NovelToon NovelToon
Ketika Dia Pergi

Ketika Dia Pergi

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Binar Ayudhisa Daneswara harus terpisah dengan kekasih nya Kenzie Janardana, sepasang kekasih saling mencintai itu harus menjalani LDR karena Kenzie harus mengambil S2 di luar negeri.

Binar tidak tau jika kepergian Kenzie bersama dengan sahabatnya Mozza yang diam-diam mencintai Kenzie dan selalu merasa tau tentang Kenzie kebiasaannya dan hobbynya.

Di karenakan kesibukan mereka perpisahan yang seharusnya masih bisa membuat hubungan mereka tetap terjalin akhirnya tidak pernah kontak lagi, mereka terpisah oleh jarak dan waktu.

Malam sebelum mereka berpisah Binar telah menyerahkan miliknya yang berharga ke Kenzie kekasihnya itu.

Bagaimana kisah cinta segitiga Binar-Kenzie-Mozza.. yuk ikuti ceritanya..

Salam,
ariista
🩷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Clara ke Kantor Kenzie

Clara yang merasa dijebak oleh lelaki yang tak dikenalnya kesal di dalam kamar apartemennya ia mengamuk di lemparnya barang-barang yang ada di dekat nya.

"Kurang ajar tu cowok bisa-bisa aku yang diancam nya, kau kira aku akan diam saja," teriak Clara di dalam kamarnya. Emosinya sudah di ubun-ubun.

Clara yang memiliki banyak uang bisa melakukan apa saja, ia akan menyewa pembu*uh bayaran, untuk membalaskan dendamnya.

Clara pagi ini sudah bangun dan dirinya masih kesal dengan laki-laki yang mengaku sebagai CEO itu.

Sayangnya lelaki itu sudah menyimpan video adegan hot mereka dan sudah di kirimkan ke Clara. Clara yang melihat dirinya di hentak oleh lelaki asing itu pun kaget dengan dirinya malam itu. Dirinya sangat agresif, pantas saja laki-laki itu selalu mengulangi perbuatannya. Clara mengepalkan tangannya kuat.

Clara sedang di pusingkan dengan tunangannya yang tiba-tiba saja menghilang, ditambah lagi dengan masalah barunya ini.

"Lelaki sialan, pergi mati saja kau!" teriak Clara seperti nenek lampir.

Clara masuk ke kamar mandi dan berendam lama. Clara akan mendatangi tunangannya di office nya saja. Clara harus bertemu dengan tunangannya.

Selesai mandi Clara memakai pakaiannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 9.25 pagi bergegas Clara melajukan mobilnya ke kantor tunangannya.

Sampai di kantor tunangannya Clara dengan angkuhnya berjalan melewati resepsionis. Tentu saja resepsionis harus bertanya ke tamu yang tiba-tiba saja masuk ke lobby dan berjalan ke lift.

Resepsionis terpaksa berlari-lari mengejar wanita asing yang tiba-tiba masuk ke kantor mereka.

"Nona, nona, maaf," resepsionis tersebut terengah-engah mengejar wanita asing tersebut.

Clara memicingkan matanya.

"Nona maaf saya bertanya anda mau kemana?"

"Denger ya, aku ini tunangannya bos kalian, jangan sok-sok mau bertanya mau kemana,"

"Tapi Nona.. "

"Sudah nanti aku pecat kamu kalo masih juga cerewet," Clara masuk ke lift yang terbuka.

"Nona anda salah masuk lift, itu untuk pimpinan,"

"Saya ini tunangan pimpinan kalian tau!" pintu lift tertutup.

Resepsionis ngedumel sambil berjalan ke mejanya.

"Cantik sih tapi kelakuan minus, hhh,"

Clara keluar dari lift, ia celingukan gak tau dimana ruangan tunangannya. Clara terus berjalan. Sampai di depan pintu ruangan yang ada papan namanya, CEO. Clara tersenyum, ia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya.

'Nona, Nona..maaf," belum sempat sekretaris Dara bicara Clara sudah masuk ke ruangan bosnya, Dara segera menyusul masuk ke dalam.

Kenzie sedang fokus di depan laptopnya.

"Nona, Nona tuan sedang sibuk," tegur Dara ke Clara.

Clara terus berjalan mendekati meja tunangannya.

"Tuan maafkan saya, Nona ini tiba-tiba aja nyelonong masuk ke ruangan Tuan,"

Kenzie mengangkat kepalanya mengernyitkan alisnya menatap Clara dan Dara.

"Kamu boleh keluar Dara, tinggalkan kami,"

"Baik Tuan, permisi," Clara menunduk hormat dan keluar dari ruangan bosnya.

"Ken, kamu kemana aja, kenapa gak angkat telpon aku,"

"Aku sibuk," Kenzie tidak menatap ke Clara, ia masih saja fokus dengan laptopnya.

"Aku ke sini menyusul kamu Ken, aku akan membuka cabang di sini,"

"Terserah kamu aja," Ken masih tidak menghiraukan tunangannya itu.

"Kita makan siang bareng ya nanti," Clara mencoba mendekati Kenzie ia ingin memeluk tubuh Kenzie.

"Tolong jangan mendekat,"

Clara menghentikan langkahnya.

"Aku tunanganmu Ken,"

"Tunangan karena terpaksa,"

"Aku gak terpaksa, aku memang mau Ken,"

"Dan aku tidak mau, catat itu! Sebaiknya kamu pulang aja aku sibuk,"

"Ken, kenapa kamu tega gitu? Jauh-jauh aku datang ke negara ini hanya untuk dekat denganmu Ken,"

"Aku rasa aku harus mempertegas ke kamu, aku akan memutuskan pertunangan kita,"

"Apa! Kenapa?! Aku tidak mau! Aku cinta sama kamu Ken,"

"Tidak itu bukan cinta, kamu tidak kenal aku begitu juga sebaliknya, tidak ada itu cinta, jangan kamu mengada-ada, aku akan meeting sebentar lagi, sebaiknya kamu pulang,"

"Ken aku.."

"Aku bilang keluar ya keluar jangan membantah!" bentak Kenzie yang merasa sudah terganggu dan waktu kerjanya sudah terbuang.

Clara kaget dengan bentakan Kenzie selama ini Kenzie hanya diam saja tidak bersuara. Clara tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dengan kesal ia membalikkan tubuhnya dan keluar dari ruangan Kenzie.

Kenzie lega, ia menelpon lewat interkom sekretarisnya.

"Dara tolong ke ruangan sebentar,"

"Baik Pak,"

Tok.. tok..

"Masuk"

Tampak gadis cantik muda masuk ke ruangan Kenzie.

"Apa ada yang bisa dibantu Pak?"

"Ya, lain kali kalo Nona tadi datang jangan pernah kamu kasih masuk ke ruangan saya, saya tidak ingin di ganggu, kamu mengertj?"

"Baik Pak, saya mengerti,"

"Bagus, jangan terulang lagi ke depannya,"

"Siap Pak, saya permisi Pak,"

"Hmm," jawab Kenzie tanpa menoleh.

Dara kembali ke tempatnya. Kenzie duduk sambil

memutar-mutar kursi kebesarannya.

Aku harus bicara ke papa dan mama, aku tidak akan diam saja sekarang aku sudah menikah dan memiliki anak tidak ada yang harus di sembunyikan dari orangtuaku, batin Kenzie.

Pintu di ketuk dari luar.

"Masuk,"

Desta asisten kebanggaan Kenzie masuk sambil membawa berkas.

"Tuan, sudah di tunggu di ruang rapat Tuan Rommy sudah datang bersama asistennya,"

"Baiklah, ayo ke ruang rapat,"

Kenzie dan Desta memasuki ruang rapat. Mereka kembali rapat untuk membahas kelanjutan meeting sebelumnya.

***

Di dalam mobilnya Clara memukul-mukul kemudi mobilnya ia sangat kesal. Seharusnya hari ini ia menuju ke lokasi yang akan di jadikan kantor agency nya.

Mood Clara sedang tidak baik, ia bukannya ke lokasi tempat kantor barunya ia pergi ke mall untuk menghilangkan suntuk.

Di Indonesia ada teman kuliahnya yang sama-sama di London ia akan berjanji untuk bertemu dengan temannya saja.

Ponsel Clara terus berbunyi Clara tau siapa yang menelponnya, ia tidak mau menjawabnya. Lelaki itu selalu saja menelponnya dan memintanya datang ke apartemennya. Clara kesal tetapi ia belum melakukan sesuatu ke laki-laki tersebut.

Clara tidak tau saja ia sedang berhadapan dengan siapa. Danish teman tidur nya kemarin seorang CEO yang terkenal sebagai casanova dan lelaki itu bukan orang sembarangan.

Clara mengambil kotak rokoknya dan mengambilnya sebatang, mobilnya ia parkirkan di pinggir jalan sepi, ia ingin merokok dulu sebelum sampai ke mall.

Clara tidak tau saja seseorang mengikutinya di belakang mobilnya.

Danish keluar dari mobilnya diikuti oleh pengawalnya.

Danish mendekati mobil Clara, di lihatnya tangan Clara yang memegang sebatang rokok keluar dari pintu mobil. Danish berjalan ke pintu sebelahnya. Ia membuka pintunya dan duduk di samping Clara. Clara kaget matanya membola.

"Kau!"

"Hallo cantik, ketemu lagi,"

"Sialan, apa kau menguntit ku?!" teriak Clara.

"Menurutmu?" Danish tersenyum smirk.

"Aku akan melaporkan mu karena menguntit ku, keluar aku mau pergi,"

"Aku akan ikut, jalankan mobilnya,"

"Tidak, kau tidak boleh ikut, keluar lah, tuan Danish,"

"Bagus kau sudah hapal dengan namaku, aku ingin mengajak kau makan siang,"

"Tidak, aku tidak mau, pliss keluarlah,"

"Aku akan ikut denganmu, cantik," Danish duduk menyandarkan punggungnya ke kursi penumpang.

Clara geram giginya gemeletukan. Mau tak mau ia menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya. Danish di sebelahnya tersenyum smirk, ia merasa menang.

Mobil Danish dibawa pengawalnya mengikuti mobil Clara.

1
cucu rosmalia
belum jg dapat penjelasan detail sudah luluh aja binar.. definisi cewek murahan..
emang murahan sih gituan sebelum nikah.. wajar menderita itu karma..
paling ha suka cerita ceweknya gampangan laki2nya pecundang dan cemen.. gimana bisa bertanggung jawab sama keluarga bertanggung jawab sama keputusan sendiri jg ga bisa.. jd males bacanya
maaf thor
Nurjanah
kok aku berharap sama duda ini aja ya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Alhamdulillah akhirnya Binar dan Kenzie berbahagia... 🥰😍❤️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
kok jadi Ezzel ? hihihi 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: hehehe... dimaklumi 😀👍
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Jangan lupa bagi undangannya ya ... 🤭😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: hehehe 🤭😂
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Alhamdulillah... akhirnya Daneswara menerima Kenzie sebagai menantunya 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘMom Nurrul❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
kok bau bucuk sih kak ... bau asem kali 😀😀
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: iya klo disini blngnya ya itu bau bucuk, anak bucuk mama papa gitu kak😁
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘMom Nurrul❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Cieee... Alana sekarang menggantikan posisi Binar di hati pak Richard 😀😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Suka banget sama jalan ceritanya 👍🥰
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: sami-sami 😍🤗
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Ya ampun, ternyata Kenzi mau dijodohkan... 🥺🥺
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Dari awal kisahnya sangat menarik untuk disimak, dan selalu dinantikan kelanjutan ceritanya setiap hari 👍🥰🤗
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Yang kuat ya Binar ...
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: Binar cewek mandiri kak
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Wow keren nih awalnya kak author 👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: siap komandan 👍👍
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Akhirnya aku datang ke karyamu ini kak @🇮🇩𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf ariistaᴳ᯳ᷢ🍁❣️ 🙏👍🥰
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: waahh terimakasih kak Nurul sdh mampir 🤗🙏🥰
total 1 replies
MaWaRaFie
luar hiasa..membangkitkan gairah pembaca
MaWaRaFie
jaim papi danes
MaWaRaFie
setuju mama wika..cinta itu merelakan
MaWaRaFie
esmosi aja kenzie
MaWaRaFie
paling benci dengan modelan cewek gini..moza
MaWaRaFie
sukaaa bgt bacanya
🔵⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariista❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀: siip wen.. terimakasih my bff😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!