NovelToon NovelToon
SMA FLUCH (Horor)

SMA FLUCH (Horor)

Status: tamat
Genre:Horor / Fantasi / Misteri / Supernatural / Tamat
Popularitas:94.2k
Nilai: 5
Nama Author: widia wati

Syalita Hatrcher adalah siswi baru di SMA FLUCH. Seorang gadis yang memiliki kemampuan dapat melihat peristiwa mengerikan di masa lalu. Di hari pertama ia pindah ke SMA FLUCH ia sudah merasakan ada sesuatu yang janggal dari sekolah tersebut. Dapatkah ia mengungkap misteri dari balik nama sekolah itu sendiri? Apa arti FLUCH yang menjadi nama sekolah tersebut? Bersama teman-teman barunya Syalita akan mengungkap semuanya satu persatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon widia wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta pertama

Dengan kaki gemetar aku berusaha berdiri dan berjalan mundur perlahan. Mereka semua mala ikut berdiri lalu mendekati ku tanpa membetulkan tubuh mereka lagi. Aku menguatkan hatiku memberanikan diri mengambil ancang-ancang untuk lari secepat mungkin menerobos mereka. Yang tak kusangka adalah mereka berteriak melengking memecah telinga. Sambil menutup telingaku, aku lari sekuat tenaga. Kutemukan pintu ruangan yang terbuka. Tanpa pikir panjang lagi aku masuk kesana. Aku duduk dilantai sambil bersandar di dinding melepas lelah. Aku mengatur nafas ku yang tersendat-sendat. Setelah merasa lebih baik, aku mengintip dari celah pintu. Kulihat lorong tersebut sepih. Aku menghembuskan nafas lengah. Aku beruntung mereka tidak mengejarku. Tapi tiba-tiba... Aku lagi-lagi dikejutkan dengan seseorang yang menepuk bahuku. Aku ingin berteriak tapi mulutku dengan cepat di tutup menggunakan tangannya.

"Ssutt...... Diam. Ikuti aku," bisiknya. Ia menurunkan tangannya dari mulutku.

"Tria?! Maafkan aku."

"Tidak apa-apa. Ayok pergi dari sini."

Aku dan Tria berjalan perlahan meninggalkan ruangan itu. Entah kemana, tempat ini gelap dan pengap. Kaki ku tidak berdaya lagi untuk melangkah karna lelah berlari dari sengerombolan siswa, arwah, hantu, setan atau apalah itu, yang pasti mereka sangat mengerikan. Selama perjalanan Tria menceritakan semuanya padaku. Dari awal kematian Magie yang ditemukan termutilasi sampai mereka terikat di halaman tengah sekolah malam ini. Setelah mendengar semua itu aku berharap kalau semua ini hanyalah mimpi.

Padahal Jonathan sudah memperingatkan kami untuk bersikap wajar agar para arwah itu berpikir identitas mereka tidak diketahui oleh kami. Tapi karna aku sekarang mereka tahu kalau kami sudah menyadari kalau mereka bukanlah manusia. Hal ini akan menjadi lebih sulit untuk dapat keluar dari sekolah terkutuk ini.

"Tria, dimana yang lainnya?" tanyaku sedikit berbisik.

"Mereka sudah duluan ke menara. Cuman tempat itu yang jarang dilalui para siswa maupun guru. Mereka pasti aman disana. Kurasa."

Untuk beberapa saat tidak ada percakapan diantara kami. Hujan diluar sana sudah sedikit mereda, tinggal titik-titik gerimis kecil yang masih dihiasi kilatan petir dengan gemuru rendah. Sepertinya cuaca malam ini masih tindakan bersahabat.

"Lita, boleh aku bertanya sesuatu?" kata Tria memecah keheningan.

"Katakan saja. Selagi aku bisa menjawabnya akan aku jawab."

"Mungkin ini sedikit pribadi. Aku tahu kau merasa sangat kehilangan begitu mengetahui sebagian dari teman-teman kita telah meninggal dunia, tapi... Reaksimu sedikit berbeda. Kita baru kenal beberapa hari ini namun kau terlihat seperti kehilangan teman lama. Seorang teman yang sangat berharga bagimu. Dan lagi, kau tadi sempat bilang kalau ia adalah orang yang kau sayang."

"Aku tahu itu. Sebenarnya ini cuman perasaanku saja. Dulu aku memiliki seorang sahabat baik. Dia adalah tetangga disebelah rumahku. Karna rumah kami berdekatan jadi kami sudah akrab sejak kecil. Bermain, pergi dan pulang sekolah selalu bersama sampai kelas dua SMP."

"Oh... Apa yang terjadi? Apa dia pindah?"

"Iya. Dia pindah ke alam lain tepatnya," aku mengusap air mataku yang mengalir disaat aku mengingat kenangan indah bersamanya.

"Maaf, aku tidak bermaksud," Tria merasa bersalah telah mengungkit hal itu.

"Tidak apa-apa. Dia meninggal akibat kecelakaan, dan itu tepat di hari ulang tahunnya. Dengan kado kecil di tangan ku aku menangis di depan makamnya. Untuk pertama kalinya aku benar-banar merasa kehilangan."

"Em... Kalau boleh tahu, temanmu itu laki-laki atau perempuan?"

"Laki-laki."

"Ah, apa dia cinta pertama mu?"

"Jika dikatakan cinta pertama, aku rasa iya. Tapi aku baru menyadari perasaan tersebut setelah kepergiannya."

"Lalu siapa orangnya disekolah ini?"

"Jonathan."

"Apa?! Pria dingin itu?"

"Joshua tidak dingin. Dia orangnya suka bercanda dan selalu melakukan hal konyol untuk membuat orang disekitarnya bahagia. Tapi disisi lain ia juga bisa bersikap kejam pada orang yang berani menggagunya atau menggangu teman-temannya."

"Sedikit berbanding terbalik dengan Jonathan. Aku bahkan belum perna melihat ia tersenyum sekali pun, apa lagi bertingkah konyol. Aku bahkan tidak bisa membayangkannya."

"Waktu pertama kali bertemu dengannya aku merasa kalau ia benar-benar telah kembali. Tapi mengapa ia harus pergi lagi."

"Tenangkan dirimu. Aku juga merasa kehilangan, kita semua. Sebagian dari teman kita meninggal dunia akibat perbuatan Simon dan ibunya," Tria menepuk bahuku mencoba menenangkan ku. "Lebih baik kita mencari cara agar dapat keluar dari tempat ini."

"Iya."

Akhirnya aku dan Tria sampai di menara setelah dengan susah payah menghindari setiap arwah. Namun kami tidak mendapati mereka disana. Kemana perginya mereka semua? Apa mereka bersembunyi?

"Mungkin mereka masuk ke menara," kata Tria.

"Ayok cari mereka."

Kami melangkah masuk namun kami masih tidak menemukan mereka. Tidak ada siapapun di dalam sini. Hanya bangunan tua kosong berdebuh tebal. Aku mencari tempat yang sedikit bersih untuk duduk. Aku lelah sekali. Banyak kejadian dan berita mengujutkan yang membuat kepalaku pusing. Aku tidak bisa mencernah semuanya sekaligus. Ini malam terburuk dalam hidupku. Di tempat yang mencekam dalam keadaan kedinginan. Aku masih berharap ini adalah mimpi dan ingin segera terbangun dari mimpi buruk ini. Tapi apalah daya, ini bukan mimpi yang ketika kita bangun maka semuanya baik baik saja dan kita tidak perlu menghawatirkan itu. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa terulang lagi. Dia tak akan kembali. Tanpa kusadari air mata mengalir kembali di pipihku begitu aku mengingat ia. Aku mengusapnya sebelum Tria melihatnya.

"Hei, Lita. Kenapa kau duduk disitu?" tanya Tria sambil menghampiriku.

"Kaki ku lemas. Biarkan aku istirahat sebentar."

"Kau terlihat pucat, sakit? Atau kau shock karna kejadian hari ini?"

"Dua-duanya."

"Dua-duanya?" Tria mengulagi kata-kataku.

"Karna dekapan Linda dadaku sedikit sakit dan kepalaku pusing."

"Linda? Bukan karna Anna yang menggunakan tubuhmu untuk melawan Mrs. Scott?"

"Tidak. Anna sama sekali tidak menyakitiku. Dekapan Linda lah yang membuatku terbangun dengan rasa sakit di dada kiriku ini. Ditambah lagi disaat Mrs. Scott mengucapkan kata-kata aneh itu membuat rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang."

Aku meletakan tanganku di dada ku dan mengelusnya untuk meredakan rasa sakitnya. Yang tidak aku duga adalah Tria tiba-tiba berjongko di depan ku. Ia mengigit jarinya sampai terluka lalu mengoleskan darahnya membentuk sesuatu di dahiku sambil mengucapkan kalimat yang tidak terdengar.

"Tria, apa yang kau lakukan?"

"Merasa lebih baik?" kata setelah melakukan apa yang tidak ku mengerti.

"Em... Iya. Dadaku tidak sakit lagi. Bagaimana bisa?"

"Itu cuman berkerja sementara. Setelah kita berhasil keluar dari sini aku akan membantumu menyembuhkannya sepenuhnya."

"Apa maksudmu menyembuhkan? Apa aku sakit?"

"Ayok kita cari mereka di tempat lain," Tria berdiri lalu mengulurkan tangannya padaku.

"Iya," aku menerima uluran tangannya.

.......

.......

.......

.......

.......

.......

...ξκύαε...

1
Sri Peni
aq salut dgn cerita ini di mn setan dpt dikalahkan manusia
Sri Peni
aq terasa didalam cerita
Sri Peni
baru kali cerita horor yg kubaca
Sri Peni
diawal sj sereem
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
akhirnya tamat.. terimakasih
WR ξκύαε: terima kasih kembali telah membaca cerita ini. jika ada pertanyaan, silakan ditanyakan. entar tak gelas, jelas maksudnya.
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
oalah Aaron.. kok ya bisa terpisah sih tadi
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
lah Aaron malah ilang
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
benar ayah Resifa ternyata
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
apa dia dokter jahat itu?
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
apa itu ayah Resifa?
Ming: pastinya
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
jd hal apa yang blm selesai dan bisa membantu nya. menyeberang?
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
apa waktu memasukkan Tria ke situ gak merasakan apapun?
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
setelah vs ush payah keluar dr sana harus ake sana lagi dong
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
kalo dibirao makin caper takutnya 😅
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
aaahh...Luxiaaaa... 😅
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
kalian juga bersekolah di sekolah hantu. apa itu juga masuk akal? pertanyaan konyol 😅
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
matibdua kali dong para arwah 😁
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
benar dugaanku pasti Jonathan masih hidup
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
mungkin Jonathan blm mati
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🆂️🅾️🅿️🅰🅴
jd gimana cara keluar dr situ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!