tidak ada secuil belas kasihan untuk adiknya? Dan bukankah, belum lama ini Jelita tergila-gila padanya? Beberapa pertanyaan itu juga turut muncul di benak Reza.

Benar, seharusnya jelita tidak mudah menghilangkan rasa cinta jika perasaan itu merupakan keseriusan, bukan?

“Apa Nona seperti ini karena saya?” tanya Reza, penasaran. Sebab, ia menyadari bahwa sikapnya terhadap gadis itu sudah sangat keterlaluan.

Namun, Jelita justru tertawa sesaat setelah mengernyitkan dahinya. “Memangnya, Anda siapa? Sampai saya harus seperti ini karena Anda hahaha,” ucapnya di sela-sela tawa itu.

Reza terkesiap. Perasaan sesak datang menyerang setelahnya. Ia menyadari betapa dirinya narsis sekali. Lagipula, Jelita benar, memangnya ia siapa. Hanya sosok pengacara gendut, yang jauh dari kata rupawan. Mana mungkin mampu mempengaruhi hati gadis itu.

“Tunggu!” pekik Jelita tiba-tiba setelah menyudahi tawanya. “Hmm ... misal benar kalau Anda yang membuat saya seperti ini, apakah Anda bersedia bertanggung jawab?”

“Bertanggung jawab?” tanya Reza heran.

“Mm ... Anda datang kemari untuk meminta maaf, ‘kan? Sekaligus meminta saya menarik tuntutan itu, ‘kan?” Jelita memajukan tubuhnya, menatap Reza dengan mata terbuka lebar. Kemudian, ia tersenyum manis dan menarik tubuhnya kembali.

Reza menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri juga hati. “Benar, Nona. Saya tidak mau ada proses hukum yang menjerat kita semua. Saya tahu, jika pihak saya yang bersalah, jadi saya datang kemari untuk meminta maaf sekaligus memohon agar tuntutan itu ditarik kembali.”

“Kalau saya tidak mau bagaimana?”

Reza terdiam. Tentu, jika Jelita tidak mau ia terpaksa akan melawan. Dan hal itu akan membuat Risa terancam pidana mengingat kesalahan ada di pihaknya. Sekalipun Reza membela, mungkin hanya bisa meringankan hukuman saja bukan membebaskan secara penuh.

Dalam beberapa saat, keduanya diliputi kebisuan. Reza dengan ketegangan, sementara Jelita justru santai dan begitu asyik memainkan kuku-kuku indahnya saat ini. Mereka berdua terlihat bagaikan seorang tuan putri dan pengawal yang baru saja melakukan kesalahan. Dua orang dari dunia yang berbeda, menyisakan ketidakseimbangan bagi hidup keduanya.

“Jadi, permohonan saya tidak dikabulkan?” tanya Reza masih berusaha, sesaat setelah ia mengumpulkan sisa-sisa keberanian. Kebisuan pun berangsur pergi, oleh ucapan pria itu.

“Hmm ....” Tanpa mengubah sikap, Jelita bergumam singkat. Dua detik berikutnya, mata sipit gadis itu mengarah ke depan, kemudian menatap Reza. “Di dunia ini tidak ada yang gratis, ‘kan? Sekalipun dapat yang gratis, pasti hasil dari pembelian, bukan?”

Reza mengangguk dengan hati-hati. “Tentu, Nona.”

“Aaah ... Kak Reza!”

Mendengar panggilan yang disebut sama seperti sebelumnya, Reza reflek menatap Jelita dengan terpana. “I-iya?”

Jelita mengembuskan napas melalui mulutnya. “Jeli bisa kabulin permintaan Kakak. Tapi, ... tentu ada syarat sebagai sebuah pertanggungjawaban.”

“Syarat?”

“Ya, jadi Kakak bersedia atau enggak?”

Reza bergeming bimbang.

“Jeli, minta Kakak jawab ya atau tidak secara cepat!”

“Untuk syarat itu ...?”

“Ya atau tidak?!”

Reza menelan saliva. “Baiklah, ... iya.”

Jawaban Reza yang terdengar ragu, justru membuat Jelita merasa puas. Gadis perancang itu kembali memposisikan tubuhnya dengan tegak. Kedua tangannya dilipat lagi ke depan. Reza sudah ada di dalam genggaman, bahkan keluarga dari pria itu. Rencana Jelita berjalan lancar. Semua dalam kendalinya, keadaan pun mampu ia balikkan.

Reza yang sebelumnya selalu menolaknya, kini justru akan ia kendalikan. Pria itu tidak akan bisa memberikan perlawanan. Karena, setelah ini pun masih ada beberapa langkah lagi.

“Baiklah, Jeli bakal tarik tuntutan itu. Tapi, bukti masih Jeli pegang. Bahkan, Jeli akan menginvestasikan dana di perusahaan milik keluarga Kakak! Bukankah cukup menguntungkan?” ucap gadis itu penuh semangat.

“Jadi, mengenai syarat itu?” balas Reza.

“Sebentar, jangan terburu-buru.”

“Jel ... ah, Nona! Tolong jangan terlalu berbelit-belit. Saya hanya ingin kedamaian saja, bukan meminta investasi.”

“Sayangnya, investasi sudah diluncurkan. Jadi, Kakak enggak bisa menarik keputusan lagi. Kalau, Kakak nekat, Jeli bakal tuntut Risa bahkan ganti rugi investasi itu.”

“Apa yang kamu mau Jel?”

Tatapan mata kedua insan itu saling bertaut satu sama lain. Reza dengan ekspresi datar karena sudah tidak bisa menahan kesabaran. Sementara, sang nona muda dengan senyum paling menawan.

“Jelita!”

“Main sama aku!”

“Apa?!”

“Jadi, pengacara pribadi aku, kaki tangan aku, selalu memenuhi permintaan aku dan ... jadi pria gembulku!”

Reza terkesiap mendengar permintaan gadis itu. “Jangan gila, Jel! Kamu sedang membeliku?”

“Gila? Tentu tidak, intinya Kakak jadi priaku mulai dari detik ini. Karena kesepakatan sudah dibuat.” Jelita tersenyum penuh kemenangan, sebab pria yang ia incar sudah berada di dalam genggaman. “Ya, membeli hati Tuan Pengacara,” tambahnya.

Sementara, Reza masih tidak menyangka. Kesan yang ia tangkap, saat ini ia sedang dibeli oleh gadis itu. Investasi dana yang sudah diberikan ke perusahaan ayahnya, tanpa sepengetahuan dirinya, sudah menjadi senjata bagi Jelita.

“Baiklah ...,” jawab Reza berangsur melemah. “Yang penting kamu menepati janji kamu untuk menarik tuntutan itu.”

“Tentu, Pak Sunar akan atur. Jadi, mulai besok Kakak harus siap siaga dan antar jemput Jeli!” balas Jelita, mantap.

“Tapi, aku kerja.”

“Jeli enggak bakal ganggu jam kerja Kakak. Jeli minta Kakak datang di luar jam kerja. Ini perintah pertama, dan mungkin selamanya. Kakak enggak bisa berkutik lagi, karena Jeli pemegang kendali saat ini!”

“Ba ... ik, Nona.” Pria itu menunduk, tanpa bisa melawan. Rancangan cinta nona muda, sudah menjerat dirinya.

Benar, Reza memang mengagumi gadis itu. Namun, selama ini ia tidak membalas perasaan Jelita sebab takut sekaligus minder. Juga, tidak ingin jika Jelita diperalat oleh keluarganya untuk mencari keuntungan. Dan kini? Ia justru terjebak dalam genggaman Jelita. Entah, Reza bimbang harus menganggap cara Jelita sebagai apa. Haruskah ia senang atau justru pilu? Sementara hatinya sama sekali tidak mau menerima cara seperti itu.

Sebenarnya, apa yang gue mau? Gue suka sama Jeli, tapi enggak terima dengan cara seperti ini. Gue masih enggak yakin, dia beneran suka sama gue. Sekalipun, bener, apa yang Jeli suka dari si gendut kayak gue?

****

Jangan lupa, jempolnya, ya!

1
Revina Darajati
haduh aneh keluarga ini...orang kaya tp kenapa gk cari orang punter untk njaga dan selidiki semuanya.. bapaknya juga kebpaa cuek bgt siih
Hetnawati Simbolon
jeli tak punya harga diri aku selaku wanita malu
VhyDheavy: Namanya anak muda kebacut cinta memang suka lupa daratan Kak. Hehehe.
Terima kasih sudah mampir 😊
total 1 replies
Afid Diyah
apa judul novelnya kak
VhyDheavy: Halo, Kak. 😊

Pembalasan Istri Yang Dibunuh Suaminya

itu judulnya ya, Kak. Mari mampir. atau klik saja nama saya, dan nanti tersedia beberapa judul lain. Terima kasih 😊🥰
total 1 replies
rina purwati
lanjutanya kpan thor
reza gaming 30
tetap semangat ya thor, semoga nnt bnyk yg mampir 💪🏾💪🏾💪🏾💪🏾
reza gaming 30
tenang Jel, Reza lg merasakan indahnya dicium gadis cantik
reza gaming 30
disini ada kesalahan org berasymsi bahwa daging mengandung kalori tinggi, pdhl yg berkalori itu karbohidrat, org bilang diet gak makan nasi, tp makan roti, makan mie, justru roti mie itu kalorinya lebih tinggi dr nasi, krn roti itu bs dibilang tdk ada serat, jd semuanya menjadi glukosa, yg terbaik adalah diet gizi seimbang + olga 30menit/hari
Kecombrang
🤣🤣🤣🤣🤣
reza gaming 30
sebaiknya jgn ditiru diet seperti Jelita, diet yg baik diet seimbang ptoteinnya karbohidratnya sayur buah
reza gaming 30
abis cerita cewe endut sekarang cowo endut 😁
reza gaming 30
basahamu itu lho thor, membuat karyamu enak dibaca d tdk bertele2,. perlu dilanjut unt dibaca
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya
Hendri Astiti
gemes sama reza
Noorhied
Reza gembul tapi ganteng persis anak lelakiku... 😍😍😍
mbak i
ini cerita jeli,,,nggak lanjut lagi ya😥😥😥
Syifadini Atira
kok aku jadi bingung alur ceritanya 🤔
Han da Yani
maaf, banyak pembaca yang kayak saya..
saking asyiknya baca sampai lupa kasih like.

bukan berarti tak suka ceritanya.
bahkan semua cerita favorit lainnya juga begitu.
mungkin kebetulan sebagian besar pembaca karya kakak sama seperti saya, saking asyiknya baca sampek lupa kasih jempol.
maaf ya kak.. semangat terus berkarya.
Aruna Zahrani
duuuh sayang tuh bibir. blm jg diperawanin ama yayang willi udah terkontaminasi aja ama bibir laki2 lucknut
Aruna Zahrani
jgn2 yg nangkep dery mereka ber3 secara tdk sengaja tp bertemu pd saat n sikon yg sama 🤣🤣🤣🤣
Aruna Zahrani
kata2 om galak josss 👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!