NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24: I'm Here

***

Dua minggu sebelum ulang tahun Min Joon.

Sepanjang jalan, tampak licin. Salju yang mencair pada malam itu seolah mengerti niat kelam seseorang.

Sun Woo dan Jin Hee baru saja pulang dari tempat kerjanya masing-masing. Bertemu di halte bus dan memilih berjalan kaki menuju rumah mereka yang memang terlampau jauh.

Keduanya terlihat bercanda satu sama lain. Sun Woo berhenti sejenak, saat ponselnya berdering. Panggilan Min Joon yang memberitahukan telah bertemu Dong Soo dan menyelesaikan kesalahpahaman mereka berakhir lancar. Sun Woo yang asyik berbicara di telepon membiarkan Jin Hee berjalan di depannya.

Whuuusss...

Mobil dari arah depan menuju Jin Hee. Cahaya dari lampu sorot menyilaukan matanya, membuat Jin Hee terhenti.

"Jin Hee!!!" teriak Sun Woo menarik tubuh gadis yang tertegun oleh pijaran kekuningan itu.

Brruuk!

Mobil terhenti dan menabrak sesuatu. Wanita yang tak asing menoleh ke belakang dan melihat Jin Hee yang terduduk di pinggir jalan menatap ke arah mobil.

"Cepatlah! Cepat jalan!" ucapnya terdengar meronta. Mobil itu pun pergi menjauh dari pandangan.

Jin Hee kini berlinang air mata. Tangannya terluka, tapi itu tak seberapa jika dibandingkan pemuda di hadapannya yang sudah terbaring lemah.

Pada tempat sepi dengan latar rumah sederhana, berpagar beton dengan pepohonan rimbun. Angin mulai menusuk tulang Jin Hee, kini malam yang berselimut salju sedikit menambah kesuraman.

Darah yang mengalir pelan merembes melalui topi hijau tua yang dikenakannya. Darah kehitaman itu mulai menggumpal oleh dinginnya malam. Pria yang terbaring lemah pun telah berlumuran darah, membangkitkan emosi dan kekhawatiran Jin Hee yang masih menjerit.

"Kakak!!!" Dengan rambut tergerai tanpa diikat, serta gurat wajah yang tampak panik, dia menangis tanpa lelah. Membuatnya tak sadar telah memerlihatkan sisi lemah lembut sebagai seorang wanita. Jin Hee panik dan tenggelam dalam segala duka akan fakta yang telah disadarinya.

***

Sun Woo mengalami geger otak dan masih belum sadarkan diri selama tiga malam. Jin Hee setia menjaga dan mendampingi, sosok di sekitarnya juga turut bersimpati. Saat sadarkan diri, polisi memutuskan memasukkan perkara ini sebagai pembunuhan berencana karena Jin Hee yang bersaksi melihat mobilnya melarikan diri.

Selama beberapa hari disibukkan oleh polisi yang terus menanyainya ini dan itu. Jin Hee pun meminta sang kakak yang masih tetap diam untuk membuat kesaksian dengan dalih dirinya sudah kelelahan menanggapi polisi. Namun, Sun Woo memilih diam dan meminta Jin Hee membiarkan polisi mengerjakan tugasnya.

***

Ulang tahun sang kekasih masih beberapa hari lagi, untuk membuktikan sesuatu Jin Hee meminta sang Kakak membuat kejutan untuk Min Joon. Mencoba mencari alasan terbaik nantinya, untuk bagaimana cara yang tepat agar bisa meninggalkan sosok yang keluarganya sedang mencoba menghancurkan Jin Hee.

***

27 November 2013.

Pagi adalah awal kehidupan, awal di mana keberanian menjadi pintu menuju kebenaran. Pintu kebenaran yang tertutup sekian lama membutuhkan seseorang yang mampu membukanya dengan mudah tanpa perlu membuat sayatan dalam hati yang terdalam.

Pada sebuah rumah dengan halaman yang besar, tampak seorang wanita tengah berdiri dari balik pagar. Terus memperhatikan keadaan di dalam sana dengan seksama.

"Meong, meong." Meongan kucing itu menyadarkannya dari tatapan kosong.

"Mimi ...," gumamnya mencari ke arah dalam rumah.

"Meong ...," suara meongan kucing terdengar semakin mendekat, hingga akhirnya wanita itu melihat seekor kucing berwarna putih ke hitam-an.

***

08 Oktober 2011.

Dua orang perempuan terlihat saling berbagi rahasia satu sama lain, menghapuskan batasan dan halangan. Entah sahabat atau pun kakak semuanya berada dalam satu sebutan yaitu manusia. Manusia adalah makhluk yang harus saling berbagi terlepas siapa dia dan bagaimana dia.

"Kakak, jika terjadi sesuatu padaku aku titip Mimi padamu ya?" pinta Jin Hee.

"Kenapa kau bicara seperti itu?" jawab wanita yang dipanggil kakak sambil memukuli kepala.

"Aku bercanda. Beberapa minggu lagi kau akan menikah. Aku tidak ingin melihat ada keriput di wajahmu saat pernikahanmu nanti," ucap Jin Hee berdiri sambil membawa kucing imut pergi.

***

"Nona?" panggil Yoon yang tengah memeluk kucing, membuyarkan ingatan sesaat tentang kucing itu.

"Di mana kau menemukannya?" tanya Jin Hee kepada Yoon.

"Dia berjalan ke arah sini sambil mengeong!" jawabnya mengelus perut kucing gendut.

"Biar kulihat?" pinta Jin Hee smengambil dan memeluk kucing. "Mimi? Kau masih ingat aku?"

"Mimi ... Mimi ...," panggil seseorang dari dalam rumah yang sedang diawasi Jin Hee yang mencoba misterius. "Sayang, jika kau keluar tolong carikan Mimi untukku?"

"Iya ...," jawab suara seorang pria yang keluar dari rumah dengan santainya.

"Kak Dong Soo?" gumam wanita itu terpaku melihat teman lamanya.

"Mimi ... puss puss ... Mi—"

Panggilannya terhenti saat melihat sosok yang dikenal tengah berdiri menatapnya, tanpa sadar dia berucapa cukup keras, "Ji Yeon?"

"Dia melihat kita ...," panik Yoon dan menatap tajam wajah Jin Hee

"Ji Yeon!" teriak Dong Soo sekali lagi. Mengagetkan Ji Yeon yang sedang sibuk di dalam rumah

"Kenapa? Kenapa kau berteriak?" Ji Yeon bergegas pergi keluar.

"Lihatlah!" pintanya menunjuk ke arah wanita yang perlahan-lahan mulai berjalan mendekati mereka berdua.

"Jin Hee?" Ji Yeon tidak percaya.

"Apa kabar, Kakak?" ucapnya tersenyum sambil melirik anak kecil yang duduk di lantai. Perlahan dia melepas kucing yang dipeluknya itu.

"Jin Hee? Itu kau 'kan?" oceh Ji Yeon memeluk Jin Hee dengan erat.

Entah kerinduan seperti apa yang sedang dirasakannya. Ini sebuah rasa yang memang sulit diungkapkan keduanya.

"Kak Ji Yeon! Apa kabarmu?" panggilnya berlinang air mata.

"Kau perempuan jahat!" umpat Ji Yeon menangis dalam pelukan Jin Hee.

"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf ...," ujar Jin Hee tersenyum haru dan membalas pelukan hangat Ji Yeon.

"Jin Hee ... ini benar-benar kau kan? Lim Jin Hee?" tanya Ji Yeon memegang wajah Jin Hee yang mulai basah karena air matanya.

"Iya ... ini aku! Siapa lagi?" ucap Jin Hee memegang tangan Ji Yeon.

"Aku merindukanmu ... oh ya... masuklah! Ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu!"

"Seharusnya kita tidak bertemu seperti ini," ucap Jin Hee menggenggam tangan Ji Yeon.

"Masuklah!" ucap Dong Soo ikut tersenyum.

***

Ketiganya menghabiskan waktu pagi itu dengan berbagi rasa rindu, bahkan Dong Soo meminta izin dari kantornya dan Ji Yeon bolos dari kerjanya hanya untuk melihat Jin Hee yang begitu dirindukan semua orang.

"Jadi selama ini kau sudah menemukan ayah kandungmu? Kau juga sudah berada di sini selama dua minggu? Apa kau sejahat itu?" tanya Ji Yeon.

"Iya, maafkan aku Kak Ji Yeon .... Saat aku dan kakak terpisah di Indonesia, sebenarnya aku sengaja melakukan semua itu. Aku ingin dia pergi, agar aku bisa bertemu Ayah di jepang."

"Tapi, bagaimana kau bisa mengetahui siapa Ayahmu?" tanya Dong Soo.

"Aah ... itu? Catatan pernikahan ibuku, aku membacanya dan mencari informasi di Jakarta. Karena dulu ibu dan ayah kandungku pernah tinggal di sana!"

"Selamat untuk hal itu. Tapi, aku tidak menyangka Nona Kim Jin Hee pelukis yang baru itu adalah dirimu?" ungkap Dong Soo memeluk seorang anak kecil.

"Sejujurnya aku datang untuk sesuatu hal. Tapi, setelah kupikir-pikir daripada menganggur di sini lebih baik aku mengadakan pagelaran seni. Aku juga berpikir setelah dua tahun, pasti akan sulit bagi kalian mengingatku. Untuk itu aku datang kemari, aku tidak menyangka kalau kalian masih ingat padaku!" ungkap Jin Hee.

"Kau gila? Kami di sini seperti orang gila mencarimu! Ada yang bilang kau diculik, ada yang bilang kau menghilang, bahkan meninggal. Bagaimana mungkin kami melupakanmu?" timpal Ji Yeon dengan ganasnya.

"Maafkan aku kak Ji Yeon, kak Dong Soo?" ucap Jin Hee tulus.

***

Bersambung

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!