Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mata-mata?
Jadilah malam ini Queen dan Ares menghabiskan malam di rumah sakit menunggui ibu tua yang tadi tertabrak, ibu itu tidak membawa kartu identitas sehingga mereka tidak bisa menghubungi keluarga ibu tua itu.
Queen dan Ares bergegas mendekat ke arah ranjang saat ibu tua itu membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke sekuliling ruangan, termasuk menatap asing ke arah Queen dan Ares.
"Ibu sudah siuman?" tanya Queen.
"Bagaimana keadaan ibu, apa yang ibu rasakan sekarang ini?" sambung Ares merasa was-was, sungguh dia akan menjadi orang yang paling merasa bersalah dalam hal ini jika sampai ada hal serius terjadi pada ibu tua itu.
Ibu tua itu tampak linglung, "Sa-saya kenapa?" tanyanya.
"Ibu tertabrak oleh saya semalam, maafkan saya." kata Ares penuh penyesalan, meski dirinya sangat yakin jika tadi malam dirinya mengemudi dengan sangat hati-hati, dan ibu tua itu yang entah datang dari mana tiba-tiba berada di depan mobilnya.
"Sa-saya yang salah, mungkin karena semalam saya kurang hati-hati, saya baru datang dari kampung namun tidak punya tempat tujuan, suami saya sakit dan saya harus mencari pekerjaan." ujar ibu tua itu.
Queen dan Ares saling bertatapan, mereka merasa miris dan tersentuh dengan cerita wanita tua itu, dimana di hari tuanya yang seharusnya tinggal menikmati hidup, masih harus bergelut dengan susahnya hidup.
"Nama ibu siapa? Dari mana asal ibu?" tanya Queen.
"Nama saya Siti, saya berasal dari Subang Jawa barat." jawab ibu tua itu.
"Ibu Siti tidak punya anak?" sambung Queen lagi, dia sungguh merasa prihatin dengan nasib wanita tua yang mengaku bernama Siti itu.
Ibu Siti menggeleng pelan, namun matanya seperti menyimpan kesedihan teramat dalam aat Queen mengungkit masalah anak padanya.
"Saya tidak punya anak, satu-satunya anak yang saya miliki sudah tidak ada lagi." jawab bu Siti dengan suara terbata.
"Ah,, maafkan saya jika pertanyaan saya sudah membuat ibu bersedih." Queen merasa tidak enak hati.
Setelah berdiskusi dengan Ares, akhirnya mereka memutuskan untuk membawa wanita tua bernama Siti itu ke apartemennya, karena wanita tua itu juga keukeuh ingin tetap mencari pekerjaan, saat di tanya kemana dia akan pergi setelah keluar dari rumah sakit, akhirnya Queen dan Ares memutuskan untuk memperkerjakan bu Siti di apartemennya, hanya untuk pekerjaan ringan saja, setidaknya untuk teman Queen saat Ares harus lembur atau saat Ares berkunjung ke rumah Elsa.
**
Ini hari ke dua Bu Siti berada di apartemen Ares dan Queen, wanita tua itu sangat rajin membersihkan semua ruangan, masakan yang di buatnya juga cocok dengan lidah Queen dan Ares, sehingga mereka senang dengan kehadiran bu Siti di tempat mereka, terlebih Queen juga merasa senang karena ada teman di rumah, karena semenjak putus dengan Reza, gadis itu jarang sekali keluar kecuali kuliah, selebihnya dia hanya menghabiskan waktu di rumah saja.
"Maaf nyonya, saya ingin bertanya, tapi jangan marah ya,, mengapa nyonya dan tuan tidur di kamar terpisah?" tanya Bu Siti yang sebenarnya ingin menanyakan itu sejak kemarin, saat menyadari jika Queen dan Ares tidur di kamar yang terpisah, dia merasa aneh dengan pasangan yang di ketahuinya sebagai pasangan suami istri namun tidur di kamar yang berbeda.
"Ah,,, itu,,, karena mas Ares sering pulang malam dan terkadang dia masih harus menyelesaikan pekerjaannya sampai dini hari, jadi dia tidak mau jika mengganggu waktu istirahat saya." ujar Queen beralasan, meski agak mengada-ada, tapi setidaknya hanya hal itu alasan simple yang terbersit untuk dia sampaikan pada bu Siti, lagi pula dia tidak mungkin menceritakan tentang pernikahan pura-puranya itu pada bu Siti.
Setelah selesai makan malam dan menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba Ares masuk ke kamar Queen. Tentu saja hal itu membuat Queen yang baru saja bersiap untuk tidur terkejut bukan main, hampir saja dia terlonjak dari tempat tidurnya.
"Mas, kenapa ke sini?" Tanya Queen yang langsung menutup tubuhnya dengan selimut, karena saat itu dia hanya mengenakan baju tidur tipis menerawang.
"Ssttt!" Ares menaruh jari telunjuk di depan mulutnya mengisyaratkan Queen untuk diam atau tidak berbicara dengan suara kencang.
"Ada apa? Kenapa masuk ke sini?" tanya Queen dengan volume suara yang lebih rendah.
Ini adalah kali pertama Ares masuk ke kamar Queen, jujur saja entah mengapa Ares juga merasakan sedikit gugup seperti belum pernah masuk ke kamar perempuan sebelumnya, padahal selama ini dia satu kamar dengan Elsa rasanya biasa saja, bahkan saat pertama kali harus tidur dengan Elsa pun rasanya tidak se gugup sekarang ini.
"Ada bu Siti di depan, aku rasa bu Siti mata-mata ayah atau ibu ku." ujar Ares tiba-tiba.
"Haa?" Queen melongo dengan mata terbelalak, "Jangan ngarang kamu, mas! Bisa-bisanya kamu nuduh sembarangan seperti itu, mana mungkin bu Siti seperti itu!" bela Queen yang merasa tidak percaya dengan ucapan Ares.
"Semenjak bu Siti tinggal di rumah kita, ayah sering menelpon ku jika aku lembur dan dia selalu tahu jika aku pulang telat, padahal sebelumnya dia tidak pernah begitu, siapa lagi yang tahu kapan dan jam berapa aku pulang ke rumah selain kamu dan dia. Aku hanya berjaga-jaga, jika benar bu Siti mata-mata ayah atau ibu ku, bisa-bisa dia mengadu juga jika kita tidak tidur satu kamar." ujar Ares.
Deg,,,
Tiba-tiba Queen teringat dengan pertanyaan Bu Siti tadi siang yang mempertanyakan mengapa dirinya dan Ares tidak tidur sekamar, kemarin sore juga Queen sempat mendengar Bu Siti seperti berbicara dengan seseorang saat dia sedang berada di kamarnya.
Queen terdiam, apa benar apa yang menjadi kecurigaan Ares? Jika di pikir ulang, memang kehadiran bu Siti terlalu serba kebetulan, tengah malam, entah dari mana datangnya tiba-tiba dia berada di depan mobil mereka dan tertabrak, Bu Siti juga tidak pernah mengatakan dimana asal kampung halamannya, belum lagi dia yang memaksa untuk ikut bekerja bersama mereka, jika di pikir lagi saat ini rasanya ini terlalu terasa seperti setingan, tapi mengapa orang tua Ares sampai harus mengirim bu Siti untuk memata-matai mereka, apa mereka merasakan kecurigaan? Atau mendapat kabar yang membuat mereka melakukan semua ini?
Jutaan pertanyaan seakan berjejal di benak Queen ilmu cocokloginya pun tiba-tiba mengalir begitu saja menghubungkan satu demi satu kejadian dengan kejadian yang lainnya sehingga menjadi sebuah kecurigaan yang lumayan mengganggu pikirannya saat ini.
"Bagaimana jika kecurigaan mu itu salah?" tanya Queen.
"Tidak ada salahnya berjaga-jaga, bagaimana jika kecurigaan ku benar? Bukankah akan lebih berbahaya lagi untuk kita?" kelit Ares.
"T-tapi,,, apa kita harus benar-benar tidur satu kamar? Satu tempat tidur?" tanya Queen sambil menatap Ares yang masih berdiri di dekat pintu.
"Ya mau bagaimana lagi, kecuali kamu mau tidur di lantai, kalau aku sih gak mau!" ujar Ares sambil mengendikkan kedua bahunya dan berjalan menuju tempat tidur hendak ikut berbaring di sana meski hatinya kini dag dig dug tidak karuan.
"Ishhh, ini kamar ku, kenapa aku yang harus tidur di lantai!" tolak Queen.
"Ya sudah , berbagi tempat tidur saja, lagi pula aku juga tidak mungkin berbuat yang aneh-aneh pada mu, kamu bukan tipe ku!" ujar Ares dengan entengnya dan langsung membaringkan tubuhnya di ranjang yang sama dimana tempat Queen saat ini berada.
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia
tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja
author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor
pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)
ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian