Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..
Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..
Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..
Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..
"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.
Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.
Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!
Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."
_Shica Mahali_
"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.
Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.
Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.
Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?
Tapi aku......"
_Raihan Alfarizi_
PERINGATAN!!!
17+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
"...Jika saja kau tidak memiliki ikatan darah dengannya,
ini semua tidak akan sulit. Aku sangat mencintai dirimu, serius mencintaimu. Aku harap kau memiliki perasaan yang sama. Karena kuyakin kau memang mencintaiku juga...”
_Raihan Alfarizi_
***
Pak Andra tengah fokus pada komputernya.
Tanpa dia sadari, Regar berdiri bersandar didepan pintu ruangan BP.
"Ehemmm,"
Pak Andra terkejut melihat keberadaan Regar yang tiba-tiba sudah berada disana.
"Kenapa kau tidak mengetuk pintu?" tanya pak Andra.
"Aku bisa melakukan apa saja, aku putra dari keluarga Mahali." jawab Regar pendek.
"Silakan duduk," kata pak Andra.
Regar tidak menggubris ucapan gurunya itu.
"Apa Bapak menyuruh adik saya untuk membantu Raihan?" tanya Regar.
"Iya, tapi sekarang sudah tidak lagi, karena Raihan sudah kembali bersekolah seperti biasa," jawab pak Andra.
"Aku tidak suka Bapak melakukan itu. Ingat Pak, keluarga Mahali adalah pemilik separuh dana di SMA ini. Jika anda berani memerintah adikku, aku akan mencabut semua dana yang mengalir di SMA ini!" kata Regar penuh ancaman kemudian berlalu.
"Apa-apaan anak itu mengancamku? Bukankah dana yang dia maksud adalah dana dari perusahaan ayahnya." gumam pak Andra.
Sementara itu,
Shica duduk sendirian didepan kelas. Argaa menghampirinya.
"Boleh aku duduk disampingmu?" tanya Argaa.
Shica mengangguk. Tidak seperti biasanya Shica cuek terhadap Argaa.
"Kau ada masalah, ya." tanya Argaa sambil menatap.
"Ya, begitulah." jawab Shica sekenanya.
"Kenapa dia begitu cuek padaku? Biasanya dia peduli dan antusias," batin Argaa.
Raihan berjalan menuju kelasnya dan langkahnya terhenti melihat keberadaan Shica dan Argaa didepan kelas.
"Shica," Argaa memegang tangan Shica.
Shica terkejut, serta merta dia menatap Argaa.
"Dia memegang tanganku, tapi kenapa aku tidak senang? Bukankah aku menyukainya?" batin Shica.
"Aku menyukaimu," kata Argaa.
Shica dan Raihan yang mendengar itu terkejut.
"What the hell!" batin Raihan.
"Apa kau bilang? Kau serius? " tanya Shica.
Raihan segera berlalu ke kelas.
Shica dan Argaa baru menyadari keberadaan Raihan.
"Emm, Aku tidak melihatnya. Lalu, bagaimana?" tanya Argaa.
"Apanya?" tanya Shica.
"Kau menyukaiku atau tidak?" tanya Argaa.
"Aku tidak yakin," jawab Shica.
"Apa katanya? Tidak yakin? Bukankah selama ini dia memperhatikanku?" batin Argaa.
"Bagaimana jika sore ini kita jalan-jalan?" tanya Argaa.
"Emmm ya, boleh " jawab Shica.
Sepulangnya dari sekolah, Shica dan Argaa pun pulang bersama.
Lebih tepatnya mereka pergi berjalan-jalan menikmati sore yang indah.
Shica merasa ada yang aneh. Kenapa dia tidak merasa senang? Padahal selama ini dia selalu bermimpi untuk bisa dekat dengan Argaa.
Tapi kenapa dia tidak merasa senang?
Saat Argaa menyatakan perasaannya pun Shica tidak merasa senang.
Didalam mobil, Shica melamun. Dan Argaa fokus menyetir.
Argaa menatap Shica kemudian tersenyum manis. Shica juga tersenyum membalas senyuman Argaa.
Tiba-tiba wajah Raihan terbesit dipikirannya.
"Shit!! Kenapa ada si gila itu dipikiranku!! " batin Shica.
Argaa membawa Shica ke rumahnya. Didalam banyak sekali anak SMA ada yang satu sekolah ada juga yang berasal dari SMA lain.
Didalam begitu berisik karena musik yang diputar sangat kencang.
Mereka tampak bersenang-senang.
Shica mengerutkan dahinya.
"Ayo masuk" bisik Argaa ketelinga Shica.
Mereka pun masuk. "Hei Argaa, siapa gadis cantik ini? Pacarmu? " tanya salah satu dari mereka sambil mendekat.
Tapi dihalangi Argaa. Shica berlindung kebelakang Argaa.
"Kau membuatnya takut, kawan" kata Argaa.
"Habisnya dia manis sekali" kata temannya itu.
Argaa menarik tangan Shica memasuki kamarnya dan menguncinya.
Shica merasa curiga dan mulai takut. "Apa yang akan kau lakukan? " tanya Shica.
"Tadi aku sudah berjanji kan kalau kita akan bersenang-senang" kata Argaa.
"Lalu? " selidik Shica. Argaa menuangkan sampanye dan meminumnya.
Shica menatap Argaa. "Hmm dan kita akan melakukannya disini" jawab Argaa.
"Apa? " tanya Shica. Argaa mendekat dan duduk disamping Shica.
"Kau mau? " Argaa menyodorkan gelas sampenyenya.
Shica merasa risih dengan bau sampanye itu apalagi Argaa terlihat sedikit gila.
"Itu apa? " tanya Shica. "Ini minuman surga kau mau? " tanya Argaa.
Shica menggeleng. "Kurasa lebih baik aku pulang " kata Shica kemudian berlalu.
Shica menarik knop pintu tapi terkunci.
"Kau tidak bisa kemana-mana, sayang" kata Argaa yang membuat Shica ketakutan.
Argaa mendekat. "Bukankah kau menyukaiku hh? " tanya Argaa.
Shica terpundur dan punggungnya menyentuh dinding. "Hhmm" Argaa mendekatkan wajahnya.
Shica dapat menghirup aroma sampanye yang berasal dari mulut Argaa.
"Sekarang kau milikku ya sayang" bisik Argaa yang membuat keringat dingin mengucur dari dahi Shica.
"Apa maumu sebenarnya!! " teriak Shica.
Argaa semakin mendekat. "Aku ingin kenikmatan darimu sayang apa kau belum mengerti juga? " tanya Argaa.
Shica menahan dada Argaa agar tidak makin dekat dengannya.
"Aku sudah mengincarmu dari dulu, cantik, seksi, dan aku yakin kau masih perawan" kata Argaa.
Plaaakkkkk
Shica menampar Argaa. "Kau pasti sedang mabuk!!!! " teriak Shica.
"Beraninya kau!! " Argaa menerkam Shica dan melemparnya ke ranjang kemudian menindihnya.
"Lepaskan aku!!! Tolooooong!!! " teriak Shica.
"Tidak akan kulepaskan. Kau sudah kuincar dari sejak dulu" kata Argaa.
Air mata Shica menetes deras. Tak menyangka. Pria selembut dan sebaik Argaa kini akan merenggut dirinya.
Selama ini Argaa memakai topeng polos padahal nyatanya dia adalah iblis.
Argaa menduduki perut Shica dan dia mencengkram kedua tangan Shica dengan sebelah tangannya.
"Lepaskan aku!!!!!!! " teriak Shica.
Argaa akan mencium bibir Shica. Tapi Shica menggeleng-geleng membuat Argaa makin kesal.
"Kau tidak sudi kusentuh sayang? Aku berusaha lembut padamu. Tapi jika itu maumu, aku akan membuatmu menderita! " bentak Argaa.
Argaa menjambak rambut Shica dan menciumi lehernya.
"Tolooooonggg!!!!! "
By
_Ucu Irna Marhamah_
Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan
Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya