Arum mencintai sepupunya sendiri yang bernama Angga. Gadis itu tahu jika cinta itu salah dan tidak seharusnya terjadi.
Meskipun Angga sudah memiliki kekasih, tetapi Arum tetap tidak bisa menghilangkan rasa cinta itu dari hatinya.
Bagaimana caranya Arum menghilangkan perasaan nya terhadap Angga jika mereka saja berada satu atap yang sama?
Apakah Angga akhirnya tahu jika sepupunya itu memiliki perasaan terhadapnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerah Dengan Rasa
Happy Reading.
Arum sangat panik saat melihat Della berada di luar kamarnya yang terbuka karena Angga yang keluar tanpa menutup nya kembali.
"Tadi kak Angga ngapain ke kamar kamu! Kalian lagi kangen-kangenan, ya?" selidik Della sambil memicingkan matanya.
Arum menjadi salah tingkah dan merasa malu karena kepergok, bahkan pipinya sudah memerah menjalar ke telinganya. Sungguh dia benar-benar merasa malu.
"Hayo, tadi pada ngapain?" lanjut Della berjalan mendekati Arum.
Yang di dekati semakin salah tingkah, "apaan sih, La! Gue sama kak Angga emang lagi kangen-kangenan, puas lo!" Della semakin terkikik melihat Arum yang kembali masuk ke dalam kamarnya dan langsung menutup pintu kamar.
"Huhu, kalian ngaku aja kalau ada apa-apa, pake sembunyi-sembunyi segala!" seru Della.
Arum tersenyum saat mendengar ucapan Della tanpa mau membuka pintu kamarnya, bayang-bayang Angga yang menciumnya kini memenuhi otaknya.
Arum benar-benar tidak tahu kenapa Alven melakukan hal itu, Arum tahu bahwa semua itu tidaklah benar, namun dia juga tidak bisa menolak ciuman itu dan Arum akui kalau dia juga menikmatinya.
"Aakkh! Kak Angga! Gue harus gimana donk, kalau gue benar-benar jatuh hati sama lo gimana, kak?" gerutu gadis itu sambil membenamkan wajahnya di atas bantal.
Merasa malu sekaligus senang dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya dan Angga.
Sedangkan di sisi lain.
Angga sendiri merutuki kebodohannya karena secara sadar telah mencium bibir Arum, sang adik sepupu yang sangat ia rindukan.
Perasaan nya membuncah ketika bertemu kembali dengan gadis itu, padahal selama ini dia telah berusaha melupakan dengan belajar jauh di London Inggris. Tapi nyatanya Angga semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya setelah menjauh.
"Ya Tuhan!! Apa yang harus ku lakukan kalau bertemu kembali dengan Arum!"
Tok, tok, tok!
Terdengar suara ketukan pintu kamarnya, Angga yang sedang melamun pun merasa sedikit terkejut, tapi akhirnya pria itu berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk membuka nya.
"Della?" lirih Angga yang tidak terkejut dengan kedatangan nya, apakah mungkin Della sudah melihat semua nya saat ia dan Arum berciuman tadi.
"Ada apa, La?" tanya Angga.
"Kakak tadi habis ngapai sama Arum? Sampai me ... !"
"Della!" gadis itu langsung diam.
Angga mendesahh perlahan, dia tahu bahwa dia salah tapi memang tidak seharusnya Angga bersikap seperti itu pada adiknya sendiri. Ck, benar-benar rumit.
Della mendekati Angga dan menggoyangkan lengan sang kakak. "Kak, Lala gak marah ataupun gimana, cuma Lala mau ingetin kakak kalau perasaan kakak ke Arum itu salah, misal Arum bukan saudara sepupu sudah ku pastikan aku adalah orang nomer satu yang merestui hubungan kakak dengan Arum!"
Angga hanya diam saja, dia paham dan sangat mengerti bahwa memang sudah seharusnya dia membuang perasaan itu.
Perasaan yang tidak pantas untuk saudaranya sendiri, perasaan yang seharusnya sudah dia hilangkan sejak lama.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan?" Batin cowok tersebut.
****
Pagi itu kediaman keluarga Angga sedang berkumpul bersama setelah sarapan, maklum ini adalah weekend dan weekend adalah acara untuk kumpul keluarga.
"Apakah kamu betah di London, Nak?" tanya Daddy Rian pada putra satu-satunya yang baru saja pulang itu.
"Tentu saja, Dad, betah gak betah ya harus betah, mau gimana lagi, itu juga udah menjadi keputusan ku, mungkin setelah ini aku ingin lebih fokus sama kuliah dan kantor milik Grandpa, jadi sebaiknya aku tidak perlu sering pulang mengunjunginya kalian," ucap Angga membuat Arum tersedak teh hangat yang baru saja ia minum.
Angga, Daddy Rian dan Della langsung panik dan menusap punggung Arum, Angga sendiri mengambil gelas yang masih dia pegang.
"Aku gak apa-apa," ucap Arum merasa sedikit kikuk saat Angga malah memberikan perhatiannya.
Angga paham dengan situasi dan akhirnya dia langsung menjauh dari Arum. Benar kata Della, seharusnya dia tidak memiliki perasaan yang lebih terhadap Arum, apalagi mereka masih ada ikatan darah.
'Maaf, Rum! Perasaan ini memang salah! Aku janji akan melupakan mu untuk selamanya.'
****
Angga memutuskan untuk kembali ke London lebih cepat, dia beralasan jika ada sesuatu yang harus di kerjakan di kampus.
Lagi-lagi, Arum benar-benar merasa sangat sedih, merasa jika Angga memang akhirnya berniat untuk menghindari nya.
Namun, Arum bisa apa?? Dia juga harus bisa menghilangkan rasa yang sudah bercokol dihatinya sejak kecil.
"Arum, kamu nggak ikut mengantar kepergian kak Angga ke bandara?" tanya Della ketika melihat saudara semua punya itu masih berdiam di kamar.
Arum menggeleng kemudian dia mengambil beberapa buku di atas meja belajarnya. "Tadi udah pamitan kok, gue lagi banyak tugas, lo tahu sendiri kan gue nggak bisa soal fisika di ujian kemarin dan gue mau belajar biar besok lulusan gue bisa jadi juara ngalahin elo, La!" jawab Arum dengan senyuman dibibir nya.
Berusaha terlihat baik-baik saja meskipun hatinya merasa begitu sakit. Arum tahu jika semua ini memang keputusan yang benar, sebaiknya dia memang tidak perlu bertemu dengan Angga, mungkin dia bisa mencari cowok lain yang mengisi hatinya.
"Oke deh, kalau gitu gue sama Mom dan Dad pergi ke bandara dulu buat anterin kak Angga, lo baik-baik aja ya di rumah," ucap Della mengusap bahu saudara sepupunya itu.
Sebenarnya Della tahu apa yang dirasakan oleh Arum, tetapi dia juga tidak mau ikut campur lebih dalam. Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Arum sendirian di kamar.
Kedatangan Angga yang hanya 5 hari itu tidak pernah dibayangkan oleh Arum bahkan ciuman mereka juga masih dia ingat dengan jelas.
Ciuman pertamanya yang diambil oleh kakak sepupu sendiri, seorang pria yang amat sangat dia cintai, mungkin jika orang itu bukan Angga, Arum pasti sudah mendorong dan menampar pria tersebut.
Sedangkan Angga sendiri hanya termenung di dalam mobil, sama sekali tidak ada raut kebahagiaan di wajahnya, yang ada hanya wajah datar dan rasa kecewa.
Kecewa dengan takdir karena hidupnya seperti ini, kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa menahan rasa terhadap Arum.
Kecewa saat Arum tidak ikut mengantarkannya ke bandara, padahal dia sangat ingin melihat wajah gadis tersebut untuk terakhir kali sebelum kembali ke London.
Namun, mengingat kembali dengan ucapan Della, perasaan mereka memang sebuah kesalahan, jika mereka saling mencintai. Angga tidak tahu bagaimana perasaan Arum terhadapnya, tetapi ketika mengingat bagaimana Arum tidak mendorongnya saat Angga mencium bibirnya, cowok itu bisa merasakan juga Arum memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Apakah aku benar-benar harus membuka hatiku untuk wanita lain dan menerima perasaan wanita lain itu agar aku bisa melupakan Arum secepatnya!
Bersambung.
DAN TERLALU BANYAK MEMBATIN..JADI KESANNYA TERLALU BANYAK DRAMA..
MAAF YA THOR,KENAPA NAMA PERAN SELALAU SALAH?? Tadi DIAH JADI BIANCA, SEKARANG RIAN JADI STEVEN..🤦🤦🤦🙇🙇
MAMPIR THOR 🙋🙋😃