Kisah gadis imut dengan sejuta kenakalannya yang sebenarnya sudah memiliki suami namun tanpa dia ketahui dengan seorang Gus yang memiliki sifat sangat bertolak belakang dengan dirinya.
"Katanya bukan Muhrim kok megang megang sih Dasar Gus Gila! ."
(Alexandra keyla Salsabila.)
"Bahkan tubuhmu sudah halal untukku Zaujati."
(Zio Aqeel Asna Nafis Al Fath)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ido fawaiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KESAL
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,,,
Sebaik baik bacaan adalah membaca Al-Qur'an 🥰
*****
Pagi hari di kediaman Ndalem Utara,Echa ngomel ngomel tidak jelas pada Zio.
"Pokoknya Echa tidak mau minta duluan lagi, dan Gus juga tidak boleh minta."
Zio hanya diam mendengarkan ocehan istrinya yang sedari tadi belum berhenti juga, karena jika dia semakin menanggapinya,maka istrinya itu akan semakin marah.
"Pokoknya sekarang Gus sudah jadi suami durhaka."
"Awas saja kalau minta Echa kutuk jadi Batu."
"Memang Echa tidak mau dapat pahala lagi?" tanya Zio setelah sekian lama hanya menjadi pendengar istrinya yang lagi marah,kesal sih lebih tepat nya.
"Pahala sih pahala tapi Gus yang tidak tahu diri."
"Tidak tahu diri bagaimana sayang?"
"Gus gak usah pura pura tidak mengerti deh."
Zio tersenyum mendengar ucapan ketus istrinya, sebenarnya Zio ingin sekali mencubit Pipi gembul istrinya itu yang terlihat kembali kempis saat ngomel.
"Aku memang tidak mengerti sayang."
"Ish,, kan Echa hanya minta satu kali tapi Gus melakukan berkali kali sampai itunya Echa sakit dan pinggang Echa mau patah, pokoknya Gus sudah melanggar hukum."
Ya sedari tadi Echa marah marah pada Zio karena semalam Zio melakukan berkali kali bahkan hampir subuh makanya Echa marah marah padahal semalam dia juga menikmati nya.
"Echa ngambek sama Gus."
Zio mendekat kemudian memeluk tubuh mungil istrinya yang katanya sedang ngambek itu,mengelus elus punggung istrinya itu dengan sangat lembut.
"Maaf,, besok besok tidak lagi." ucap Zio.
"Kalau Gus tidak bercocok tanam sama Echa lalu Gus mau bercocok tanam sama siapa? Gus mau menikah lagi?"
Salah lagi,memang jika bicara sama istri labilnya harus hati hati , meskipun menurutnya benar tapi sama istrinya bisa di anggap salah, untung sayang.
"Kan katanya tadi kamu tidak mau lagi sayang."
"Jadi Gus nyalain Echa gitu?"
"Tidak sayang,, kamu benar dan selalu benar dan aku yang selalu salah".
"Pintar banget Suaminya Echa." Puji Echa yang merasa senang langsung mencubit pipi Zio,mood nya langsung berubah baik saat Zio mengaku salah.
Begitulah Echa dia cepat banget marah,namun secepat itu pula dia di bujuk, Zio seperti Gus Alzam yang jarang sekali memperlihatkan kemarahannya, selalu menegur Echa dengan cara yang lembut , karena dia selalu ingat nasehat Abinya agar tidak mengunakan kekerasan dalam mendidik istri dan anak.
Tidak membalas ucapan istrinya saat marah marah bukan berarti suami takut istri tapi, itu termasuk caranya memuliakan sang Istri.
*****
Di Apartemen Livy sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Alvian, karena dia tidak tahu Alvian sarapan apa jadi Livy memasak nasi goreng saja.
Derap langkah kaki Alvian terdengar mendekat, Livy segera menyambutnya dengan senyum sedikit canggung bukan canggung sih sebenarnya tapi takut.
Melihat Alvian duduk di kursinya segera Livy mengambilkan nasi goreng untuk Alvian.
"Saya tidak biasa sarapan dengan nasi berlemak seperti itu." ucap Alvian dingin dan datar tentunya.
"Maaf,, "
"Ck,," decak Alvian yang kesal dengan Livy yang terlihat sangat lemah, orang yang selalu minta maaf tanpa membuat kesalahan bagi Alvian adalah orang yang lemah.
Alvian memakan nasi goreng buatan Livy, ternyata tidak seburuk pikirannya sarapan menggunakan nasi goreng.
Setelah menyelesaikan sarapan nya Alvian langsung berangkat ke kantornya,begitu juga Livy yang juga berangkat ke Kampusnya.
Saat jam makan siang Alvian mendapat kunjungan mendadak dari Ummi nya, katanya kangen karena Alvian jarang pulang ke rumah.
"Assalamualaikum Nak." ucap Ning Syaqila.
"Waalaikum salam." jawab Alvian langsung menyambut Umminya dengan mencium tangannya.
"Sudah makan siang Nak?" tanya Ning Syaqila.
"Belum."
"Kita makan siang bersama Yuk Nak, sudah lama juga kita tidak makan bertiga." ajak Ning Syaqila.
"Hm,, Ayo Ummi." Alvian menyetujui ajakan Ning Syaqila.
"Daddy mana?" tanya Alvian.
"Daddymu menyuruh kita berangkat terlebih dahulu nanti katanya menyusul."
Ning Syaqila meminta pada Alvian agar makan di Cafe kemarin.
Sampai disana Alvian langsung menatap tajam karyawan wanita yang saat itu tengah mengantarkan pesanan.
Livy yang saat itu tengah mengantarkan pesanan ke salah satu meja merasa ada yang memperhatikan dirinya saat menoleh tubuhnya langsung kaku mendapat tatapan tajam dari Suami dinginnya itu.
Segera Livy meninggalkan meja itu setelah menyelesaikan tugasnya,dia langsung pergi ke toilet karena takut kembali bertemu dengan Alvian. Namun, baru saja dia keluar dari toilet tangannya langsung di cekal dan di tekan pada dinding.
"Astaghfirullah,," kaget Livy.
"Kenapa masih kerja?" tanya Alvian penuh intimidasi.
"Em,,, aku tidak enak Mas untuk berhenti."
"Tidak enak, atau suka bertemu dengan pemilik Cafe ini hm?"
Livy memberanikan diri menatap Alvian yang saat itu tengah menatapnya dengan tajam.
"Enggak Mas."
"Kalau begitu berhenti bekerja !" perintah Alvian tanpa mau di bantahan.
Setelah itu Alvian meninggalkan Livy yang masih mematung di depan toilet.
Ning Syaqila sedikit bingung dengan putranya apakah dia mules masak ke Toilet lama sekali seperti wanita saja,untung Edward segera datang sesudah Alvian pergi ke toilet.
"Apa Alvian ketiduran di toilet?" Ucap Ning Syaqila yang mulai kesal pada putarnya itu.
"Mana mungkin Al ketiduran di Toilet Mi." balas Edward.
"Bisa saja Dad,siapa tahu Alvian kecapekan."
"Hahaha,,, Ummi ada ada saja." Edward tertawa kemudian mengacak hijab Ning Syaqila.
"Astaghfirullah,, malu Daddy ingat umur." Ucap Ning Syaqila yang malu, untung dia memakai cadar jika tidak pasti sekarang semua orang bisa melihat wajah memerah nya.
"Malu pada siapa kita itu suami istri,bukan pacaran?"
"Daddy selalu begitu."
"Khemm,,,, sudah selesai romantis romantisan nya?" dehem Alvian yang baru kembali.
"Kamu itu Son, tidur apa pingsan di kamar mandi?" tanya Edward.
"Hm,,," balas Alvian.
Ning Syaqila menggelengkan kepalanya,tidak habis pikir dengan putranya itu apa susahnya bicara kenapa susah sekali, Alvian memang pendiam dari kecil.
"Cepat cari Istri Boy, siapa tahu saja kamu akan mencair."
"Dan yang utama kita akan segera mendapatkan cucu Dad." timpal Ning Syaqila.
Alvian tidak habis pikir dengan orang tuanya yang selalu menyuruh dirinya menikah, alasannya agar segera memiliki cucu, ya meskipun sebenarnya dia memang sudah memiliki istri.
"Daddy saja menikah hampir usia empat puluh." Alvian berkata dengan tanpa Ekspresi nya.
"Ya karena Daddy masih menunggu Ummi mu Boy."
"Hm,,," lagi lagi Alvian hanya berdehem.
Sementara Livy setelah menormalkan detak jantungnya dia langsung menuju ruangan Rangga untuk mengundurkan diri.
Meskipun Awalnya Rangga sempat menolak Pengunduran diri Livy, tapi Livy tetap mengundurkan diri dan mau tak mau akhirnya Rangga memperbolehkan Livy berhenti.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘
te²p semangat ya thoorrr smoga lancar trus up nya