Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serasa pengantin baru
"Ting...." notifikasi pesan masuk di ponsel Dikta dan di buka oleh lelaki tampan ini.
"Mas Vania hari ini lomba kamu harus datang ya jam 9:30,jangan buat Vania kecewa mas aku Mohon kali ini untuk datang" pesan Nasya
Dikta hanya membuka tanpa berniat membalas atau pergi ke acara Vania karena dia baru pulang subuh tadi dari mencari Aliya, apalagi pikiran Dikta saat ini hanya di penuhi oleh Aliya.
Tak lama ponsel Dikta berbunyi lagi ,ada panggilan dari sang mama.
"Ya ma" sahut Dikta malas
"Dik,kamu di mana?"
"Kenapa ma?" tanya Dikta balik
"Bukan nya jawab malah nanya balik,kamu ya benar-benar Dik! anak mau lomba juga bukan di support malah keluyuran nggak jelas, pulang kamu" oceh bu Retno
"Aku kerja ma"bohong Dikta
"Kerja apa kamu,kerja rodi dengan perempuan lain" tuduh mama nya
"Ma,apaan sih,aku beneran kerja"
"Mama nggak mau tau ya Dik cepat kamu siap-siap dan kesekolah Vania sekarang juga,dia akan lomba satu jam lagi,jangan sampai nggak datang kamu ya,mama benar-benar marah besar sama kamu Dik" oceh mama nya dari sebrang sana membuat Dikta hanya bisa menghela nafas panjang.
"Iya-iya mas" jawab Dikta mengalah lalu mematikan ponsel nya.
Dikta sebenarnya bingung karena di satu sisi dia anak lelaki satu-satunya di keluarga nya dan dia yang harus bertanggung jawab atas kebahagiaan mama dan adik nya yang sekarang sedang kuliah di luar negeri di sisi lain dia juga mencintai Aliya,dia tidak bisa jauh dari perempuan itu tapi dia tidak bisa melepaskan Nasya karena mereka memiliki buah hati yang pasti akan hancur melihat orang tua nya jika berpisah,Dikta ingin semua nya berjalan baik Nasya mau menerima Aliya sebagai madu nya! Meskipun kedengaran tidak mungkin tapi hanya itu jalan terbaik agar semua nya bisa bahagia menurut Dikta.
"Aarrgggg"Jerit Dikta meremas rambut nya kasar,dia tidak bisa memilih antara Mama nya,Vania dan juga Aliya semua nya Dikta sayang.
****
"Yakin nggak papa kalau aku tinggal pergi ke kantor Al?" tanya Farel
"Iya mas, nggak papa kok pergi aja,aku sudah baikan nggak nangis lagi"jawab Aliya yang memang pagi ini sudah lebih fresh dari pada semalam.
"Atau aku nggak ke kantor aja Al,takut kamu kenapa-kenapa lagi"
"Jangan mas,ke kantor aja aku bukan anak kecil yang harus di jaga 24 jam mas,aku baik-baik saja" ujar Aliya menyakinkan Farel
"Kalau ada apa-apa kamu hubungi aku ya Al"
"Ponsel ku mati mas"
"Itu ada telpon apartemen, nanti aku hubungi kamu lewat itu ya,kalau bunyi kamu angkat aja"
"Iya mas" jawab Aliya patuh
"Santai aja Al, anggap apartemen sendiri kamu bisa bebas melakukan apapun di dalam sini,mau masak mau nonton apapun itu" ujar Farel dan diangguki Aliya
"Aku pergi dulu ya Al"
"Ya mas, hati-hati di jalan"
"Nggak ada kiss bye nya nih" goda Farel membuat Aliya memukul lengan sahabat suami nya itu
"Bercanda Al, pamit ya" lanjut Farel lalu segera pergi.
Wajah Farel pagi ini sangat bersinar, meskipun Aliya menumpang di rumah nya tapi pagi ini mereka serasa menjadi suami istri,Farel sarapan dengan masakan Aliya dan Aliya mengantar kan nya sampai ke pintu apartemen serasa menjadi pengantin baru.
Andai saja itu benar-benar terjadi pasti Farel sangat bahagia sekali bisa menikah dengan perempuan yang dia cintai.
Setelah Farel pergi Aliya segera merapikan meja makan,Aliya cukup tau diri dia menumpang di Apartemen Farel jadi dia berinisiatif merapikan semua nya, hitung-hitung balas budi menurut Aliya.
Aliya memulai dari menyapu lantai apartemen tersebut hingga mengepel dan pekerjaan lain nya.